Tips & Tutorials

Seni Shutter Lambat: Menggunakan Zoom Burst untuk Mengubah Bintang Gemintang di Langit menjadi Hujan Meteor

Anda dapat memotret bintang gemintang bagaikan hujan meteor dengan menggunakan teknik zoom burst (juga dikenal sebagai keburaman zoom). Mari kita menyimak bagaimana ini dapat dilakukan. (Naskah oleh: Yuta Nakamura)

30 det.

EOS 5D Mark II/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 24 hingga 105mm/ Manual exposure(f/4, 30 det.)/ ISO 3200/ WB: White fluorescent light
Sewaktu mencari langit berbintang, saya menemukan tempat yang agak tinggi di Yamanashi Prefecture menghadap ke Danau Yamanaka dan Gunung Fuji. Cuaca saat itu sungguh sempurna untuk memotret jejak bintang, karena tidak ada awan di langit.

 

Menangkap bintang gemintang dengan teknik zoom burst

Zoom burst merujuk ke teknik pemutaran cincin zoom pada lensa zoom sewaktu pencahayaan untuk memotret subjek, seperti akan meledak. Dengan menerapkan teknik ini ketika memotret bintang, maka bintang gemintang akan ditangkap bagaikan hujan meteor.

Pengaturan saya:
Saya memasangkan kamera pada tripod yang stabil untuk menghindari jejak bintang yang buram, menetapkan mode pemotretan ke manual exposure dan membuka aperture sebanyak mungkin hingga maksimum f/4.
Untuk mendapatkan bidikan yang cerah, saya memilih kecepatan ISO 3200.
Dalam fotografi starscape (bentangan bintang), semakin lama waktu pencahayaan, semakin banyak bintang yang tampak bergerak. Oleh karenanya, saya menetapkan kecepatan rana ke 30 detik.
Setelah menyelesaikan pengaturan, saya menekan tombol rana untuk memulai pencahayaan.

Proses:
Pada 15 detik pertama pencahayaan, saya memutar cincin zoom dari kisaran telefoto ke arah kisaran sudut lebar tanpa menangkap cahaya dari kota di tepi danau.
Untuk 15 detik sisa waktu pencahayaan, saya menjaga cincin zoom pada kisaran sudut lebar. Ini akan memastikan bahwa, tidak hanya bintang, tapi juga cahaya dari kota tepi dana yang tampak jernih dalam gambar. Ini juga akan memungkinkan saya menyertakan danau dan Gunung Fuji, keduanya dalam komposisi di bawah langit berbintang.
Saya menangkap gambar dalam format RAW, dan menyesuaikan kontras, ketajaman dan bayangan selama pasca-pemrosesan untuk mendapatkan hasil yang lebih jernih.

Perhatikan, bahwa cahaya kota pada contoh di atas tetap statis dan tidak tampak memancar keluar gambar bersama dengan bintang gemintang. Inilah efek yang saya inginkan.

Namun demikian, jika Anda menggunakan teknik zoom burst apabila terdapat cahaya yang lebih terang dari bentangan kota, ada kemungkinan bahwa sumber cahaya lain ini juga akan tampak memancar keluar gambar. Cara mencegah hal ini terjadi, yaitu, menggabungkan foto bentangan malam yang normal suatu kota dengan bidikan langit berbintang yang dibidik dengan zoom burst.

 

Butir 1: Gunakan tripod yang stabil

Untuk menangkap jejak cahaya yang rata dan tidak terdistorsi apabila menerapkan teknik zoom burst, putar lensa zoom pada kecepatan konstan. Goyangan kamera apa pun akan memengaruhi jejak yang dihasilkan, jadi sebaiknya menggunakan tripod yang stabil.

 

Butir 2: Putar cincin zoom dan tangkap bidikan Anda

Terapkan teknik zoom burst supaya latar belakang tetap statis, dan hanya bintang gemintang yang tampak memancar. Jika waktu pencahayaan adalah 30 detik, putar cincin zoom dari kisaran telefoto ke arah kisaran sudut lebar selama 15 detik pertama, kemudian pertahankan pada kisaran sudut lebar selama 15 detik terakhir.

 

Butir 3: Pasca-proses gambar, untuk membuat bintang gemintang tampak jernih

Saya menggunakan Digital Photo Professional untuk melakukan pasca-proses data RAW, dengan Contrast (Kontras) yang ditetapkan ke 2, Sharpness (Ketajaman) ke 8, dan Shadow (Bayangan) ke -2 untuk menghasilkan gambar bintang dan jejak cahaya yang jernih. Anda juga dapat meningkatkan level kecerahan jika perlu.

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

 

Yuta Nakamura

 

Lahir di Kanagawa Prefecture pada tahun 1988. Sejak tahun 2010, dia telah bekerja sebagai fotografer nightscape, dan tidak hanya memotret berbagai lokasi nightscape yang terutama terdapat di area Tokyo, tapi juga di seluruh Jepang. Dia menjalankan situs informasi tentang berbagai lokasi nightscape, "Nightscape FAN"

http://yakei-fan.com/

 

Digital Camera Magazine

 

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

 

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

I am gonna Try this out ... Nice Write up ! Thank you.

Hi Hiteshkumar Thanki Thanks, do share your photos with us on https://snapshot.canon-asia.com/en/mystory!

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.