Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Produk >> All Products

5 Hal yang Dapat Dilakukan dengan Prosesor Gambar DIGIC

Kamera digital Canon yang terbaru, dilengkapi dengan prosesor gambar DIGIC (singkatan dari "Digital Imaging Integrated Circuit"). Tapi, apakah Anda tahu pasti mengenai perannya di dalam kamera? Dalam artikel ini, kami memusatkan perhatian kami pada “otak” kamera dan sebagian kontribusinya yang signifikan terhadap performa kamera. (Dilaporkan oleh: Ryosuke Takahashi)

Chip DIGIC 8 dalam sirkuit

 

Apa yang sebenarnya dilakukan oleh DIGIC?

Prosesor gambar adalah komponen elektronik penting yang bisa diibaratkan sebagai "otak" kamera. Prosesor ini mengontrol kamera hingga ke tingkat yang tinggi, dari caranya berfungsi sampai caranya menggambarkan dan merekam berbagai gambar. Prosesor gambar DIGIC Canon dikembangkan sendiri oleh perusahaan, dan secara khusus disesuaikan untuk menanggapi kebutuhan kamera.

Model EOS terbaru, masing-masing dilengkapi dengan prosesor gambar versi DIGIC (DIGIC 4 hingga 8) yang sesuai dengan berbagai fitur dan fungsinya.

Prosesor gambar DIGIC 8

Inkarnasi termutakhir prosesor gambar DIGIC: DIGIC 8.

 

Lokasi chip DIGIC 8 di EOS R

Seiring dengan meningkatnya fungsi, jumlah piksel dan kecanggihan kamera, beban yang dipikul oleh DIGIC pun bertambah. Contoh terbaru yaitu pemfokusan otomatis pada EOS R, yang mengharuskan prosesor gambar memproses data hingga 40 kali lipat lebih banyak daripada jumlah maksimal yang diperlukan pada EOS 5D Mark IV selama pemotretan Live View. Inilah keberhasilan yang dicapai oleh prosesor DIGIC 8.

Tidaklah berlebihan kalau dikatakan, bahwa pengembangan berbagai fitur baru dan model kamera masa depan, bergantung pada kemampuan prosesor gambar DIGIC. Sejumlah fitur seperti Panning mode, Time Lapse Movies dan koreksi lensa di kamera oleh Digital Lens Optimizer, memerlukan daya pemrosesan data yang ekstensif, dan secara berhasil diimplementasikan dengan bantuan peningkatan ke prosesor gambar DIGIC.

 

Digital Lens Optimizer

Digital Lens Optimizer ON OFF

EOS M50/ EF-M15-45mm f/3.5-6.3 IS STM/ FL: 24mm (setara 38mm)/ Aperture-priority AE (f/4.5, 1/80 det., EV-0,3)/ ISO 100/ WB: Auto

Melengkapi kamera dengan berbagai fitur, seperti Digital Lens Optimizer dan fungsi koreksi aberasi lensanya memerlukan daya pemrosesan gambar yang substansial. Hal ini dimungkinkan untuk pertama kali pada kamera mirrorless (EOS M50) dengan DIGIC 8.

Tiap versi DIGIC memiliki kemampuan pemrosesan data pada level yang lebih cepat dan tinggi daripada versi sebelumnya. Di bawah ini, mari kita cermati, apa artinya ini bagi performa pemotretan dan kualitas gambar.

 

1. Gambar yang serba indah, bahkan pada kecepatan ISO tinggi

Ketika chip DIGIC yang pertama diimplementasikan, kecepatan ISO standar maksimum hanya ISO 1600. Kini, dengan DIGIC 8, Anda dapat melambungkan kecepatan ISO hingga setinggi ISO 40.0000 pada EOS R. Ini merupakan peningkatan yang fenomenal pada kemampuan Anda untuk membidik di tempat gelap.

Meskipun sejumlah perbaikan pada kemampuan sensor gambar tertentu sangat berperan dalam hal ini, namun DIGIC inilah yang mengontrol fitur Pengurangan Noise pada Kecepatan ISO Tinggi. Secara seketika sensor ini memisahkan informasi noise dan gambar dari sekian banyak data gambar dan mengurangi noise secara digital, memastikan bahwa gambar yang dibidik pada kecepatan ISO tinggi, hasilnya tetap jernih dengan noise digital minimal.

Bidikan jembatan di malam hari dengan EOS M50

EOS M50/ EF-M15-45mm f/3.5-6.3 IS STM/ FL: 45mm (setara 72mm)/ Manual exposure (f/8, 1/15 det, EV±0)/ ISO 12800/ WB: Auto

Kemampuan pemrosesan DIGIC mendukung Pengurangan Noise ISO Tinggi, memastikan gambar cahaya redup yang dibidik pada kecepatan ISO tinggi terlihat bening dengan noise minimal.

 

2. AF dan pendeteksian subjek secara cepat dan akurat

Kemajuan DIGIC telah secara signifikan mengubah fungsi fokus otomatis (AF). Kemajuan pada Dual Pixel CMOS AF (AF CMOS Piksel Ganda), sungguh mencengangkan. Pada Dual Pixel CMOS AF, tiap piksel pada sensor gambar terdiri atas dua fotodiode independen, dan informasi yang ditangkap oleh masing-masing fotodiode digunakan untuk melakukan pendeteksian perbedaan fase dan mendapatkan fokus. Sewaktu membidik, DIGIC memproses semua informasi ini secara sangat cepat, dan langsung mengevaluasi kecerahan serta warna subjek, dan mendeteksi wajahnya. Fitur ini mengirimkan informasi ini ke lensa dan menyesuaikan lensa pemfokusan untuk menetapkan fokus pada subjek.

DIGIC 8 tidak sekedar mempertimbangkan informasi dua-dimensi mengenai subjeknya, tetapi juga informasi kedalaman antara subjek dan latar belakang. Hasilnya, pengenalan dan pelacakan subjek menjadi lebih cepat dan akurat daripada sebelumnya.

Potret wajah seorang wanita anggun yang menunjukkan bingkai Eye Detection AF (AF Pendeteksian Mata)

Eye Detection AF

Prosesor gambar DIGIC juga tidak tergantikan untuk pendeteksian wajah dan mata. DIGIC 8 telah memungkinkan Eye Detection AF (AF Pendeteksian Mata) dapat dilaksanakan. Diaktifkan saat pendeteksian wajah dihidupkan*, Eye Detection AF secara otomatis mendeteksi dan menampilkan bingkai AF pada mata yang terdekat ke kamera, memungkinkan pemfokusan jitu.
*Selama menggunakan One-Shot AF dengan Face + Tracking AF

 

3. Pemotretan beruntun

Performa pemotretan beruntun kamera digital bisa dibilang ditentukan oleh dua jenis komponen.

1. Komponen mekanis, misalnya unit rana serta cermin, dan
2. Komponen perangkat lunak yang mengontrol proses dari pemrosesan gambar hingga penulisan data gambar ke kartu memori.

Kemajuan kamera mirrorless dan kamera DSLR dengan lebih dari 50 megapiksel telah menyebabkan tuntutan yang tinggi pada komponen perangkat lunak.

Untuk melaksanakan pemotretan beruntun dengan pelacakan subjek secara berkesinambungan (Continuous AF), sangatlah krusial bahwa prosesor DIGIC dapat mewujudkan pengenalan subjek dan pemrosesan data secepat kilat. Daya pemrosesan DIGIC termutakhir telah memungkinkan perbaikan pada ketepatan fokus seiring dengan peningkatan laju pemotretan beruntun.

Output pemotretan beruntun pada EOS M50.

EOS M50 dan PowerShot SX740 HS, keduanya menawarkan kecepatan pemotretan beruntun yang lebih cepat daripada model pendahulunya, berkat DIGIC 8.

 

4. Dual Sensing IS

Secara konvensional, lensa interchangeable (dapat dipertukarkan) dan kamera saku Canon telah menggunakan sistem stabilisasi gambar (IS) terintegrasi yang bekerja pada prinsip stabilisasi gambar akibat pergeseran lensa. Dalam sistem ini, getaran dari goyangan kamera dideteksi oleh sensor gyro yang terintegrasi ke dalam lensa dan informasi ini dievaluasi oleh komputer mikro di dalam lensa, yang kemudian menggerakkan unit IS.

Teknologi stabilisasi gambar Canon yang termutakhir, Dual Sensing IS (IS Pengindraan Ganda), menggunakan data tambahan dari sensor gambar. Volume data yang sangat banyak dari sensor gambar dan sensor gyro dikirimkan ke prosesor gambar DIGIC, yang mengevaluasi data dan menggunakannya untuk mengontrol pergerakan unit IS yang jauh lebih akurat, dan secara efektif menekan getaran.

 

Dual Sensing IS (ditampilkan dari DIGIC 7 dan selanjutnya)

Sistem Dual Sensing IS

1: Mirip dengan sistem IS konvensional, Dual Sensing IS menggunakan sensor gyro untuk mendeteksi getaran.

2: Selain poin 1, informasi gambar dari sensor gambar CMOS, juga digunakan. Algoritme baru untuk mendeteksi besarnya goyangan kamera pada suatu gambar, telah dikembangkan untuk tujuan ini.

3: Metode pemrosesan informasi ganda ini menghasilkan perbaikan yang signifikan pada IS. Stabilisasi gambar optik hingga kecepatan rana 5 stop'* (hanya gambar diam, standar CIPA) yang dimungkinkan, dan secara efektif mengimbangi, tidak hanya gerakan tangan, tetapi juga pergerakan bodi yang lebih besar dan lebih lambat.
*Kecepatan rana hingga 4 atau 5 stop, tergantung model kameranya.

 

5. Video 4K

Dari semua fungsi kamera, perekaman film adalah yang paling menuntut daya pemrosesan gambar. Khususnya untuk video 4K, karena merekam pada kira-kira 4 kali lipat resolusi video Full HD, menghasilkan data 4 kali lipat lebih banyak. Kemampuan prosesor gambar menentukan laju bingkai film (seberapa mulus kemunculan cuplikan film atau footage) dan, apakah memungkinkan untuk membidik pada kecepatan ISO tinggi.

Resolusi tinggi dan kualitas video 4K yang mengagumkan, memungkinkan Anda membuat footage yang sungguh nyata, yang menarik pemirsa ke dalam adegan. Tidak hanya itu, fitur 4K Frame Grab Canon, memungkinkan Anda melestarikan momen sekilas dalam video, dengan mengekstraksi bingkai dari film 4K dan mengekspornya sebagai gambar diam JPEG resolusi tinggi.

 

DIGIC: Selalu berkembang, selalu maju

Setiap kali muncul prosesor gambar DIGIC yang baru, selalu ada perbaikan, tidak hanya dari segi performa pokoknya, tetapi juga pada sejumlah fitur kamera yang didukungnya. Versi terbaru DIGIC telah membuat sejumlah fitur yang dijelaskan di atas, dapat dilakukan. Dengan versi berikutnya, kita mungkin dapat mengharapkan ada sejumlah perbaikan pada berbagai fungsi yang menuntut daya pemrosesan gambar yang tinggi, misalnya, EOS Movies dan pengenalan subjek sewaktu pemotretan Live View. 

Pada akhirnya, DIGIC lebih dari sekadar pengolah gambar sederhana. Kemampuannya berperan sangat penting dalam menentukan apa yang akan hadir berikutnya, dan besar kemungkinan bahwa ini merupakan pertimbangan inti dalam inovasi imaging oleh Canon.

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Ryosuke Takahashi

Ryosuke Takahashi

Lahir di Aichi tahun 1960, Takahashi memulai karier freelance pada tahun 1987 setelah bekerja pada studio foto iklan dan penerbit. Di samping memotret untuk iklan dan majalah di Jepang dan di luar Jepang, beliau juga adalah pengulas untuk “Digital Camera Magazine” sejak peluncuran publikasi ini serta menerbitkan sejumlah karyanya. Dalam ulasan produk dan lensa, Takahashi secara khusus mendukung berbagai teknik fotografi yang menonjolkan performa lensa melalui sudut pandang dan pengujian uniknya. Takahashi adalah anggota Japan Professional Photographers Society (JPS).