Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Produk >> Semua Produk Part5

[Bagian 1] Kamera Premium dengan Perhatian Khusus pada Rinciannya

2015-01-15
1
1.35 k
Dalam artikel ini:

"PowerShot series" Canon menawarkan dua jajaran high-end, "G" dan "S". Yang baru saja ditambahkan ke jajaran ini adalah "G" dan "S", yang desainnya layak dibanggakan, karena lebih mewah daripada kamera SLR sehingga memberikan definisi baru pada konsep "premium" seri ini. Artikel ini merangkum wawancara kami dengan para pengembang desain "premium" kamera. (Diedit oleh: Camera Biyori, Foto oleh: Toru Matsushima)

Halaman: 1 2

Kualitas gambar yang tinggi kamera ukuran saku

― Saya lihat bahwa "PowerShot G7 X" dilengkapi dengan kualitas seri "PowerShot", seperti layar sentuh tilt-up (miring) belakang dan spesifikasinya pun setara dengan kamera SLR meskipun ini termasuk model digital ringkas.

Yamada Ya, kami bangga mempersembahkan model "PowerShot G7 X", kamera ukuran saku yang memiliki kualitas gambar tinggi yang layak dibanggakan. Dibuat dengan sensor sebesar satu inci, ini bisa digunakan sebagai kamera kedua, dan juga merupakan pilihan sempurna bagi para pengguna pemula yang ingin meningkatkan keterampilan fotografi mereka ke level berikutnya. Ketika mengembangkan model ini, kami mencermati hingga inti konsep "premium" seri "G" dan "S", dan mencurahkan perhatian secara cermat pada rincian desainnya.

― Saya membeli "PowerShot G7" ketika dirilis sekitar delapan tahun yang lalu. Saat itu, kamera ini merupakan perintis "kamera digital ringkas high-end", dan pengoperasiannya juga sangat intuitif. Apakah nama "G7 X" diambil dari model "G7"?

Yamada Sebenarnya tidak ada kaitan langsung di antara kedua model ini. Kami hanya memilih angka "7" untuk seri "G" baru.

"PowerShot G7 X" (tengah) menawarkan campuran karakteristik seimbang yang didapatkan pada "PowerShot G1 X Mark II" (kiri), yang dilengkapi dengan sensor 1,5 inci, serta pada "PowerShot S120" (kanan), kamera ukuran ringkas untuk penggunaan biasa, keduanya adalah rangkaian dari seri "PowerShot".

Para anggota tim pengembangan, Kenji Takahashi (kiri) dan Kazushige Ichino (kanan)

Kenichi Nishimura (kiri), anggota tim desain, dan Tatsuya Yamada (kanan), anggota tim perencanaan

― Mereka yang menekuni fotografi pasti ingin memilih sebuah "kamera keren", dan desain seri "PowerShot" telah diperingkatkan sangat tinggi. Apa saja poin utama dalam desain "PowerShot G7 X"?

Nishimura Tidak seperti tren seri "G" dan "S" yang ada saat ini, kami berfokus pada apa yang dapat dilakukan agar para penggunanya akan lebih mengapresiasi kualitas tinggi kamera. Misalnya, kami berupaya untuk lebih menyempurnakan desain rinciannya, yang juga mencakup berbagai bagian yang sudah diterima baik di waktu lalu, dan departemen desain mengalami kesulitan karena hal ini.

― Apa alasan untuk menyertakan dial yang bertumpuk? Apakah karena hal itu sudah diterima baik pada seri "G"?

Yamada Ya. Kami berpendapat bahwa hal ini tidak tergantikan, karena memiliki dial exposure membuat exposure compensation bekerja jauh lebih mudah.

Nishimura Ya. Kami berpendapat bahwa hal ini tidak tergantikan, karena memiliki dial exposure membuat exposure compensation bekerja jauh lebih mudah.

Ring kontrol dibuat dari aluminium potongan mesin. Diperlukan waktu lama dan tingkat presisi yang tinggi untuk memproses bagian depan ke dalam bentuk bundar dan menciptakan lekukan berpola rajutan yang halus pada sampingnya.

Menggunakan merah sebagai warna akses menambah kesan premium pada kamera. Kamera dengan alas merah merupakan produk uji-coba. Desain akhir yang sudah diadopsi memiliki garis merah yang lebih samar pada alas tombol pelepas dan dial.

Kamera terlihat menarik dari semua sudut

― Jadi, kamera dengan alas merah merupakan produk uji-coba. Saya juga berpendapat kamera ini terlihat menarik.

Nishimura Ya. Memang ada yang bilang bahwa desain ini menarik, tetapi, pada akhirnya kami tidak memilihnya. Begitu banyak perdebatan dengan tim bisnis dan pengembangan, serta perusahaan penjualan dari masing-masing negara mengenai penggunaan warna merah. Ini sungguh merupakan tugas yang menantang, mencoba menemukan keseimbangan yang tepat.

― Dan, pada akhirnya Anda memutuskan untuk mengambil warna yang tidak begitu kentara, bukan?

Yamada Ya, memang. Kami menyebutnya "merah samar". Ini memang tidak cocok dengan konsep premium kamera jika warna merah terlalu menyolok.

Nishimura Kami telah mencurahkan perhatian yang cermat pada keseluruhan penampilan serta rinciannya untuk memastikan "PowerShot G7 X" tampak menarik dari semua sudut. Bahkan permukaan sekerup kecil diukir dengan lekukan bundar.

Berdasarkan tata-letak lensa yang lebih lama, bentuk karakter yang lebih lebar diadopsi untuk indikasi spesifikasi pada bagian depan lensa. Ini adalah salah satu dari sekian banyak upaya yang dicurahkan untuk menonjolkan kesan premium pada setiap rinciannya.

Alih-alih putih, hijau dan biru, tiga warna yang digunakan untuk ikon pada semua kamera Canon, kami hanya mengambil warna putih pada “PowerShot G7 X”, dengan bagian menggunakan font lebih halus untuk menambah sentuhan yang lebih canggih.

Pegangan ibu jari menentukan kemudahan pegangan kamera. Kami melakukan uji-coba berulang kali dengan purwarupa bervariasi yang diciptakan, menggunakan bentuk serta materi yang berbeda-beda. Salah satunya memiliki warna merah yang ditambahkan sebagai warna aksen pada pegangan ibu jari.

Pada foto ini tampak desain konsep tali tangan yang berbeda-beda. Gagasan mengenai aksesori pun diperoleh dari departemen desain untuk konsep yang seragam secara menyeluruh.

― Anda pasti melakukan segala upaya untuk menghasilkan konsep desain yang seragam.

Nishimura Kami menyertakan polesan lekukan bundar untuk semua tombol dan roda pada bagian belakang. Kami berharap agar semua penggunanya merasa senang melihat kamera, bahkan saat tidak menggunakannya.

Yamada Kami telah menerima banyak saran mengenai konsep premium dari Nishimura, dan sama sekali tidak ada yang berkeberatan. Kami semua dalam tim menyadari bahwa "PowerShot G7 X" adalah produk yang krusial, karena itu kami dapat mencapai suatu konsensus lalu bertindak secara cepat.

― Pasti hal itu merupakan tugas yang menantang, mencoba mengukirkan teks pada lekukan bundar.

Nishimura Ya, saya sebetulnya tidak suka melontarkan gagasan ini, tetapi memang inilah yang disebut “premium”! Selain itu, ini adalah aturan Canon untuk menerapkan tiga warna, putih, hijau dan biru pada teks di bagian bodi kamera, dan saya mengalami kesulitan sewaktu membujuk semua orang yang hadir dalam rapat, untuk hanya menggunakan warna putih untuk seri “G” agar desainnya lebih seragam dan mudah dikenali.

― Dengan menyeragamkan warna,hal ini pasti akan menambah sentuhan canggih pada desainnya.

Camera Biyori

Camera Biyori adalah majalah fotografi di Jepang yang memperkenalkan foto serba mempesona dan kegembiraan sehari-hari bersama kamera. Selain mengemukakan berbagai aktivitas ceria yang berkaitan dengan kamera dan fotografi, departemen editorial Camera Biyori juga menawarkan "Camera Biyori Photography School" untuk menganjurkan para pembacanya agar aktif dalam fotografi dan bergembira-ria.

http://www.camerabiyori.com

Diterbitkan oleh Daiichi Progress Inc.

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami