Tips & Tutorials

[Bagian 2] Menangkap Awan Berarak dengan Exposure 60 detik

Fotografi Long-exposure (pencahayaan lama) adalah teknik yang dapat digunakan untuk berbagai bidikan, lebih dari sekadar bidikan malam hari. Dalam artikel kedua serial ini, saya akan memperkenalkan suatu teknik yang dapat digunakan dalam fotografi lanskap di siang hari. (Dilaporkan oleh: Aki Goto)

60 det

EOS 5D Mark III/ EF70-200mm f/4L IS USM/ FL: 121mm/ Manual exposure(f/18, 60 det.)/ ISO 50/ WB: Daylight/ Filter: ND400

Gambar awan yang berarak di langit, di atas daratan terbentuk oleh endapan dari letusan Gunung Aso, 90.000 tahun lalu. Saya ingin menangkap gambar menakjubkan ini dengan menonjolkan perarakan awan seiring dengan kenyataan waktu yang berlalu.

Pemotretan dengan pencahayaan 60 detik dengan release timer (pengatur waktu lepasan)

Saya menemukan sejumlah pepohonan yang memesona dengan awan yang berarak-arak di atas bukit yang jaraknya cukup jauh. Karena terdapat banyak awan yang berarakan dengan hembusan angin, saya mempertimbangkan untuk mengekspresikannya secara menakjubkan dengan slow shutter (rana lambat). Untuk menunjukkan secara menonjol bahwa awan yang berarakan adalah subjek utamanya, saya menciptakan komposisi dengan membagi layar ke dalam 3 bagian, di mana 2/3 bagian atas untuk langit, dan bagian bumi diatur 1/3 lebih rendah dari layar.

Saya memasang kamera pada dudukan tripod yang disiapkan pada jalan aspal, lalu melepaskan sungkup lensa supaya kamera tidak akan digoyangkan oleh angin (Butir 1). Kemudian, saya menetapkan tripod dengan menggantungkan tas kamera pada bagian kolom tengah untuk memberatinya.

Akibat intensitas cahaya yang benderang dalam fotografi siang hari, dengan menurunkan kecepatan ISO saja, tidak akan memperlambat kecepatan rana secara drastis. Oleh karenanya, saya gunakan filter ND. Filter yang saya gunakan adalah ND400, yang bisa memfilter densitas cahaya hingga setara dengan 8,7 stop. Saya mencapai pencahayaan yang sesuai dengan kecepatan rana 60 detik dalam pemandangan ini dengan menggunakan ISO yang diperluas, menetapkan kecepatan ISO ke 50, dan menyempitkan aperture ke f/18 (Butir 2). Karena filter ND akan menghasilkan gambar yang lebih gelap pada viewfinder dan dalam pemotretan Live View, serta membuatnya sulit untuk memfokuskan pada gambar, filter ini dipasangkan pada kamera hanya sesudah menggunakan AF untuk memfokus pada subjek (pepohonan).

Hal terakhir yang dipersiapkan adalah release timer (pengatur waktu lepasan). Saya memasangkannya pada kamera, dan memasukkan waktu pencahayaan dalam hitungan detik. Release timer (pengatur waktu lepasan) membantu mencegah getaran, jadi pastikan menyiapkannya untuk fotografi long-exposure (pencahayaan lama). Tetapkan mode pemotretan ke mode Bulb (Bola lampu) jika Anda menggunakan rana lambat yang melampaui 30 detik dengan release timer (pengatur waktu lepasan). Pada kejadian ini, pengatur waktu rana ditetapkan ke pelepasan rana setelah 60 detik (Butir 3).

Butir 1 Lepaskan sungkup lensa

Kamera mudah goyang akibat hembusan angin selama fotografi pencahayaan lama, jadi saya melepaskan sungkup lensa untuk mengurangi area permukaan yang terpaparkan ke angin. Anda juga dapat menggunakan payung atau tubuh Anda sendiri untuk memblokir angin.

*Foto untuk tujuan ilustrasi saja. Bidikan diambil dengan lensa lain.

Butir 2 Paparkan selama 60 detik pada f/18

Walaupun ini juga bergantung pada kecepatan pergerakan awan, tapi dimungkinkan untuk mengambil foto yang menonjolkan awan berarak dengan pencahayaan 60 detik. Bidikan ini diambil dengan pencahayaan 60 detik pada f/11. Akibat pencahayaan yang berlebihan, perubahan pada awan yang tidak kentara, telah ditenggelamkan.

Butir 3 Membidik dengan menggunakan controller (pengendali) dengan timer (pengatur waktu)

Remote controller yang digunakan adalah Timer Remote Controller TC-80N3. Bidikan diambil dengan kecepatan rana yang ditetapkan pada 60 detik pada kejadian ini.

Timer Remote Controller
TC-80N3

Klik di sini untuk rincian selengkapnya

Aki Goto

Lahir pada tahun 1972 di Prefektur Kanagawa dan lulus dari Sophia University serta Tokyo College of Photography. Goto menerbitkan koleksi karya foto yang berjudul “Land Escapes,” dan juga terlibat secara aktif dalam pembuatan karya seperti “Water Silence,” suatu instalasi yang menggabungkan foto dengan video.
http://gotoaki.com/

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat semakin banyak seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.

Diterbitkan oleh Impress Corporation

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.