Tips & Tutorials

Menggunakan Filter Lensa: 2 Teknik dari Fotografer Profesional

Apabila menggunakan filter lensa ketika memotret lanskap, Anda dapat mengurangi pantulan cahaya dan memperlambat kecepatan rana, meluaskan berbagai kemungkinan fotografis. Dalam artikel ini, kami akan menunjukkan kepada Anda, 2 cara penggunaan filter lensa oleh fotografer profesional dalam karya mereka supaya Anda juga bisa menggunakannya untuk menghasilkan gambar yang serba mengagumkan. (Dilaporkan oleh: Hidehiko Mizuno, Takehito Miyatake)

 

Filter polarisasi (PL): Menghilangkan pantulan permukaan air untuk menonjolkan kedalaman dalam tubuh air

Saya mengambil foto daun maple yang berguguran ini di Kolam Himuro Kuil Kajuji (Kyoto, Jepang) yang disandingkan dengan tumbuhan bunga teratai yang layu pada penghujung musim gugur. Saya ingin menambahkan dimensi ke gambar akhir dengan menangkap daun maple pada permukaan air serta yang berada di dasar kolam. Untuk melakukan itu, saya menggunakan filter polarisasi (PL), sehingga saya dapat mengeliminasi pantulan cahaya dari permukaan air, dan karenanya bisa menonjolkan kedalaman air serta warna-warni dalam air. Saya mencari posisi dan sudut paling efektif dan menyusun bidikan dari sana.

Untuk membuat riakan pada permukaan air terlihat mulus, saya menurunkan kecepatan ISO dan mempersempit aperture ke f/22 untuk mendapatkan kecepatan rana yang lebih lama. Saya menetapkan white balance ke 4.500K agar dapat mereproduksi rona biru langit yang terlihat samar-samar pada permukaan kolam. Selain itu, saya juga memastikan bahwa warna merah, kuning dan biru dalam gambar terlihat alami dan selaras satu sama lainnya.

EOS 5D Mark II/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 47mm/ Aperture-priority AE (f/22, 2 det., EV±0)/ ISO 50/ WB: 4.500K
Foto oleh Hidehiko Mizuno

 

Pertama-tama, tentukan posisi pemotretan

Karena saya harus membidik dari posisi yang sedekat-dekatnya ke kolam, ruang untuk saya berpijak secara mantap, terbatas. Untungnya, saya bisa bergerak di sepanjang pinggiran kolam, jadi mudah bagi saya menemukan sudut untuk efek filter yang ideal. Setelah saya memutuskan ke mana mengarahkan kamera, saya bisa berkonsentrasi pada penyusunan bidikan yang berimbang baik, yang menampilkan daun maple serta bunga teratai.

 

Contoh negatif: Pantulan air tertangkap apabila filter polarisasi tidak digunakan

EOS 5D Mark II/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 47mm/ Aperture-priority AE (f/22, 2 det., EV±0)/ ISO 50/ WB: Manual
Foto oleh Hidehiko Mizuno

Apabila filter polarisasi tidak digunakan, pantulan langit pada permukaan air akan menghalangi lebih jauh lagi pandangan ke dalam air. Daun maple yang mengapung pada air juga tampak tidak terlalu mencolok akibat bauran cahaya.

 

Teknik: Gunakan kisaran panjang fokus standar untuk memaksimalkan efek filter polarisasi

Apabila Anda menggunakan filter polarisasi hingga efek maksimumnya, Anda akan melihat, bahwa kecerahan pada gambar yang dihasilkan, menjadi tidak rata, ada sebagian yang tampak lebih gelap dari bagian lainnya. Hal ini menjadi lebih menonjol dengan panjang fokus yang lebih dekat ke ujung sudut lebar. Untuk mencegah hal ini terjadi, Anda bisa sedikit menambah panjang fokus, atau memutar filter untuk menyesuaikan efek sampai bagian yang gelap tidak terlalu kentara.

 

Ubah kebeningan air dengan memutar filter polarisasi

EOS 5D Mark II/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 60mm/ Aperture-priority AE (f/18, 1/2 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Manual
Foto oleh Hidehiko Mizuno

Saya membidik di bawah sinar matahari yang benderang, memutar filter polarisasi untuk mendapatkan efek yang sesuai. Hal ini membantu mengurangi kilauan pada permukaan air, menambah kebeningan pada air dan membuat warnanya lebih pekat. Untuk meluaskan variasi bidikan, Anda bisa memutar filter untuk menyesuaikan level efeknya.

 

Filter ND400: Gunakan waktu pencahayaan lama untuk menonjolkan ketenteraman pemandangan pagi hari

Garis lurus yang terbentuk di laut adalah Hashi-kui Rocks (Wakayama, Jepang) yang muncul dalam legenda tentang perjumpaan Kobo Daishi dengan jin. Saya ingin menonjolkan suasana mistis surya pagi hari yang terbit dari Lautan Pasifik. Seandainya saya mengambil bidikan seperti biasanya, gulungan ombak akan tertangkap secara jelas, menghasilkan gambar yang akan terlalu rinci dan, karenanya tampak biasa-biasa saja.

Rencana saya adalah menyeimbangkan ombak dengan kecepatan rana lambat untuk mendapatkan permukaan air bagaikan cermin. Jadi, saya memanfaatkan filter ND400 untuk mengurangi jumlah cahaya yang memasuki kamera. Dengan melakukan itu, saya dapat memotret pada kecepatan rana lambat, 25 detik. Saya juga menciptakan efek starburst (semburat cahaya) sebagai aksennya dengan menyempitkan aperture ke f/14.

EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 24mm/ Aperture-priority AE (f/14, 25 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Daylight
Foto oleh Takehito Miyatake

Filter neutral density (ND), diketahui kehebatannya yang mampu mengurangi jumlah cahaya yang memasuki kamera, bisa memperlambat kecepatan rana hingga sekitar 8,7 stop. Hal ini membuat permukaan air tampak sehalus sutera sekaligus menciptakan siluet panjang batu karang.

 

Contoh negatif: Ombak ditangkap terlalu jelas apabila tidak menggunakan filter ND

EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 24mm/ Aperture-priority AE (f/14, 1/50 det., EV+0,3)/ ISO 400/ WB: Manual
Foto oleh Takehito Miyatake

Terdapat banyak cahaya yang memasuki kamera pada situasi redup dengan matahari di latar belakang. Hal ini tidak memungkinkan untuk mendapatkan kecepatan rana lambat jika filter ND tidak digunakan, dan ombak akan digambarkan sangat jelas. Hasil gambar akan terlihat berbeda, dan tidak akan menampilkan gambar yang membuai, dengan efek fantastis seperti yang saya maksudkan. 

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Hidehiko Mizuno

Lahir pada tahun 1968 di Kyoto. Karya yang telah dirilisnya terpusat pada keindahan pemandangan, dan sejumlah kuil serta pura di Kyoto.

Takehito Miyatake

Lahir pada tahun 1966 di Prefektur Osaka, Miyatake bergabung dengan produsen perlengkapan fotografis sebagai fotografer studio, setelah lulus dari Fakultas Teknik Department of Image Technology of the Tokyo Polytechnic University. Pada tahun 1995, ia mendirikan studionya, Miyatake Photo Factory di Prefektur Tokushima, tempat ia tumbuh dewasa.

http://miyatake-p.com/

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.