Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

[Pelajaran 1] Cara Kerja Exposure

2014-04-17
4
6.75 k
Dalam artikel ini:

Exposure, yang merujuk ke kecerahan foto, ditentukan oleh interaksi bersama antara shutter dan aperture. Dapatkan pemahaman yang baik mengenai exposure untuk mengontrol hasil akhir gambar Anda. (Dilaporkan oleh: Ryosuke Takahashi)

Dasar-dasar Exposure

Jumlah exposure ditentukan oleh nilai aperture dan shutter speed

"Exposure" adalah istilah yang secara umum merujuk ke kecerahan foto. Kecerahan foto ditentukan oleh jumlah cahaya yang menimpa sensor gambar, sementara shutter dan aperture berfungsi sebagai katup untuk menyesuaikan jumlah cahaya. Seperti yang dikemukakan oleh "shutter speed", ini mengukur berapa lama "pintu" tetap terbuka untuk cahaya yang masuk. Sementara itu, "aperture" bisa dipahami sebagai indikasi, seberapa lebar "pintu" itu terbuka. Oleh karena itu jumlah cahaya yang terjadi bisa disesuaikan dengan mengontrol shutter speed dan aperture. Exposure yang tepat diperoleh melalui interaksi bersama antara kedua komponen ini. Meskipun jumlah kecerahan yang tepat dapat diperoleh dengan meningkatkan shutter speed untuk membuka aperture pada satu sisi, atau dengan memperlambat shutter speed untuk melakukan stop down aperture pada sisi lainnya, konsep “exposure” tetap sama persis dalam kedua kasus ini. Jika kita menggunakan maraton sebagai contoh, tanpa menghiraukan apakah pelari mencapai sasaran dengan berlari cepat atau lambat, jarak aktual yang ditempuhnya tetap tidak berubah.

Hubungan antara Shutter Speed & Aperture

Bagan di atas menunjukkan hubungan antara nilai aperture dan shutter speed. Sebagai contoh, jumlah kecerahan yang sama dapat diperoleh dalam foto, baik dengan membuka aperture untuk meningkatkan shutter speed, atau dengan melakukan stop down pada aperture untuk memperlambat shutter speed.

Memahami Apa yang Dimaksudkan Dengan Proper Exposure

Overexposed

Proper Exposure

Underexposed

Kecerahan sedap dipandang mata apabila proper exposure tercapai

”Proper exposure” merujuk ke tingkat kecerahan yang tepat untuk foto yang tampak sedap dipandang oleh mata pemirsanya. Definisi ini secara relatif kabur, dan sebagian besar bergantung pada apa yang diyakini fotografer sebagai tingkat kecerahan yang tepat. Dengan begitu, memang ada kisaran proper exposure yang secara wajar masuk ke dalam kurun kisarannya, kecuali sang fotografer mempercerah (atau mempergelap) gambar secara sengaja. Jika kecerahannya menyimpang cukup banyak dari kisaran ini, gambar yang dihasilkan akan menjadi overexposed (terlalu cerah), atau underexposed (terlalu gelap). Bahkan, meskipun kecerahan masuk dalam kisaran proper exposure, bisa saja sebagian gambar tampak sangat cerah atau gelap. Apabila sorotannya hilang sama sekali, fenomena ini dikenal dengan sebutan "blowout." Adapun area yang tampak gelap gulita dirujuk sebagai "black crush." Fenomena ini kemungkinan besar terjadi apabila exposure gambar secara keseluruhan terlalu jauh dari kisaran yang sesuai, sehingga penting untuk mempertahankan proper exposure sepanjang waktu ketika Anda mengambil bidikan. Lanjutkan penggunaan teknik ekspresi untuk secara sengaja mempercerah (high key) atau mempergelap (low key) gambar setelah Anda menguasai konsep proper exposure.

Contoh Blowout

Cahaya matahari yang terik direfleksikan dari tenda putih yang menyebabkan terjadi blowout. Untuk meredakan fenomena ini, cukup dengan cara mengurangi level exposure.

Contoh Black Crush

Kontras yang tinggi menyebabkan area bayangan tampak remuk. Namun demikian, dalam hal ini, harap diingat bahwa meningkatkan exposure dapat menyebabkan blowout pada sebagian area.

Ryosuke Takahashi

Lahir di Aichi tahun 1960, Takahashi memulai karier freelance pada tahun 1987 setelah bekerja pada studio foto iklan dan penerbit. Melakukan pemotretan untuk majalah besar, ia telah bepergian ke banyak penjuru dunia dari tempat kedudukannya di Jepang dan Tiongkok. Takahashi adalah anggota Japan Professional Photographers Society (JPS).

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami