Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

Membuat Keputusan dalam Fotografi Lanskap: Cahaya Depan atau Cahaya Latar?

2017-01-26
5
5.62 k
Dalam artikel ini:

Dalam fotografi lanskap, arah cahaya adalah salah satu keputusan yang harus dibuat oleh para fotografer. Preferensi pribadi kerap memainkan perannya, dan memengaruhi gaya fotografis sang fotografer. Dalam artikel ini, kita akan belajar dari dua fotografer mengenai alasan mereka masing-masing mengenai preferensi cahaya depan dan cahaya latar. (Dilaporkan oleh: Takashi Nishikawa, GOTO AKI)

 

Cahaya depan: Menonjolkan warna lanskap

EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 24mm/ Aperture-priority AE (f/16, 1/30 det., EV+1,0)/ ISO 200/ WB: Daylight
Lokasi: Okitama Cherry Blossom Corridor, Prefektur Yamagata, Jepang
Foto oleh Takashi Nishikawa

 

Artikel ini mengasumsikan pemahaman dasar Anda tentang arah pencahayaan. Jika Anda belum menguasainya, Anda dapat membaca:
[Pelajaran 14] Mengetahui Sinar Cahaya Anda

Dalam fotografi lanskap, meskipun tidak semua orang bertujuan menciptakan efek semacam itu, namun cara paling klasik memotret langit biru nan jernih adalah menggambarkan warna-warnanya sedemikian rupa sehingga pemandangannya tampak bagaikan sebuah lukisan.

Diambil pada suatu pagi hari di awal musim semi, foto ini menggambarkan pohon bunga sakura di sepanjang Dai no Sakura boulevard di Okitama Cherry Blossom Corridor di Prefektur Yamagata, Jepang. Ini adalah spesies bunga sakura yang disebut “Beniyutaka”,artinya, “merah membahana” dan, sesuai namanya, spesies ini memiliki warna yang pekat. Puncak pegunungan di latar belakang terlihat masih diselimuti sisa-sisa salju, yang membuat pemandangan ini begitu indah.

Memotret dengan cahaya depan dalam kondisi cuaca yang cerah, adalah cara terbaik untuk memotret warna-warna lanskap yang paling indah. Fotografer Takashi Nishikawa memastikan untuk memotret gambar lanskap yang terang di bagian depan, segera setelah hujan reda, atau pada hari yang cerah.

 

Saran: Untuk menyembunyikan nada warna langit yang tidak rata, posisikan subjek Anda secara strategis

EOS 5D Mark III/ EF8-15mm f/4L Fisheye USM/ FL: 15mm/ Aperture-priority AE (f/11, 1/250 det., EV+0,7)/ ISO 200/ WB: Manual
Foto oleh Takashi Nishikawa

 

Apabila memotret dengan pencahayaan depan, warna langit yang tidak rata, cenderung menjadi lebih terlihat jelas, pada sudut bidik yang lebih lebar, bahkan jika Anda tidak menggunakan filter polarisasi (PL). Tetapi, jika memposisikan subjek secara tepat pada warna langit yang paling pekat, seperti foto di atas, tidak saja langit akan terlihat lebih merata, namun nada warna bunga sakura pun akan tampak lebih pekat. Itulah cara yang jitu untuk mendapatkan hasil yang terbaik dari keduanya sekaligus.

 

Cahaya latar: Menarik perhatian pemirsa ke cahaya, dan meninggalkan kesan yang membekas untuk waktu yang lama

EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/4L IS USM/ FL: 16mm/ Aperture-priority AE (f/8, 1/250 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Daylight
Foto oleh GOTO AKI

 

Cahaya depan memastikan bahwa cahaya akan jatuh pada seluruh pemandangan, oleh karenanya, segala rincian subjek fotografis yang berlimpah dapat terlihat. Sebaliknya, Cahaya latar menciptakan area terang dan teduh/berbayangan, dan di bagian yang teduh, rinciannya hampir tidak terlihat. Kontras yang dihasilkannya cenderung memiliki efek yang dramatis.

Di sejumlah tempat, seperti di hutan, pencahayaan latar menjadi begitu berbaur dengan pepohonan dan dedaunan, menyelimutinya dengan sinar yang mengubahnya dari objek biasa menjadi subjek yang memikat dan meninggalkan kesan yang membekas. Subjek dengan bentuk yang menarik, bisa digambarkan sebagai siluet dengan memotretnya dalam cahaya latar dan menggunakan kompensasi pencahayaan negatif. Oleh karena itu, apabila Anda membidik dalam kondisi cahaya latar, sebaiknya Anda mengingat tentang cahaya dan bayangan apabila menyusun gambar dan menetapkan pengaturan pencahayaan Anda.

 

Saran: Untuk menegaskan cahaya, siasati penampilan area teduh/berbayangan dengan kompensasi pencahayaan

EV-0,3
EOS 5DS R/ EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM/ FL: 255mm/ Shutter-priority AE (f/18, 1/800 det., EV-0,3)/ ISO 200/ WB: Manual
Foto oleh GOTO AKI

 

EV-1,3
EOS 5D Mark IV/ EF24-70mm f/4L IS USM/ FL: 70mm/ Aperture-priority AE (f/5.6, 1/60 det., EV-1,3)/ ISO 400/ WB: Manual
Foto oleh GOTO AKI

 

Bayangan, menarik perhatian ke cahaya (area yang terang). Untuk mengontrol penampilan visual bayangan dalam gambar, gunakan kompensasi pencahayaan. Jika tujuan Anda adalah menciptakan siluet, laksanakan kompensasi pencahayaan negatif hingga sekitar EV-2,0 di mana sebagian gambar cukup gelap untuk menarik perhatian ke cahaya (area yang terang).

Untuk contoh mengenai cara menciptakan siluet, bacalah tutorial ini:
Teknik Lensa Super Telefoto - Siluet Alam Liar di Terik Sang Surya

Untuk efek keren lainnya yang bisa Anda gunakan untuk menarik perhatian ke cahaya, bacalah Panduan untuk Menciptakan Efek Semburat Cahaya dengan Matahari.

 

Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

Mengenai Penulis

GOTO AKI

Lahir pada tahun 1972 di Prefektur Kanagawa dan lulus dari Sophia University serta Tokyo College of Photography. Goto menerbitkan koleksi karya foto yang berjudul "LAND ESCAPES" dan juga terlibat secara aktif dalam pembuatan karya seperti “water silence” suatu instalasi yang menggabungkan foto dengan video.

http://gotoaki.com/

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Takashi Nishikawa

Lahir di Prefektur Nara pada tahun 1965. Nishikawa adalah lulusan dari Broadcasting & Movie Department of Visual Arts Osaka Professional Total Creative School. Ia seorang otodidak dalam bidang fotografi, bekerja di perusahaan produksi video komersial, dan lab pencetakan foto profesional, sebelum akhirnya menjadi fotografer freelance. Ia adalah anggota Japan Nature Scenery Photograph Association (JNP).

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami