Close
Yang Baru >> All Happenings

Merayakan 30 Tahun EOS (3): EOS Digital, Kemajuan Sekarang dan Selanjutnya

2018-01-04

Bahkan, setelah bergeser dari film ke digital, seri EOS terus berkembang dan mengalami kemajuan. Canon terus-menerus mengembangkan berbagai sensor, bahkan pada performa pemotretan dengan jumlah piksel yang lebih hebat dan definisi lebih tinggi. Kamera EOS sekarang bisa membuat film Full HD dan bahkan, bekerja sama dengan smartphone, yang memiliki kemampuan kuat sebagai alat bantu komunikasi gambar.

Kualitas gambar yang tinggi pada kamera EOS direalisasikan dengan terus-menerus berupaya melampaui batas. Para fotografer, sekarang bisa menghasilkan foto high definition hanya dengan menekan tombol rana pada kamera.

 

Membawa resolusi gambar ke tingkat yang lebih tinggi

Dengan mengambil tantangan untuk menghasilkan resolusi gambar yang tinggi, semuanya diawali dengan model andalan seri ini. EOS-1Ds (dirilis 2002) hadir setelah diluncurkannya EOS-1D (dirilis 2001), yang memiliki resolusi gambar yang bahkan lebih tinggi dan layak dibanggakan. EOS-1Ds dilengkapi dengan sensor CMOS full-frame 11,1 megapiksel efektif pada saat kamera DSLR hanya memiliki 3 megapiksel. Oleh karena itu, dimungkinkan untuk menggunakan lensa EF apa pun untuk menangkap gambar dengan sudut pandang yang serupa kamera DSLR 35mm yang asli. Selain itu, prosesor gambar (yang kemudian dikenal sebagai DIGIC) pada EOS-1Ds, mendukung pemrosesan gambar high-definition yang memenuhi kebutuhan para fotografer profesional.

EOS-1D

EOS-1D (dirilis 2001)
Model ini terutama ditujukan kepada para profesional yang mengkhususkan diri dalam sejumlah bidang, misalnya, fotografi berita dan olahraga. Dilengkapi dengan sensor CCD high resolution (ukuran sensor efektif: 28,7×19,1mm, jumlah piksel efektif: 4,15 megapiksel), kamera ini merealisasikan kualitas gambar yang tinggi dan respons berkecepatan tinggi, melalui prosesor gambarnya, yang melakukan pemrosesan gambar berkecepatan tinggi, high-definition.

EOS-1Ds

EOS-1Ds (dirilis 2002)
Ditujukan bagi fotografer profesional, model ini dikembangkan dengan mempertimbangkan fotografi. Kamera ini dilengkapi dengan 11,1 megapiksel efektif, sensor CMOS full frame 35mm, yang berarti bahwa fotografer bisa menggunakan lensa EF apa pun dengan kamera ini dan dapat menyusun bidikan mereka tanpa harus mempertimbangkan faktor krop. Kamera ini juga dilengkapi dengan mesin pemrosesan gambar yang mampu memproses gambar high-definition. 

 

Penggunaan sensor CMOS full-frame untuk menghasilkan kualitas gambar yang tinggi, juga telah menyebabkan dirilisnya sejumlah model yang ditujukan kepada para penggemar fotografi yang sudah berpengalaman. Diawali dengan model seri-5D yang begitu populer, EOS 5D generasi pertama (dirilis 2005), kemudian disusul oleh EOS 5D Mark II (dirilis 2008), EOS 5D Mark III (dirilis 2012), dan di tahun 2015, EOS 5DS/EOS 5DS R. EOS 5DS dan EOS 5DS R memiliki jumlah piksel efektif 50,6 megapiksel, sehingga bisa merealisasikan keunggulan high resolution (resolusi tinggi) yang memastikan keunggulannya tetap terdepan dalam persaingan. Bahkan sekarang, di tahun 2017, Canon layak membanggakan jumlah piksel tertinggi di dunia pada kamera DSLR yang dilengkapi dengan sensor CMOS full-frame.

 

Contoh 50,6MP yang dibidik dengan EOS 5DS

Performa high resolution yang hanya bisa dihasilkan oleh sensor CMOS full-frame dengan jumlah piksel efektif 50,6 megapiksel. Canon terus-menerus merilis sejumlah model yang melampaui jumlah piksel efektif 20 megapiksel, yang bahkan mencakup sebagian model yang ditujukan bagi pengguna pemula, misalnya, EOS 800D dan EOS M100.

 

EOS Movie: Perekaman Full HD yang tampil perdana pada kamera DSLR

EOS 5D Mark II (dirilis 2008) merupakan kamera DSLR pertama di dunia yang dilengkapi dengan fitur pembuatan film Full HD. Depth-of-field dangkal yang dimungkinkan pada sensor CMOS full-frame dan kemampuannya yang mengesankan, yang didukung oleh seri lensa EF, sangat diunggulkan, dan produser film profesional pun, semuanya mulai menggunakan kamera seri-EOS. Dikenal sebagai “EOS Movie”, fitur pembuatan film Full HD pada kamera EOS tersedia pada semua model terbaru (mulai 2017).

Perlengkapan EOS movie

Perlengkapan pembuatan film yang menggunakan sistem EOS, luar biasa ringkasnya, dan harganya lebih ringan daripada kamera film yang ada saat ini. Semua kualitas ini memenuhi kebutuhan yang tidak pernah terbayang oleh tim pengembangan.

 

Teknologi EOS Movie berperan penting dalam kemajuan Canon merambah Hollywood. Pada tahun 2011, Canon meluncurkan Cinema EOS System, yang terdiri atas kamera digital Full HD untuk pembuatan film, bersama dengan sejumlah perifer, termasuk deretan lensa. Hal ini menandai keberhasilan perusahaan secara unggul ke dalam bidang produksi film profesional.

Sistem Cinema EOS

Sistem Cinema EOS (dirilis 2012)
Sistem Cinema EOS, yang didesain atas asumsi bahwa ini akan digunakan untuk membuat film 4K high definition dengan resolusi yang setara 4 kali lipat Full HD, merupakan produk terobosan yang memiliki keunggulan kompatibilitas dengan seri lensa EF yang sudah ada.

 

Fitur movie pada kamera EOS diawali dengan gagasan merekam output video dari Live View. Semenjak itu, kecepatan AF untuk Live View shooting sudah dibuat lebih cepat dengan penggunaan teknologi, seperti Hybrid CMOS AF dan Dual Pixel CMOS AF, dengan perekaman film yang mulus, yang direalisasikan melalui keterpaduan dengan teknologi lensa, seperti STM (stepping motor) dan Nano USM (ultrasonic motor).

 

Menyesuaikan dengan waktu—membuat kamera ini sangat kompatibel dengan smartphone

Penggunaan smartphone yang telah meluas dalam mengambil foto dengan menyentuh layar, kini sudah menjadi hal yang biasa. Namun demikian, monitor LCD panel sentuh sudah terlebih dulu digunakan pada kamera seri EOS demi memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Diawali dengan EOS 650D dan EOS M yang dirilis pada tahun 2012, semua ragam kamera yang berkisar dari model pemula hingga model profesional, sekarang dilengkapi dengan monitor LCD panel sentuh, memungkinkan pengoperasian secara naluri, misalnya pemilihan berbagai pengaturan pemotretan/pembuatan film dan titik AF serta zoom-in/out sewaktu memutar kembali gambar.

EOS 650D

EOS 650D (dirilis 2012)
Dilengkapi dengan monitor LCD Vari-angle yang mendukung pengoperasian melalui sentuhan. Selain pemfokusan yang berkecepatan tinggi menggunakan Hybrid CMOS AF, EOS 650D bisa terus-menerus memfokuskan secara mulus pada subjek yang bergerak, dengan menggunakan Movie Servo AF.

EOS M

EOS M (dirilis 2012)
Kamera mirrorless pertama dalam seri EOS, yang memadukan kualitas gambar yang tinggi dengan bodi kamera yang ringkas dan ringan. Monitor LCD belakang mendukung pengoperasian sentuh. EOS M mampu melakukan pemfokusan kecepatan tinggi berkat Hybrid CMOS AF.

 

Selain kehebatan pengoperasiannya, Canon juga telah memfokuskan pada konektivitas smartphone. Setiap model sejak EOS 70D (dirilis 2013) telah dilengkapi dengan dukungan untuk Wi-Fi. Aplikasi Camera Connect juga dirilis dengan mempertimbangkan kenyamanan pengguna, karena ini tidak hanya memungkinkan Anda untuk mentransfer foto ke smartphone, tetapi juga membidik dari jarak jauh. Dengan cara ini, seri EOS menunjukkan upaya Canon dalam memahami dan memanfaatkan kemampuan komunikasi smartphone untuk tetap memimpin dalam persaingan ini.

 

Sistem EOS—paling tepercaya di dunia

Foto kelompok seri lensa EF

Jumlah seluruhnya sebanyak 90 juga kamera seri EOS dan 130 juta lensa EF, telah diproduksi sejak 2017. Volume yang begitu besar adalah suatu indikasi kepercayaan para pengguna terhadap kamera EOS dan lensa EF. Begitu banyak teknologi yang direalisasikan melalui generasi penerus kamera EOS dan lensa EF yang mendukung pengguna serta pemandangan yang mereka bidik.

 

Sistem kamera EOS yang diluncurkan pada tahun 1987, dimaksudkan sebagai perintis kamera DSLR, dan telah berkembang semenjak itu. Diawali dengan digitalisasi penuh dudukan EF, selain sejumlah teknologi kamera lainnya, seperti Al Servo AF yang digunakan untuk melacak subjek yang bergerak, sensor CMOS yang bisa menangkap cahaya sebagai sinyal digital yang lebih halus, dan DIGIC, yang digunakan untuk melakukan pemrosesan gambar digital, Canon telah mengadopsi berbagai teknologi lensa secara berturutan, misalnya USM untuk menggerakkan lensa secara cepat dan mulus, stabilisasi gambar untuk meminimalisasi goyangan kamera, serta lensa dan lapisan khusus untuk meminimalisasi aberasi. Canon tidak membiarkan dirinya terikat oleh logika konvensional, tetapi secara proaktif mengadopsi berbagai teknologi tercanggih demi menghasilkan performa AF yang bahkan lebih akurat, kemampuan pengoperasian yang lebih baik, dan kualitas gambar yang lebih tinggi. Falsafah desain sistem kamera EOS inilah yang menyebabkannya menjadi pilihan sistem di seluruh dunia.

Luasnya dukungan dari para pengguna, juga tampak jelas, dari jumlah produksi sebanyak 90 juta kamera seri EOS dan 130 juta lensa EF sejak 2017. Lensa EF khususnya memiliki serangkaian rekor dunia baru, untuk jumlah lensa yang diproduksi. Bisa dibilang bahwa EOS adalah sistem kamera paling tepercaya di dunia.

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!