Produk

[Bagian 1] Kisah PowerShot G1 X Mark II – Pengembangan & Perencanaan

Flagship PowerShot G series, PowerShot G1 X Mark II memulai penampilan perdananya. Sarat dengan teknologi canggih terbaru Canon, mari kita simak dari empat artikel serial, bagaimana para pengembang model ini bergulat melalui tantangan. Bagian 1 mengulas soal “Pengembangan & Perencanaan”. Di bagian ini diuraikan mengenai konsep dan spesifikasi model PowerShot unggulan ini.

(Dari kiri)Kanji Tsuji, Ketua Pengembangan, Pengoperasian Produk Komunikasi Gambar, Pusat Pengembangan ICP 3, Senior Engineer / Akiyoshi Ishii, Perencanaan produk, Pengoperasian Produk Komunikasi Gambar, Pusat Pengembangan, Perencanaan Produk ICP 3 Dept. 2

Kisaran maksimal pemotretan dengan satu kamera.

― Sejak PowerShot G1 X diperkenalkan, hampir dua tahun telah berlalu, dan G1 X Mark II yang sudah lama dinantikan, diperkenalkan. Apakah konsep kamera ini?

Ishii G1 X Mark II adalah model yang mengutamakan kualitas gambar terunggul sebagai penerus model flagship PowerShot series dari Canon. Sarat dengan teknologi unggulan Canon yang ada sekarang, kami bertujuan memperoleh model serba bisa yang dapat menangani segala macam pemandangan/skenario. Contohnya, dengan menekan pembesaran zoom, hal ini akan memungkinkan membuat ukuran kerangka yang lebih kecil, namun demikian, kami berupaya untuk tidak melakukan penghilangan tersebut. Focal length 24 – 120mm (setara dengan format 35mm) memperoleh kisaran yang lebih luas daripada model G1 X terdahulu, dan tidak hanya memiliki focal length yang efektif, tetapi juga segala macam performa optik, seperti f/number, dan performa makro yang telah meningkatkan spesifikasinya.

PowerShot G1 X Mark II

Aperture maks. lensa: f/2.0 (W) - f/3.9 (T)
Focal length lensa: 24mm (W) – 120mm (T)*1
Jarak pemfokusan minimum: 5cm
Jenis sensor gambar: Sensor COMS 1,5" *2
Image Processor: DIGIC 6

*1 Setara film 35 mm
*2 Total pixel : Kira-kira 15,0 Megapixel, pixel efektif: Kira-kira 12,8 Megapixel (3:2)

Klik di sini untuk spesifikasi terperinci

Tsuji Sebaliknya, kami juga berhasil mengatasi sebagian titik lemah G1 X. Hasil dari permasalahan yang muncul ke permukaan, sementara mengumpulkan umpan-balik dari para fotografer dan hasil survei dari pengguna, kami memperbaiki segalanya dengan masukan dari perencanaan produk. Banyak sekali permintaan mengenai kinerja makro, dan kami memperbaiki jarak pemfokusan minimum, dari 20 cm ke 5 cm. Autofocus juga kira-kira dua kali lebih cepat dengan memperbaiki optik dan sensor. Dimulai dengan optik, khususnya penyesuaian yang sulit, perlu dilakukan, tetapi, seandainya kami tidak dapat mencapai yang ideal, yang telah diajukan, kami tidak akan mungkin bisa menyebut ini sebagai model flagship, jadi dengan antusias kami menanggulangi pengembangannya. Hasilnya, kami mencapai kisaran pemotretan yang tidak mungkin bisa diperoleh dengan SLR, dengan hanya satu lensa yang dapat dipertukarkan (tukar-pasang).

― Dibandingkan dengan PowerShot G1 X, terdapat perubahan besar pada spesifikasinya, seperti EVF, dan dual control rings. Dapatkah Anda ceritakan, apa yang Anda tuju?

Ishii Sesuai janji, G1 X Mark II dikembangkan dengan penekanan yang signifikan pada daya pengoperasiannya. Kami khususnya menyadari soal operabilitas kamera dengan pemotretan berbasis viewfinder. Sering kami mendengar dari fotografer pro bahwa mereka dapat berkonsentrasi pada komposisi, dan momen pemotretan ketika melihat melalui viewfinder.

Sampai sekarang, G series sudah diperlengkapi dengan viewfinder optik, namun demikian, keringkasannya berbeda dari SLR, dan ketidaksamaan itu akan selalu terjadi lantaran konstruksinya. Juga ada masalah vignetting bidang penglihatan yang terjadi akibat barel lensa, dan viewfinder optik tidak serta-merta menggiring ke kepuasan pelanggan. EVF adalah fitur yang diperkenalkan untuk menyelesaikan masalah ini. Fitur ini menawarkan 100% cakupan, dan karena EVF dapat menampilkan berbagai informasi pemotretan, kami yakin bahwa ini adalah fitur optimum untuk daya pengoperasian yang ditetapkan untuk dicapai G1 X Mark II.

Jadi, dengan pemotretan sambil memikirkan untuk melihat melalui EVF, akan lebih mudah membidik jika kontrol terpusat di sekitar lensa. Dual control ring (Ring kontrol ganda) adalah kontrol yang direncanakan berdasarkan pada konteks ini.

Ring di bagian belakang adalah "ring klik" yang dapat mengubah parameter exposure, dan nilai Tv, Av dengan peningkatan setiap kali mengeklik, dan ring depan adalah “ring mulus” yang bergerak secara mulus, yang memungkinkannya mencapai penyesuaian kecil, seperti fokus.

Khususnya untuk fokus, dalam kombinasi dengan fokus manual full-time setara EOS, yang disertakan kali ini, daya pengoperasiannya mendekati yang sudah dicapai SLR.

Tsuji Karena EVF merupakan eksperimen yang sama sekali baru yang belum pernah ada pada kamera digital ringkas Canon, ini cukup menantang. Pertama-tama, kami menyadari untuk tidak merusak ukurannya yang merupakan keunggulan kamera ringkas. Pada tahap purwarupa, bentuknya memang besar, tetapi melalui uji-coba yang berulang kali, kami membuatnya lebih kecil sementara mempertahankan performanya. Dan, meskipun ini adalah EVF, divisi perancangan optik mencurahkan seluruh perhatian hingga hal-hal yang rinci, selama pengembangan. Penekanan khususnya pada tilikan melalui viewfinder.

Dual control ring juga merupakan upaya baru, dan banyak elemen baru seperti ini yang merupakan fitur PowerShot G1 X Mark II. Pada awalnya, kemungkinan secara teknis untuk memasang dua ring ke barel, tidak dapat divisualisasikan, jadi ada semacam penolakan di divisi pengembangan, namun begitu, setelah berulang kali melakukan uji-coba dan bekerja sama dengan divisi perancangan demi mendapatkan perbedaan dalam nuansa pengoperasian di antara tiap ring.

― Apa alasan untuk mengubah, dari LCD vari-angle ke LCD tilt-type (tipe miring)?

Ishii Pengubahan dari LCD vari-angle ke LCD tilt-type adalah hasil dari upaya memperoleh daya pengoperasiannya. Dengan LCD vari-angle, tangan kiri Anda akan membentur panel LCD sewaktu pengoperasian ring. Hasilnya, kami tidak menerapkan metode vari-angle, tapi kali ini kami memilih LCD tilt-type yang memungkinkan kisaran luas sudut pemotretan, yaitu 180 derajat ke atas, dan 45 derajat ke bawah. Selain itu, ketika melakukan pemotretan dengan pegangan horizontal, dengan tidak adanya pergeseran poros axis pada LCD merupakan keunggulan tilt-type. Anda akan dapat membuat komposisi yang bahkan lebih alami.

― Pengalaman seperti apakah yang Anda inginkan bagi pengguna G1 X Mark II?

Tsuji Focal length pada wide-angle maksimum, dan telefoto maksimum telah meningkat, dan f/number lebih cerah. Karena ini dapat digunakan dalam pemandangan/skenario apa pun, kami ingin pengguna membawanya ke lokasi mana saja, dan menggunakannya sebanyak mungkin. Selain performa optik yang tinggi, terdapat banyak fungsi yang sudah dicapai pada kamera ini, tetapi kualitas gambarnya yang layak disebutkan secara khusus. Saya akan senang jika pengguna mengambil foto dan terkesan dengan kualitas hasil akhirnya.

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

Win an EOS M100

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.