Tips & Tutorials

[Bagian 4] Dasar-dasar Komposisi! “Komposisi Diagonal” dan “Aturan Komposisi Ketiga”

Mari kita menyimak “Komposisi Diagonal” dan “Aturan Komposisi Ketiga” di [Bagian 4] seri lokakarya komposisi. Kedua Aturan komposisi ini sudah lama sekali diteliti, bahkan sebelum kelahiran fotografi. Kedua aturan tersebut secara luas digunakan sejak masa lukisan, tetapi aturan ini juga sangat efektif dalam fotografi. Aturan komposisi yang diperkenalkan dalam artikel serial ini ideal bagi mereka yang tidak pernah memperhatikan komposisi ketika mengambil foto. Mari kita mempelajari dasar-dasarnya dengan penggunaan ilustrasi dan contoh-contoh foto. (Dilaporkan oleh: Tatsuya Tanaka)

Halaman: 1 2

"Komposisi Diagonal" Menonjolkan Pergerakan dan Kedalaman

Menempatkan subjek pada garis diagonal

Menyusun komposisi diagonal dengan tanaman di latar depan sebagai aksen.

Garis merah: Garis Diagonal

Dalam contoh ini, saya menangkap tanaman daun pakis yang sedang tumbuh di lereng dengan air terjun di latar belakang. Sementara garis lereng digunakan di sini untuk menyusun komposisi diagonal, poin kuncinya adalah menempatkan daun pakis di bawah garis diagonal.

"Komposisi Diagonal" menekankan perspektif

Komposisi diagonal digunakan untuk mengatur elemen dalam gambar berdasarkan garis diagonal. Contohnya, Anda dapat memanfaatkan garis diagonal yang terbentuk oleh lereng gunung, aliran sungai, atau jalan untuk menekankan perspektif, dan karenanya menonjolkan pergerakan serta kedalaman pada gambar. Cara mudah menyusun komposisi diagonal adalah menangkap air terjun atau undakan batu dari samping sehingga inklinasinya menjadi lebih nyata. Masih ada lagi teknik lain yaitu memanfaatkan kedua garis diagonal yang bersilangan dan membentuk “X” untuk menarik perhatian pemirsa pada titik persilangan. Namun, perhatikan bahwa dengan sengaja menyertakan garis diagonal secara berlebihan dapat menghasilkan komposisi yang monoton, yang hanya sekadar membagi gambar menjadi dua bagian.

Menggunakan garis-garis pada permukaan gunung.

Garis merah: Garis Diagonal

Secara kebetulan saya menjumpai lereng gunung yang curam pada penghujung musim gugur, dan menggunakan lensa telefoto untuk menarik pemandangan lebih dekat. Di sini, saya menyejajarkan garis diagonal dengan beberapa garis pada permukaan gunung, dan menyesuaikan komposisinya agar permukaan gunung memenuhi area yang lebih besar daripada latar belakang.

Menarik perhatian dengan menyilangkan garis-garis diagonal.

Garis merah: Garis Diagonal

Menyilangkan dua garis diagonal membantu menarik perhatian permirsanya. Pada saat yang sama, Anda juga dapat menciptakan suatu aksen dengan cara memindahkan subjek yang Anda inginkan dan menempatkannya pada garis diagonal menghadap ke atas, bawah, ke kiri atau ke kanan. Dalam contoh ini, bentuk “X” terbentuk oleh badan dan sayap pesawat udara yang diletakkan pada ujung atas gambar.

Saran: Curahkan perhatian pada penempatan garis diagonal

Untuk menghindari komposisi yang sekadar membagi gambar menjadi dua bagian, Anda hanya perlu memindahkan garis diagonal dari bagian tengah. Selain itu, komposisi yang lebih stabil dapat diperoleh dengan menciptakan lebih banyak ruang di area bawah garis diagonal.

"Aturan Komposisi Ketiga” adalah Keseimbangan Terbaik

Tempatkan subjek pada titik persilangan

Menempatkan dua bunga pada dua titik persilangan.

Lingkaran merah: Titik persilangan

Di sini, saya menempatkan dua bunga sepatu yang tumbuh berdampingan pada kedua titik persilangan, pada separuh bawah gambar dalam komposisi Aturan Ketiga. Pada saat yang sama, saya menyertakan bunga ketiga di belakang bayangan daun untuk menonjolkan kedalamannya. Seperti diilustrasikan, Komposisi Aturan Ketiga memang praktis untuk beragam luas pemandangan.

Komposisi Aturan Ketiga secara efektif tidak terlalu ditekankan.

Lingkaran merah: Titik persilangan

Sapi yang berkeliaran di padang rumput sedang santai sambil merumput. Saya memilih tiga yang paling menonjol, dan menempatkannya pada titik persilangan komposisi Aturan Ketiga untuk mendapatkan bidikan yang seimbang.

Bagi layar ke dalam 9 segmen atau gunakan titik persilangan untuk “Komposisi Aturan Ketiga”

Komposisi Aturan Ketiga adalah salah satu teknik yang paling sering digunakan. Bagi layar ke dalam sembilan segmen yang sama besar dengan dua garis horizontal dan vertikal, lalu posisikan tema utama dekat salah satu titik persilangan di antara garis. Anda dapat memperoleh komposisi yang stabil dengan menempatkan subjek seperti diilustrasikan dalam foto pajangan di bawah ini, untuk membagi komposisi ke dalam rasio 6:3.
Selain itu, yang juga umum diterapkan dengan Aturan Ketiga adalah membelah komposisi. Teknik ini membagi layar secara vertikal atau horizontal ke dalam dua bagian yang sama besar, dan sering digunakan dalam genre seperti fotografi lanskap. Membagi layar secara vertikal atau horizontal lebih memudahkannya untuk menciptakan kesan stabil. Namun demikian, perhatikan subjek yang mungkin menghasilkan gambar monoton.

Menerapkan “Aturan Ketiga”

Membagi gambar ke dalam area yang berlainan dengan menggunakan komposisi Aturan Ketiga.

Tempatkan dinding di latar depan, di sini (area ditandai warna merah)

Dalam foto etalase toko ini, gambar dibagi secara vertikal ke dalam tiga bagian, dengan dinding di latar depan disertakan di bagian paling kanan. Tidak perlu mencurahkan perhatian ke titik persilangan sepanjang waktu.

Menangkap nightscape (bentangan malam) yang mempesona dengan komposisi terbelah dua.

Bidikan yang menggambarkan gradasi langit dan iluminasi. Di sini, saya menerapkan komposisi terbelah untuk menonjolkan kontras secara efektif.

Saran: Pertimbangkan di mana meletakkan tema utama dan sub-tema Anda

Untuk teknik komposisi Aturan Ketiga dan komposisi terbelah, Anda dapat menambah kesempurnaan karya fotografis dengan mempertimbangkan tempat untuk meletakkan tema utama dan apa yang akan dilakukan dengan sub-tema, alih-alih sekadar menempatkan subjek pada suatu garis atau pada titik persilangan.

Tatsuya Tanaka

Lahir tahun 1956, Tanaka adalah salah satu fotografer langka yang menghasilkan karya yang melintasi beragam genre secara luas, dari perspektif aslinya. Semua genre ini berkisar dari benda-benda dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti serangga dan bunga, lanskap (landscape), bentangan langit (skyscape), dan benda-benda langit. Di samping fotografi, Tanaka juga mengembangkan pendekatannya sendiri dalam pasca proses, termasuk retouch dan pencetakan.

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.