Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

Potret Wajah Cantik Jelita: 3 Teknik Kamera yang Cepat & Nyaman

2023-11-01
1
432

Potret wajah merupakan suatu kerjasama antara fotografer dan subjek, tetapi dengan sedikit bantuan dari kamera Anda, dapat membuat pengambilan gambar menjadi lebih mulus—dan membuat model Anda terlihat lebih baik bahkan sebelum Anda menyunting fotonya! Berikut ini tiga cara untuk dicoba. Dilaporkan oleh Haruka Yamamoto, Digital Camera Magazine:  Ami Naruse)

Dalam artikel ini:

 

Teknik #1: Buramkan elemen latar depan untuk menambah daya tarik visual

EOS R8/ RF85mm f/2 Macro IS STM/ Aperture-priority AE (f/2, 1/250 det., EV +0,7)/ ISO 400

Jika menurut Anda potret wajah seseorang dengan latar belakang terlihat terlalu polos, letakkan sesuatu di latar depan dan bidik sedemikian rupa sehingga buram. Teknik “sandwich” ini juga menambahkan kedalaman ke bidikan Anda. Tergantung pada komposisi Anda, Anda juga dapat menggunakan benda di latar depan yang diburamkan (“bokeh latar depan”) untuk membuat bingkai dalam efek bingkai yang menuntun pemirsa melihat ke arah wajah subjek Anda.

Benda di latar depan bisa berupa apa saja: dinding, jendela, atau bunga seperti yang saya lakukan di sini. Pastikan saja bokehnya tidak terlalu banyak menghalangi model.

 

Saran 1: Manfaatkan penggunaan pengaturan Eye Detection autofocus (AF) dan AF area


Pengaturan eye detection (pendeteksian mata): Tergantung pada tujuan Anda

Secara default, Eye Detection AF diatur ke “Auto”, yang berarti memprioritaskan mata yang terdekat dengan kamera. Ini berfungsi dengan baik jika Anda dan model Anda mencoba berbagai pose untuk melihat pose mana yang bagus! Namun demikian, jika Anda membayangkan suatu gambar tertentu yang melibatkan model dalam pose statis dan spesifik, Anda dapat mengatur Eye Detection AF untuk memprioritaskan mata kiri atau kanan.


Area AF: AF Zona Fleksibel

Saya menggunakan Flexible Zone AF (AF Zona Fleksibel) karena responsif terhadap perubahan yang terjadi pada pose dan posisi sang model, dan sekaligus membatasi secara memadai untuk memastikan fokus tidak terkunci pada orang yang lalu-lalang.


Atur area AF cukup luas untuk mencakup kisaran gerakan sang model. Untuk potret wajah close-up, mungkin area AF persegi adalah yang paling mudah bagi Anda. Anda juga dapat menyesuaikan ukuran area AF di menu Pengaturan Cepat (Quick Setting) selama memotret.

Karena modelnya dalam pose statis, saya menggunakan One Shot AF.

 

Saran 2: Cara mendapatkan bokeh latar depan yang lebih baik

Sejumlah faktor yang memengaruhi bokeh ikut berperan:
- Gunakan lensa dengan aperture maksimal lebar (lensa cepat).
- Bidik sedekat mungkin dengan subjek latar depan.

Aperture yang lebih lebar akan menghasilkan keburaman yang lebih intens. Tempatkan lensa sedekat mungkin dengan benda yang Anda buramkan (dalam kasus saya, bunga) sehingga benda tersebut sama sekali tidak fokus. Di sini, saya menggunakan RF85mm f/2 Macro IS STM, yang mudah digunakan dan memberikan jarak bidik yang nyaman untuk potret separuh tubuh dan bidikan sedada.

 

Saran bonus: Juga pertimbangkan warna keburaman latar depan.

Warna benda di latar depan dapat meningkatkan bidikan Anda—selama Anda menentukannya secara bijak. Bayangkan:
- Estetika yang ingin Anda ciptakan.
- Bagaimana warna benda menyeimbangkan dengan nada warna kulit dan pakaian.

Contohnya, jika Anda ingin gambar subjek terlihat cerah dan senang, benda latar depan yang menciptakan bokeh warna kecokelatan, akan memberikan efek yang suram. Jika model Anda mengenakan warna hijau, bokeh latar depan hijau yang tercipta dari dedaunan hijau dapat menyatu dengan pakaiannya.

EOS R8/ RF85mm f/2 Macro IS STM/ Aperture-priority AE (f/2, 1/500 det., EV +1,0)/ ISO 320

Bokeh latar depan warna ungu di sini, terciptakan dari bunga amethyst sage. Sangat mudah untuk memposisikan wajah model di antara bunga tangkai panjang dan tipis seperti ini.

EOS R8/ RF85mm f/2 Macro IS STM/ Aperture-priority AE (f/2, 1/640 det., EV +1,0)/ ISO 320

Bunga bentuk bulat seperti bola, misalnya bunga buttercup seperti yang saya gunakan di sini, menciptakan bokeh latar depan bentuk bulat dan lembut.

 

Teknik #2: Kulit sehalus sutra dengan Creative filter ‘Soft Focus’.

EOS R8/ RF50mm f/1.8 STM/ Creative filter (Filter kreatif) (f/2, 1/100 det., EV +1,0)/ ISO 500
Creative Filter: Soft focus (Kuat)


Tanpa Creative Filter ‘Soft Focus’

Dalam bidikan normal ini, detail dan teksturnya lebih kuat dan tajam.

 

Tidak diperlukan Vaseline

Pernahkah Anda mendengar fotografer mengoleskan Vaseline (petroleum jelly) pada filter UV untuk menciptakan efek lembut dan berkabut? Anda bisa mendapatkan efek yang sama dengan cara yang lebih cepat dan aman dengan memutar mode dial ke mode Creative filter, lalu memilih efek Soft Focus (Fokus Lembut).

Anda dapat menyesuaikan tingkat efek filter sesuai selera. Untuk gambar pertama, saya mengatur tingkat efek filter ke maksimum agar gambarnya tampak lebih membuai.


Saran: Langsung dari kamera ke ponsel

Berbagi gambar dengan fokus lembut yang indah, langsung di tempat Anda memotret: cukup gunakan aplikasi ponsel cerdas Camera Connect untuk mengirimkannya ke ponsel cerdas Anda!

 

Teknik #3: Nada kulit indah dengan mode ‘Portrait’ SCN

EOS R8/ RF24-105mm f/4-7.1 IS STM/ FL: 105mm/ Special Scene mode: Portrait (f/7.1, 1/250 det., EV +0,7)/ ISO 5000/ Kecerahan: +3

Cara paling klasik untuk menciptakan potret wajah subjek wanita yang memikat adalah, memastikan rambut dan kulitnya tampak halus. Anda bisa melakukan sendiri uji-coba dengan pengaturan aperture dan pencahayaan (baca: 3 Pengaturan Aperture yang Menjadi Favorit Para Fotografer Profesional), tetapi, jika Anda belum menguasai pengaturan tersebut, atau sedang terburu-buru, putar mode dial Anda ke “SCN” (Special Scene), lalu pilih mode Portrait (Potret Wajah).


Mode SCN 'Potrait' memilih pengaturan aperture yang selebar mungkin untuk menciptakan keburaman latar belakang sehingga subjeknya menonjol. Itu juga membuat rambut dan kulit tampak lembut dan halus. Mengetuk tombol yang ditandai dengan bingkai merah memungkinkan Anda mengontrol kecerahan sehingga membuat kulit terlihat lebih bagus.

Kecerahan: 0

Kecerahan: +3


Saran:
- - Hindari pencahayaan langsung yang kuat, karena tidak akan bagus untuk kulit. Saya membidik berbagai gambar ini di suatu tempat yang beratap.
- Meningkatkan kecerahan gambar dapat membuat kulit terlihat lebih cerah, tetapi pastikan hasil gambarnya tidak terlalu berlebihan cahaya!


Untuk saran fotografi potret wajah yang lebih mudah diterapkan bagi fotografer dengan tingkat pengalaman berapa pun, bacalah:
5 Teknik Fotografi Potret Wajah yang Membawa Anda dari Siang ke Malam Hari
Teknik untuk Mengatur Pose dan Mengarahkan Subjek Potret
3 Teknik Sanjungan untuk Dipelajari dari Model Profesional

Mengenai Penulis

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Haruka Yamamoto

Lahir di Tokyo, Yamamoto adalah seorang fotografer freelance yang pekerjaannya adalah memotret untuk sejumlah media, termasuk majalah, sampul CD dan iklan. Dia juga memiliki blog sendiri, yang menampilkan berbagai posting berupa karya bidikannya dari serial fotografi yang sedang berjalan “Otome-graphy [Maiden-graphy]”, yang bertujuan menghilangkan stereotip wanita muda pada saat ini serta menanggapi berbagai masalah Yamamoto mengenai penuaan dini. Koleksi bidikan karyanya diterbitkan dalam bentuk buku pada tahun 2018.

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami