Tips & Tutorials

Memotret Kembang Api: Tutorial

EOS 60D, EF40mm f/2.8 STM lens, f/10.0, 40mm, 7secs, ISO100 oleh Channone Arif

Pemotretan piroteknik ke arah atas, meninggalkan jejak pijar yang tipis yang ditelan dengan lembut oleh langit gelap yang luas. Untuk sepersekian detik, suasana hening dan langit malam masih tetap diam. Ketegangan ini dilanjutkan dengan ledakan yang begitu besar hingga membuat langit terbakar. Ledakan bintang terpecah menjadi berbagai warna - hijau, merah, ungu, emas... pertunjukan dari hasil karya yang dibuat dengan penuh pemikiran oleh seorang ahli piroteknik.

Kembang api telah digunakan dalam berbagai perayaan, serta acara-acara perayaan sejak abad ketujuh. Selain tampilan warna-warni dan pola yang penuh pesona, kembang api seringkali spektakuler juga membangkitkan emosi dan kenangan. Matsuri atau festival Jepang, hari kemerdekaan suatu negara, Malam Tahun Baru... Abadikan momen megah saat langit meletus dalam warna-warni dengan kiat fotografi ini.

Tentukan Frame Pemotretan Anda

Untuk mendapatkan komposisi terbaik yang paling memungkinkan, tibalah lebih awal di lokasi untuk memastikan pemandangan tidak terhalang. Juga mempertimbangkan latar depan dan latar belakang pemotretan Anda dengan cermat sebelum menentukan tempatnya. Menentukan frame pemotretan Anda termasuk memahami lanskap - horizon, lanskap kota, elemen dekat/jauh, serta mempertahankan frame kamera agar tetap lurus. Jika Anda tahu persis di mana lokasi kembang api, pergilah ke sana beberapa hari sebelumnya untuk meninjau lokasi.

EOS 5D Mark II, EF24-105mm f/4L IS USM lens, f/11.0, 28mm, 1sec, ISO200 oleh Dennis Wong

Gunakan Tripod

Untuk mengabadikan kembang api dalam kondisi sedikit cahaya, tripod diperlukan untuk mengurangi guncangan pada kamera sebanyak mungkin. Kecepatan rana yang lambat berarti rana pada kamera dibuka untuk pemaparan lebih lama, dan jika terganggu oleh gerakan atau goyangan kamera, pemotretan akan terganggu.

Lengkapi dengan Remote Release

Pengaturan tripod mungkin tidak cukup untuk mengurangi guncangan kamera hingga seminimal mungkin, itulah mengapa disarankan untuk dilengkapi dengan remote release, yang memungkinkan Anda untuk mengambil gambar sambil menjaga kamera Anda agar benar-benar lurus.

Kecepatan Rana itu Penting

Memahami kecepatan rana itu sangat penting pada saat pemotretan kembang api. Untuk menciptakan efek 'motion blur' yang indah pada saat kembang api menerangi langit, beralihlah ke pengaturan 'Bulb', tekan dan tahan shutter atau remote release hingga kembang api selesai (ingatlah untuk tidak menahan terlalu lama untuk menghindari overexposing pada foto).

EOS 650D, EF70-300mm f/4-5.6 IS USM lens, f/8.0, 191mm, 3.2secs, ISO100 oleh Stephane Leignier

Perhatikan ISO

Untuk pemotretan yang jernih dengan kebisingan minimal, ubah pengaturan ISO hingga 100. Sifat kembang api tidak memerlukan ISO yang tinggi karena tingkat kecerahannya.

EOS 7D, EF24-70mm f/2.8L USM lens, f/2.8, 70.0mm, 1/8secs, ISO100 oleh Chad Cooper

Atur Diafragma yang Tepat

Tidak perlu untuk kedalaman ruang yang dangkal pada saat pemotretan kembang api, sehingga pengaturan diafragma bisa berkisar dari sedang hingga kecil (f/8 hingga f/16) untuk hasil yang paling tajam.

Jangan Gunakan Tampilan Langsung

Mode Tampilan Langsung kamera Anda bisa sangat berguna dalam situasi seperti sudut yang tinggi, rendah dan sulit, serta untuk merekam video. Namun, mode ini tidak tepat untuk pemotretan kembang api. Paparan yang panjang membutuhkan baterai yang besar, dan memotret dalam mode Tampilan Langsung hanya akan menguras baterai Anda dengan lebih cepat.

Potretlah Lebih Awal

Bintang-bintang piroteknik bersinar paling terang dan paling indah di langit gelap yang cerah. Jadi yang terbaik adalah memotret kembang api sedini mungkin, karena asap dan kabut akan mulai menutupi langit setelah beberapa ledakan pertama.

EOS 5D Mark II, EF28mm f/1.8 USM lens, f/9.0, 28.0mm, 4secs, ISO200 oleh George Alexander Ishida Newman

 

Kiat Singkat:

  • Pada saat menentukan frame pemotretan Anda, pertimbangkan latar belakang, latar depan dan ketinggian kembang api.
  • Gunakan tripod untuk meminimalkan guncangan kamera.
  • Selanjutnya, kurangi guncangan kamera dengan menggunakan remote release (atau aplikasi Camera Connect dari Canon), jangan menekan tombol shutter.
  • Untuk menyesuaikan kecepatan rana, beralihlah ke pengaturan 'Bulb'.
  • Aturlah ISO hingga 100-200, dan atur bukaan f/8 hingga f/16.
  • Hindari menggunakan kamera Tampilan Langsung untuk menghemat baterai.
  • Potret lebih awal untuk menghindari kondisi langit berasap karena kembang api.

 

 

Daftar dan dapatkan update terbaru tentang berita, kiat dan trik fotografi!

 

Profil penulis

Darren Wong

Seorang penulis pada hari kerja dan fotografer amatir pada hari liburnya, Darren sangat menikmati keduanya, dan tidak lupa menikmati kopi, desain yang menginspirasi, film yang indah, dan perjalanan yang eksotis. Darren juga percaya bahwa percakapan yang baik dapat mengisi jiwa seorang penulis, karena tidak ada yang lebih menyegarkan daripada pertukaran ide yang menginspirasi. Lebih lanjut, hasil karyanya bisa dilihat di www.darrenwphotography.com

 

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.