Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Teknik Astrofotografi dengan EOS R

Pencahayaan optimal untuk menangkap langit berbintang adalah sekitar empat juta kali pada hari yang cuacanya bersih dan cerah. Apabila Anda nyaris tidak bisa melihat keadaan di sekeliling Anda, akan sulit untuk menyusun bidikan dan fokus pada bintang, tetapi ternyata EOS R membuatnya sungguh mudah. Dalam artikel ini, kami berbagi sebagian saran dan gagasan tentang astrofotografi untuk dicoba dengan EOS R. (Dilaporkan oleh: Shigemi Numazawa (Digital Camera Magazine))

 

3 alasan, mengapa EOS R memang hebat untuk astrofotografi

1. Kalau Anda lebih memilih menggunakan viewfinder: EVF memungkinkan Anda "melihat" dan memfokus dalam gelap
Bagi mereka yang menyukai kesan pemotretan langsung melalui viewfinder, EVF memberikan opsi praktis untuk pemotretan dalam gelap. EVF menampilkan informasi yang sama seperti yang Anda lihat dalam Live View, dan bisa juga melakukan pratinjau pengaturan pencahayaan.

 

2. Apabila menggunakan Live View: Membidik lebih nyaman dengan layar LCD Vari-angle
Daripada terus-menerus menengadahkan kepala Anda ke atas untuk melihat layar LCD saat Anda mengarahkan kamera ke langit, Anda cukup memutar layarnya ke sudut paling nyaman, sehingga mengurangi rasa pegal pada leher Anda. 

 

3. Beban tripod lebih ringan
Untuk astrofotografi, Anda tentu menginginkan agar pengaturannya sekokoh mungkin. Semakin kecil dan semakin ringan bodi kamera EOS R, akan membantu menghasilkan keseimbangan yang lebih baik, meskipun dengan tripod yang lebih ringan.

 

Pemandangan 1: Menggunakan AF untuk menangkap lanskap bintang yang berkilauan

EOS R/ RF35mm f/1.8 Macro IS STM/ FL: 35mm/ Manual exposure (f/1.8, 1/20 det., EV±0)/ ISO 1600/ WB: 3900K
Perlengkapan ekstra: Filter halus

Pada bidikan ini yang diambil dalam keadaan langit gelap gulita di pegunungan, rasi bintang musim dingin, termasuk Orion dan Pleiades berkilau cerah. Fokus dilakukan dengan AF, dan titik fokus ditetapkan pada bintang dengan magnitudo 1 di Orion. Saya menggunakan filter halus untuk memburamkan cahaya bintang, yang membuat bintang gemintang terlihat lebih besar dan lebih cerah. Teknik ini kerap digunakan dalam astrofotografi.


Dengan EOS R, menggunakan MF tidak lagi merupakan satu-satunya opsi bagi Anda.

Cara biasa mengambil bidikan seperti yang di atas yaitu memperbesar tampilan Live View/EVF ke maksimum, kemudian memfokus dengan menggunakan MF. Namun demikian, ini bisa jadi sulit untuk mengenali fokus puncak dengan metode ini, dan saya yakin, banyak yang berpendapat bahwa mengendalikan lensa adalah hal yang menantang, khususnya dengan focusing ring stroke (pukulan cincin fokus) yang lebih pendek pada lensa terbaru.

Kemampuan pemfokusan rendah cahaya EOS R memungkinkannya menggunakan AF untuk menghasilkan fokus pada bintang gemintang. Ini lebih tepat daripada menemukan fokus secara kasat mata—satu-satunya prasyarat yaitu lensa cepat.

 

3 hal penting untuk lebih memudahkan AF pada bintang gemintang

1. Temukan bintang yang cerah untuk menetapkan fokusnya

Jika bintangnya cerah, AF seyogianya dapat menghasilkan fokus padanya, bahkan pada aperture maksimum f/2.8. Bintang gemintang bisa diklasifikasikan menurut magnitudonya. Semakin kecil angka magnitudonya, semakin cerah bintangnya.

Catatan: AF akan lebih sulit menghasilkan fokus pada bintang yang kemerahan daripada bintang lainnya dengan tingkat kecerahan yang sama.

Kecerahan (magnitudo) bintang di sekitar Orion

Magnitudo bintang yang berbeda-beda di Orion

 

Saya menggunakan panjang fokus Xxmm dan aperture maksimum saya adalah f/YY. AF saya berfungsi pada jenis bintang apa?

Tabel di bawah menunjukkan magnitudo bintang yang fokusnya dapat ditetapkan AF pada berbagai panjang fokus dan aperture maksimum, apabila filter halus dipasangkan ke lensa*.

Key: 〇 = Ya; × = Tidak; △ = Mungkin

Panjang Fokus Aperture Tampilan EVF/Live View Magnitudo bintang yang nyata terlihat
-1 0 1 2 3
16mm 2,8 Normal × × × × ×
10x perbesaran × × × ×
35mm 2,8 Normal × × × × ×
10x perbesaran × × × ×
24mm 1,4 Normal × × ×
10x perbesaran ×
35mm 1,8 Normal × ×
10x perbesaran × ×
50mm 1,2 Normal × ×
10x perbesaran

*Kemampuan untuk menghasilkan AF bergantung pada sejumlah faktor, seperti jenis filter halus yang digunakan, posisi pemasangannya dan kondisi atmosfer.

 

2. Gunakan lensa cepat

Semakin besar aperture maksimum lensa, semakin mudah AF menetapkan fokus pada bintang yang lebih gelap. Idealnya, aperture maksimum lensa seyogianya f/2.8 atau lebih cerah.

Jika Anda tidak dapat menghasilkan fokus pada salah satu bintang mana pun, tetapi ada cahaya lampu jalan yang terlihat dari kejauhan (berjarak beberapa ratus meter), pemfokusan pada cahaya itu bisa cukup efektif juga.

EOS R dengan EF16-35mm f/2.8L IS III USM

Baca tentang berbagai keuntungan menggunakan lensa f/1.4 untuk fotografi bintang dalam artikel:
Astrofotografi: Menangkap Langit Berbintang yang Jernih dengan Lensa f/1.4

 

3. Untuk lebih memudahkan pemfokusan, perbesar gambar pratinjau EVF

Layar sentuh EOS R memungkinkan Anda untuk hanya mengetuk pada bintang yang cerah untuk menetapkan area AF di sekitarnya. Memperbesar area fokus ini, membantu membuat pemfokusan lebih akurat. Semakin tinggi perbesaran tampilan, semakin mudah menghasilkan fokus, jadi gunakan perbesaran tertinggi (10x) bilamana memungkinkan.

Bingkai AF tanpa perbesaran

Tampilan normal

Bingkai AF dengan 10x perbesaran

10x perbesaran


Saran: Untuk secepatnya memperbesar tampilan Anda, sesuaikan tombol Anda
Saya menetapkan fungsi Magnify/Reduce (Perbesar/Perkecil) ke tombol AE Lock (Kunci AE), yang kebetulan menjadi salah satu tombol paling mudah dijangkau pada EOS R. Hal ini memungkinkan Anda untuk melakukan toggle (silih-berganti) on/off (hidup/mati) perbesaran 10x hanya dengan menekan satu tombol.

 

Pemandangan 2: Menggunakan jejak bintang untuk mengekspresikan alur waktu

Jejak bintang

EOS R/ EF16-35mm f/2.8L III USM / FL: 16mm/ Manual (f/2.8, 30 det. x 30 bidikan, EV±0)/ ISO 2500/ WB: 3700K

Jejak bintang adalah teknik populer lainnya untuk memotret langit berbintang. Pada EOS R, Anda bisa melakukannya dengan melakukan pemotretan beruntun dengan pelepasan kabel, kemudian menggabungkan bidikan yang dihasilkan.

Saran: Bidik lebih lama untuk mendapatkan gambar yang lebih baik
Kalau durasi pemotretan Anda terlalu singkat, jejak bintang akan kurang jelas. Pada lensa sudut lebar, Anda sebaiknya membidik minimal selama 20 menit. Untuk hasil yang dramatis, bidik sekurang-kurangnya selama 1 jam.

Canon EOS R dengan Remote Switch RS-60E

Pelepasan kabel dengan mekanisme kunci rana, seperti Remote Switch RS-60E, tetap menjaga tombol pelepasan rana terkunci untuk bidikan pencahayaan lama yang beruntun.

 

Jejak bintang dengan EOS R

EOS R/ EF16-35mm f/2.8L III USM / FL: 16mm/ Manual (f/2.8, 30 det. x 53 bidikan, EV±0)/ ISO 2500/ WB: 3900K

 

2 langkah untuk menciptakan jejak bintang yang menakjubkan

1. Pastikan pengaturan kamera Anda memungkinkan jejak bintang yang tidak terputus

- Tetapkan drive mode ke “H” (pemotretan beruntun Kecepatan Tinggi).
- Tetapkan Long Exposure Noise Reduction (Pengurangan Noise Pencahayaan Lama) ke “Off” (Mati), karena pemrosesan pengurangan noise bisa menyebabkan jeda di antara pencahayaan.

Menu Drive mode Quick Control

Tetapkan drive mode ke “H”

Menu pengaturan Long Exposure Noise (Pengurangan Noise Pencahayaan Lama)

Tetapkan Long exp. noise reduction ke “Off”

 

2. Ciptakan jejak bintang dengan menggabungkan beberapa gambar dengan program perangkat lunak

Jejak bintang bisa diciptakan hanya dengan menggabungkan area gambar yang cerah. Hal ini bisa dengan mudah dilakukan dengan menggunakan program perangkat lunak spesial, seperti StarStaX (Versi Inggris) (perangkat lunak gratis yang kompatibel dengan Windows dan Mac).

Bidikan layar dari StarStaX

 

Berikut ini ada sesuatu yang lain, yang bisa Anda coba untuk menciptakan jejak bintang dengan suatu perbedaan:
Seni Shutter Lambat: Menggunakan Zoom Burst untuk Mengubah Bintang Gemintang di Langit menjadi Hujan Meteor

Untuk saran lainnya mengenai astrofotografi, bacalah:
Pengenalan terhadap Astrofotografi - Panduan bagi Pemula
Astrofotografi: Apa yang Harus Dihindari Saat Memotret Bintang

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Shigemi Numazawa

Shigemi Numazawa

Lahir pada tahun 1958 di Niigata, Numazawa mengkhususkan diri dalam astrofotografi dan ilustrasi astronomi. Selama ini ia telah banyak terlibat dalam proyek program TV terkait ilmiah dari NHK. Ia juga diangkat sebagai fotografer untuk National Geographic Tour dan penerima Good Life Award yang dipersembahkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (Jepang).

http://www.jplnet.com/