Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

Hukum Timbal-Balik dalam Mode Manual

2021-01-29
1
250
Dalam artikel ini:

Beralih dari mode Auto ke dalam mode Manual bisa melemahkan semangat, khususnya bila anda tidak sepenuhnya paham terhadap fungsi-fungsi yang berkaitan dengan masing-masing pengaturan eksposur. Karena artikel ini akan menjelaskan mengenai konsep hukum timbal-balik dalam mode Manual, kami harap artikel ini akan membantu anda menguasai hubungan- kompensasi stop antara ISO, kecepatan rana dan bukaan kamera dan gunakanlah dalam potret fotografi harian anda dengan lancar. Untuk menyegarkan ingatan anda mengenai segitiga paparan, pertama mari selami dulu tiga pengaturan kunci yang tersedia.

 

Bukaan kamera

Bukaan kamera didefinisikan sebagai pembukaan lensa kamera tempat cahaya lewat untuk masuk. Bukaan kamera yang besar menghasilkan foto-foto dengan kedalaman bidang yang dangkal, blur gradien dan membuat cahaya masuk lebih banyak (contohnya seperti yang terlihat di kiri atas). Bukaan kamera yang lebih kecil membuat cahaya yang masuk lebih sedikit, lebih sedikit blur gradien dan kedalaman bidang yang lebih dalam.

 

Kecepatan Rana Kamera

Kecepatan rana kamera mengacu pada seberapa cepat rana kamera anda menutup saat mengambil foto. Kecepatan rana yang lambat membuat lebih banyak cahaya untuk ditangkap, yang akan lebih menerangi hasil akhir foto tetapi mengaburkan gerakan subyek anda (bila mereka sedang bergerak). Kecepatan rana kamera yang cepat membekukan subyek anda yang bergerak, mengurangi goyangan kamera tetapi cahaya yang ditangkap lebih sedikit.

 

ISO

ISO mengacu pada butir-butir (grain) dan sensitivitas kamera anda terhadap cahaya. Nilai ISO yang rendah menghasilkan lebih sedikit noise dalam foto dan memiliki sensitivitas yang lebih rendah terhadap cahaya. Nilai ISO yang lebih tinggi menghasilkan noise yang lebih terlihat dan memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap cahaya.

 

 

Hukum Timbal-Balik

Secara sederhana, hukum timbal-balik pada dasarnya adalah tindakan untuk mengkompensasi jumlah yang sama – atau hampir setara – dari stop pada pengaturan eksposur tertentu dengan lainnya. Hal ini akan memandumu sebagai seorang fotografer untuk memperoleh eksposur yang sama atau hampir sama dalam foto, tetapi dengan efek-efek yang berbeda terganttung pada pengaturan eksposur yang terkompensasi. Saat menyeimbangkan nilai dengan ISO, anda mungkin akan melihat peningkatan atau pengurangan noise dalam foto-foto anda. Hal ini berlaku pada pengaturan eksposur lainnya dimana anda bisa mendapatkan blur gerakan yang lebih banyak atau lebih sedikit dengan kecepatan rana dan kedalaman bidang yang lebih lebar atau lebih sempit dengan bukaan kamera.

 

Bila anda memiliki kamera di dekat anda, ambillah dan coba berlatih dengan contoh-contoh situasi di bawah ini!

 

Hukum Timbal-Balik dalam Penerapan Situasional

Situasi 1: Anda ingin memotret lebih banyak detil dari globe dan agar globe bisa terlihat lebih menonjol dari latar belakang tanaman. Anda sudah menggunakan bukaan kamera terbesar untuk mendapatkan kedalaman bidang yang lebih dangkal.

 

Solusi: Bila anda tidak merasa puas dengan hasilnya bahkan setelah menggunakan bukaan kamera terbesar untuk mendapatkan kedalaman bidang yang lebih sempit, anda bisa memanfaatkan jarak fokus yang lebih panjang (35 mm sampai 70 mm) untuk memadatkan latar belakang dan memperbesar blur di luar globe (titik fokus). Hal ini, namun, akan meningkatkan f-stop anda sehingga mempergelap foto. Untuk memotret lebih banyak detil dari globe, kami memilih untuk menggunakan kecepatan rana kamera yang lebih cepat (1/8 detik sampai 1/60 detik), yang juga mempergelap foto.

 

Hal ini berarti anda sekarang sudah mengkompensasi foto yang kurang terang dari perubahan dalam bukaan dan kecepatan rana kamera dengan ISO anda (ISO 200 sampai ISO 2500).

 

Situasi 2: Anda ingin meningkatkan kejernihan tanaman untuk menyempurnakan globe dalam foto sembari menjaga tingkat kecerahan yang sama. Sebagai tambahan, anda ingin memotret lebiu banyak gerakan bolanya.

 

Solusi: Untuk mendapatkan kejernihan yang lebih baik pada tanaman, anda bisa menggunakan bukaan kamera yang lebih kecil yaitu f/11. Namun, menggunakan bukaan kamera yang lebih kecil akan membuat foto anda menjadi lebih gelap. Hal ini berarti anda akan perlu mengkompensasi dengan menggunakan kecepatan rana kamera yang lebih lambat atau ISO yang lebih tinggi. Bila kita ingin memotret lebih banyak gerakan dari putaran bola, kami menggunakan kecepatan rana yang lebih lambat sekitar 1/40 detik yang juga memiliki fungsi ganda sebagai solusi untuk mencerahkan foto. Kami juga sudah meningkatkan ISO untuk mendapatkan kecerahan yang sama seperti pada foto pertama.

 

Situasi 3: Anda sedang merekam di ruangan yang gelap dan anda ingin memotret lebih banyak gerakan putaran bola dengan lebih rinci. Selain itu, anda juga menginginkan agar tanaman berada dalam fokus kamera.

 

Solusi A: Anda bisa menggunakan bukaan kamera yang lebih kecil sebedar f/8 atau f/11 untuk mengurangi blur dari tanaman anda. Anda juga bisa menggunakan kecepatan rana kamera yang lebih cepat untuk menangkap lebih banyak detil dari globe yang berputar. Namun, hal ini akan makin mempergelap foto anda dan tertinggal dengan pilihan meningkatkan ISO anda untuk mencerahkan foto. Peningkatan ISO berkali-kali mungkin akan menimbulkan terlalu banyak grain pada foto dan mungkin anda tidak akan mendapatkan foto ideal yang anda inginkan, oleh karena itu, kami sudah menyiapkan Solusi B untuk anda di bawah ini!

 

Solusi B: Pada keadaan ini, anda harus bekerja untuk mengkompensasi faktor-faktor eksternal seperti membawa sumber cahaya (agar anda tidak perlu hanya menggunakan nilai ISO yang tinggi untuk mencerahkan foto) atau mengganti lokasi anda.Untuk mengurangi blur pada tanaman anda, anda bisa memindahkannya agar lebih dekat dengan globe, sembari memutar globe secara manual dengan lebih lambat untuk menangkap detil-detilnya tanpa menggunakan kecepatan rana kamera yang lebih tinggi.

 

Hukum timbal-balik dalam mode Manual adalah panduan yang berguna bagi anda yang ingin untuk menajamkan kemampuan pemecahan masalah mereka dalam keterbatasan pada fotografi dan segitiga eksposur.

 

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami