Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Produk >> All Products

EF85mm f/1.4L IS USM: Wawancara dengan Pengembang (2)

Di bagian kedua wawancara kami dengan para pengembang lensa EF85mm f/1.4L IS USM baru dari Canon (Bagian 1 di sini), kita akan belajar lebih lanjut mengenai berbagai fitur unik dalam desain optik dan mekanis lensa seri-L.

 

Pengaturan optik membuat penggunaan terbaik dudukan EF diameter besar

Foto pernikahan, dibidik dengan lensa EF85mm f/1.4L IS USM

EOS 5D Mark IV/ EF85mm f/1.4L IS USM/ FL: 85mm/ Manual exposure (f/1.4, 1/2500 det.)/ ISO 200/ WB: Auto
Gambar yang tidak hanya memiliki fokus yang tajam, tetapi juga menampilkan bokeh indah di latar belakang. Ini dimungkinkan karena dudukan EF diameter besar, yang memberikan aperture maksimum f/1.4.

 

Iwamoto: Karena sifat desain optiknya, semakin jauh diafragma (unit EMD) dari bagian belakang sistem optik (misalnya, sisi dudukan), diameter lensa belakang harus semakin besar. Sebaliknya, seperti disebutkan di awal [lihat Bagian 1], karena unit stabilisasi gambar juga diposisikan pada sisi dudukan, komponen harus diatur dalam urutan berikut:
(Depan lensa) Diafragma - Unit stabilisasi gambar - Kelompok lensa belakang (Kamera)

Karena diafragma terletak relatif jauh dari dudukan, diameter kelompok lensa belakang harus lebih besar. Lensa aperture besar sudah memiliki diameter besar, dan ini cenderung meningkat lebih jauh lagi apabila dilengkapi dengan stabilisasi gambar, jadi pemosisian pada arah belakang diafragma menjadi penting. Memang sulit untuk mengonfigurasi sistem optik stabil dan kelompok lensa belakang dengan sesedikit mungkin lensa, sekaligus memastikan bahwa performa optik dipertahankan.

Profil dan dudukan lensa EF85mm f/1.4L IS USM
Profil dan dudukan lensa EF85mm f/1.4L IS USM
 

EF85mm f/1.4L IS USM (kiri) didesain untuk membuat dudukan EF besar berdiameter 54mm yang terbaik (kanan).

 

Sebagai hasilnya, diameter lensa nyaris tidak pas dengan dudukan lensa. Jika Anda benar-benar memegang lensa dan melihatnya melalui sisi dudukan, Anda seyogianya dapat melihat, seberapa besar diameter lensa sesungguhnya. Dudukan EF diameter besar membuat konfigurasi ini dapat dilakukan, dan beginilah cara kami berhasil melengkapi lensa dengan stabilisasi gambar.

 

Gbr.1 Pengaturan optik EF85mm f/1.2L II USM

 

Setelah konfigurasi unit stabilisasi gambar ditentukan, kami kemudian memutuskan konfigurasi optimal untuk kelompok fokus, kemudian konfigurasi seluruh lensa. Untuk mengurangi ukuran seluruh lensa, keduanya, kelompok fokus dan optik stabilisasi gambar harus ringan dan hanya bergerak sedikit. Untuk lensa ini, kami menggunakan pengaturan optik baru berikut ini, dari depan lensa: kelompok depan, diikuti oleh kelompok fokus, diafragma, kelompok stabilisasi, kemudian kelompok belakang. 

Properti kelompok fokus dan kelompok stabilisasi sangat berubah, tergantung pada apakah kelompok ini adalah kelompok lensa cembung atau cekung. Dengan mengonfigurasi kelompok fokus sebagai kelompok lensa cembung dan kelompok stabilisasi sebagai kelompok lensa cekung, kemudian memposisikannya saling berdampingan, sehingga karakteristik cekung dan cembung saling menetralkan, masing-masing daya refraktif bisa ditetapkan secara tepat. Beginilah cara kami menangani keduanya, seluruh bodi lensa serta kelompok stabilisasi gambar, lebih ringkas.

Selain itu, dengan mengonfigurasi kelompok fokus dalam lensa cembung-cekung-cembung, berat keduanya dikurangi dan kualitas gambar yang tinggi tercapai. Lebih jauh lagi, dengan mengonfigurasi kelompok belakang dengan lensa asferis, kami mengurangi jumlah lensa dalam kelompok belakang sekaligus mengoreksi aberasi sferis, sehingga kami dapat memosisikan diafragma sejauh mungkin ke belakang. Dengan merancang konfigurasi dasar seluruh lensa dan konfigurasi masing-masing kelompok lensa dengan cara ini, kami dapat mencapai sasaran rancangan kami.

 

Pengaturan optik EF85mm f/1.2L II USM

Gbr.2 Pengaturan optik EF85mm f/1.4L IS USM

 

Karena penambahan kelompok stabilisasi gambar meningkatkan jumlah total elemen lensa, penekanan ghosting (semacam bentuk bayangan yang teramati secara jelas), merupakan masalah teknis lainnya yang harus kami atasi. Untuk lensa ini, kami menggunakan lensa yang dilapisi tiga elemen untuk lensa belakang. Untuk secara tepat menyejajarkan sumbu tiga lensa dalam lensa berlapis tiga elemen adalah pekerjaan yang sulit, tetapi kami memutuskan untuk menggunakannya guna mengurangi permukaan kontak udara, khususnya karena permukaan lensa pada lensa belakang yang khususnya mudah menghasilkan ghosting. Oleh karenanya, dengan menggunakan ASC (Air Sphere Coating) untuk lensa ke-8, kami dapat menekan ghosting, walaupun jumlah elemen lensa meningkat.

 

Bertujuan mengurangi ukuran secara signifikan

Okuda: Ultrasonic motor (USM), yang merupakan aktuator yang menggerakkan fokus otomatis, tersedia dalam beberapa opsi untuk mencocokkan diameter lensa. Untuk menjaga diameter luar tetap cukup kecil untuk pemotretan genggam yang berkepanjangan, kami memutuskan untuk menggunakan jenis USM yang relatif kecil, yang digunakan di sekian banyak lensa EF lain, termasuk EF35mm f/2 IS USM dan EF85mm f/1.8 USM. Mulai dengan sistem optik, kami bekerja dengan desain optik yang kemudian menghasilkan desain di mana sejumlah komponen akan pas dalam diameter USB yang terbatas.

Untuk referensi Anda, EF85mm f/1.2L II USM menggunakan USM diameter besar, yang ditemukan dalam lensa, seperti lensa super telefoto EF400mm f/2.8L IS II USM.

Ring USM

Gbr.3 Ring USM (USM digunakan oleh EF85mm f/1.4L IS USM di kanan)

 

Seperti yang disebutkan di awal (lihat Bagian 1), walaupun kelompok stabilisasi gambar lensa ini sama dalam ukuran dan bobotnya dengan lensa super telefoto, namun kami harus memastikan, bahwa seluruh unit stabilisasi gambar, termasuk sistem penggerak, memiliki ukuran yang masuk akal. Untuk alasan itulah, kami mengurangi beban penggerak dengan menggunakan mekanisme penggerak rendah friksi yang ekstrem, yang menggunakan beberapa bantalan keramik untuk mendukung komponen yang dapat bergerak. Ini mengurangi kebutuhan desakan penggerak dan membantu menghasilkan desain unit stabilisasi gambar yang ringkas dan ringan.

 

Unit IS EF85mm f/1.4L IS USM

Gbr.4 Perbandingan unit stabilisasi gambar
Kiri: Unit aktual, Kanan: Unit perbandingan

 

Mekanisme gerakan fokus (Gbr. 5) pada sisi depan unit stabilisasi gambar, juga dirancang. Karena ini adalah lensa aperture besar, depth-of-field sangat dangkal dan fokus otomatis pun memerlukan akurasi yang amat sangat tinggi. Tidak mengherankan, kelompok lensa fokus juga berat dan seluruh mekanisme penggerak, seperti motor yang menggerakkan kelompok dan kontrol rem yang menghentikannya, harus dibuat lebih awet, bahkan dari lensa seri-L lainnya. Dengan menggunakan bantalan bola yang sangat awet dalam mekanisme gerakan untuk lensa ini, mengurangi beban dan memperbaiki resolusi sekaligus memperbaiki akurasinya. Penggunaan bantalan bola juga berkontribusi untuk fokus otomatis kecepatan tinggi. Kelompok lensa fokus yang berat harus digerakkan dengan daya terbatas motor, tetapi lensa fokus bisa digerakkan lebih cepat, karena bantalan bola mengurangi bebannya.

 

Unit pemfokusan EF85mm f/1.4L IS USM

Gbr.5 Unit pemfokusan (bantalan bola dalam kotak)

 

Dengan membuat bentuk komponen mekanis unit ring USM mengikuti diameter luar kaca, ruangnya secara efisien dimaksimalkan, yang berkontribusi ke pengurangan ukuran dan bobot.

Agar dapat mengatasi kesulitan yang tidak biasa, dalam menambahkan mekanisme stabilisasi gambar ke lensa 85mm f/1.4 sekaligus memastikan ukuran dan bobotnya tetap memikat, kami menghabiskan waktu yang sangat banyak untuk mencermati kombinasi mekanik dan optik. Dengan mengurangi komponen mekanis sebanyak 0,1 milimeter setiap kali, kami akhirnya menghasilkan desain lensa yang sesuai untuk penggunaan yang praktis.

Lensa ini telah menghasilkan efek stabilisasi gambar 4 stop (panjang fokus 85mm, dengan menggunakan EOS-1D X Mark II. Sesuai standar CIPA). Ini adalah lensa Canon aperture besar f/1.4 pertama yang dilengkapi dengan stabilisasi gambar, dan kami berharap bahwa penggunanya akan mengalami sendiri kemudahan penggunaan yang dihadirkan oleh keberhasilan upaya kami dalam mempertahankan ukuran lensa yang praktis sekaligus melengkapinya dengan IS.

 

Khusus mengenai keandalan

Okuda: Walaupun kami merancang solusi untuk desain yang ringan, dampak kekuatan, seperti saat terjatuh, akan begitu signifikan, karena bobot lensa ini hampir 1 kg. Untuk meningkatkan keandalannya, kami mengimplementasikan mekanisme peredam bagian depan lensa. Pemegang filter dibentuk untuk menarik kembali apabila didorong—ini cukup jelas apabila Anda benar-benar menangani lensa. Peredam mendistribusikan dampak apabila ada sesuatu yang berbenturan dengan ujung lensa. Secara karakteristik, hal ini sulit untuk mendistribusikan kejutan apabila panjangnya tetap. Kami memutuskan untuk menggunakan peredam, karena ini adalah lensa dengan panjang tetap, dan memiliki aperture besar. Ini tidak digunakan untuk semua lensa EF, tetapi digunakan seperlunya berdasarkan konfigurasi dan simulasi lensa. Selain lensa ini, peredam juga digunakan dengan EF24-70mm f/4L IS USM, EF11-24mm f/4L USM, EF35mm f/1.4L II USM dan EF24-105mm f/4L IS II USM. Walaupun mungkin tidak terlalu jelas dengan lensa zoom, namun Anda seyogianya dapat mengetahui, kapan mendorong pemegang filter pada lensa prima.

EF85mm f/1.4L IS USM

Penyekatan dan konstruksi kedap debu, kedap tetesan cairan, digunakan dalam, dan di sekeliling dudukan, sakelar, dan cincin pemfokusan EF85mm f/1.4L IS USM.

 

Kesimpulan

Yamaguchi: Meskipun permintaan untuk jumlah piksel yang lebih besar akan meningkat di tahun-tahun mendatang, lensa yang sangat dapat digunakan akan memungkinkan pengguna melakukan pemotretan genggam dengan perasaan aman. Kami bisa secara yakin merekomendasikan lensa luar biasa ini, yang mana, sebagai lensa potret wajah, dilengkapi dengan keseimbangan resolusi, stabilisasi gambar yang istimewa, serta bobot dan ukuran yang tepat.

Apabila memotret di dalam ruangan atau dalam cahaya redup, lensa ini memungkinkan Anda menangkap gambar yang tajam tanpa harus meningkatkan pengaturan ISO. Anda sekarang bisa menikmati pemotretan wajah dengan menggenggam kamera tanpa merasa lelah berkat bobot yang ringan dan stabilisasi gambar. Kami harap lensa ini akan memungkinkan pengguna mengalami ekspresi yang lebih beragam, yang sebelumnya tidak memungkinkan.

Pengembang EF85mm f/1.4L IS USM

Yamaguchi, Pimpinan Perencanaan Produk

Pengembang EF85mm f/1.4L IS USM

Iwamoto, Pimpinan Desain Optik

Pengembang EF85mm f/1.4L IS USM

Okuda, Pimpinan Desain Mekanis

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!