Tips & Tutorials

[Bagian 2] Teknik Komposisi Profesional – “Pola & Irama” & “Kurva-S”

Dalam artikel ini, saya akan memperkenalkan sebagian teknik komposisi dasar efektif yang digunakan oleh para fotografer profesional. Dengan bantuan dari contoh yang diberikan, Anda seyogianya dapat memahami lebih lanjut mengenai komposisi “pola serta irama” dan “Kurva-S” (Dilaporkan oleh: Tatsuya Tanaka)

Halaman: 1 2

Subjek yang disusun teratur membentuk irama untuk komposisi yang indah

Pola & Irama

Anda dapat menambahkan irama ke foto Anda dengan menyatukan elemen fotografis ulangan ke dalam bidikan Anda. Sebagian contoh menyertakan pola trotoar bebatuan dan dinding batu bata. Hutan pohon birch putih dan padang bunga tanaman buatan juga merupakan kesempatan untuk menghasilkan foto yang bagus. Jika Anda melihat ke sekeliling, Anda akan menemukan pola dalam barisan, bentuk dan, bahkan warna. Curahkan perhatian ke kesatuan dan struktur saat Anda menyusun bidikan. Teknik ini secara relatif tidak rumit setelah Anda menguasainya.

Irama foto berubah mengikuti tata letak

Penempatan secara acak

Pada gambar di atas, bongkahan jerami secara acak ditaruh di ladang. Namun begitu, tetap masih ada semacam keteraturan yang memberikan irama pada foto.

Penempatan merata

Dalam contoh ini, serangkaian jerami yang sama disusun secara teratur yang memberikan kesan yang sama sekali berbeda kepada fotografer, dan foto secara keseluruhan, jenis irama yang berbeda.

Cara menambahkan pola ke foto Anda

Pada contoh gambar di bawah, perhatikan posisi burung, pengaturan batu bata dan pola trotoar bebatuan.

Ini adalah sebagian contoh pola yang mungkin Anda temukan dalam komposisi gambar. Jika Anda dapat mengenali elemen-elemen ini sebelum mengambil bidikan, Anda akan dapat menciptakan pola indah dalam foto Anda.

Alat komposisi dinamika yang lain, menambahkan kedalaman dan perspektif pada foto Anda

Komposisi Kurva-S

Dalam komposisi kurva-S, Anda dapat menemukan elemen-elemen yang menyerupai alfabet "S". Contohnya, sungai yang berkelok-kelok dan jalan pegunungan yang berliku-liku, membuat subjek ideal untuk komposisi ini. Objek seperti mobil dan pohon dapat juga ditambahkan sebagai aksen. Garis-garis kurva ini menambahkan kesan pergerakan pada gambar yang tadinya statis, dan bisa menghadirkan kedalaman serta perspektif pada sebagian kasus. Teknik ini bisa juga diterapkan pada subjek yang tidak berbentuk huruf S. Contohnya, daun Ivy yang tumbuh pada pohon dapat juga sesuai karena cara daun itu melengkung pada sekeliling pohon dapat menyerupai huruf “S”. Di samping lanskap alami, komposisi kurva-S bisa juga diterapkan pada aksesori pemotretan dan benda kecil lainnya. Jika Anda tidak memiliki benda apa pun yang bentuknya seperti huruf “S”, cukup dengan mengaturnya sehingga membentuk huruf S. Ini adalah teknik yang efektif untuk memotret benda kecil, yang sering terlihat monoton.

Saran

Meskipun komposisi kurva-S itu sendiri mampu menghadirkan kedalaman dan perspektif, tapi Anda juga dapat memperoleh efek yang bahkan lebih baik, yaitu menggabungkannya dengan komposisi diagonal atau terbelah.

Ideal untuk menghadirkan jalan berliku atau aliran sungai.

Gambar contoh di atas mewakili komposisi kurva-S. Pada gambar contoh pertama di sebelah kiri, kurva tampak terlalu lembut. Pada gambar contoh kedua di sebelah kanan, saya meninggikan posisi pemotretan dan memilih suatu sudut untuk menghadirkan bentuk S pada jalur, sehingga memberi kedalaman gambar.

Gambar contoh di sebelah kiri memberikan kesan seakan-akan air mengalir ke dalam dua anak sungai, sehingga membuat keseluruhan komposisi tampak berantakan. Gambar contoh di sebelah kanan menunjukkan contoh yang lebih baik, bagaimana komposisi kurva-S diterapkan dalam gambar ini.

Dapat diterapkan pada pemandangan selain lanskap

Benda kecil diatur pada daun meja dalam foto "X" menurut ukurannya. Namun demikian, komposisi ini tidak memiliki struktur, dan memberikan kesan berantakan. Benda disusun ulang sedikit dalam bentuk huruf S, menciptakan irama pada gambar akhir.

Tatsuya Tanaka

Lahir tahun 1956, Tanaka adalah salah satu fotografer langka yang menghasilkan karya yang melintasi beragam genre secara luas, dari perspektif aslinya. Semua genre ini berkisar dari benda-benda dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti serangga dan bunga, lanskap (landscape), bentangan langit (skyscape), dan benda-benda langit. Di samping fotografi, Tanaka juga mengembangkan pendekatannya sendiri dalam pasca proses, termasuk retouch dan pencetakan.

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.