Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

Panduan tentang Penumpukan Fokus untuk Foto Lanskap yang Super Tajam

2021-09-01
0
92
Dalam artikel ini:


EOS R, EF16-35mm f/2.8L III USM, f/11, ISO 100, 1/100s, 16mm 

Anda pernah mengalami masalah dalam mengambil foto lanskap dan Anda tidak bisa membuat latar depan dan latar belakang ada dalam fokus? Mungkin kondisi pencahayaannya tidak ideal dan Anda harus mengambil gambar pada aperture terlebar , menciptakan kedalaman bidang yang sempit yang membatasi area fokus. Atau mungkin elemen latar depan terlalu dekat dengan Anda dan tampak tidak fokus.

Jika Anda pernah menghadapi masalah ini dan ingin mengatasinya, maka artikel ini untuk Anda!

Dalam fotografi digital, ada metode yang disebut penumpukan fokus. Penumpukan fokus memungkinkan Anda untuk memadukan beberapa gambar yang diambil dari sudut yang sama tetapi dengan titik fokus yang berbeda, dan menggabungkannya menjadi satu foto, menghasilkan gambar yang sangat tajam dari latar depan hingga latar belakang

Sekarang setelah Anda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang apa itu gambar bertumpuk dan bagaimana penumpukan fokus menghasilkannya, mari kita lihat prosesnya.

 

Menumpuk fokus pada adegan yang tepat

EOS 5D Mark III, EF16-35mm f/2.8L II USM, f/16, ISO 100, 1/50s, 16mm 

Jika Anda sedang memotret dan ada elemen latar depan menarik yang dekat dengan Anda dan latar belakangnya berada jauh di belakang, Anda dapat mempertimbangkan untuk membuat gambar dengan fokus bertumpuk. Setelah Anda memutuskan bagaimana Anda ingin membingkai gambar, pasang kamera Anda pada tripod untuk hasil terbaik. Ini karena gambar bertumpuk memberikan hasil terbaik saat framingnya sama persis untuk semua bidikan.

 

Pengaturan kamera saat memotret

Setelah kamera Anda disetel dan Anda telah memilih komposisi terbaik untuk bidikan, pilih aperture optimal pada lensa Anda. Ini biasanya antara f/5.6 sampai f/11, tergantung pada lensa yang Anda gunakan. Namun, jika Anda dibatasi oleh kondisi pencahayaan, Anda mungkin perlu memotret pada aperture terlebar. Karena kedalaman bidang yang sempit, Anda mungkin perlu mengambil lebih banyak bidikan. 

Satu hal penting yang harus diingat adalah menjaga kecepatan rana, aperture, dan ISO Anda konstan selama pemotretan. Hal ini untuk mencegah perbedaan eksposur antar bidikan, yang dapat memengaruhi penggabungan gambar dalam pengolahan pasca pemotretan. 

Setel lensa Anda ke fokus manual, dan gunakan Focus Peaking pada LCD belakang untuk membantu Anda menentukan area mana yang menjadi fokus. Ambil bidikan pertama lalu sesuaikan fokus sedemikian rupa sehingga elemen berikutnya tajam sebelum mengambil bidikan berikutnya. Terus lakukan sampai subjek terjauh berada dalam fokus dan itu bisa menjadi bidikan terakhir Anda.

Di bawah ini adalah contoh bidikan di mana fokusnya berada pada area yang berbeda dalam foto. Dari kiri ke kanan: fokus ditandai dengan kotak merah untuk latar depan, latar tengah, dan latar belakang.

Tip: Ambil foto tanah atau tangan Anda sehingga Anda tahu di situlah rangkaian gambar berakhir. 

Untuk fotografer yang menggunakan sistem R, Anda juga dapat mengaktifkan Focus Bracketing. Saat fungsi ini diaktifkan, atur lensa Anda ke fokus otomatis. Kamera akan meningkatkan jarak fokusnya secara proporsional dengan jumlah bidikan yang telah Anda tetapkan. Ini akan menangkap subjek terdekat terlebih dahulu dan kemudian serangkaian foto pada jarak fokus yang berbeda dalam frame. Setelah semua foto diambil, Focus Bracketing akan mati secara otomatis. 

 

Menumpuk foto

Setelah Anda memuat gambar ke komputer Anda, Anda dapat menggunakan perangkat lunak pengeditan gambar seperti Canon Digital Photo Professional atau Adobe Photoshop untuk menumpuk dan memadukannya. 

Langkah 1: Di Adobe Photoshop, muat file ke dalam tumpukan



Tip: Pastikan untuk menyelaraskan gambar untuk penggabungan yang lebih halus!

 

Langkah 2: Fungsi Auto-Blend Layers

Karena setiap gambar akan muncul sebagai layer pada gambar, pilih semua layer gambar dan gunakan fungsi Auto-Blend Layers. Perangkat lunak akan menumpuk foto dan menutupi area yang tidak fokus di setiap gambar. 



 

Langkah 3: Tampilan akhir

Hasilnya adalah foto yang tajam dari latar depan hingga latar belakang. 


 

Berikut adalah beberapa contoh lain gambar dengan fokus bertumpuk:


EOS 5DS, EF16-35mm f/4L IS USM, f/11, ISO 100, 1/20s, 16mm 
 
EOS 5D Mark IV, EF24-70mm f/2.8L II USM, f/11, ISO 200, 1/30s, 31mm

Melihat hasil render pertama dari gambar bertumpuk di komputer Anda bisa sangat memuaskan. Namun seperti halnya teknik fotografi lainnya, membuat gambar dengan fokus bertumpuk yang bagus akan memerlukan latihan, jadi teruslah memotret dan bereksperimen dengan berbagai pengaturan untuk mencari tahu apa yang paling cocok untuk Anda!

Terima kasih kepada Edwin Martinez, yang menyumbangkan gambar-gambar indah yang digunakan dalam artikel ini.  

 

Untuk artikel serupa, silakan kunjungi:
2 Kiat Fotografi Lanskap yang Langsung Mengubah Penampilan Gambar di Tempat Pemotretan 
Mengapa EOS R5 menjadi Kamera Ideal Saya untuk Fotografi Lanskap 
3 Fitur Kamera untuk Memperbagus Bidikan Lanskap Menjadi Sempurna 

Mengenai Penulis

Edwin Martinez
Edwin Martinez dihormati secara luas sebagai salah satu fotografer lanskap yang terbaik di Filipina yang pernah ada. Pengalamannya yang luas dalam pemotretan tempat-tempat yang berbeda di negara asalnya dan luar negeri - di Islandia, Kanada, Amerika Barat, dan tempat lainnya - telah mengukuhkan keahlian Edwin di bidang fotografi. Dia adalah Duta Merek Canon Filipina, seorang fotografer galeri pro untuk Singh-Ray Filters dari Amerika, seorang kontributor petualang National Geographic dan secara konstan hadir dalam publikasi fotografi lokal dan internasional. Lebih lanjut, dia juga merupakan mitra utama dalam tur dan workshop nomor satu di fotografi Islandia, http://www.iceland-photo-tours.com. Edwin juga menjadi fasilitator dalam kursus fotografi lanskap perdana di Filipina, Chasing Light Workshop. Dia juga memimpin tur fotografi ke lokasi yang paling menantang dan menakjubkan di seluruh dunia. Edwin adalah pembicara dan instruktur yang paling dicari, dan juga memotret untuk beberapa perusahaan berprofil tinggi. Dia adalah inspirasi bagi fotografer generasi ini dan banyak yang menunggu foto-fotonya dari petualangan berikutnya.

https://www.facebook.com/EdwinMartinezPhotography
https://500px.com/EdwinMartinez
http://edwinmartinezphoto.com/

 

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami