Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

[Pelajaran 6] Fokus otomatis menggunakan Viewfinder

2014-07-17
10
25.15 k
Dalam artikel ini:

Pemfokusan adalah salah satu dasar dalam fotografi, dan menentukan hasil foto Anda. Mengatur fokus memang tidak sulit, tapi Anda disarankan untuk mendapatkan pemahaman sepenuhnya tentang dasar-dasarnya dan mempelajari cara mengatur fokus yang tepat melalui latihan. (Dilaporkan oleh: Ryosuke Takahashi)

Halaman: 1 2

Memahami Mekanisme untuk Melakukan Pemfokusan yang Tepat

Kebanyakan kamera SLR digital yang ada di pasar saat ini dipasangi mekanisme “autofocus (AF)”, fitur praktis yang memungkinkan fokus diperoleh hanya dengan menekan tombol shutter. Selanjutnya, fotografer juga harus punya "tujuan" yang jelas untuk menetapkan fokus, karena kamera tidak didesain untuk menetapkan fokus secara otomatis pada titik yang diinginkan dalam suatu gambar. Pemfokusan harus dilakukan dengan benar setelah memahami logika ini.

Titik AF / Titik untuk menetapkan fokus selama AF (pemfokusan otomatis)

Titik-titik di mana AF dapat ditetapkan diindikasikan oleh bingkai AF segi empat pada layar viewfinder. Dalam mode pemilihan otomatis, titik fokus yang diperoleh disinari warna merah dan terdengar bunyi “bip”. Anda juga dapat menetapkan fokus dengan memilih salah satu AF secara manual.

Tentukan tempat yang Anda inginkan untuk menetapkan fokus

[1] Arahkan kamera pada subjek lalu tekan tombol shutter separuh ke bawah

Setelah menekan tombol shutter separuh ke bawah, mekanisme autofocus diaktifkan, dan pemfokusan dimulai.

[2] Fokus jatuh bukan pada titik yang dituju

Terdengar bunyi “bip”, yang mengindikasikan bahwa fokus sudah diperoleh. Namun, dalam mode pemilihan titik auto AF, fokus secara otomatis jatuh pada subjek yang terdekat ke kamera.

[3] Tekan tombol pemilihan titik AF

Jika terdapat titik yang Anda inginkan untuk menetapkan fokus, tekan tombol pemilihan titik AF.

[4] Titik AF menyala merah

Sewaktu menekan tombol pemilihan titik AF, semua titik AF menyala merah.

[5] Putar Main Dial

Putar Main Dial untuk memilih salah satu titik AF yang disinari secara manual.

[6] Pindahkan bingkai AF

Sewaktu melihat melalui viewfinder, putar Main Dial untuk memindahkan bingkai AF merah, lalu berhenti pada posisi yang Anda inginkan untuk menetapkan fokus.

[7] Tekan lagi tombol shutter separuh ke bawah

Tekan lagi tombol shutter separuh ke bawah untuk menetapkan fokus Setelah mendengar bunyi “bip” dan memeriksa gambar viewfinder, tekan tombol shutter seluruhnya ke bawah untuk mengambil foto.

Memilih AF Mode Menurut Pergerakan Subjek

Apabila menggunakan AF untuk pemfokusan, yang penting Anda memilih mode paling sesuai menurut subjek yang ingin Anda tangkap. Seri EOS Canon menawarkan tiga jenis AF mode dengan mempertimbangkan faktor, seperti pergerakan dan kecepatan subjek.

Tekan tombol “Q” untuk menampilkan layar Quick Control. Pilih AF mode (pengaturan default: One Shot), lalu tekan lagi tombol “Q”.

Dalam One Shot AF mode, mekanisme fokus otomatis berhenti ketika fokus sudah ditetapkan pada objek tertentu, dan posisi fokus terpaku di situ untuk sementara. Ini adalah fitur serba guna yang cocok untuk subjek yang tidak banyak bergerak.

ONE SHOT

Dalam One Shot AF mode, mekanisme fokus otomatis berhenti ketika fokus sudah ditetapkan pada objek tertentu, dan posisi fokus terpaku di situ untuk sementara. Ini adalah fitur serba guna yang cocok untuk subjek yang tidak banyak bergerak.

Sesuai untuk

  • Potret
  • Lanskap

AI SERVO

AI Servo adalah AF mode yang mempertahankan fokus pada subjek secara otomatis ketika tombol shutter ditekan separuh ke bawah. Fitur ini sesuai untuk memotret objek yang bergerak dan mampu mempertahankan fokus pada subjek, bahkan jika objek itu mendekati kamera pada kecepatan tinggi.

Sesuai untuk

  • Olahraga
  • Hewan

AI FOCUS

Salah satu karakteristik AI Focus yaitu, beberapa titik AF digunakan secara serempak untuk pemfokusan. Selain itu, fitur ini secara otomatis beralih ke Al Servo menurut pergerakan subjek, dan karena itu berguna untuk subjek yang geraknya tidak dapat diprediksi.

Sesuai untuk

  • Fotografi jalanan
  • Anak-anak

Kembalikan ke pengaturan semula setelah Anda selesai

Setelah memotret dengan menggunakan titik AF yang dipilih secara manual, jangan lupa untuk mengembalikan pengaturan pemilihan titik AF ke pengaturan semula. Semua titik AF harus menyala apabila berada di posisi pemilihan otomatis. Menyejajarkan titik AF yang dipilih secara manual ke bagian tengah bisa membantu mengurangi kerepotan ketika Anda melakukan bidikan berikutnya. Namun begitu, Anda dapat memilih posisi asal menurut preferensi Anda.

Setelah titik AF dipilih, Anda dapat beralih ke titik AF yang lain dengan memutar Main Dial.

Posisi semua titik AF yang disinari adalah posisi pemilihan titik auto AF.

Ryosuke Takahashi

Lahir di Aichi tahun 1960, Takahashi memulai karier freelance pada tahun 1987 setelah bekerja pada studio foto iklan dan penerbit. Melakukan pemotretan untuk majalah besar, ia telah bepergian ke banyak penjuru dunia dari tempat kedudukannya di Jepang dan Tiongkok. Takahashi adalah anggota Japan Professional Photographers Society (JPS).

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami