Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

2 Benda Sehari-hari yang Bisa Mengubah Foto Anda

2017-06-29
4
2.65 k
Dalam artikel ini:

Payung/sehelai kain hitam sederhana bisa dijadikan bantuan fotografi untuk menghasilkan foto yang serba memukau! Di sini, kami akan berbagi sebagian saran dari para fotografer profesional mengenai caranya. (Dilaporkan oleh: Toshiki Nakanishi, Gensaku Izumiya)

Kembang api, difoto dengan EOS 5D Mark II

 

1. Untuk bidikan latar belakang yang cemerlang, gunakan payung hitam untuk memblokir cahaya yang berlebihan

Pada pagi hari yang sejuk, kerap muncul kabut akibat penyejukan radiatif. Untuk bidikan ini, saya mengamati perubahan kabut dan berdiri di lokasi di mana saya bisa mendapatkan secercah matahari dengan kamera yang diarahkan ke sinar cahaya. Pada saat seperti itu, saya sarankan untuk menggunakan payung hitam guna memblokir cahaya yang berlebihan, karena kalau tidak begitu, foto Anda akan menghasilkan kontras rendah lantaran cahaya latar pemandangan begitu benderang.

Untuk bidikan ini, saya harus menemukan posisi yang tepat untuk menangkap sejumlah kabut yang cukup dan pepohonan yang memblokir cahaya matahari. Jadi, saya menyesuaikan posisi sebelum melanjutkan pemotretan. Untuk menegaskan sinar cahaya yang mengalir ke bawah, jauhkan matahari dari bingkai sebaik mungkin, untuk mendapatkan bidikan yang hanya memunculkan sinarnya.

Lingkaran sinar cahaya, ditangkap dengan EOS 5D Mark IV

EOS 5D Mark IV/ EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM/ FL: 124mm/ Aperture-priority AE (f/11, 1/125 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Daylight
Foto oleh Toshiki Nakanishi

 

Teknik: Gunakan payung untuk memblokir cahaya memasuki lensa

Gunakan payung untuk memblokir cahaya yang berlebihan

Saya memastikan penggunaan payung untuk pemandangan tersebut. Setelah menyiapkan kamera pada tripod dan memutuskan komposisinya, saya taruh payung di depan kamera, karena saya akan melepaskan rana sehingga bisa mencegah cahaya untuk langsung memasuki lensa selama pemotretan. Hati-hati, jangan sampai payungnya keluar dari bingkai.

 

2. Gunakan kain hitam untuk mengontrol beberapa pencahayaan kembang api

Selama pertunjukan kembang api, efek kembang api yang berbeda, biasanya menyulut secara beruntun. Bentuk efek ini tidak akan tertangkap, jika Anda menggunakan pencahayaan lama, tetapi, jika mengambil beberapa pencahayaan, besar kemungkinan Anda mendapatkan gambar yang mencengangkan.

Namun demikian, meskipun dimungkinkan untuk menggunakan fitur multiple exposure (beberapa pencahayaan) kamera, namun akan sulit memprediksi, bagaimana rupa kembang api, sampai diluncurkan ke langit. Oleh karenanya, alih-alih memutuskan pada jumlah pencahayaan, cara yang lebih mudah adalah menutup bukaan lensa dengan kain dan menangkap jumlah pencahayaan yang diinginkan. Cobalah membuat foto Anda sendiri yang spesial, dengan menciptakan beberapa pencahayaan dengan cara ini, sekaligus mengamati pertunjukan kembang api.

Kembang api, ditangkap dengan EOS 5D Mark II

EOS 5D Mark II/ EF24-105mm f/4L IS USM / FL: 24mm/ Manual exposure (f/22, 12 det.)/ ISO 50/ WB: 3.000K
Foto oleh Gensaku Izumiya

 

Teknik: Gunakan sehelai kain untuk menutupi lensa dan hanya menangkap efek kembang api yang Anda inginkan

Menggunakan kain hitam untuk memotret kembang api

Biarkan rana terbuka dan gunakan kain hitam untuk mengontrol pencahayaan. Apabila Anda melihat efek kembang api yang diinginkan sedang diluncurkan secara berturutan, Anda bisa membuka kainnya untuk menangkap kembang api dalam gambar Anda. Pada waktu lainnya, Anda bisa membiarkan lensa ditutupi dengan kain. Pastikan Anda memegang kain dengan hati-hati supaya tidak menyebabkan goyangan kamera.

Berikut ini sebagian saran untuk foto kembang api yang artistik:
Cara Menangkap Bidikan Genggam Pertunjukan Kembang Api yang Artistik

Untuk cara lainnya yang lebih menggugah untuk memicu kreativitas Anda, bacalah:
Gagasan untuk Pembatasan Pemotretan Self-Imposed yang Membantu Anda Keluar dari Kreativitas Rutin!
 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

Mengenai Penulis

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Toshiki Nakanishi

Lahir pada tahun 1971 di Osaka. Setelah mempelajari fotografi secara otodidak, Nakanishi memindahkan basis kegiatan fotografinya ke kota Biei yang terletak di Kamikawa-gun, Hokkaido. Selain menangkap lanskap yang fokus pada cahaya, ia juga menghasilkan berbagai karya yang menonjolkan keindahan kiasan alam. Ia juga adalah Pimpinan PHOTO OFFICE atelier nipek.

http://www.nipek.net/

Gensaku Izumiya

Lahir di Akita pada tahun 1959, sepanjang hidupnya Izumiya sangat menghayati pemotretan kembang api. Ia terutama memotret lanskap, komersial, orang, barang dan masakan, serta menciptakan foto tentang api dan air. Gensaku Izumiya adalah anggota Japan Professional Photographers Society (JPS).

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami