Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

5 Saran Fotografi Lampu Kilat Pantulan yang Sederhana

Fotografi lampu kilat pantulan merujuk ke gaya fotografi lampu kilat, yang memutarkan kepala lampu kilat Speedlite untuk menghadap ke dinding atau plafon, dan memantulkan cahaya dari permukaan itu, yang menyebarkan dan melembutkan cahaya dari Speedlite. Teknik ini hanya dimungkinkan pada lampu kilat yang dipasangkan pada hot shoe, misalnya Speedlite Canon, dan amat sangat berguna, khususnya untuk fotografi di dalam ruangan. Baca terus untuk mempelajari tentang dasar-dasar serta beberapa teknik yang bisa Anda gunakan untuk membuat potret wajah dan aksesori. (Dilaporkan oleh: Teppei Kohno)

Bounce Flash Photography (Fotografi Lampu Kilat Pantulan):

 

Dasar-dasar fotografi lampu kilat pantulan

Speedlite menghadap 90 derajat ke atas, Speedlite menghadap 7 derajat ke bawah, Speedlite menghadap 90 derajat ke kiri, Speedlite menghadap 90 derajat ke kanan

A: Menghadap 90° ke atas
B: Menghadap 7° ke bawah
C: Menghadap 90° ke kiri
D: Menghadap 90° ke kanan

Kunci untuk mencapai hasil yang bagus dalam fotografi pantulan yaitu, sudut pantulan. Sudut di mana Anda bisa menyesuaikan head flash, berbeda-beda, tergantung pada model Speedlite yang digunakan. Untuk Speedlite 600EX II-RT di atas, flash head bisa diposisikan menghadap ke atas, ke bawah, ke kiri atau ke kanan. Memvariasikan sudut flash head akan menghasilkan cahaya yang menyinari subjek dalam cara yang berlainan.

Speedlite 470EX-AI (versi bahasa Inggris) dilengkapi AI (Auto Intelligent Bounce), yang secara otomatis mengukur dan menetapkan sudut pantulan optimal untuk hasil yang alami.

Untuk Speedlite lainnya, sering-seringlah berlatih hingga sempurna. Coba memutar head Speedlite untuk mengubah sudut pantulan. Dengan mengubah sudut posisi Speedlite bisa juga mengubah gambar akhir dengan sangat bagus.

 

Arah pantulan cahaya lampu kilat plafon

Dengan mengarahkan kepala lampu kilat ke plafon atau dinding, akan menciptakan cahaya yang lebih lembut, yang khususnya efektif di dalam ruangan karena terdapat plafon dan dinding. Hal ini mengurangi silau dari kulit, rambut dan pakaian subjek Anda apabila mengambil foto orang.

 

Saran 1: Untuk mengubah cara penampakan bayangan, pantulkan cahaya ke arah yang berbeda

Contoh lampu kilat pantulan plafon

Pantulan plafon

Contoh lampu kilat pantulan dinding

Pantulan dinding

(Sama untuk kedua contoh) EOS-1D X Mark II/ EF24-70mm f/2.8L II USM/ FL: 55mm/ Manual exposure (f/3.5, 1/100 det.)/ ISO 100/ WB: Auto/ (Digunakan dalam contoh: Speedlite 430EX III-RT)
Perhatikan perbedaan di tempat bayangan tersebut muncul. Pada contoh pantulan plafon, tatkala bayangan menerpa ke bawah subjek, maka tidak ada bayangan pada subjek itu sendiri yang membuat subjek terlihat hambar.  Sebaliknya, pantulan cahaya dari dinding menerpakan bayangan pada satu sisi subjek, yang membuatnya terlihat lebih tiga dimensi.

 

Speedlite dihadapkan ke plafon
Speedlite dihadapkan ke dinding
 

Sebagai permulaan, apabila berurusan dengan fotografi lampu kilat pantulan, ada dua metode pemotretan yang harus diingat: “pantulan plafon”, di mana Anda membidik dengan kepala lampu kilat menghadap ke plafon, dan “pantulan dinding” di mana lampu kilat menghadap ke samping ke arah dinding. Perbedaan utama antara keduanya yaitu, cara penampilan bayangannya.

Seperti yang bisa Anda lihat pada contoh di atas, untuk pantulan plafon, saat cahaya datang dari atas, bayangan yang dihasilkan akan tampak di bawah subjek dan gambar akan terlihat hambar. Sementara itu, apabila Anda melakukan pantulan dinding, cahaya datang dari satu sisi dan menerpakan bayangan pada sisi lainnya, yang membuat subjek Anda terlihat lebih tiga dimensi.

 

Saran 2: Perhatikan warna plafon/dinding yang Anda pantulkan

Pada permukaan pantulan putih

Apabila permukaan pantulan putih

Pada permukaan pantulan cokelat

Apabila permukaan pantulan cokelat

(Sama untuk kedua contoh) EOS 760D/ EF-S18-55mm f/3.5-5.6 IS STM/ FL: 55mm (setara 88mm)/ Manual exposure (f/5,6, 1/125 det.)/ ISO 100/WB: Auto/ (Digunakan dalam contoh: Speedlite 600EX II-RT)

 

Dinding putih
pintu cokelat
 

Apabila menggunakan fotografi lampu kilat pantulan, pastikan bahwa plafon atau dinding yang menjadi tujuan pantulan, berwarna putih. Jika permukaan pantulan berwarna, subjek Anda akan memiliki terpaan warna. Dalam contoh di atas, apabila cahaya dipantulkan dari pintu warna cokelat, seluruh foto menjadi berwarna cokelat tua, dan warna asli subjek tidak direproduksi secara akurat.

 

Saran 3: Jarak optimal dari dinding dan plafon yaitu 1 hingga 2m

Dibidik dengan pantulan plafon yang memadai

1,6m dari plafon

Dibidik dari jarak sejauh 4m, pantulan plafon lemah (kurang cahaya)

4m dari plafon

(Sama untuk kedua contoh) EOS 760D/ EF-S18-55mm f/3.5-5.6 IS STM/ FL: 55mm (setara 88mm)/ Manual exposure (f/5,6, 1/125 det.)/ ISO 100/WB: Auto/ (Digunakan dalam contoh: Speedlite 600EX II-RT)

 

Speedlite sejauh 1,6m dari plafon
Speedlite sejauh 4m dari plafon
 

Jika kepala lampu kilat terlalu jauh dari dinding/plafon yang berfungsi sebagai permukaan pantulan, cahaya tidak akan dapat memantul secara efektif dan bisa menyebabkan foto kurang cahaya. Jarak optimal antara plafon/dinding dan Speedlite harus sekitar 1 hingga 2 meter. Jika lebih jauh dari itu, maka cahaya akan lebih sulit menjangkau permukaan pantulan, sehingga menyebabkan efek pantulan lebih lemah.

Dalam contoh di atas, jarak ke plafon sekitar 4m. Hal ini tidak berbeda dari mengarahkan lampu kilat ke atas ke angkasa di lokasi luar ruangan—perhatikan bagaimana foto yang dihasilkan terlihat agak kurang cahaya.

 

Saran 4: Menghasilkan cahaya lebih lembut melalui penggunaan bounce adapter (adaptor pantulan)

Bounce adapter pada speedlite

Bounce adapter
Bounce adapter (adaptor pantulan) dimaksudkan untuk digunakan dengan cara memasangkannya ke kepala lampu kilat unit Speedlite (seperti ditunjukkan dalam kotak merah), yang pada gilirannya akan membaurkan cahaya yang dipancarkan, dan membuatnya lebih lembut. Speedlite 600EX II-RT dan Speedlite 430EX III-RT, masing-masing dilengkapi dengan bounce adapter uniknya sendiri, dan adaptor tersebut dapat juga dibeli secara terpisah. Namun demikian, ini tidak kompatibel dengan Speedlite 270EX II.

 

Potret wajah dengan bounce adapter

Dengan bounce adapter

Potret wajah tanpa bounce adapter

Tanpa bounce adapter

(Sama untuk kedua contoh) EOS 70D/ EF24-70mm f/4L IS USM/ FL: 55mm (setara 88mm)/ Aperture-priority AE (f/4.5, 1/25 det.)/ ISO 800/ WB: Auto/ (Digunakan dalam contoh: Speedlite 430EX III-RT)

 

Memotret dengan bounce adapter

Bounce adapter (adaptor pantulan), aksesori yang digunakan untuk menebarkan cahaya, terutama digunakan dalam fotografi pantulan. Apabila dipasangkan pada kepala lampu kilat sewaktu fotografi pantulan, ini akan lebih memperlembut cahaya yang sudah lembut sehingga cahaya pada subjek semakin merata. Ini juga bisa melembutkan atau meniadakan bayangan pada subjek.

Perhatikan bayangan dan nada kulit terlihat lebih wajar pada contoh foto yang menggunakan bounce adapter. Bounce adapter (Adaptor pantulan) secara khusus efektif untuk pemandangan, di mana jarak dari kepala lampu kilat ke permukaan pantulannya pendek dan bayangan yang kuat mudah dihasilkan.

 

Saran 5: Untuk terlihat hidup dan menambahkan kilauan ke mata subjek, gunakan panel catchlight (cahaya tangkapan)

Lokasi panel catchlight pada Speedlite

Catchlight panel
Catchlight panel (Panel tangkapan cahaya) disimpan di dalam kepala lampu kilat apabila tidak digunakan, dan ditarik keluar dari depan apabila Anda ingin menggunakannya. (seperti ditunjukkan dalam kotak merah). Panel ini membantu merefleksikan cahaya ke dalam mata subjek Anda ketika mengambil foto orang. Speedlite 600EX II-RT dan Speedlite 430EX III-RT dilengkapi dengan satu panel, tetapi tidak pada Speedlite 270EX II.

 

Dengan catchlight panel, Cahaya terpantulkan dalam mata

Dengan catchlight panel

Tanpa catchlight panel,Mata terlihat membosankan

Tanpa catchlight panel

(Sama untuk kedua contoh) EOS 70D/ EF-S18-135mm f/3.5-5.6 IS STM/ FL: 42mm (setara 67mm)/ Aperture-priority AE (f/4.5, 1/8 det.)/ ISO 1600/ WB: Auto/ (Digunakan dalam contoh: Speedlite 430EX III-RT)

 

Catchlight panel sedang beraksi

Menggunakan fotografi pantulan untuk potret wajah biasanya harus mengarahkan kepala lampu kilat ke plafon atau dinding, dan ini bisa sulit untuk mendapatkan tangkapan cahaya dalam mata subjek Anda. Dalam kasus semacam itu, Anda dapat menggunakan catchlight panel (panel tangkapan cahaya). Karena panel bisa memantulkan cahaya ke dalam mata subjek, ini bisa membuat subjek Anda terlihat lebih hidup dan khususnya berguna untuk bidikan yang menunjukkan ekspresi wajah digambarkan secara jelas, misalnya seperti bidikan chest-up (pasfoto). Ini khususnya efektif apabila kepala lampu kilat menghadap 90 derajat ke atas—Anda mungkin tidak bisa mendapatkan efek yang sama jika kepala lampu kilat diputar ke kiri atau ke kanan.

 

Semakin ingin untuk mendapatkan Speedlite atau meningkatkan yang Anda miliki saat ini? Bacalah artikel berikut untuk membandingkan Speedlite yang berbeda-beda dari Canon:
Speedlite Flash Canon Manakah yang Dipilih?

Untuk tutorial yang lebih detail mengenai fotografi potret wajah dengan lampu kilat pantulan, kunjungi:
[Bagian 1] Mari Memulai Bounce Flash Photography
[Bagian 2] Fotografi Bounce Flash – Mengubah Warna Menggunakan Pengaturan White Balance

Untuk saran, tutorial dan ulasan lainnya mengenai Speedlite dan fotografi lampu kilat eksternal, kunjungi:
Dalam Fokus: Speedlite(Versi Inggris)
Dalam Fokus: Dasar-dasar Fotografi Flash Eksternal

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Teppei Kohno

Teppei Kohno

Lahir di Tokyo pada tahun 1976, Kohno lulus dengan menyandang gelar Social Work dari Fakultas Sosiologi, Meiji Gakuin University, dan magang dengan fotografer Masato Terauchi. Dia memberikan kontribusi untuk terbitan pertama majalah fotografi PHaT PHOTO, dan menjadi fotografer independen setelah itu, pada tahun 2003. Sebagai pengarang dari banyak buku, Kohno tidak hanya memotret semua jenis foto komersial, tetapi juga banyak menulis untuk majalah kamera dan lainnya.

http://fantastic-teppy.chips.jp