Produk >> All Products

EOS R: Meluncur di Antara Kabut, Keringat, Senyuman dan Air Mata

Figure skating kerap membuat orang membayangkan sosok atlet yang mengenakan kostum indah, melakukan lompatan yang serba-sulit dan putaran yang rumit secara meyakinkan dan mudah. Tetapi, Duta Muda EOS Canon Malaysia, Annice Lyn, juga merupakan wanita fotografer pertama Malaysia yang terakreditasi untuk meliput acara Olimpiade Musim Dingin XXIII (PyeongChang 2018) punya kisah lain yang begitu melekat di hatinya sebagai mantan pemain figure skating dalam kejuaraan, dan ingin ia ceritakan. Dengan menenteng EOS R, Annice membawa kita ke balik layar, arena skating yang berkabut di malam hari, dan di sana terlihat sejumlah atlet yang sedang latihan, berupaya untuk mewujudkan impian mereka. (Foto oleh: Annice Lyn)

Sang pahlawan pemain figure skating

 

Suasana berkabut tidak menjadi halangan

Saat itu, hari sudah mencapai pukul 11 malam. Pada waktu ini, banyak kawula muda yang sedang istirahat di rumah atau berkumpul dengan teman mereka. Namun, Chew Kai Xiang dan Aina Sorfina, dua pemain figure skating nasional Malaysia, harus kerja keras, latihan di Malaysia Ice Skating Stadium.

Di negara tropis seperti Malaysia, fasilitas pelatihan seukuran Olimpiade untuk olahraga musim dingin, seperti figure skating, memang jarang. Ini berarti bahwa, “private ice time” untuk pelatihan kerap dilakukan larut malam, setelah mal perbelanjaan, tempat lokasi arena latihan, ditutup. Pendingin udara pun sudah dimatikan, yang menyebabkan kabut memenuhi seluruh arena es. Sulit untuk melihat, dan bahkan lebih sulit lagi untuk menetapkan fokus sewaktu melakukan pemotretan. Tetapi hal ini tidak menyurutkan hati para pemain skating, maupun sang fotografer, Annice Lyn.

Mengikat tali sepatu <i>ice skates</i>

EOS R/ EF70-200mm f/2.8L IS III USM/ FL: 88mm/ Manual exposure (f/2.8, 1/100 det., EV±0)/ ISO 1000/ WB: Auto

Merapikan tali sepatu skating sebelum latihan, juga merupakan persiapan mental. Biasanya, pembidik viewfinder, Annice berpendapat bahwa layar putar-balik Vari-angle pada EOS R sungguh merupakan hal baru yang menyenangkan: “Saya dapat menjelajahi pembidikan dari perspektif yang berbeda-beda”.

 

“Tidak ada yang memperhatikan saat-saat yang mendebarkan sebelum berhasil meraih kemenangan dan ungkapan kebahagiaan yang berlangsung tiga menit”

Sebagai insan yang berharap dapat mengambil gambar yang menyampaikan kisah manusia dan “merayakan puncak prestasi kehidupan yang layak dilakukan”, Annice selalu ingin mengetahui subjeknya lebih dekat sebelum ia mulai memotret mereka. Meskipun Annice juga melakukan pemotretan untuk acara pernikahan dan beragam hal menarik terkait kemanusiaan, namun jelas bahwa olahraga—khususnya figure skating—memiliki tempat khusus di dalam hatinya.

Untuk rangkaian bidikan khusus ini (artikel ini menampilkan sebagian pilihan), Annice ingin mengabadikan citra pemain figure skating dengan cara yang tidak dapat dilakukan orang lain. “Sebagian besar foto figure skating menunjukkan hamparan es yang bersih, dengan para pemain figure skating memakai kostum lengkap, tampak percaya diri,” demikian Annice menceritakannya kepada kami. “Tetapi, yang tidak bisa dilihat oleh orang-orang yaitu saat yang tidak terlihat gemerlap, atau mengatasi kesulitan teknis yang berlangsung berjam-jam, yang harus mereka tanggulangi untuk tampil gemilang setiap kali, selama tiga menit di arena pertunjukan.”

Annice sendiri sangat tahu mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam olahraga figure skating. “Saya sendiri adalah mantan pemain figure skating. Saya tahu bagaimana frustrasinya dan perasaan putus asa kalau saya tidak bisa menguasai teknik putaran atau melompat. Tapi, tidak seorang pun yang bisa melihat saat kami merasa tidak berdaya dan patah semangat." 

Namun, keputusasaan ini—dan hasrat serta tekad untuk mengatasinya—sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup pemain ice-skating pada setiap kompetisi. Bagi kedua pemain muda ice skating di sini, mereka berharap bahwa perjalanan hidup mereka juga mencakup Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing.

Sorfina mendarat setelah melompat sewaktu pelatihan

EOS R/ EF70-200mm f/2.8L IS III USM/ FL: 165mm/ Manual exposure (f/2.8, 1/800 det., EV±0)/ ISO 4000/ WB: Auto

Keringat mengalir di dahi Aina saat mendarat sesudah melakukan lompatan. Hal pertama yang Annice lakukan pada EOS R yaitu, menyesuaikan control ring (cincin kontrol) pada Control Ring Mount Adapter EF-EOS R untuk mengontrol kecepatan ISO. Menurutnya, hal ini jauh lebih nyaman daripada mencari tombol ISO speed di bagian atas kamera DSLR. Adaptor dudukan, juga memungkinkannya menggunakan lensa EF70-200mm f/2.8L IS III USM yang ada dengan EOS R.

 

Aina Sorfina melakukan lompatan ganda sewaktu pelatihan

EOS R/ EF70-200mm f/2.8L IS III USM/ FL: 200mm/ Manual exposure (f/2.8, 1/3500 det., EV±0)/ ISO 3200/ WB: Auto

Memang sulit mendapatkan bidikan lompatan yang tepat, dan keadaan kabut membuat pemfokusan semakin sulit. Annice kaget mengetahui tentang kecepatan dan ketepatan sistem Dual Pixel CMOS AF EOS R, yang membantunya menghasilkan gambar yang tajam pada foto Aina saat melakukan lompatan ganda dengan pemotretan beruntun. Annice menyesuaikan multi-function bar (bilah multifungsi) agar mudah mengakses fitur pemilihan titik AF, sehingga ia dapat secara cepat dan mudah mengubah metode AF. Untuk pemandangan ini, Annice terutama menggunakan Zone AF atau salah satu dari dua mode area Expand AF (Perluasan AF) yang baru. Annice juga mendapatkan, bahwa Touch & Drag AF, secara khusus membantu saat ia membidik adegan lompatan ganda dan lompatan tiga kali, serta camel spin.

 

“Kelak, jika mereka tampil di Olimpiade, semoga gambar-gambar ini akan mengingatkan mereka mengenai perjalanan kemajuan mereka dan jerih-payah mereka untuk sampai ke sini”

Kemampuan penghayatan secara dekat dan pribadi dengan para pemain figure skating serta menyaksikan saat keputusasaan melanda para pemain ini, dirasakan oleh Annice sebagai suatu keistimewaan yang membuat pekerjaannya sebagai seorang fotografer, sangat memberikan kepuasan batin. Annice berharap dapat mendokumentasikan suatu perjalanan kehidupan insani yang begitu nyata: “Kelak, jika mereka tampil di Olimpiade, semoga gambar-gambar ini akan mengingatkan mereka mengenai perjalanan kemajuan mereka dan jerih-payah mereka untuk sampai ke sini”.

Chew Kai Xiang tersenyum saat pelatihan

EOS R/ EF70-200mm f/2.8L IS III USM/ FL: 100mm/ Manual exposure (f/2.8, 1/800 det., EV±0)/ ISO 1600/ WB: Auto

Akhir masa pelatihan yang luar biasa. Memang harus banyak kerja keras dan mengalami berbagai keadaan yang membuat frustrasi, tetapi ada juga hal yang menyenangkan para pemain figure skating dan mereka saling menyemangati. Chew Kai Xiang melihat layar raksasa di arena, wajah penuh harapan, menjelang ISU Junior Grand Prix—dan mungkin juga, Olimpiade 2022.

 

EOS R: Sangat bagus untuk beragam pemandangan

Sang gadis kecil di ruangan yang hangus setelah kebakaran yang melanda panti asuhan

EOS R/ RF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 24mm/ Manual exposure (f/4, 1/200 det., EV±0)/ ISO 5000/ WB: Auto

Annice Lyn juga melakukan fotografi kemanusiaan untuk tujuan amal. Mengunjungi tempat kejadian kebakaran di sebuah panti asuhan yatim-piatu (syukur hanya ruang ini yang hangus dan tidak ada yang cedera), Annice merasa terpanggil untuk mengambil foto gadis cilik yang selalu mengikutnya ke mana-mana. Annice sangat kagum dengan kemampuan bidikan rendah cahaya EOS R: Meskipun suasananya gelap gulita, namun penglihatan melalui EVF terlihat jelas. Hal ini memungkinkannya melakukan pratinjau dan mengubah pengaturan pencahayaan untuk menangkap esensi suasana kebakaran secara cepat, sebelum bau hangus dari kebakaran menjadi tidak tertahankan.

 

Klik di sini untuk mengetahui selengkapnya tentang EOS R

Untuk artikel lainnya mengenai EOS R, bacalah:
EOS R: Menangkap Momen yang Memikat dalam Fotografi Berkuda


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Annice Lyn

Annice Lyn

Mantan pemain figure skating, Annice Lyn telah mengembangkan hasratnya terhadap fotografi sembari meraih gelar sarjananya dalam bidang arsitektur. Dia berpendapat bahwa seni fotografi mampu mangartikulasikan dan menuangkan berbagai fragmen waktu ke dalam pencitraan yang abadi. Wanita fotografer pertama yang berkedudukan di Malaysia, yang terakreditasi untuk meliput Olimpiade Olahraga Musim Dingin XXIII (PyeongChang 2018). Hasil karyanya telah terambil oleh Associated Press, AFP, Washington Post, USA Today dan berbagai platform berita online, baik secara lokal & internasional.  Sekarang, sebagai Duta Remaja Canon Malaysia EOS, dia ingin mendokumentasikan secara visual, terutama minatnya dalam bidang fotografi kemanusiaan, olahraga, dan karya seni visual yang disampaikan pada platform Anntopia miliknya.

Situs web: www.anntopia.net
Instagram: @annicelyn (Pribadi), @sportsbyannicelyn (Olahraga), @anntopia (Visual Arts)
Facebook: http://www.facebook.com/byanntopia