Ekspresi Tonal yang Istimewa & Gradasi Memikat Menambah Sensasi Realistis Foto Rel Kereta Api
Dalam fotografi rel kereta api, Anda akan berurusan dengan berbagai subjek yang melintas pada kecepatan tinggi, sekian ratus kilometer per jam. Dunia foto rel kereta api menawarkan beragam luas objek untuk ekspresi, dari kontur indah bodi kendaraan, yang merupakan kristalisasi kearifan manusia, hingga lanskap yang terbentang luas, di mana kereta api melintas, dan pemandangan orang-orang yang bekerja di sana. Cahaya dan bayangan, baja dan orang, keheningan dan gerakan. Daya ekspresif kamera full-frame tidak tergantikan apabila menyatukan berbagai pasangan elemen ke dalam karya fotografis. (Dilaporkan oleh: Yuya Yamasaki)
EOS-1D X/ EF16-35mm f/2.8L II USM/ FL: 23mm/ Manual exposure (1/1000 det., f/6.3)/ ISO 50/ WB: Daylight
Kamera full-frame yang memungkinkan Anda memanfaatkan focal length lensa tanpa memerlukan konversi, merupakan pilihan ideal untuk dipadukan dengan lensa wide-angle agar dapat menonjolkan bentuk kereta api yang mulus. Lensa tersebut memberikan dukungan yang melegakan untuk mereproduksi kisaran tonal yang luas, meskipun terdapat kontras yang kuat dalam kecerahannya.
EOS 6D/ EF17-40mm f/4L USM/ FL: 31mm/ Manual exposure (1/500 det., f/4)/ ISO 800/ WB: Daylight
Jalur pegunungan terselimuti oleh awan yang menurunkan hujan ke wilayah sekitarnya. Untuk mencegah gambar kereta api menjadi buram, saya menaikkan ISO speed untuk memperoleh shutter speed yang lebih cepat. Yang mengejutkan saya, bukan hanya nada warnanya (tone) yang halus dan lembut pada gambar yang dihasilkan kamera full-frame, tapi juga menunjukkan daya penyelesaiannya yang tepat dengan penggambaran yang realistis.
EOS-1D X/ EF70-200mm f/2.8L IS II USM/ FL: 85mm/ Manual exposure (1/25 det., f/2.8)/ ISO 3200/ WB: Daylight
Bahkan dalam bidikan yang memanfaatkan ISO speed ultra-high, di mana kontras cenderung menjadi kuat, gradasi kamera full-frame tetap halus. Kamera ini unggul dalam mengekspresikan rincian dan warna area bayangan yang kemungkinan tampak remuk, dan menunjukkan kehebatannya, khususnya dalam fotografi malam hari.
EOS 6D/ EF70-200mm f/4L IS USM/ FL: 200mm/ Manual exposure (1/125 det., f/18)/ ISO 200/ WB: Daylight
Bayangan dan refleksi cahaya pada gerbong kereta api membentuk kontras yang mengesankan. Berkat kisaran dinamis yang luas, gradasi yang kental dari bayangan hingga sorotan bisa direproduksi. Selain itu, daya penyelesaiannya yang unggul memungkinkannya untuk menonjolkan tekstur metalik kendaraan.
Sasarkan Tujuan untuk Foto Rel Kereta Api dengan Sentuhan Realistis
Bahkan pada Kondisi Pemotretan yang Tangguh
Dalam fotografi rel kereta api, di samping menangkap bentuk gerbong kereta api secara langsung, Anda juga dapat menyertakan lanskap indah yang dilintasinya, atau menonjolkan kecepatan atau dampaknya. Pada waktu yang sama, terdapat berbagai ragam gaya ekspresi yang dapat Anda pilih.
Secara pribadi, saat mencermati kinerja kamera, saya akan mementingkan kualitas gambar. Apa pun yang Anda ekspresikan, entah itu keindahan empat musim, atau tekstur kendaraan, tidaklah mungkin menghasilkan gambar seperti yang diinginkan, atau mengemukakan niat Anda kepada pemirsanya jika kamera tidak memiliki daya penyelesaian dan kemampuan reproduksi warna. Tidak hanya itu, karena saya pun suka memotret pada kondisi yang sebagian besar orang akan menghindarinya, seperti pemandangan cahaya latar dan bidikan malam hari, kekentalan gradasi selama pemotretan ISO speed tinggi, juga pertimbangan penting ketika saya mengecek kualitas gambar.
Dari segi kehebatan lensa, mungkin, lantaran persepsi yang tersebar luas, bahwa gerbong kereta api harus ditangkap dari jauh, banyak yang akan mengira bahwa lensa telefoto adalah yang paling umum digunakan. Namun, pada kenyataannya, untuk menonjolkan bentangan luas atau menciptakan dampak yang kuat, saya selalu memanfaatkan lensa wide-angle. Bagi saya, lensa yang saya gunakan secara rutin adalah EF16-35mm f/2.8L II USM, yang menawarkan daya penyelesaian yang mengimbangi kualitas gambar kamera full-frame, serta sudut pandang yang mudah digunakan. Selain itu, dengan aperture maksimum cerah f/2.8, lensa ini pun menjadi pendamping praktis untuk membekukan gerakan kereta api yang melaju pada shutter speed cepat.
Kualitas gambar kamera full-frame memang luar biasa. Alih-alih membatasi diri saya pada foto sederhana, dua dimensi, saya menyasarkan tujuan untuk mengangkat kualitas gambar yang tinggi ini menyertakan sejumlah elemen, seperti angin dan suara bersama dengan subjeknya, sehingga membangkitkan sensasi realistis pada pemirsanya, seakan-akan mereka hadir di lokasi pemotretan.
"EOS-1D X" wajib dimiliki untuk karya saya. Kinerja continuous shooting yang istimewa pasti disambut baik apabila Anda memotret kereta api yang melaju pada kecepatan tinggi. Tidak hanya itu, kinerja ISO speed-nya yang tinggi, memungkinkan gambar ditangkap secara jelas, meskipun cahayanya tidak mencukupi. Dilengkapi dengan pegangan, operabilitas, dan fungsionalitas tanpa cela, bagaimanapun, EOS-1D X adalah kamera yang sempurna.
"EF16-35mm f/2.8L II USM" adalah lensa yang paling banyak saya gunakan. Dengan mempertahankan nilai aperture f/2.8 pada seluruh kisaran zoom, lensa L ini mampu mengeluarkan daya penyelesaian kamera full-frame resolusi tinggi. Ini merupakan barang penting untuk bidikan lanskap yang menampilkan kereta api.
Salah satu favorit saya adalah "EF70-200mm f/2.8L IS II USM, serba guna" yang bisa digunakan untuk menangkap bentuk, lanskap, bidik langsung, atau menciptakan dampak yang kuat. Selain kualitas gambarnya yang tinggi fitur IS juga menawarkan dukungan yang melegakan untuk fotografi genggam. Dengan kilauan dan ghosting minimal, lensa ini menghasilkan foto yang bersih, terkontras baik, bahkan ketika Anda memotret dalam kondisi cahaya latar.
Fungsi kamera yang kerap saya gunakan adalah "ISO expansion." Ketika mengambil bidikan pan di lingkungan yang cerah, misalnya, saya akan menurunkan ISO speed ke "L" untuk memperlambat shutter speed, nyaris tanpa melakukan stop down aperture. Sedangkan untuk membekukan gerakan kereta yang melaju pada malam hari, saya akan memilih "H" untuk menangkap bidikan pada shutter speed yang secepat mungkin.
Yuya Yamasaki
Lahir pada tahun 1970 di Hiroshima, Yamasaki adalah perwakilan "Railman Photo Office," perpustakaan foto yang berspesialisasi dalam foto rel kereta api. Ia telah menghasilkan karya fotografis tentang rel kereta api, dari sudut yang tidak umum dengan kepekaannya yang unik.