Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Produk >> Semua Produk In Focus: EOS RP- Part5

7 Fitur Utama EOS RP

2019-04-10
6
1.74 k
Dalam artikel ini:

Kecil, ringan, dan sarat dengan berbagai teknologi terkini dari Canon serta spesifikasi yang mencengangkan, EOS RP dihadirkan untuk membuat kamera mirrorless full-frame lebih terjangkau oleh pengguna biasa dan para penggemar fotografi. Kami mencermati 7 fitur dan berbagai fungsi yang harus Anda perhatikan jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membelinya. (Naskah oleh: Ikuko Tsurumaki)

Gambar keunggulan fitur utama EOS RP

 

1. Spot AF

Jika ingin menggunakan fokus otomatis (AF) pada bidang yang mungil secara tepat, Anda pasti menyukai bingkai AF yang lebih kecil pada Spot AF. Pada EOS R, untuk menghasilkan AF yang tepat, perlu mengubah metode AF Anda ke ‘1-point AF’, kemudian mengubah ukuran bingkai AF dari ‘Standard’ ke ‘Small’. Tetapi, pada EOS RP, Anda hanya perlu satu langkah mudah: Pilih ‘Spot AF’ untuk metode AF.

Bidikan foto hidangan dengan Spot AF

EOS RP/ RF50mm f/1.2L USM/ FL: 50mm/ Aperture-priority AE (f/1.2, 1/500 det., EV-0,3)/ ISO 200/ WB: Auto

Untuk banyak subjek, termasuk mangkuk hidangan ini yang tumpang-tindih, spot yang Anda fokuskan bisa membuat bidikan Anda terlihat beda. Spot AF memberi Anda kendali yang lebih tepat pada hasil akhirnya. 

Perbedaan antara bingkai Spot AF dan 1-point AF

Perbandingan ukuran bingkai AF
(1) Bingkai 1-point AF
(2) Bingkai Spot AF

Close-up area dalam bingkai pemfokusan Spot AF

Close-up area dalam bingkai putih dari gambar di atas. Perhatikan, bagaimana pemfokusan yang tepat, juga memungkinkan tekstur daun sayuran ditampilkan dalam detail yang sesuai dengan kenyataannya.

 

2. 4.779 posisi bingkai AF

EOS RP memiliki hingga 4.779 pilihan posisi bingkai AF pada bidang yang menempati hingga 88% x 100% (horizontal x vertikal) sensor gambar. Walaupun jumlahnya agak lebih kecil daripada 5.655 posisi AF pada EOS R (klik di sini untuk mengetahui maksudnya), tetapi, masih cukup padat dan lebar untuk perolehan AF secara cepat dan akurat pada bidang yang besar. Hal ini memungkinkan Anda menempatkan subjek hampir di mana saja dalam bingkai gambar, dan memastikan terdapat bingkai AF di sekitar untuk menetapkan fokus yang tajam pada subjek.
 

Posisi AF pada EOS RP
Posisi AF pada EOS RP

Lanskap alam dengan kuda

EOS RP/ EF70-300mm f/4-5.6 IS II USM/ FL: 300mm/ Aperture-priority AE (f/7.1, 1/500 det., EV-1,3)/ ISO 200/ WB: Mendung

Dengan cakupan bingkai AF yang luas dan padat pada EOS RP, maka sangat mudah untuk menghasilkan fokus, meskipun komposisi Anda melibatkan bintik mungil subjek yang ditempatkan pada pinggiran gambar.

 

3. Eye Detection AF selama Servo AF

Eye Detection AF, yang secara otomatis mendeteksi mata subjek, adalah fitur yang berharga untuk dimiliki, khususnya apabila membidik pada aperture besar dengan depth-of-field dangkal. Sebagai tambahan untuk One-Shot AF mode pada EOS RP, sekarang juga tersedia dalam mode Servo AF dan Movie Servo AF untuk menangani subjek bergerak. Hal ini membuatnya lebih mudah untuk menangkap potret wajah dan merekam klip video mengenai orang yang sedang bergerak sehingga mata mereka tetap tajam terfokus.

Bidikan potret wajah dengan eye detection AF

EOS RP/ EF85mm f/1.8 USM/ FL: 85mm/ Aperture-priority AE (f/1.8, 1/500 det.)/ ISO 400/ WB: Auto
(Dibidik dengan Servo AF)

Secara default, kamera memfokuskan pada mata yang terdekat ke kamera. Jika kedua mata berjarak sama, maka kamera memfokuskan pada yang lebih dekat ke bagian tengah bingkai gambar. Untuk mengesampingkan ini secara manual, Anda dapat menggunakan layar sentuh atau tombol silang untuk memilih mata yang lainnya.

 

Bidikan layar menunjukkan Eye Detection selama menggunakan Servo AF

Pada EOS RP, Eye Detection AF juga tersedia dalam mode Servo AF, yang menyediakan peningkatan AF untuk subjek bergerak. Kamera mendeteksi dan menjaga fokus pada mata, meskipun subjek bergerak.

 

4. Pemotretan beruntun 5 fps selama menggunakan One Shot AF

EOS RP dilengkapi dengan sensor full-frame 26,2 megapiksel, dan mampu melakukan pemotretan beruntun (burst shooting) hingga 5 frames per second (fps) dalam mode One-Shot AF dan 4 fps dalam mode Servo AF—cukup untuk menangkap urutan bidikan saat sang model memutarkan kepalanya dan menebarkan senyuman kepada Anda, atau saat ia mengendarai sepeda. Untuk performa pemotretan beruntun tercepat, gunakan kartu SD UHS-II.

Kapasitas buffer EOS RP 50 bidikan. Dengan kata lain, Anda dapat mengambil hingga 50 bidikan burst dalam format RAW pada kecepatan pemotretan beruntun maksimum sebelum buffer kamera menjadi penuh dan kecepatan pemotretan melambat.

Urutan pemotretan beruntun pada sang gadis yang memutarkan kepalanya

Bidikan utama: EOS RP/ EF100mm f/2 USM/ FL: 100mm/ Manual exposure (f/2.8, 1/500 det.)/ ISO 1600/ WB: Daylight

 

5. Silent Mode (Mode Senyap)

Ditampilkan sebagai salah satu mode Special Scene (SCN) pada mode dial, mode Silent (Senyap) menggunakan rana elektronik alih-alih rana mekanis, sehingga Anda dapat membidik tanpa terdengar suara pelepasan rana. Hal ini sesuai untuk fotografi di gereja, museum, dan situasi lainnya di mana bunyi suara dari bidikan bisa mengganggu atau merusak suasana.
(Catatan: Anda tidak akan dapat menyesuaikan aperture atau kecepatan rana dalam mode ini.)

Pemain piano di bar

EOS RP/ RF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 24mm/ Flexible-priority AE (f/4, 1/50 det.)/ ISO 12800/ WB: Auto (Otomatis)

Silent mode atau mode Senyap, sempurna untuk pemotretan di acara pertunjukan konser dan teater. Ini juga memudahkan pemotretan berbagai subjek yang peka terhadap suara bising, seperti bayi dan hewan.

 

6. Stabilisasi gambar hingga 5 stop dengan Dual Sensing IS

Dual Sensing IS menggunakan informasi dari sensor gambar untuk mendeteksi keburaman yang sulit dilakukan sensor gyro pada lensa untuk mendeteksi. Ini menghasilkan hingga 5 stop kecepatan rana dari stabilisasi gambar yang disempurnakan , apabila salah satu lensa ini dipasang, RF35mm f/1.8 Macro IS STM atau RF24-105 f/4L IS USM Sempurna untuk pemotretan genggam di malam hari, bahkan pada kecepatan rana lambat, dan terdapat risiko pemburaman semakin tinggi dari goyangan kamera. 

Klik di sini untuk mengetahui: Bagaimana Stop Image Stabilization Ditentukan?

Bidikan malam dengan keburaman gerak

EOS RP/ RF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 24mm/ Aperture-priority AE (f/4, 1/2 det.)/ ISO 400/ WB: Fluorescent

Bidikan ini diambil pada 1/2 detik, cukup lambat untuk memburamkan gerakan orang yang lalu-lalang.  Tetapi, coba perhatikan, ketajaman detailnya, seperti yang terdapat pada sejumlah bangunan. Dengan 5 stop stabilisasi gambar pada EOS RP, Anda dapat menghasilkan tingkat ketajaman yang sama seperti yang dihasilkan pada pembidikan 1/60 detik, sekaligus mempertahankan efek buram gerakan dari kecepatan rana lambat. 

 

7. Batas pemfokusan EV-5

Lihat bintang gemintang dalam gambar di bawah? Pada situasi seperti itu, dan Anda nyaris tidak dapat melihat apa pun secara kasat mata, kerap kali sulit memfungsikan AF. Dengan batas pemfokusan rendah cahaya EOS RP sebesar EV-5, hal itu bukan masalah. Tergantung pemandangannya, mungkin Anda bahkan dapat melaksanakan AF tanpa cahaya yang mengganggu dari AF assist lamp (lampu bantuan AF).

Bebungaan dalam cahaya redup

Ini dibidik pada pukul 7 malam di musim dingin. Pada EV-5, Anda nyaris tidak dapat melihat apa pun secara kasat mata, tetapi masih memungkinkan untuk menghasilkan AF pada subjek Anda dengan kamera EOS RP.

Bebungaan dalam cahaya redup (kondisi pemotretan)

Perkiraan kondisi pemotretan.

 

Untuk detail selengkapnya mengenai perbedaan antara EOS R dan EOS RP, ikutilah terus SNAPSHOT.

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Mengenai Penulis

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Ikuko Tsurumaki

Lahir di Tokyo pada tahun 1972, Tsurumaki mulai belajar fotografi saat bekerja di biro iklan, dan meniti karier fotografer yang diawalinya sebagai asisten. Pada saat ini, ia sibuk dalam berbagai kegiatan, termasuk melakukan pemotretan untuk majalah, menulis artikel, dan mengadakan ceramah serta seminar fotografi.

http://www.ikukotsurumaki.com/

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami