Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

Memutuskan Gradasi Warna: Bunga Biru Dalam Balutan Bokeh di Padang Hijau Berembun

2022-07-06
0
13

Color grading atau gradasi warna adalah salah satu cara untuk memberikan sentuhan akhir pada sebuah foto sehingga benar-benar mencerminkan mood dan suasana yang ingin Anda ekspresikan. Pada saat yang sama, hal ini memerlukan uji-coba berkali-kali, sampai Anda mendapatkan hasil yang diinginkan. Untuk menghemat waktu, sebaiknya Anda belajar menganalisis apa yang perlu Anda lakukan! Yukie Wago menuntun kita selangkah demi selangkah tentang cara dia mewarnai gradasi salah satu gambar makro telefotonya yang menakjubkan dari bunga yang secara sengaja menempatkan bokeh nan indah pada latar belakang dan latar depan. Setiap gambar mungkin berbeda, tetapi ini bisa dianggap sebagai sesuatu yang membuka mata untuk belajar tentang detail yang diperhatikan oleh sang fotografer! (Dilaporkan oleh: Yukie Wago, Digital Camera Magazine)

EOS 6D/ EF300mm f/2.8L USM/ FL: 300mm/ Aperture-priority AE (f/2.8, 1/800 det., EV -0,7)/ ISO 100/ WB: Daylight
Tumbuhan: Grape hyacinth

Dalam artikel ini:

Selama membidik: Lakukan pembidikan yang akan memudahkan penyuntingan

Selama membidik: Lakukan pembidikan yang akan memudahkan penyuntingan

Ada kalanya, kita membidik dulu dan memikirkan cara menyuntingnya nanti. Tetapi, jika Anda membidik dengan sedikit mempertimbangkan gagasan umum tentang hasil akhir penampilan gambar Anda, mungkin akan membantu alur kerja Anda dan membuahkan hasil yang lebih baik. (Lihat contoh lain dalam artikel: Menangani Penerangan Alami: Telephoto Macro Bebungaan dalam Cahaya Larut Senja)

Foto ini menunjukkan grape hyacinths (muscari), yang mekar di awal musim semi. Gambar akhir yang saya bayangkan yaitu:
- Menekankan warna biru pada bunga
- Memiliki kualitas yang jernih dan berembun.

Tentu saja, gambar itu juga akan memiliki tampilan khas saya, yaitu mengelilingi subjek utama saya dengan bidikan bokeh yang indah dan membuai pada aperture terluas lensa telefoto—dalam hal ini, EF300mmf/2.8L USM.

Gambar sebelum disunting


3 hal yang saya perhatikan saat membidik

A: Memaksimalkan bokeh di semua elemen latar belakang kecuali subjek utama
Hal ini tidak hanya menghasilkan tampilan khas saya—memiliki bokeh yang halus dan lembut juga memastikan transisi yang mulus antar warna.

B: Hindari ledakan cahaya sorot
Ledakan cahaya sorot tidak akan menghasilkan gradasi warna yang baik, dan bahkan menimbulkan gangguan yang menyilaukan pada gambarnya.

C: Buatlah nada warna yang lebih konsisten dengan membatasi warna dalam bingkai
Untuk menekankan warna, Anda perlu menyatukan nada semua warna dalam bingkai sehingga konsisten dengan warna pilihan Anda. Ini lebih mudah dilakukan apabila warnanya hanya sedikit. Semakin banyak warna yang Anda miliki dalam bingkai, semakin tinggi kemungkinan bahwa sesuatu akan terlihat aneh dalam prosesnya.

Pada contoh di atas, saya menyesuaikan warna pada gambar sehingga semuanya memiliki nada yang sama. Ini lebih mudah dilakukan apabila warnanya hanya sedikit.

Dalam beberapa langkah berikutnya, saya akan berbagi tentang cara saya menggradasi warna pada gambar. Penyesuaian dilakukan dalam Adobe Lightroom, tetapi Anda seharusnya juga dapat menemukan alat serupa pada perangkat lunak penyuntingan gambar yang lain.

Langkah 1: Menghilangkan terpaan warna kuning

Langkah 1: Colour toning—menghilangkan terpaan warna kuning

Sebelum

Secercah rona kuning dapat membuat gambar terlihat keruh.

Sesudah

Setelah penyesuaian, gambar hanya memiliki dua nada warna: hijau dan biru.


i) Suhu warna: Cooler (Lebih Sejuk)

Untuk mengurangi terpaan warna kuning, dan membuat seluruh gambar terlihat lebih kebiru-biruan, saya menyesuaikan suhu warnanya sehingga tampak lebih sejuk.


ii) Kalibrasi: Mengurangi rona utama biru

Dalam penggambaran digital, warna diekspresikan dengan menggunakan kombinasi warna merah, hijau, dan biru dalam tiap piksel. Alat kalibrasi berfungsi pada tingkat paling mendasar dengan menyesuaikan kombinasi tersebut.

Di sini, di bawah ‘Blue Primary’, saya menggeser slider Hue (rona warna) ke kiri. Hal ini mengurangi warna ungu dalam gambar dan meningkatkan warna biru.

Penting: Jangan menggeser slider Callibration (Kalibrasi) terlalu banyak!
Pada tahap ini, kami hanya ingin memastikan bahwa semua warna pada gambar bernada kebiru-biruan. Sedikit penyesuaian untuk menghilangkan terpaan warna kuning seharusnya sudah cukup—penyesuaian yang terlalu besar akan memengaruhi langkah berikutnya.

Setelah penyesuaian pada Langkah 1, area yang memiliki terpaan warna kuning, sekarang terlihat lebih kebiru-biruan. Ini lebih baik, tetapi saya masih belum mencapai warna ideal saya!

Langkah 2: Penyesuaian HSL

Langkah 2: HSL—Sesuaikan warna hijau dan biru ke warna yang diinginkan


i) Penyesuaian rona

Salah satu bagian yang paling penting namun sulit dari gradasi warna adalah menyesuaikan warna dengan rona yang diinginkan. Jika Anda melakukannya secara berlebihan, hal itu dapat menyebabkan lompatan warna, memengaruhi kualitas gambar.

Pertama-tama, saya meninggikan tingkat rona hijau sehingga warna hijau dari dedaunan akan terlihat lebih kebiru-biruan. Selanjutnya, untuk membuat warna biru tampak lebih kuat, saya juga meningkatkan level warna aqua dan biru.

Penyesuaian ini tidak saja menghilangkan sisa warna kuning sepenuhnya pada gambar, tetapi juga menambahkan nada biru ke hijau. Tampilan keseluruhan mencapai kesan jernih dan lembap yang saya inginkan.

Sebelum

Sesudah

 

 

Saran Pro: Yang dianggap berlebihan itu seperti apa? — Menghindari lompatan warna

Apabila menggeserkan warna, perhatikan area dengan dua warna atau lebih. Jika Anda melakukan penyesuaian secara berlebihan, Anda akan mendapatkan lompatan warna, di mana warna yang awalnya tidak ada, akan muncul. Buat penyesuaian Anda secara lambat dan bertahap, lalu, terus memeriksa hasil yang tidak diinginkan.


Sebelum penyesuaian

Warna hijau di sini terlihat agak kabur.


Disesuaikan secara tepat

Menambahkan sedikit biru ke hijau akan membuat gambar tampak lebih jelas. Sebagian transisi berubah sedikit keabu-abuan, tetapi tidak terlalu jelas dan kami akan memperbaikinya di Langkah 3.


Berlebihan (lompatan warna)

Meninggikan tingkat rona biru melampaui titik tertentu menyebabkan garis abu-abu yang sangat jelas di sebagian area transisi.

Tepat

Menggeser terlalu jauh

Bokeh latar belakang di kedua gambar seakan lukisan cat air, tetapi yang di sebelah kanan terlihat kurang tercampur dengan baik karena lompatan warna.


ii) Penyesuaian saturasi

Sebelum menyesuaikan saturasi

Setelah menyesuaikan sehingga semua warna dalam gambar memiliki rona biru, keseluruhan gambar terlihat jauh lebih baik, tetapi subjek utama saya terlihat sedikit kabur. Ini diselesaikan dengan meningkatkan tingkat saturasi biru, yang meningkatkan warna biru grape hyacinths.

 

Sebelum

Sesudah

Saran: Jangan menaikkan tingkat saturasi terlalu banyak sehingga Anda kehilangan variasi halus dalam nuansa biru!


iii) Penyesuaian luminans

Menyeimbangkan nada dan membuatnya lebih seragam juga memengaruhi pencahayaan, yang, seperti halnya saturasi, menyebabkan subjek utama terlihat lebih kusam. Oleh karena itu, saya juga meningkatkan level biru luminans (luminance blues). Ini memberikan lebih banyak dimensi pada gambar secara keseluruhan dan membuat cahaya terlihat lebih jelas.

 

Sebelum

Meningkatkan saturasi akan membuat warna biru semakin pekat.

Sesudah

Setelah meningkatkan level biru luminans, warna biru terlihat lebih cerah dan jernih.

 

Saran: Meningkatkan luminans terlalu banyak dapat menyebabkan beberapa bagian menjadi pecah, jadi sesuaikan dengan hati-hati.

Langkah 3: Gradasi warna

Langkah 3: Gradasi warna—Mengubah warna hijau dalam bayangan menjadi biru

Setelah penyesuaian HSL, masih ada bagian gambar di mana hijau dan biru tidak menyatu dengan baik. Jadi, di panel Color Grading (Gradasi Warna), saya menambahkan warna biru ke bayangan dan meningkatkan saturasi.

Saya juga dapat menambahkan warna biru ke cahaya sorot, tetapi itu akan menggugurkan kejernihan yang dicapai saat saya menyesuaikan tingkat pencahayaan di Langkah 2. Oleh karena itu, saya tidak menambahkan warna biru dan hanya menyesuaikan bayangan.

 

Sebelum

Anda dapat melihat sebagian “tepi” yang mana warna hijau membaur ke dalam warna biru.

Sesudah

Setelah menambahkan warna biru ke bayangan, transisi menjadi lebih mulus.

 

 

Kesimpulan

Gradasi warna dapat membuat gambar Anda lebih menarik, dan setelah Anda mengetahui cara kerjanya, Anda dapat mengendalikan hasilnya melalui berbagai alat dalam perangkat lunak penyuntingan gambar. Foto bunga sangat cocok untuk gradasi warna, jadi, mengapa Anda tidak membidik beberapa foto, lalu mencoba membubuhkan gradasi warna pada gambar bunga tersebut?


Anda perlu lebih banyak ide tentang cara unik untuk memotret bunga, atau saran tentang fungsi kamera yang berguna? Lihat:
Fotografi Bunga: Teknik yang Berguna dan Berbagai Fitur Kamera
Teknik Fotografi Makro: Bunga dalam Tetesan Air
Teknik untuk Bidikan Dramatis Kelopak Bunga Saat Hujan
[Teknik Flash] Cara Menghasilkan Warna Dramatis dalam Cahaya Latar

Untuk tutorial lainnya dari Yukie Wago mengenai gayanya yang khas dalam fotografi alam, baca artikel berikut:
Seni di Balik Bidikan: Potret Bunga Makro nan Membuai
Cara Melakukan Bidikan yang Jitu: Burung Hijau Mungil di Antara Bokeh Merah Muda nan Indah

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Mengenai Penulis

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Yukie Wago

Bermukim di Fukuoka City, Prefektur Fukuoka, Yukie Wago mulai memotret dan melakukan syuting dengan kamera film dan kamera mainan. Perjalanan kariernya dalam memotret aneka bunga dan berbagai benda hidup diawali ketika ia mendapatkan kamera DSLR pertamanya. Semenjak itu, dia terkenal karena gayanya yang khas, yang melibatkan pemotretan dengan lensa telefoto sekaligus menyertakan cahaya dan bokeh secara sengaja, yang pada akhirnya menciptakan beragam gambar yang mengingatkan sejumlah adegan film tentang dongeng dan fantasi.

Instagram: @yukie_wago

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami