Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Teknik untuk Mengatur Pose dan Mengarahkan Subjek Potret

Fotografi potret wajah adalah seni mengekspresikan kepribadian subjek dalam gambar diam. Hal ini ternyata bisa sulit—coba ingat-ingat kembali semua bidikan yang Anda ambil, dan orang yang Anda bidik tampak kaku atau canggung. Langkah pertama untuk menunjukkan kepribadian seseorang adalah melalui pose. Pasti ada buku yang seluruhnya mengupas tentang hal itu, tetapi dalam artikel ini, kami akan berbagi satu konsep dasar di balik seni berpose—garis tubuh manusia dan cara memotretnya dalam cara yang menyanjung. (Dilaporkan oleh Oliya T. Yabuta, Model: Nozomi Inoue)

Model berpose (atas)

 

1. Pose duduk

 

Ideal (Teknik diterapkan)
Garis bentuk bagian atas sang model, digambarkan secara jelas.

 

Pose duduk (bagus)

Tidak ideal (Teknik ditetapkan secara keliru)
Lengan sang model mengaburkan bagian tubuhnya, sehingga membuatnya terlihat lebih lebar. Sang model memalingkan wajahnya dari sumber cahaya yang menyebabkan wajahnya diselimuti bayangan.

Pose duduk (contoh negatif)
 

EOS 77D/ EF-S18-135mm f/3.5-5.6 IS USM/ FL: 24mm (setara 38mm)/ Manual exposure (f/4, 1/200 det.)/ ISO 400/ WB: Auto

 

Deskripsi pose

Pose duduk: diagram

Kiri: Ideal, Kanan: Tidak begitu ideal

 

Apa yang salah dengan pose "Tidak begitu ideal" 

1. Lengan bawah menyembunyikan samping tubuh sang model. Anda tidak dapat melihat lekukan tubuh yang wajar, dan hal ini membuat sang model terlihat lebih lebar dari yang sesungguhnya. 

2. Lengan bawah membentuk garis vertikal yang membuat pose terlihat agak kaku dan canggung.

 

Cara memperbaikinya

1. Beri jarak antara lengan bawah dan tubuh. Dengan begitu, lekukan tubuh yang wajar dapat terlihat dan subjek terlihat lebih ramping. Pada contoh yang ‘Ideal’ di atas, hal ini membuat pinggang sang model terlihat lebih ramping. 

2. Pastikan garis yang dibuat lengan berada pada sudut tidak vertikal. Hal ini membuat gambar terlihat lebih dinamis dan wajar.

 

Untuk mencapai ini, minta model Anda untuk...

- Mengarahkan sudut tubuhnya ke sumber cahaya, supaya wajahnya tersinari dengan baik. 
- Menempatkan siku di atas meja, dan sekilas sentuhan tangannya pada sisi wajah mereka.
- Pindahkan lengan bawah sehingga garis pinggang tidak terhalangi.
- Busungkan dada (atau tarik bahu ke belakang) untuk membuat postur tubuh mereka terlihat lebih baik.
- Arah wajah mereka pada suatu sudut sedemikian rupa sehingga cahaya tidak langsung menimpanya.

Saran: Dengan memutar tubuhnya sedikit berpaling dari kamera akan membuat pinggang dan tubuh bagian atas semakin ramping. 

 

Kiat pro: Pastikan tubuh model tidak membentuk garis vertikal/horizontal 

Dalam komposisi visual, garis vertikal dan horizontal membantu menstabilkan bidikan. Namun demikian, apabila menyangkut soal berpose, garis tersebut bisa membuat tubuh manusia terlihat kaku dan canggung. Hindari garis vertikal maupun horizontal bilamana memungkinkan, khususnya jika Anda akan memamerkan lekukan yang feminin. Minta sang model untuk memelintir, menekuk, mengangkat atau memiringkan bagian tubuhnya jika diperlukan. Contohnya, untuk bidikan ‘Ideal’ seperti di atas, di samping mengarahkan lengan bawah, saya meminta sang model untuk sedikit memiringkan bagian atas tubuhnya ke arah kamera, yang menunjukkan kelembutan.

Konsep yang sama juga bisa diterapkan untuk bagian tubuh lainnya, misalnya tangan dan kaki. (Untuk kaki, lihat Teknik 2, di bawah.)

 

 

2. Pose bentuk huruf S: Menyanjung bentuk tubuh siapa pun

 

Ideal (Teknik diterapkan)
Kaki terlihat lebih panjang dan pinggang tampak ramping.

Pose bentuk huruf S (bagus)

Tidak ideal (Teknik tidak diterapkan)
Dibidik dari depan. Tidak terlalu menyanjung bentuk tubuh.

Pose berdiri yang canggung

 

EOS 77D/ EF-S18-135mm f/3.5-5.6 IS USM/ FL: 35mm (setara 56mm)/ Manual exposure (f/8, 1/125 det.)/ ISO 800/ WB: Auto

 

Deskripsi pose

Pose bentuk huruf S (diagram), Pose berdiri yang canggung (diagram)

Kiri: Gambar ideal, Kanan: Gambar tidak begitu ideal

 

Apa yang salah dengan pose "Tidak begitu ideal" 

1. Seluruh tubuh sang model menghadap langsung ke kamera. Ini tidak begitu bagus: Tubuh sang model tampak lebih besar apabila dilihat langsung dari depan.

2. Posenya terlihat kaku. Lengan sang model lurus di sampingnya, dan sang model pun berdiri dengan kedua lagi tegak lurus. (Ingat kembali ‘Kiat Pro’ mengenai cara menghindari garis horizontal dan vertikal)

 

Cara memperbaikinya

1. Minta sang model untuk sedikit berpaling dari kamera. (Sekitar 45° seharusnya mencukupi). Ini adalah aturan emas untuk terlihat lebih ramping dalam foto.

2. Minta sang model untuk sedikit mengangkat pinggul yang lebih dekat ke kamera. Hal ini tidak saja membuat kaki terlihat lebih panjang, namun ini juga membuat pose tampak lebih dinamis dengan mematahkan garis horizontal yang dibuat oleh tulang pinggul.

3. Minta sang model untuk memutarkan bahunya yang lebih dekat ke kamera agar sedikit condong ke depan. Hal ini membuat tubuh terlihat lebih pendek (dan perbandingan kaki yang lebih panjang), serta memiliki efek pinggang ramping.

 

Teknik bonus: 3 langkah sederhana menghasilkan gambar sempurna untuk pose bentuk huruf S

Pose bentuk huruf S yang menyanjung penampilan figur. Apabila tepat dilakukannya, subjek akan terlihat lebih tinggi dan semampai, dengan kaki yang lebih panjang dan pinggang lebih ramping. Namun demikian, kecuali Anda bekerja dengan model profesional, pose yang tepat, ternyata bisa lebih sulit diwujudkan daripada yang dibayangkan. Berikut ini teknik 3-langkah yang sederhana, tetapi pasti untuk mengarahkan siapa pun ke pose yang sempurna.

Pose bentuk huruf S dalam 3 langkah

1. Berdiri pada sudut 45° ke kamera
Berdiri pada sudut ini menegaskan lekukan dari dada hingga pinggul, serta garis rahang.

2. Geser seluruh berat ke kaki yang lebih jauh dari kamera
Agar pose bentuk huruf S terlihat bagus, seluruh berat tubuh harus bertumpu pada satu kaki. Untuk memastikannya, minta sang model mengangkat kaki yang lain. Ia seharusnya dapat dengan mudah melakukannya. Poros bahu dan pinggul akan dengan sendirinya bergeser untuk mempertahankan keseimbangan tubuh, sehingga seluruh tubuh membentuk garis huruf S.

3.  Jinjit telapak kaki depan
Jinjit ibu jari kaki di lantai, di depan kaki yang menyangga. Sang model seharusnya dapat melakukan ini dengan mudah tanpa kehilangan keseimbangan jika langkah 2 dilakukan secara benar. Setelah selesai, sang model bisa memalingkan wajahnya ke arah kamera.

 

3. Pose bentuk huruf K: Untuk ilusi dinamisme

 

Ideal (Teknik diterapkan)
Ada kesan, seakan-akan anggota tubuh sang model bergerak. Pose ini menciptakan kesan ketegangan pada latar belakang.
 

Pose bentuk huruf K (bagus)

Tidak begitu ideal (Teknik tidak diterapkan)
Garis vertikal yang diciptakan oleh pose menegaskan garis yang dibuat oleh bingkai jendela di latar belakang. Pose ini terlihat kaku dan seluruh gambar terkesan sangat tegang.

Pose vertikal dengan garis latar belakang vertikal
 

EOS 77D/ EF-S18-135mm f/3.5-5.6 IS USM/ FL: 42mm (setara 67mm)/ Manual exposure (f/4,5, 1/320 det.)/ ISO 400/ WB: Auto

 

Deskripsi pose

Pose bentuk huruf K (diagram), Pose tegak terhadap garis lurus

Kiri: Gambar ideal, Kanan: Gambar tidak begitu ideal

Apa yang salah dengan pose "Tidak begitu ideal"?

Sewaktu sang model memalingkan wajahnya sekitar 45° dari kamera, kepala dan tubuhnya bagian atas, masih membentuk garis vertikal. Ini ditegaskan lebih jauh lagi oleh garis vertikal dalam bingkai jendela. Semua ini mengalahkan lengkungan dalam gambar (seperti yang dibuat oleh garis dada), dan gambar yang dihasilkan terkesan kaku. 

 

Solusinya: Pose bentuk huruf K, regangkan sedapat Anda lakukan

Bertentangan dengan pose bentuk huruf S dan cara pose ini menegaskan lekukan lembut nan feminin, pose bentuk huruf K terkesan berani, terbuka dan dinamis.

Untuk menghasilkan bentuk yang diperlukan, sang model harus merentangkan kakinya dan membuka lengannya. Kuncinya yaitu, sang model melakukan regangan sedapat yang bisa ia lakukan: Dalam pose ini, hampir setiap bagian tubuhnya terentang, melengkung atau menekuk. Mungkin terkesan berlebihan, tetapi Anda tidak usah mencemaskan mengenai pose yang terlihat terlalu dibuat-buat: Ketegangan dari pose “berlebihan” menciptakan garis yang mengagumkan dan dinamis dalam gambar yang dihasilkannya.

Dengan segala kelantangan dan dinamisme, pose huruf K juga membantu menciptakan kontras dan tegangan visual dengan sekian banyak garis vertikal di latar belakang. Hal ini tidak hanya mempertegas lebih jauh garis tubuh, tetapi juga membuat gambar terlihat lebih menawan secara visual.

 

Untuk mencapai ini, minta model Anda untuk...

- Tumpukan seluruh berat pada satu kaki dan regangkan kaki yang lain sejauh mungkin.
- Jinjit jari kaki yang diregangkan. Putar seluruh kaki sehingga lutut menghadap ke kamera. Hal ini membuat kaki terlihat lebih panjang.
- Miringkan bagian tubuh sebelah atas, dari pinggang ke atas, searah dengan kaki yang diregangkan. Ini menciptakan garis yang apik.
- Regangkan leher ke arah yang berlawanan dari tubuh bagian atas. Ini membuat leher terlihat lebih panjang.
- Sentuh bahu dengan satu tangan dan/atau pinggang dengan tangan yang lain untuk menambahkan variasi pada pose.

 

Terakhir, jangan lupa bahwa komunikasi sangat penting. Subjek potret Anda juga manusia!

Selama memotret

Komunikasi sangat penting apabila Anda bekerja dengan seorang model. Subjek potret tidak tahu, bagaimana dia akan terlihat melalui viewfinder, jadi, pastikan Anda memberikan petunjuk secara detail.

Pada saat yang sama, penting juga untuk menjalin hubungan baik dengan subjek. Hal ini membantu membuat mereka santai dan terbuka, sehingga pada gilirannya akan menghasilkan foto potret wajah yang lebih baik. Berikut ini sebagian saran untuk melakukan itu.

1. Jangan mengkritik. Susun kalimat yang positif.
Meskipun pose mereka tidak terlihat bagus, Anda tidak perlu mencela mereka. Tetaplah bersikap tenang dan memandu mereka untuk memperbaiki pose. Selalu menyampaikannya dengan cara yang hormat.

2. Pujilah mereka sebanyak mungkin.
Setiap orang senang disanjung, bahkan untuk hal-hal yang sepele sekalipun. Lakukanlah sebanyak mungkin--ini membantu membuat suasana pemotretan lebih menyenangkan dan membangkitkan rasa percaya diri sang model.

3. Jika Anda ingin membidik saat mereka tersenyum, buatlah agar mereka tersenyum.
Jika ada ekspresi tertentu yang ingin Anda abadikan, cobalah membangkitkan emosi itu pada subjek melalui percakapan. Contohnya, jika Anda ingin membidik subjek yang tersenyum atau tertawa, Anda bisa menceritakan kisah yang lucu.

 

Ingin saran lainnya tentang pose? Fotografer pemenang penghargaan, Roberto Valenzuela berbagi tentang seni “pose tak kentara” dalam: 
3 Saran agar Kisah Pernikahan Anda Lebih Agung (dengan Bantuan EOS R)

 

Berbagai gagasan tentang cara menata gaya foto potret wajah, bacalah artikel berikut ini:
Galeri + Ulasan EOS M6: Memotret Wajah Wanita
4 Saran untuk Potret Keluarga Bahagia
3 Cara Untuk Menangkap Foto Kakak Beradik yang Menggemaskan
 

Untuk memperbaiki keterampilan fotografi Anda dalam potret wajah, bacalah artikel berikut ini:
3 Teknik Sanjungan untuk Dipelajari dari Model Profesional
Bagaimana Cara Menjadi Pacar Instagram yang Lebih Baik dan Menyempurnakan #OOTD Pacar Anda
Bagaimana Menangkap Potret Wajah Dengan Bokeh Latar Belakang Dalam Kondisi Cahaya Latar?
Langkah demi Langkah: Menangkap Potret Dramatis Menggunakan Cahaya Latar dari Cahaya Latar Jendela
2 Saran Sederhana Memotret Foto Anak-Anak di Dalam Ruangan, Indah dan Tidak Buram

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Oliya T. Yabuta

Oliya T. Yabuta

Sebelum menjadi fotografer potret wajah, Yabuta bekerja di perusahaan produksi program televisi, kemudian menangani iklan untuk produsen barang elektronik. Ia telah tampil di berbagai program televisi Jepang sebagai pakar tentang cara mengambil potret diri yang serba indah. Pada beberapa tahun belakangan ini, pendekatannya terhadap pengaturan pose model, yang didasarkan pada anatomi dan struktur tulang manusia, telah diterima dengan sangat baik. Bukunya mengenai pendekatan ini sudah dijual di berbagai negara.