Produk

[Bagian 4] Lebih Lanjut tentang EOS 7D Mark II – Pemotretan

Dibandingkan dengan pendahulunya, banyak perubahan yang sudah dibuat pada EOS 7D Mark II, model perombakan pertama dalam lima tahun. Ini adalah artikel dari wawancara dengan para pengembang untuk mendapatkan informasi dari tangan pertama mengenai fungsi EOS 7D Mark II, dan untuk mengetahui lebih lanjut tentang daya pikat kamera ini (Dilaporkan oleh: Ryosuke Takahashi)

T: Bagaimana menentukan karakteristik AI Servo AF yang harus digunakan?

J:

“Anda memilih antara [Case 1] dan [Case 6] menurut subjek atau pemandangan yang Anda potret. Pilih Case menurut deskripsi yang sesuai dengan pemandangan yang bersangkutan.” Anda dapat melihat deskripsi tiap Case dengan menekan tombol INFO. setelah layar pemilihan ditampilkan.

T: Dalam keadaan seperti apa “Select AF area selection mode” menjadi pilihan yang praktis?

J:

“Mode pemilihan ini praktis ketika Anda ingin mengaktifkan hanya mode yang minimum diperlukan agar pengalihan dapat dilakukan secara cepat. Ini akan lebih mudah jika Anda menentukan fungsi ini ke tuas pemilihan area AF dengan menggunakan Custom Controls.”

T: Apa yang dimaksudkan dengan “AF point auto switching” itu?

J:

“Ini adalah pengaturan untuk sensitivitas pengalihan titik AF untuk melacak subjek yang bergerak secara signifikan ke atas, ke bawah, ke kiri atau ke kanan.” Fungsi AF ini adalah bagian dari karakteristik AI Servo AF yang ditujukan untuk melacak pergerakan paralel dari subjeknya.

T: Bagaimana “Tracking sensitivity” berfungsi?

J:

“Ini adalah pengaturan untuk melacak subjek apabila terdapat rintangan yang memasuki titik AF, atau apabila titik AF kehilangan jejak subjek.” Fitur ini pada dasarnya efektif ketika Anda memotret objek yang bergerak. Perhatikan, bahwa fitur ini tidak berfungsi pada One-Shot AF.

T: Jenis pemandangan seperti apakah yang penggambarannya disempurnakan oleh hitungan pixel yang lebih tinggi?

J:

“Hitungan pixel yang lebih tinggi memungkinkannya untuk mereproduksi segala jenis pemandangan secara rinci. Khususnya, efek tampak jelas ketika Anda memotret lanskap yang jauh, misalnya.” Meningkatkan hitungan pixel membantu menonjolkan rinciannya di area frekuensi tinggi, seperti ketika Anda ingin mereproduksi bulu hewan.

T: Bagaimana menggunakan “Acceleration/deceleration tracking” (Percepatan/perlambatan pelacakan)?

J:

“Gunakan ini apabila Anda ingin mengubah tracking sensitivity (kepekaan pelacakan) untuk menanggapi perubahan mendadak dan cepat dalam kecepatan subjek yang bergerak, misalnya, ketika subjek tiba-tiba bergerak atau berhenti.” Fitur ini efektif untuk pergerakan vertikal subjek, dan berguna dalam fotografi olahraga.

T: Apakah mungkin membidik pada kecepatan tinggi sekitar 10 fps dalam segala macam keadaan?

J:

“Continuous shooting speed (Kecepatan pemotretan bersinambungan) dapat bervariasi menurut keadaan, misalnya, shutter speed, nilai aperture, kondisi subjek, kecerahan, atau lensa yang sedang digunakan. Selain itu, kecepatan dapat diperlambat selama pemotretan iTR AF, atau anti-flicker EOS."

T: Apa keuntungan titik AF dual cross-type?

J:

“Performa pemfokusan titik AF dual cross-type lebih tinggi dibandingkan titik AF lainnya. Titik AF pusat adalah dual cross-type.” Sensor cross-type f/2.8 digunakan untuk titik AF tengah, yang memungkinkan pemfokusan lebih tepat ketika menggunakan lensa yang lebih cerah dari f/2.8.

A: Pemfokusan Cross-type f/2.8

B: Pendeteksian Garis Vertikal f/5.6

C: Pendeteksian Garis Horizontal f/5.6

T: Dapatkah jumlah “Selectable AF point” (Titik AF Dapat Dipilih) diubah?

J:

“Ya. Anda dapat memilih dari 65 points, 21 points dan 9 points di menu [Selectable AF point].” Pengaturan ini memungkinkan Anda memilih titik AF yang ingin Anda gunakan lebih cepat, sehingga Anda dianjurkan menetapkannya sesuai preferensi Anda.

T: Apakah burst maksimum lebih tinggi daripada EOS 7D setelah peningkatan firmware?

J:

“Ya.” Burst maksimum pada EOS 7D Mark II 1.090 bidikan untuk gambar JPEG, 31 bidikan untuk RAW, dan 19 bidikan untuk RAW+JPEG. Peningkatan dalam spesifikasi tampak jelas, khususnya pada kasus RAW+JPEG.

Ryosuke Takahashi

Lahir di Aichi tahun 1960, Takahashi memulai karier freelance pada tahun 1987 setelah bekerja pada studio foto iklan dan penerbit. Melakukan pemotretan untuk majalah besar, ia telah bepergian ke banyak penjuru dunia dari tempat kedudukannya di Jepang dan Tiongkok. Takahashi adalah anggota Japan Professional Photographers Society (JPS).

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.