Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial Dasar-dasar Videografi- Part1

Dasar-dasar Videografi: 7 Pengaturan Kamera yang Mendasar untuk Mengecek dan Menetapkan

2024-02-09
0
1.46 k

Jadi, Anda memutuskan untuk mengambil langkah besar berikutnya dalam perjalanan kreasi konten/pembuatan film: keluar dari mode Otomatis. Pilihan keputusan yang bagus—Anda meningkatkan keterampilan untuk lebih dapat mengontrol kreativitas. Berikut panduan mengenai beberapa pengaturan dasar untuk mengecek dan mengubah pengaturan sebelum Anda memulai, bahkan jika Anda sudah berpengalaman melakukan pengaturan manual untuk fotografi diam (still photography). Peringatan bocoran: Video membuka potensi ekstra dalam beberapa pengaturan fotografi diam (still photography) yang umum!

Dalam artikel ini:

1. Resolusi Video

1. Resolusi Video: 4K atau Full HD?

Pengaturan resolusi video menentukan resolusi piksel (ukuran) video dan seberapa banyak detail yang dapat ditunjukkannya. Meskipun kamera Anda dapat memberikan berbagai opsi lainnya, tetapi, pilihan yang mungkin paling sering Anda akan lakukan yaitu, antara 4K UHD (3840 x2160) dan Full HD (1920 x 1080).

Sejumlah hal untuk dipertimbangkan apabila memutuskan resolusi video:
- Di mana dan bagaimana footage akan digunakan?
- Apakah Anda ingin lebih fleksibel untuk memotong dan memperbesar footage?
- Apakah Anda membiarkan kamera untuk merekam atau mensyut klip film pendek?
- Sumber daya, misalnya ruang penyimpanan, daya pemrosesan, dan bandwidth data.

4K:
- Memiliki lebih banyak data, lebih fleksibel selama pascaproduksi.
- Memiliki ukuran file yang lebih besar.

Full HD (“1080p”):
- Tidak cukup untuk sebagian besar penggunaan, termasuk media sosial.
- Memiliki ukuran file yang lebih kecil.
- Memerlukan lebih sedikit sumber daya.

Pelajari lebih lanjut mengenai resolusi video yang berbeda-beda dalam artikel:
FAQ Videografi: Apakah 8K, 4K, dan Full HD itu? Bagaimana Menggunakannya?

2. Frame rate (Laju bingkai)

2. Frame rates: Berapa jumlah bingkai per detik?

Pada umumnya, laju bingkai yang lebih tinggi mencuplik gerakan lebih lancar. Laju bingkai yang paling umum adalah 24 fps, yang merupakan standar industri sinema, dan 30 fps. Namun demikian, laju bingkai ini bergantung pada proyeknya. Di samping estetika, Anda juga harus mempertimbangkan:

- Delivery platform: Untuk video, ini berarti siaran atau proyeksi TV, dan di situlah perbedaan antara sistem PAL dan NTSC (lihat poin 3) menjadi penting. Pengaturan PAL/NTSC akan memengaruhi laju bingkai (frame rate) yang tersedia. Selain itu, sebagian perangkat atau perangkat lunak pemutaran (playback), mungkin tidak mendukung kecepatan laju bingkai yang lebih tinggi daripada 30 fps.

- Apakah footage rekaman Anda akan digabungkan dengan rekaman lain sebagai bagian dari urutan yang lebih besar?: Jika demikian, semua footage rekaman dalam urutan, idealnya direkam dengan kecepatan laju bingkai yang sama. Meskipun kecepatan laju bingkai dapat disesuaikan pada pascaproduksi, perubahan drastis akan memberikan hasil yang tidak stabil.


Menonton: 30 fps vs. 60 fps

 

Kedua video direkam dengan kecepatan rana 1/30 detik untuk meminimalkan gangguan. Kincir angin tampak berputar lebih mulus di video 60 fps. (Catatan: Untuk video 60 fps, harap pastikan bahwa ”1080p60” atau ”720p60” dipilih dalam pengaturan video.)


Pahami hal ini (1): Common frame rates (Laju bingkai umum)

24 fps adalah standar industri untuk sinema. Banyak pembuat film merasa bahwa ini membuat gerakan terlihat lebih wajar.

25 fps adalah standar laju bingkai industri penyiaran untuk sejumlah negara yang menggunakan sistem PAL. Ini termasuk banyak negara di Eropa dan Asia.

30 fps pada umumnya digunakan untuk penyiaran berita langsung (live) di sejumlah negara yang menggunakan sistem NTSC. Dewasa ini, sistem ini juga sering digunakan untuk video online dan streaming.

50 fps atau 60 fps: Jika Anda merekam aksi gerakan yang cepat seperti olahraga atau satwa di kehidupan alam liar, menggunakan laju bingkai (frame rate) yang lebih tinggi akan memberikan hasil yang lebih mulus.

Pengaturan kecepatan laju bingkai, yang ditampilkan di samping ukuran rekaman pada menu “Movie recording size” (Ukuran perekaman film), mengatur jumlah bingkai yang akan direkam dalam satu detik (fps = bingkai per detik).  “23.98P” mengacu ke 24 fps dan “29.97P” mengacu ke 30 fps—angka tersebut bukan angka penuh karena alasan teknis.


Pahami hal ini (2): Slow motion video (video gerakan lambat)

Anda dapat merekam pada kecepatan laju bingkai yang lebih tinggi, dan mengekspor video Anda dengan kecepatan laju bingkai lebih rendah untuk mendapatkan efek gerakan lambat. Misalnya, video 60 fps yang dikonversi ke video 30 fps pada pascaproduksi, akan memberi Anda gerakan lambat 1/2 kecepatan. Namun demikian, memperlambat rekaman yang diambil pada 24/25/30 fps dapat memberikan hasil yang tidak stabil, jadi Anda harus waspada!

Sebagian besar model kamera yang lebih baru, juga memiliki mode High Frame Rate (Laju Bingkai Tinggi), dan Anda dapat merekam video hingga 180 fps. Footage direkam sebagai file video 30 atau 25 fps, menghasilkan video dengan kecepatan yang selambat 1/6.

Pahami hal ini: Mode High Frame Rate (Laju Bingkai Tinggi) memerlukan lebih banyak daya baterai dan memiliki waktu perekaman maksimum yang lebih pendek. Gunakanlah secara selektif!

3. PAL atau NTSC?

3. PAL atau NTSC?

Jika Anda belum melihat opsi frame rate (laju bingkai) yang diinginkan, coba cek pengaturan sistem video di menu kuning. “For NTSC” akan “unlock” (membuka) laju bingkai yang lebih tinggi. Hal ini dengan mengasumsikan bahwa Anda tidak merekam video untuk siaran televisi atau memutar ulang (playback) pada proyektor!

Pahami hal ini: Saya tinggal di negara sistem PAL Apakah oke untuk menggunakan pengaturan sistem NTSC?

Pengaturan sistem video dimaksudkan untuk menyinkronkan kecepatan laju bingkai ke frekuensi siaran analog yang berbeda di sejumlah negara yang berbeda. Sistem PAL ditujukan untuk negara dengan standar daya 50Hz (banyak negara Asia dan Eropa), dan sistem NTSC untuk negara yang menggunakan standar daya 60Hz (Amerika Utara, Jepang, dan beberapa negara lain seperti Filipina). Ini kurang relevan untuk TV digital dan konten online. Namun demikian, menggunakan pengaturan sistem yang sesuai dengan negara tempat Anda berada, dapat membantu Anda menghindari kerlipan saat merekam/memotret di bawah pencahayaan buatan.

 

4. Shutter Speed (Kecepatan Rana):

4. Shutter Speed (Kecepatan Rana):

Video ini menunjukkan bagaimana kecepatan rana memengaruhi estetika video.

Dalam video, kecepatan rana Anda dibatasi oleh frame rate (laju bingkai). Panduan umum untuk kecepatan rana yaitu, dua kali kecepatan laju bingkai. Contohnya, jika frame rate (laju bingkai) Anda adalah 24 fps, Anda harus menetapkan kecepatan rana pada 1/40 atau 1/50 detik (karena tidak ada pengaturan “1/48 seconds”).

Tentu saja, ini bukan merupakan pengaturan yang tidak dapat diubah. Anda dapat menyesuaikan kecepatan rana untuk mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Ada dua alasan utama untuk mengubah kecepatan rana:


i) Estetika
Sama seperti still photography (fotografi gambar diam), kecepatan rana yang lebih lambat, meningkatkan pemburaman gerakan dalam tiap bingkai. Video di atas menunjukkan, bagaimana kecepatan rana mengubah kualitas gerakan. Gunakan pengetahuan ini untuk mencapai hasil yang dimaksudkan!

1/8 detik

1/30 detik

1/60 detik

1/200 detik

Gerakan yang lebih buram (lebih lambat daripada kecepatan rana normal) dapat membuat urutan gambar tampak seperti alam mimpi atau menunjukkan disorientasi atau mabuk. Gambar yang lebih tajam dari kecepatan rana yang cepat, dapat membuat tindakan cepat terlihat lebih cepat dan dramatis. Kalau Anda bisa, lakukan beberapa pengambilan gambar berbeda di luar kecepatan rana “normal”—Anda mungkin lebih menyukai hasilnya!


ii) Untuk menghindari kerlipan dan banding (perubahan yang terlihat dari satu warna ke warna lain)

Anda mungkin melihat kerlipan atau perubahan warna jika kecepatan rana tidak sesuai dengan frekuensi sumber cahaya buatan. Jika Anda merekam di lingkungan 50Hz seperti di banyak negara Asia, solusi lain di samping pengaturan PAL/NTSC adalah memilih kecepatan rana kelipatan atau pecahan 50, misalnya 1/100 atau 1/50 detik.

Saran Pro: Menggunakan kecepatan rana untuk mengontrol pencahayaan hanya sebagai upaya terakhir
Dalam video, karena kecepatan rana begitu bergantung pada frame rate (laju bingkai), dan dapat memengaruhi hasil kreatif, kecepatannya dibatasi sebagai metode kontrol pencahayaan. Menggunakan filter ND apabila membidik pada siang hari yang cerah dan sumber penerangan eksternal, jika Anda merekam/memotret dalam kondisi cahaya redup.

5. White balance

5. White balance

Mengatur white balance Anda secara manual, memastikan konsistensi yang lebih baik di dalam dan di antara klip. Anda tentu tidak ingin suhu warna berubah di tengah-tengah rekaman, karena hal ini cukup merepotkan untuk diperbaiki dalam pascaproduksi!

Gunakan salah satu preset white balance kamera, tetapkan white balance khusus, atau putar pada pengaturan suhu warna. Untuk hasil paling akurat di lokasi, Anda mungkin sebaiknya menggunakan kartu white balance atau grey card (kartu abu-abu).

6. Aperture

6. Aperture

EOS R6 Mark II + RF50mm f/1.8 IS STM @ f/1.8

Seperti dalam still photograpy, aperture yang lebih besar (f-number lebih kecil) menghasilkan depth-of-field yang lebih dangkal (efek fokus dangkal lebih kuat). Opsi kecepatan rana Anda terbatas, dibandingkan dengan still photography (lihat 4. Kecepatan rana), jadi bawalah filter ND kalau Anda ingin menciptakan efek fokus dangkal apabila keadaan sedang cerah.

7. ISO speed

7. ISO speed

Kecepatan ISO yang tinggi menghasilkan rekaman yang tampak berbintik-bintik (“noisy”), sama seperti dalam still photography. Kecuali efek itu yang Anda inginkan, pertahankan kecepatan ISO serendah mungkin. Cobalah untuk menghindari penyesuaian pencahayaan pada pascaproduksi karena dapat menimbulkan lebih banyak noise. Manfaatkan penerangan yang tersedia dan gunakan sumber cahaya tambahan jika diperlukan.

Sejumlah hal lainnya untuk dicek

8. Sejumlah hal lainnya untuk dicek

- IS (Image Stabilizer) mode (menu merah): Jika Anda melakukan perekaman genggam, pastikan Digital IS diaktifkan untuk meyakinkan perekaman footage genggam yang lebih stabil. Jika lensa Anda dilengkapi sakelar IS, pastikan ini ditetapkan ke “ON”.

- Pengaturan perekaman kartu (menu kuning): Terutama jika kamera Anda memiliki slot kartu ganda. Sebagian kartu tidak mendukung ukuran atau frame rate (laju bingkai) perekaman video tertentu. Apakah kamera Anda merekam video ke kartu yang benar—kartu yang memiliki kecepatan tulis yang lebih cepat dan kapasitas yang lebih tinggi? Apakah Anda akan merekam video dan still (gambar diam) ke kartu yang sama atau ke kartu yang terpisah?

- Pengaturan Movie Servo AF (menu merah, atau menu merah muda pada kamera yang lebih canggih): Jika Anda menggunakan fokus otomatis, apakah pendeteksian subjek diaktifkan? Pada kamera yang lebih canggih, Anda juga dapat mengubah kecepatan AF Movie Servo dan sensitivitas pelacakan, yang dapat lebih mengendalikan kecepatan transisi fokus.

- Focus Breathing Correction (menu merah): Mengoreksi perubahan yang mengganggu dalam bidang pandang yang mungkin terjadi ketika fokus berubah.

- Bagi pengguna mahir: Merencanakan produksi sinematik? Mungkin, Anda juga dapat mengaktifkan Canon Log recording (perekaman Canon Log) jika berencana menggradasi warna. Anda juga dapat merekam dengan colour sampling rate (jumlah sampel warna yang diambil per detik) atau bit depth.

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami