Tips & Tutorials

Seni Shutter Lambat: 3 Saran Cemerlang untuk Memotret Lukisan Cahaya

Istilah "fotografi bentangan malam" kerap menyulap gambar yang dibidik secara cermat dari kamera yang harus dipasang pada tripod, dengan kecepatan rana lambat. Namun demikian, ada juga teknik memegang kamera dan menggunakan cahaya untuk melukis gambar di malam hari. Mari kita cari tahu sebagian saran untuk melakukannya dengan melihat pada beberapa foto contoh. (Dilaporkan oleh: Kazuo Nakahara)

EOS 7D Mark II/ EF16-35mm f/2.8L II USM/ FL: 16mm (26mm pada kesetaraan film 35mm)/ Shutter-priority AE (f/16, 3,2 det., EV-0,7)/ ISO 200/ WB: White Fluorescent Light (Cahaya Lampu Pijar Putih)
Kamera sebenarnya bukan suatu alat yang menangkap sesuatu yang Anda lihat, melainkan alat yang menangkap cahaya. Selama terdapat cahaya di sekitar, pemandangan apa pun menjadi sehelai kanvas yang bisa Anda lukis sesuka hati.

 

Saran 1: Pilih bentangan malam dengan beberapa sumber cahaya

Buatlah lukisan gambar pada langit malam yang mengharuskan Anda menggerakkan kamera untuk melacak bentuk gambar yang ingin Anda lukis sewaktu rana sedang terbuka. Selama pencahayaan, setiap lampu jalan yang ada, akan ditangkap sebagai jejak cahaya akibat pergerakan kamera Anda. Oleh karena itu, bentangan malam dengan beberapa sumber cahaya akan menjadi kanvas ideal, karena Anda bisa secara jelas menangkap bentuk lukisan cahaya.

EOS 7D Mark II/ EF16-35mm f/2.8L II USM/ FL: 16mm (26mm pada kesetaraan film 35mm)/ Aperture-priority AE (f/4, 1/30 det., EV-0,3)/ ISO 1600/ WB: Auto
Pemandangan di mana saya membuat lukisan cahaya. Karena cahaya yang terlalu banyak akan menyebabkan gambar menjadi berantakan, maka, bentangan malam dengan penerangan yang agak berjarak akan tepat untuk pemotretan yang dimaksudkan.

 

Saran 2: Gabungkan titik mulai dan titik akhir lukisan

Tetapkan terlebih dulu shooting mode (mode pemotretan) ke Shutter-priority AE. Kemudian, temukan kecepatan rana yang memberi Anda cukup waktu untuk menuntaskan lukisan gambar yang dimaksudkan, lalu muluskan dari sana. Untuk lukisan sederhana, 3 detik seyogianya sudah cukup tepat. Ingatlah untuk menonaktifkan stabilisasi gambar lensa Anda. Kemudian, lepaskan rana sambil memegang kamera, dan gerakkan kamera dalam satu gerakan untuk melukis gambar yang dimaksudkan.

Apabila sedang membuat lukisan, yang penting adalah menggabungkan titik mulai dan titik akhir. Untuk mendapatkan lukisan yang bagus, dekatkan kamera ke tubuh Anda, dan gerakkan seluruh tubuh Anda bagian atas seakan-akan ada sikat yang terpasang hingga ke ujung lensa Anda. Jika menggunakan lensa sudut lebar, saya anjurkan untuk membuat lukisan kira-kira 10 hingga 15cm di udara dengan kamera Anda.

EOS 7D Mark II/ EF16-35mm f/2.8L II USM/ FL: 16mm (26mm pada kesetaraan film 35mm)/ Shutter-priority AE (f/16, 4 det., EV-0,7)/ ISO 200/ WB: Auto
Lukisan ini kurang berdampak jika titik mulai dan titik akhir gambar tidak bertemu. Oleh sebab itu, arahkan untuk menghubungkan titik seakurat mungkin.

 

Saran 3: Gerakkan kamera pada arah sebaliknya dari arah yang Anda maksudkan

Harap diperhatikan, bahwa gambar yang Anda lukis akan berlawanan arah gerakan kamera Anda. Selanjutnya, selama pencahayaan, cermin akan ditinggikan dan viewfinder akan dihitamkan, jadi Anda tidak akan dapat mengecek jejak cahayanya. Ini berarti, bahwa Anda tidak punya pilihan lain kecuali mengandalkan intuisi Anda. Namun demikian, jika Anda memulainya dengan figur sederhana, seperti lingkaran atau segitiga, tak lama kemudian Anda akan mahir dengan sedikit latihan.

Apabila gambar hati dilukis seperti biasa

Apabila dilukis sebaliknya

Harap diperhatikan, bahwa lukisan akan muncul di tempat yang berlawanan dengan arah gerakan kamera Anda. Karenanya, saya anjurkan untuk membuat gambarnya pada sehelai kertas sebelum mewujudkannya dan menggunakan gambar terbalik sebagai panduan.

 

Untuk gagasan lainnya mengenai cara Anda bisa menciptakan karya seni dengan sumber dan jejak cahaya, bacalah:
Cara Menangkap Bidikan Genggam Pertunjukan Kembang Api yang Artistik

Atau, baca artikel lain mengenai Seni Shutter Lambat:
Menciptakan Lingkaran Buram Surealis
Menggunakan Zoom Burst untuk Mengubah Bintang Gemintang di Langit menjadi Hujan Meteor

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

 

EF16-35mm f/2.8L II USM

Klik di sini untuk rincian selengkapnya

 

Kazuo Nakahara

 

Lahir di Hokkaido pada tahun 1982, Nakahara berpaling ke fotografi setelah bekerja di perusahaan manufaktur bahan kimia. Ia mengambil jurusan fotografi di Vantan Design Institute dan ia juga berprofesi sebagai penceramah untuk lokakarya serta seminar fotografi, selain bekerja dalam bidang fotografi komersial. Ia juga merupakan perwakilan dari situs web informasi fotografi, studio9.

http://photo-studio9.com/

 

Digital Camera Magazine

 

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

 

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.