Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Produk >> All Products

EF50mm f/1.8 STM: Ulasan dengan Saran Komposisi yang Berguna

Lensa prima yang harganya terjangkau, dan mudah digunakan, bahkan untuk para pemula, EF50mm f/1.8 STM juga ringan, sehingga sangat kompatibel dengan EOS 200D. Berikut ini, cara menggunakan lensa ini untuk menciptakan efek bokeh nan membuai yang elok dipandang. (Dilaporkan oleh: Maiko Fukui)

 

Bokeh nan membuai yang indah, membuat fotografi menjadi semakin menyenangkan

EF50mm f/1.8 STM menawarkan performa yang tinggi dan kemudahan penggunaan serta harganya yang terjangkau dan kualitasnya yang bagus, sehingga membuatnya begitu memikat bagi para pengguna yang ingin mendapatkan lensa bagus yang sepadan dengan uang yang dikeluarkan. Dengan penggambarannya yang natural dan distorsi minimal, Anda pasti akan asyik menciptakan berbagai gambar dengan lensa ini. Bokeh nan membuai yang memikat, adalah fitur yang paling signifikan, membuatnya mudah mendefokus latar belakang dalam foto untuk menonjolkan subjeknya, seperti orang dan hewan. Tanpa penjelasan panjang-lebar, ini memang lensa yang berguna, bahkan pada fotografi jalanan.

Apabila dipasangkan dengan kamera yang dilengkapi sensor APS-C, seperti pada EOS 200D, lensa ini memberikan sudut pandang telefoto sedang, setara 80mm (setara film 35mm). Sudut pandang yang lebih sempit daripada lensa kamera full-frame, memungkinkan Anda mengambil bidikan close-up subjek yang jauh.

Penampilan dan kesan bidikan gambar dengan lensa aperture besar bisa secara dramatis berbeda. Pada f/1.8, lensa bisa dengan mudah menghasilkan bokeh nan membuai, tidak hanya di latar belakang, tetapi juga di latar depan. Ini bisa digunakan untuk memberi kedalaman foto Anda serta menggambarkan kesan surealis. Lingkaran bokeh yang diciptakan dari titik sumber cahaya, juga terlihat indah. Memang bisa sulit untuk mendapatkan jenis kualitas dan efek yang sama dengan lensa kit. Selain itu, karena ini adalah lensa cerah, maka ini juga bagus untuk fotografi di lokasi yang gelap.

Menggunakan aperture maksimum akan menghasilkan efek lembut, yang bisa dipertajam dengan menyempitkan aperture. Tidak ada yang bisa mengalahkan luapan kegembiraan dan penasaran, bagaimana subjek dalam foto tertentu akan terlihat apabila diambil pada f/1.8, dan inilah lensa yang saya rekomendasikan bagi para pemula dalam fotografi.

Dengan lensa ini, Anda bisa menemukan berbagai pesona baru dalam pemandangan sehari-hari, entah itu pada jendela etalase di sepanjang jalan, sesuatu yang Anda temukan terdampar di pantai, atau lampu serba indah yang kebetulan Anda temukan. Anda bisa asyik memanfaatkan efek bokeh untuk berbagai hal yang menarik perhatian Anda.

 

EF50mm f/1.8 STM adalah pilihan yang tepat untuk pemandangan semacam ini:
- Potret wajah orang, hewan, dll.
- Apabila lokasi pemotretan akan menghasilkan latar belakang gambar yang berserakan, dan Anda harus lebih menonjolkan subjek utama
- Pemandangan untuk fotografi jalanan yang mengharuskan efek defokus dan penciptaan bokeh

 

Saran lensa #1: Hampiri lebih dekat subjek Anda untuk menciptakan bokeh latar belakang nan membuai

Untuk meningkatkan kadar keburaman apabila mendefokus latar belakang demi menciptakan bokeh, yang penting, jangan hanya menggunakan aperture maksimum, tetapi juga harus ada jarak antara subjek utama dan latar belakang, dan hampiri subjek utama sedekat mungkin. (Ketahui selengkapnya dalam Dasar-Dasar Lensa #3: Menciptakan Bokeh)

Pada gambar di bawah, saya menghampiri bunga mawar untuk mengambil bidikan yang mendekati jarak pemfokusan terdekat (jarak pemotretan minimum). Foto ditangkap dari posisi yang menempatkan subjek dalam semi-cahaya latar supaya kelopak bunganya akan digambarkan secara indah dan latar belakang akan tampak berkilau. Depth-of-field menjadi lebih dangkal pada aperture yang lebih lebar (f-number lebih kecil), jadi Anda harus memegang kamera secara mantap dan waspadai kecepatan rana untuk meminimalisasi goyangan kamera.

 

Close-up dengan bokeh yang bagus

EOS 200D/ EF50mm f/1.8 STM/ FL: 50mm (setara 80mm)/ Aperture-priority AE (f/1.8, 1/1.600 det., EV+1,3)/ ISO 200/ WB: Daylight
Saya ingin agar bunga mawar yang cantik ini menonjol sebagai subjek utama. Dengan menciptakan keburaman yang besar di latar belakang, saya dapat mendekati bunga mawar agar sejajar dalam garis pandang.

Bokeh yang kurang signifikan

EOS 200D/ EF50mm f/1.8 STM/ FL: 50mm (setara 80mm)/ Aperture-priority AE (f/1.8, 1/1.600 det., EV+1,3)/ ISO 200/ WB: Daylight
Dalam gambar ini, saya tidak cukup dekat dengan bunga mawar. Aperture ditetapkan ke f/1.8, tetapi bunga mawar tidak mengundang banyak perhatian. Untuk memastikan subjek Anda memiliki kesan kehadiran yang kuat, hampiri lebih dekat subjeknya.

 

Saran lensa #2: Manfaatkan semaksimal mungkin lensa aperture besar dengan komposisi Aturan Segitiga

Sangat penting untuk mengetahui cara membingkai dan menyusun berbagai elemen dalam foto. Jika menggunakan efek bokeh yang sangat signifikan dalam gambar Anda, ingatlah proporsi bingkai gambar yang ditempati oleh bokeh. Jika menggunakan orientasi landscape (membentang), tempatkan subjek utama sekitar 1/3 dari bagian tengah ke sisi kiri atau kanan; jika menggunakan orientasi portrait (tegak lurus), tempatkan subjek utama di atas atau di bawah bagian tengah untuk menggambarkan ketenteraman dan dampaknya. Dengan cara ini, gambar Anda seakan menceritakan sebuah kisah. Gambar di bawah, menghadirkan gagasan bola lampu yang hanyut dari laut dan terdampar di pasir.

Baca selengkapnya mengenai Aturan Segitiga di sini: Komposisi Sederhana namun Penting (Bagian 1)

 

Komposisi Aturan Segitiga (landscape)

EOS 200D/ EF50mm f/1.8 STM/ FL: 50mm (setara 80mm)/ Aperture-priority AE (f/1.8, 1/1.600 det., EV+1,3)/ ISO 200/ WB: Daylight
Orientasi landscape
Dengan menggunakan Aturan Segitiga, subjek utama ditempatkan pada garis yang bersilangan di kanan bawah gambar. Saya juga menurunkan ketinggiannya dan menyesuaikan posisi kamera sedemikian rupa sehingga hamparan pasir yang tertimpa kilauan dari laut berada dalam bingkai, dan mengisi ruang kosong dengan mendefokusnya untuk menciptakan bokeh.

Komposisi Aturan Segitiga (portrait)

EOS 200D/ EF50mm f/1.8 STM/ FL: 50mm (setara 80mm)/ Aperture-priority AE (f/1.8, 1/1,250 det., EV+1,3)/ ISO 200/ WB: Daylight
Orientasi portrait
Saya membidik ini dari posisi yang agak lebih tinggi untuk memberikan gambaran bentuk botol yang lebih bagus. Pada orientasi portrait, saya dapat menciptakan sedikit lebih banyak ruang di atas subjek, yang membuat komposisinya terlihat lebih stabil.

 

Galeri Foto

Bayangan artistik di larut senja

EOS 200D/ EF50mm f/1.8 STM/ FL: 50mm (setara 80mm)/ Aperture-priority AE (f/2.8, 1/4,000 det., EV+1,0)/ ISO 400/ WB: Daylight

Bayangan yang bermandikan cahaya matahari senja menciptakan pola yang terlihat artistik dan indah. Memasangkan lensa ini dengan kamera APS-C, Anda akan mendapatkan sudut pandang telefoto sedang 80mm (setara film 35mm) yang terlihat natural dan tidak ada distorsi.

 

Kucing dengan bokeh di latar depan dan latar belakang

EOS 200D/ EF50mm f/1.8 STM/ FL: 50mm (setara 80mm)/ Aperture-priority AE (f/1.8, 1/800 det., EV+1,0)/ ISO 1600/ WB: Daylight

Kucing di sebuah lorong, diapit oleh bokeh di latar depan dan latar belakang. Rumput dan tembok di latar depan telah diburamkan menjadi bokeh nan membuai, yang diciptakan pada f/1.8 untuk menonjolkan sang kucing.

 

EOS 200D/ EF50mm f/1.8 STM/ FL: 50mm (setara 80mm)/ Aperture-priority AE (f/4, 1/320 det., EV ±0)/ ISO 400/ WB: Mendung

Gambar close-up ini menunjukkan sepasang kacamata yang terbaring di pasir, keadaan di sekelilingnya dipantulkan sebagai siluet. Saya bertujuan menciptakan bokeh nan membuai di latar belakang untuk menonjolkan kacamata.

 

Dua dunia pada senja hari

EOS 200D/ EF50mm f/1.8 STM/ FL: 50mm (setara 80mm)/ Aperture-priority AE (f/5.6, 1/400 det., EV-1,0)/ ISO 400/ WB: Shade (Teduh)

Gambar ini menggambarkan dua dunia ajaib - laut seperti yang kita lihat pada separuh kiri foto, dan laut dengan suasana senja yang dipantulkan, seperti yang dilihat dari lintasan pejalan kaki yang menyeberang pada paruh bagian kanan - keduanya ditangkap secara jelas pada aperture f/5.6.

 

Baca juga artikel berikut ini mengenai EF50mm f/1.8 STM:
[Bagian 1] Inkarnasi Baru Lensa Canggih Terlaris
[Bagian 2] Daya Ekspresif yang Semakin Baik Saja

 

Lens Hood ES-68

Lens hood (dijual tersendiri): ES-68

 

SPESIFIKASI

Panjang fokus (setara film 35mm): 50mm (80mm apabila dipasang pada kamera APS-C)
Konstruksi lensa:  6 elemen dalam 5 kelompok
Jumlah bilah aperture: 7
Jarak pemotretan minimum: kira-kira 0,35m
Pembesaran maksimum: 0,21x
Diameter filter: φ49mm
Diameter maksimum × panjang keseluruhan: kira-kira 69,2×39,3mm
Berat: kira-kira 160g

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Maiko Fukui

Maiko Fukui

Lahir pada tahun 1983 di Osaka. Fotografer. Secara aktif terlibat dalam majalah dan fotografi iklan, penulisan buku, lokakarya fotografi dan sebagainya.

http://caby.exblog.jp/