Produk

[Bagian 2] Membandingkan performa pendeteksian wajah dan AF terhadap rintangan

EOS 7D Mark II, diluncurkan setelah hampir 5 tahun pengembangannya di latar belakang, memiliki spesifikasi lebih unggul dari EOS 7D, nyaris dalam hal apa pun, yang layak dibanggakan. Kemajuan secara stabil pun bisa dicapai. Bagaimanakah berbagai fungsi yang ditingkatkan tersebut mengubah lingkungan pemotretan yang sesungguhnya? Dalam serial ini, kami akan mengupas banyak kemampuan tersembunyi EOS 7D Mark II dari delapan sudut pandang yang berlainan. Pada Bagian 2 ini, kami membandingkan kamera. (Laporan: Ryosuke Takahashi, Model: Hitomi Otsuki (Oscar Promotion))

Halaman: 1 2

PERIKSA 2: Kemampuan pendeteksian wajah

Bagaimana cara mentransfer titik fokus?

Metode pengujian

Pasangkan multi-arm pada tripod kemudian atur EOS 7D dan EOS 7D Mark II di atasnya, lengkapi kedua kamera dengan EF70-200mm f/2.8L IS II USM. Tetapkan kamera ke AI Servo AF+High Speed Continuous Shooting+Automatic Selection AF (dengan pengaturan default untuk yang lainnya), lalu aktifkan shutter secara bersamaan dengan pelepasan shutter secara simultan yang dapat menampung hingga 5 unit. Terakhir, lihat perbedaan dalam kemampuan pemfokusan antara foto subjek target (seorang wanita)

EOS 7D Mark II

Dengan EOS iTR AF

1

2

3

4

5

6

7

8

EOS 7D

Tanpa EOS iTR AF

1

2

3

4

5

6

7

8

EOS 7D Mark II melacak wajah pada semua cuplikan foto

Sistem AF EOS 7D Mark II mendeteksi subjek berdasarkan wajah dan warnanya yang pertama kali ditangkapnya. Bahkan, jika jarak antara kamera dan subjek berubah, tapi subjeknya tidak sampai hilang. Fungsi ini didukung oleh kemampuan deteksi sensor foto RGB+IR (infrared) 150.000 pixel, yang bekerja secara mulus dengan EOS iTR AF, memungkinkan kamera untuk terus-menerus melacak subjek tertentu. Karena EOS 7D tidak dilengkapi dengan sensor foto dan sistem AF yang sama, objek di depan pada dasarnya dideteksi sebagai subjek. Diperlukan level keterampilan tertentu dari seorang fotografer untuk terus-menerus melacak subjek spesifik.

Pada pemandangan di mana seorang pria dan seorang wanita sedang berlari bersama-sama, EOS 7D Mark II hanya memfokuskan pada sang wanita yang terdeteksi secara awal dan tidak menggeser fokus, bahkan ketika sang pria menyusul ke depan sang wanita. Sebaliknya, titik fokus yang terpilih bergerak ke kiri dan ke kanan untuk tiap frame dalam EOS 7D, mengindikasikan bahwa posisi fokus sedang beralih. Selain itu, AI Servo AF pada EOS 7D Mark II juga memiliki akurasi pemfokusan yang sangat tinggi, karena titik fokus secara tepat dipilih relatif terhadap wajah. Pada pengujian di atas, EOS 7D Mark II difokuskan dengan benar pada semua cuplikan foto, tetapi ada beberapa cuplikan foto yang di luar fokus untuk EOS 7D.

EOS 7D Mark II melacak wajah pada semua cuplikan foto

Secara terus-menerus menangkap wajah subjek manusia

Pengaturan default EOS 7D Mark II ditetapkan ke [Enable] supaya dapat mendeteksi wajah subjek manusia dan warna subjek serta melacak titik fokusnya. Teknologi ini diambil dari EOS-1D X, tetapi diprogram dengan algoritme pendeteksian baru yang memungkinkan dilaksanakannya AF pelacakan yang lebih tepat. Ini efektif dalam AF zona dan AF zona besar, termasuk 65-point auto-select AF (65 titik AF pilih otomatis).

PERIKSA 3: AF terhadap rintangan

Apakah Focus Yield itu?

Metode pengujian

Pasangkan multi-arm pada tripod kemudian atur EOS 7D dan EOS 7D Mark II di atasnya, lengkapi kedua kamera dengan EF70-200mm f/2.8L IS II USM. Tetapkan kamera ke AI Servo AF+High Speed Continuous Shooting+Automatic Selection AF (dengan pengaturan default untuk yang lainnya), lalu aktifkan shutter secara bersamaan dengan pelepasan shutter secara simultan yang dapat menampung hingga 5 unit. Terakhir, lihat perbedaan dalam kemampuan pemfokusan antara foto subjek target (seorang wanita)

EOS 7D Mark II

Dengan AF Configuration Tool

1

2

3

4

5

6

7

8

EOS 7D

Tanpa AF Configuration Tool

1

2

3

4

5

6

7

8

EOS 7D Mark II menjaga fokusnya meskipun ada rintangan

Al Servo AF EOS 7D Mark II dilengkapi dengan [AF Configuration Tool] yang dapat digunakan untuk secara cepat mengubah pengaturan AF agar sesuai dengan pemandangan. Dengan memilih Case dari 1 - 6, kamera bisa mengadaptasi terhadap perubahan pada pergerakan subjek dan kemunculan rintangan. Anda juga dapat menyesuaikan kamera untuk tiap Case berikut ini: [Continue to track subjects] (Terus melacak subjek), [For subjects that accelerate or decelerate quickly] (Untuk subjek yang mempercepat atau memperlambat secara cepat), dan [Instantly focus on subjects suddenly entering AF points] (Langsung memfokuskan pada subjek yang tiba-tiba memasuki titik AF).

Pengujian pada Periksa 3 merupakan verifikasi efek AF terhadap rintangan. Pada EOS 7D Mark II, bahkan ketika sang pria menyela di depan pemandangan, pergeseran fokus pada sang wanita akan terbatas. Sebaliknya, pada EOS 7D, apabila sang pria menyusul ke depan, fokus ditarik menjauhi, menyebabkan penyisihan waktu untuk menangkap kembali fokus pada sang wanita. Selain itu, dengan menyesuaikan kamera ke [Continue to track subjects] pada EOS 7D Mark II, di samping mampu mengeliminasi lebih jauh dampak rintangannya, Anda juga dapat meningkatkan focus yield (hasil fokus) dengan menggunakan mode pemilihan area fokus yang sesuai. Tidak ada [AF Configuration Tool] untuk Al Servo AF EOS 7D, yang berarti bahwa kamera pada dasarnya memfokuskan pada objek terdekat. Akibatnya, kamera cenderung mudah terpengaruhi oleh rintangan di depan subjek, dan pada pemandangan seperti yang diuji pada kejadian ini, terdapat keterbatasan pada fotografi.

AF Configuration Tool

Menyesuaikan karakteristik AF

Penyesuaian AI Servo AF juga digunakan dalam EOS-1D X. Pengaturan default yaitu Case 1 yang dapat digunakan untuk beragam luas pemandangan, sedangkan Case 2 - 6 dapat dipilih untuk mengubah karakteristik AF untuk menangkap pergerakan subjek. Tekan tombol INFO untuk mempelajari lebih lanjut tentang pemandangan pemotretan spesifik yang diharapkan.

*Desain ini dihasilkan dengan menggunakan model purwarupa. Sebagai hasilnya, harap diingat, bahwa produk aktual mungkin berbeda dari segi penampilan, kualitas gambar, dll.

Ryosuke Takahashi

Lahir di Aichi tahun 1960, Takahashi memulai karier freelance pada tahun 1987 setelah bekerja pada studio foto iklan dan penerbit. Melakukan pemotretan untuk majalah besar, ia telah bepergian ke banyak penjuru dunia dari tempat kedudukannya di Jepang dan Tiongkok. Takahashi adalah anggota Japan Professional Photographers Society (JPS).

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.