Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial Dalam Fokus: Dasar-dasar Fotografi Flash Eksternal- Part2

[Bagian 1] Mari Memulai Bounce Flash Photography

2014-01-16
8
8.55 k
Dalam artikel ini:

Bounce flash photography adalah teknik fotografi yang memanfaatkan pantulan cahaya dari benda-benda seperti dinding atau langit-langit, alih-alih menembakkan lampu kilat (flash) secara langsung ke subjek utama. Teknik pantulan ini membantu meredam cahaya flash, menciptakan suasana yang lembut dan alami. Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan metode bounce flash photography (fotografi pantulan lampu kilat). Dalam [Bagian 1] rangkaian artikel ini, mari kita belajar tentang dasar-dasar bounce flash photography. (Dilaporkan oleh: Koji Ueda)

Membidik Potret Dalam Ruangan dengan Nada Kulit Alami

EOS 60D/ EF35mm f/2/ Program AE (1/160 det., f/5.6)/ ISO 400/ WB: Auto/ Speedlite 430EX II (Flash mode: E-TTL)

Saya menetapkan flash mode Speedlite ke E-TL dan Program AE mode yang dipilih pada kamera, yang memungkinkan kamera menentukan secara otomatis kombinasi nilai aperture dan kecepatan shutter. Berikutnya, saya menembakkan Speedlite dengan flash head yang diarahkan ke langit-langit, lalu memeriksa hasil gambarnya untuk mengetahui sudut pantulan flash yang terbaik. Cahaya yang terefleksi dari langit-langit disebarkan, yang merangkum seluruh subjek potret untuk menciptakan suasana yang wajar.

Saran

  • Memotret dengan E-TTL + Program AE mode
  • Arahkan Speedlite ke langit-langit untuk menyebarkan cahaya flash.

Kondisi Pemotretan

Posisi subjek, kamera dan Speedlite

A: Kira-kira 1,5m B: Kira-kira 2,5m

Cahaya alami yang masuk dari jendela di samping subjek potret menciptakan bayangan pada wajah. Di sini, saya memanfaatkan teknik pantulan flash untuk memperhalus bayangan dan mendapatkan suasana yang wajar. Saya pasangkan Speedlite ke hot shoe kamera, kemudian menyusun bidikan genggam dengan kamera yang secara langsung menghadap ke subjeknya. Flash head Speedlite diarahkan ke langit-langit.

Langkah-langkah untuk Bounce Flash Photography

1: Pasangkan Speedlite ke kamera

Pasangkan unit flash Speedlite ke hot shoe kamera, lalu geser tuas kunci pijakan pemasangan. Setelah terkunci, hidupkan dayanya.

2: Tetapkan flash head ke arah yang Anda inginkan untuk memantulkan cahaya

Tetapkan flash head Speedlite ke arah yang Anda inginkan untuk memantulkan cahaya, seperti langit-langit atau dinding.

3: Memantulkan cahaya flash

Tekan tombol shutter untuk menembakkan flash dan memantulkan cahaya flash. Sesuaikan sudut pantulan flash seraya memeriksa gambar yang sudah Anda bidik.

4: Sesuaikan flash exposure seperlunya

Lakukan kompensasi flash exposure jika Anda ingin menyesuaikan kecerahan dengan menggunakan output flash tanpa mengubah nilai aperture dan kecepatan shutter kamera.

Koji Ueda

Lahir di Hiroshima tahun 1982, Ueda mengawali kariernya sebagai asisten fotografer Shinichi Hanawa. Kemudian, ia menjadi fotografer freelance, dan sekarang menggarap banyak sekali pekerjaan, dari majalah hingga iklan, sementara melakukan pemotretan di berbagai kota dan lansekap di seluruh dunia. Ia juga penulis dan penceramah pada perkuliahan dan lokakarya fotografi.

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami