Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials Dalam Fokus: Dasar-Dasar Lensa- Part 4

Dasar-Dasar Lensa #2: Lensa Prima

Lensa prima, yang kerap juga dikenal sebagai lensa panjang fokus tetap, sangat bagus untuk menciptakan bokeh serta mengambil gambar, dan goyangan kamera pun minimal. Mari kita jelajahi berbagai fitur unik dari lensa kategori ini, dan mencermati, bagaimana aperture maksimum yang begitu besar, bisa memberikan manfaat untuk gambar kita. (Dilaporkan oleh Tomoko Suzuki)

Gambar atas Dasar-Dasar Lensa

 

Daya pikat terbesar lensa prima: Mudah membuat bokeh yang hebat

Manfaat
- Aperture maksimum besar, bagus untuk menciptakan bokeh
- Anda dapat menggunakan kecepatan rana yang lebih pesat dalam kondisi rendah cahaya, yang mencegah goyangan kamera
- Cenderung berbentuk kecil, ringan, dan karenanya mudah dibawa-bawa

Kelemahan
- Harus sering mengganti lensa untuk mendapatkan panjang fokus yang berbeda
- Tidak bisa men-zoom untuk menyesuaikan sudut pandang

Lensa prima, juga dikenal sebagai lensa fokus tunggal, atau lensa fokus tetap. Seperti namanya, lensa ini hanya memiliki satu panjang fokus, jadi tidaklah mungkin untuk melakukan zoom in atau zoom out, untuk mengubah sudut pandang Anda. Namun demikian, lensa ini juga cenderung cerah dan dilengkapi dengan aperture maksimum lebar (f-number kecil), yang membuatnya mudah untuk menciptakan efek bokeh yang bagus di latar belakang. Dengan lensa ini, Anda juga bisa menghasilkan kecepatan rana yang lebih pesat apabila membidik dalam kondisi rendah cahaya, sehingga Anda bisa mendapatkan gambar yang jernih tanpa harus menggunakan kecepatan ISO tinggi, dan berisiko menimbulkan noise dalam upaya mencegah goyangan kamera.

Apa kaitannya antara aperture, kecepatan rana, dan kecepatan ISO? Berikut rekapitulasinya:
Dasar-Dasar Kamera #3: Pencahayaan

Dibandingkan dengan lensa zoom, lensa prima memiliki konstruksi lensa yang lebih sederhana, yang juga menjadi alasan, mengapa lensa ini biasanya lebih kecil, lebih ringan dan lebih portabel. Inilah satu lagi fitur yang membedakan lensa ini dari lensa zoom. Namun demikian, memiliki panjang fokus tetap, untuk pemandangan dan subjek tertentu, Anda mungkin harus membawa beberapa lensa, dan sering bertukar lensa untuk menghasilkan bidikan yang Anda maksudkan. Karena ini juga berarti bahwa Anda harus mengandalkan pada kemampuan Anda sendiri untuk menyusun bidikan, bisa dibilang bahwa dengan menggunakan lensa prima, hal ini membantu memperbaiki keterampilan fotografi Anda.

Artikel terkait: Gagasan untuk Pembatasan Pemotretan Self-Imposed yang Membantu Anda Keluar dari Kreativitas Rutin!

 

Konsep utama (1): Jenis lensa prima

Terdapat empat kategori utama lensa prima. Yang pertama terdiri atas lensa sudut ultra lebar (panjang fokus lebih pendek dari 24mm pada kesetaraan film 35mm) dan lensa sudut lebar, yang bisa menangkap area pemandangan yang lebar. Kategori kedua terdiri atas lensa standar (setara 50mm) dan lensa mid-telefoto (setara 85mm; juga dikenal sebagai ‘lensa portrait’ karena sering digunakan untuk membidik potret wajah), yang bisa menangkap sudut pandang yang mendekati penampilan yang dilihat secara kasat mata. Lensa telefoto dan lensa super telefoto, yang bisa menangkap objek jauh secara close-up, membentuk kategori ketiga. Yang terakhir, namun bukan yang penghabisan, adalah lensa makro, yang bisa menangkap gambar subjek kecil secara close-up dari jarak pemotretan dekat.

 

No. 1-3: EF14mm f/2.8L II USM (sudut ultra lebar), EF24mm f/2.8 IS USM (sudut lebar), EF-M22mm f/2 STM (sudut lebar)

Lensa sudut ultra lebar dan 2 lensa sudut lebar
(1) EF14mm f/2.8L II USM
(2) EF24mm f/2.8 IS USM
(3) EF-M22mm f/2.0 STM

No. 4-6: EF-S24mm f/2.8 STM (standar), EF50mm f/1.4 USM (standar), EF85mm f/1.8 USM (mid-telefoto)

2 lensa standar dan lensa mid-telefoto
(4) EF-S24mm f/2.8 STM
(5) EF50mm f/1.4 USM
(6) EF85mm f/1.8 USM

 

No. 7 & 8: EF300mm f/4L IS USM (telefoto), EF600mm f/4LIS II USM (super telefoto)

Lensa telefoto dan lensa super telefoto
(7) EF300mm f/4L IS USM
(8) EF600mm f/4L IS II USM

No. 9-11 (lensa makro): EF-M28mm f/3.5 Macro IS STM, EF-S35mm f/2.8 Macro IS STM, EF100mm f/2.8L Macro IS USM

Lensa makro
(9) EF-M28mm f/3.5 Macro IS STM
(10) EF-S35mm f/2.8 Macro IS STM
(11) EF100mm f/2.8L Macro IS USM

 

Konsep utama (2): Lensa prima, lensa zoom dan perbedaan dalam efek bokeh

Lensa prima cenderung menjadi lebih baik untuk memotret gambar dengan bokeh, dibandingkan lensa zoom biasa pada panjang fokus yang sama. Contoh di bawah, dibidik pada 50mm. Aperture maksimum yang tersedia pada lensa prima yaitu f/1.4, sedangkan pada lensa zoom (pada panjang fokus ini), f/5. Perhatikan, bagaimana perbedaan ini menyebabkan ukuran yang signifikan dari area defokus dalam bokeh.

 

EF50mm f/1.4 USM

Dibidik dengan lensa EF50mm f/1.4 USM, f/1.4

EOS 5D Mark III/ EF50mm f/1.4 USM/ FL: 50mm/ Aperture-priority AE (f/1.4, 1/1250 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Manual

EF24-105mm f/3.5-5.6 IS STM

Dibidik dengan EF24-105mm f/3.5-5.6 IS STM, pada 50mm, f/5

EOS 5D Mark III/ EF24-105mm f/3.5-5.6 IS STM/ FL: 50mm/ Aperture-priority AE (f/5, 1/125 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Manual

 

Konsep utama (3): Kisaran f-number yang bisa dipilih

Lensa prima, khususnya yang memiliki aperture maksimum besar, menyediakan kisaran lebih lebar f-number yang bisa digunakan, dibandingkan lensa zoom aperture variabel yang ditetapkan ke panjang fokus yang sama. Sebagai contoh, aperture maksimum EF24-105mm f/3.5-5.6 IS STM pada 50mm adalah f/5, tetapi pada EF50mm f/1.4 USM, Anda bisa menggunakan f/1.4, aperture maksimumnya. Dengan memiliki pilihan kisaran f-number yang lebih lebar, opsi Anda semakin banyak untuk menciptakan ekspresi artistik.

Berikut ini yang dapat dilakukan dengan lensa f/1.4:
Astrofotografi: Menangkap Langit Berbintang yang Jernih dengan Lensa f/1.4

 

Perbedaan dalam pengaturan kisaran aperture yang berbeda pada 50mm (EF50mm f/1.4 USM vs EF24-105mm f/3.5-5.6 IS STM)

 

Konsep utama (4): Menetapkan fokus

Apabila menggunakan lensa prima pada aperture maksimumnya, depth-of-field akan dangkal (yaitu, area yang tampak fokus, menjadi sangat sempit), dan hal ini membuatnya lebih sulit untuk mencapai fokus pada area yang Anda maksudkan. Mungkin ada baiknya mencoba memotret beberapa kali, setiap kali pada titik fokus yang agak sedikit berbeda. Selain itu, cobalah menguasai berbagai cara untuk mendapatkan fokus yang akurat, misalnya perluasan titik AF dalam pemotretan Live View, atau cara untuk menyesuaikan fokus secara mikro melalui manual focusing (MF).

Untuk mengetahui selengkapnya mengenai depth-of-field, klik di bawah ini: 
Dasar-Dasar Kamera #1: Aperture

Foto close-up dibidik dengan EF50mm f/1.4 USM pada f/1.4

EOS 5D Mark III/ EF50mm f/1.4 USM/ FL: 50mm/ Aperture-priority AE (f/1.4, 1/50 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Auto

Apabila Anda mendekati subjek berukuran kecil, depth-of-field menjadi sangat dangkal, dan fokus Anda pun harus tepat sekali. Mungkin, MF adalah opsi yang sangat efektif, tergantung pada pemandangannya.

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Tomoko Suzuki

Tomoko Suzuki

Setelah lulus dari Tokyo Polytechnic University Junior College, Suzuki bergabung dengan perusahaan periklanan. Dia juga bekerja sebagai asisten fotografer, termasuk Kirito Yanase, dan mengkhususkan diri dalam bidikan komersial untuk produk perlengkapan busana dan kosmetik. Sekarang, dia bekerja sebagai fotografer studio untuk produsen perlengkapan busana.