Produk

[Bagian 1] Dunia Lensa 11mm Ultra-wide Angle yang belum pernah ada sebelumnya

Memperkenalkan lensa zoom ultra-wide angle yang baru diluncurkan, EF11-24mm f/4L USM. Bagaimana cara mencapai tipikal kualitas gambar yang indah dari lensa L dan ultra-wide angle 11mm pada ujung terlebarnya? Dalam serial artikel ini (semuanya ada 4), saya akan menengok di balik layar untuk mengetahui selengkapnya mengenai pengembangannya. (Dilaporkan oleh: Ryosuke Takahashi)

(Dari kiri ke kanan)

Grup ICP 1: Shota Shimada

Pusat Pengembangan ICP 1: Hideki Sakai

Pusat Pengembangan ICP 1: Tadanori Okada

Mengembangkan lensa Asferis yang meniadakan distorsi terbesar dari Canon

- Pertama, saya ingin menanyakan tentang konsep dasar di balik pengembangan EF11-24mm f/4L USM.

Shimada Seperti yang bisa Anda lihat dari nama lensa yang menyertakan jarak fokusnya, konsep produk ini didasarkan pada rencana untuk memungkinkan terwujudnya “sudut pandang terlebar di dunia”. Alih-alih hanya menciptakan lensa dengan sudut pandang lebar, kami ingin menciptakan suatu produk yang bisa menghasilkan kualitas gambar tingkat tinggi yang serasi dengan lensa L. Selain itu, lensa ini juga menampilkan kemampuan menekan distorsi secara menyeluruh yang terjadi pada lensa zoom wide-angle (sudut lebar). Menggunakan lensa sudut lebar 11mm akan menghadirkan dunia yang sama sekali baru, yang tidak pernah Anda lihat sebelumnya. Lensa ini akan sangat hebat jika dapat membantu para pengguna mencapai ekspresi fotografis baru, baik dalam still image (gambar diam) maupun video.

Susunan di sisi kanan tampak seolah-olah lensa jatuh ke arah tengah gambar. Orang di sisi kiri juga tampak terentang ke arah tepi gambar, dan kakinya tampak lebih panjang daripada yang sesungguhnya. Distorsi idiosinkratis ini merupakan tipikal lensa sudut lebar 11mm.

EOS 5D Mark III/ EF11-24mm f/4L USM/ FL: 11mm/ Aperture-Priority AE (f/8, 1/500 det)/ ISO 100/ WB: Auto

- Jika fotografer amatir ingin mencoba lensa ini, jenis pemandangan apakah yang akan berguna, dan apa karakteristik yang membuatnya nyaman?

Shimada Pemandangan terbaik yang bisa dihasilkan dalam EF11-24mm f/4L USM dapat secara luas dibagi ke dalam 4 tipe. Yang pertama adalah jenis gambar sudut lebar yang dulu tidak dapat ditangkap dalam bidikan tunggal. Yang kedua, adalah jenis pemandangan yang bisa ditangkap, bahkan dari posisi terbatas yang tidak memungkinkan fotografer untuk bergerak mundur. Yang ketiga, adalah jenis pemandangan yang memanfaatkan jarak pemotretan terpendek. Karena dimungkinkan untuk mendekati hingga 0,32m ke subjek ketika memotret dengan ujung 11mm, Anda dapat menggunakan kedekatan ini ke subjek untuk menangkap gambar makro lebar yang mantap. Jenis pemandangan terakhir adalah jenis di mana indera perspektif lensa yang dahsyat ini dapat dimanfaatkan untuk menciptakan gambar yang terlihat surealis.

Foto diambil di Alcázar de Segovia, Spanyol. Saya berhasil menyesuaikan close-up besar baju baja di latar depan gambar, serta penampilan interior ruang yang lapang. Memang memikat untuk bisa mengambil gambar dengan kesan lapang dan lebar seperti ini, dan hanya dimungkinkan dengan jarak fokus 11mm.

EOS 5D Mark III/ EF11-24mm f/4L USM/ FL: 11mm/ Aperture-Priority AE (f/5.6, 1/30det, EV+0.3)/ ISO 2000/ WB: Auto

- Dengan panjang fokus hanya 11mm, saya yakin bahwa Anda pasti sudah menghadapi beragam masalah dan tantangan selama masa pengembangannya. Apa saja masalah yang Anda harus berjuang keras secara khusus, dan bagaimana mengatasinya?

Sakai Dari perspektif optik, belum pernah ada pandangan sudut lebar pada lensa zoom ini. Permasalahan yang kami hadapi ketika mengembangkan produk ini yaitu dalam memperoleh kualitas gambar yang tinggi sekaligus menekan distorsi lensa, dan juga menghadirkan tindakan untuk menanggulangi ghosting dan kilauan cahaya. Untuk menangani ghosting, kami menggunakan elemen lensa asferis terbesar yang belum pernah digunakan pada lensa SLR yang dapat dipertukarkan, sebagai elemen lensa pertama. Di sinilah kami memperkenalkan teknologi elemen lensa asferis yang dipoles, sesuatu yang layak dibanggakan perusahaan kami. Salah satu terobosan besar yang telah kami capai yaitu kemampuan produksi massal elemen lensa asferis dengan lengkungan besar, serta aperture yang bahkan lebih besar.

Foto di atas adalah pemandangan kota dari dataran tinggi di Avila. Walaupun bidikan diambil dengan matahari yang berada di tengah-tengah, tidak ada ghosting maupun kilauan cahaya, dan area yang gelap juga dimoderasi dengan baik. Awan yang berarak keluar gambar, bisa membuatnya terlihat seakan-akan foto itu adalah tangkapan layar video, tetapi ini sesungguhnya adalah kemampuan pencuplikan yang unik pada lensa ultra-wide angle.

EOS 5D Mark III/ EF11-24mm f/4L USM/ FL: 11mm/ Aperture Priority AE (f/8, 1/800 det, EV+0.3)/ ISO 200/ WB: Auto

- Canon juga menjual lensa 14mm single focus (fokus tunggal) dan 16–35mm wide-angle (sudut lebar). Dibandingkan dengan lensa-lensa ini, apakah secara teknis jauh lebih sulit untuk menghasilkan lensa dengan panjang fokus 11mm?

Sakai Perubahan yang dihadirkan dalam sudut pandang dengan memperlebar ujung sudut lebar sebesar 1mm sangat berbeda dari lensa yang menghadirkan pelebaran ujung telefoto sebesar 1mm. Terdapat kecenderungan untuk meningkatkan ukuran elemen depan agar dapat mengambil kisaran yang lebih lebar. Seandainya kami menggunakan teknologi pembentukan kaca tradisional, itu akan sulit untuk menggunakan lensa asferis untuk elemen depan dengan diameter selebar ini, dan karenanya juga tidak memungkinkan untuk menghasilkan lensa yang memiliki kualitas gambar tinggi dengan distorsi rendah. Tidak hanya itu, semakin lebar sudut pandangnya, semakin banyak cahaya matahari dan sumber cahaya artifisial lainnya yang memasuki lensa dari semua sudut, dan karenanya semakin tinggi kecenderungan terjadinya ghosting. Kami harus memutuskan mengenai bentuk lensa dan susunan yang akan mencegah ghosting pada tahap awal ketika kami masih pada fase mendesain lensa. Meskipun begitu, tetap masih ada sebagian ghosting yang tidak dapat dihindari. Untuk mengatasi masalah ini, pertama-tama kami menggunakan SWC (Subwavelength Structure Coating) pada permukaan belakang lensa pertama dan kedua. Selain itu, kami juga menggunakan ASC (Air Sphere Coating) di permukaan lensa ke-4. Dengan tindakan ini, kami mampu mengurangi ghosting secara substansial dan mewujudkan performa lensa yang memuaskan semua aspek.

Ryosuke Takahashi

Lahir di Aichi tahun 1960, Takahashi memulai karier freelance pada tahun 1987 setelah bekerja pada studio foto iklan dan penerbit. Melakukan pemotretan untuk majalah besar, ia telah bepergian ke banyak penjuru dunia dari tempat kedudukannya di Jepang dan Tiongkok. Takahashi adalah anggota Japan Professional Photographers Society (JPS).

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat semakin banyak seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.

Diterbitkan oleh Impress Corporation

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.