Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

Menguasai Seni Fotografi Pemandangan

2016-07-15
7
8.92 k
Dalam artikel ini:

Anda tahu fotografer profesional dari seluruh dunia sudi bersusah-payah untuk memperoleh foto pemandangan yang paling mengesankan. Berikut lima pelajaran penting yang akan membantu Anda menguasai seni fotografi pemandangan dengan cepat.

Kedalaman Ruang (Depth of Field): Tidak selalu lebih dalam lebih baik​

Untuk mempertahankan sebagian besar subjek di dalam bingkai tetap fokus, banyak yang merekomendasikan pilih bukaan f/8 dan lebih saat mengambil foto. Gunakan intuisi, khususnya saat latar belakang terlalu ramai. Mengambil foto dengan f-stop lebih kecil dapat membantu menciptakan pemisahan yang lebih tegas antara subjek dalam fokus dan latar di belakangnya. Dengan begitu, subjek Anda tampil lebih menonjol dibanding jika diambil dengan kedalaman ruang lebih besar. 

Canon EOS 6D, EF16-35mm f/4L IS USM, f/4.0, 1/200 secs, ISO 100

Untuk memfoto air yang tenang dan jernih tanpa menggunakan filter, Anda dapat mengurangi kecepatan rana dan menambah f-stop.

Canon EOS 6D, EF16-35mm f/4L IS USM, f/18, 1.3 sec, ISO 100

Intinya Komposisi!

Komposisi adalah kunci fotografi pemandangan. Mengingat foto pemandangan umumnya diambil dengan lensa bersudut lebar, mengetahui elemen mana yang perlu disertakan dalam bingkai dan di mana memosisikannya akan menentukan ke mana Anda akan membawa para pemirsa foto Anda berkelana.

Canon EOS 6D,  EF24-105mm f/4L IS USM, f/4.0, 1/1600 sec, ISO 100

Intinya, tidak ada aturan yang kaku dalam fotografi - semua hanya berfungsi sebagai pemandu. Mengikutinya secara kaku malah akan membatasi gaya fotografi Anda. "Aturan ketiga" adalah aturan yang paling umum untuk pemula dalam aneka tipe fotografi, dari potret hingga pemandangan. Yang lain setia menggunakan Rasio Emas - grid 1:0.618:1 - yang jika digunakan secara tepat diyakini mampu menghasilkan komposisi dengan keseimbangan sempurna serta memanjakan mata pemirsa.

Garis juga dapat memandu pemirsa Anda untuk berfokus pada subjek utama di dalam bingkai. Dari garis lurus hingga jalan setapak pemandu - olah apa pun yang Anda miliki di lokasi dan cobalah aneka komposisi sebelum melangkah lebih jauh. Bisa saja Anda tidak sengaja menemukan perspektif yang sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya.

Canon EOS 6D, EF16-35mm f/4L IS USM, f/4.0, 1/400 sec, ISO 100

Yang Penting Sabar

Mempersiapkan diri dengan baik membantu memastikan Anda berada di lokasi pada saat yang tepat. Ragu mau mengambil gambar pagi atau sore hari? Cari foto yang pernah diambil di lokasi sebelumnya kemudian temukan tempat terbaik. Jangan lupa merencanakan rute sebelum berangkat.

Secara pribadi, saya senang mengambil gambar pemandangan di rembang petang - yakni satu atau dua jam sebelum matahari terbenam. Anda akan mendapatkan foto cantik saat matahari tenggelam ke bawah cakrawala, dengan memainkan nuansa hangat cahaya sore hari. Ya, jangan buru-buru berkemas menjelang gelap. Pertunjukan belum dimulai!

Ambil RAW

File RAW berisi banyak informasi di dalam bayang-bayang dan sorotan, yang artinya Anda dapat mengedit detail di area yang mungkin tidak terlalu bagus pencahayaannya. Jika Anda gagal melakukannya dengan sempurna pada kesempatan pertama, dengan file RAW, Anda dapat lebih fleksibel selama pasca pemrosesan gambar. Dikombinasikan dengan ISO rendah, Anda dapat memperoleh gambar berkualitas tinggi dengan noise minimal. Dicetak dalam ukuran besar pun, gambar seperti ini terlihat sempurna.

Canon EOS 6D, EF16-35mm f/4L IS USM, f/10, 1/640 sec, ISO 100 (sebelum)

Canon EOS 6D, EF16-35mm f/4L IS USM, f/10, 1/640 sec, ISO 100 (setelah)

Tetap Terfokus

Kamera dengan kapabilitas pencahayaan rendah, khususnya model full-frame seperti Canon EOS 6D, menjadikan mengambil gambar pemandangan malam yang menarik kenikmatan tersendiri. Akan tetapi, fotografer kadang kesulitan memfokus saat mengambil gambar subjek di dalam gelap.

Berikut cara menghindari masalah tersebut: jika subjek cukup dekat, lampu senter dapat membantu memperbaiki fokus kamera. Akan tetapi, cara yang lebih baik adalah dengan mengaktifkan tampilan langsung (live view) di bagian belakang kamera untuk mencari fokus. Karena sensor pada kamera jauh lebih sensitif terhadap cahaya dibanding mata manusia, dengan menggunakan fungsi tampilan langsung, Anda dapat memperbaiki fokus pada subjek.

Canon PowerShot G9 X, 10.2-30.6mm, f/4.0, 1/250 sec, ISO 800

Selanjutnya, Anda tinggal, dengan mengingat-ingat kiat ini, berfokus pada menemukan momen yang tepat dan belajar mengamati cahaya. Yang paling penting, nikmati seluruh proses pembuatan gambar!

Anda perlu banyak menunggu saat mengambil foto pemandangan, tetapi perhatian pada detail dan perubahan lingkunganlah yang membedakan Anda sebagai fotografer yang mumpuni.

Semua gambar diambil dengan EOS 6D; Lensa EF16-35mm f/4L IS USM dan Lensa EF 50mm f/1,2L USM.

Gambar di balik layar diambil dengan PowerShot G9 X.

EOS 6D (Body)

Klik Di Sini Untuk Detail Lainnya

PowerShot G9 X

Klik Di Sini Untuk Detail Lainnya

 

Kenji Kwok

Profil penulis

Kenji Kwok adalah seorang Fotografer Dokumenter asal Singapura, yang karya-karyanya terinspirasi oleh dorongan untuk menyediakan saluran bagi orang lain guna menyuarakan keluh-kesah mereka, selain mendokumentasikan perlunya perubahan seputar masalah sosial di seluruh dunia.

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami