Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Apakah E-TTL II Flash Metering itu?

Lampu kilat eksternal (juga dikenal sebagai lampu kilat clip-on/hot-shoe) merupakan aksesori populer bagi pengguna kamera untuk meluaskan ekspresi fotografis mereka. Semakin memahami tentang Speedlite, ini akan membantu Anda memanfaatkan sepenuhnya. Dalam artikel ini, kita akan mencermati secara dekat pada satu teknologi kunci Speedlite: E-TTL II, juga dikenal sebagai E-TTL (Evaluative Through-The-Lens) autoflash. (Dilaporkan oleh Yasuhiko Kani)

 

E-TTL flash metering: Fungsi yang mengukur output lampu kilat yang diperlukan untuk mengoreksi pencahayaan

Dalam artikel Memulai Fotografi Flash dalam 9 Langkah, kita tahu bahwa ada dua mode lampu kilat yang bisa Anda gunakan: Mode E-TTL (Evaluative Through The Lens) atau mode Manual.

Mode E-TTL, juga dikenal sebagai E-TTL autoflash, yaitu mode di mana kamera menggunakan informasi yang diperoleh melalui lensa ("TTL") untuk menghitung, seberapa banyak cahaya yang dibutuhkan lampu kilat untuk memancarkan kecerahan yang tepat. Kemudian, kamera secara otomatis menetapkan output lampu kilat sebagaimana mestinya. Ini disebut sebagai flash metering system (sistem pengukuran lampu kilat).

Produsen kamera yang lain menggunakan versi TTL flash metering yang berbeda. E-TTL adalah fitur khas kamera EOS Canon. Semua kamera EOS Canon terbaru, dilengkapi E-TTL II. 

 

Cara kerja sistem pengukuran lampu kilat E-TTL II

Deskripsi dasar tentang apa yang terjadi apabila kita membidik dalam mode E-TTL:

1. Setelah rana dilepas, preflash (prakilat) ditembakkan sebelum bidikan aktual diambil.
2. Cahaya dari preflash ini terpantulkan ke subjek dan melintas melalui lensa (TTL: Through The Lens), menjangkau light meter (pengukuran cahaya) built-in kamera.
3. Jumlah cahaya dievaluasi oleh light meter built-in dan digunakan untuk menentukan output lampu kilat.
4. Lampu kilat ditembakkan dengan menggunakan output lampu kilat yang sama, seperti ditentukan pada butir 3.

Proses dasar dijelaskan di atas, tetapi pada kenyataannya, E-TTL II menggunakan informasi lain, misalnya, jarak lensa ke subjek untuk mencapai bacaan yang lebih akurat. Tingkat keberhasilan fitur ini sangat tinggi, karena itulah, mengapa para pemula fotografi lampu kilat dianjurkan untuk memulainya dengan mode E-TTL.

 

Efek E-TTL

Untuk memahami efek pengukuran lampu kilat E-TTL II, mari kita cermati ketiga contoh berikut ini yang ditangkap dalam mode E-TTL.

Semua contoh ini adalah bidikan yang diambil pada pengaturan yang sama (f/4, 1/60 det., ISO 800),tetapi diterangi dari arah cahaya yang berbeda-beda. Latar belakang ditetapkan ke 18% grey (abu-abu) untuk meminimalkan kemungkinan kamera "tertipu" oleh latar belakang yang sangat gelap atau sangat cerah. (Baca selengkapnya tentang alasan hal ini terjadi, dalam artikel Dasar-dasar Kamera #4: Exposure Compensation (Kompensasi Pencahayaan)

 

Contoh 1:

Direct on-camera flash (Lampu kilat langsung pada kamera),Flash on camera (Lampu Kilat pada kamera)

Direct on-camera flash
Bayangan gelap yang pekat diterpakan di balik subjek. Hal ini pada umumnya terlihat pada banyak bidikan foto yang menggunakan lampu kilat langsung pada kamera.

 

Contoh 2:

Lampu kilat pantulan plafon, mengarah pada plafon

Lampu kilat tidak langsung melalui pantulan plafon
Memantulkan penyebaran lampu kilat dan melembutkan cahaya. Bayangan lebih lembut dan tidak terlalu kontras dibandingkan dengan Contoh 1. Seluruh gambar diterangi secara merata dan wajar.

 

Contoh 3:

Off-camera flash (pencahayaan samping)

Off-camera direct flash (pencahayaan samping)
Bayangan mirip Contoh 1: Pekat dan gelap dengan kontras tinggi. Pencahayaan samping menerpakan bayangan ke arah berlawanan sehingga membuatnya terlihat lebih menonjol.

Informasi pemotretan (3 gambar): EOS 7D/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 65mm (setara 104mm)/ Program AE (f/4, 1/60 det) / ISO 800/ WB: Auto

 

Perhatikan bahwa, meskipun sudut pencahayaan berbeda, menghasilkan pola bayangan yang berlainan pada masing-masing dari tiga gambar tersebut, tetapi semuanya tetap mempertahankan level kecerahan yang sama. Hal ini juga tampak nyata apabila Anda membandingkan histogramnya. 

Hal ini dimungkinkan, karena sistem penghitungan lampu kilat otomatis E-TTL II bisa menentukan output lampu kilat yang optimal untuk masing-masing pemandangan, meskipun lampu kilat diarahkan pada sudut yang berbeda-beda.

 

Saran penggunaan

1. Mengubah titik AF aktif dan mode metering (pengukuran), akan mengubah kecerahan bidikan

 E-TTL II menggunakan informasi mengenai jarak dari lensa ke subjek dalam evaluasinya mengenai output lampu kilat yang optimal. E-TTL II mengenali subjek dengan menggunakan titik AF. 
Pada waktu yang sama, seperti yang telah kita pelajari dalam artikel Dasar-Dasar Kamera #7: Metering, fungsi metering mode juga memengaruhi cara kamera mengukur kecerahan pemandangan (dan karena itu, cara output lampu kilat disesuaikan agar sesuai dengan pemandangannya). 

Oleh karenanya, memotret pemandangan yang sama dengan menggunakan titik AF, metode AF, atau metering mode yang berbeda, akan menyebabkan kecerahan bidikan pun berlainan. 

Menu metering mode kamera EOS

 

2. Gunakan FE lock untuk mempertahankan output lampu kilat yang sama 

Apabila Anda mengubah komposisi bidikan Anda, misalnya, mengubah orientasi kamera, ini bisa menyebabkan kamera mengevaluasi kecerahan pemandangan secara berbeda. Akibatnya, pencahayaan lampu kilat pun berubah.
Jika ingin menggunakan pencahayaan lampu kilat yang sama, tetapi mengubah komposisi gambar, gunakan flash exposure (FE) lock.

Cara kerja FE lock (Kunci FE) yaitu dengan mengingat pencahayaan yang diukur oleh E-TTL II preflash. Selanjutnya fitur ini "locks in" (mengunci) bacaan untuk jangka waktu singkat supaya Anda bisa membidik dengan output lampu kilat yang sama, bahkan jika Anda mengubah komposisinya.
Cara kerja pengunciannya cukup bagus dalam bacaan terukur, bahkan untuk area yang sangat mungil.

Perhatikan ini: 
1Coba untuk tidak menggerakkan kamera terlalu jauh dari posisi semula setelah melakukan pengukuran. Jika jarak kamera-subjek berubah, output lampu kilat yang dikunci mungkin tidak lagi sesuai. 
2. Anda bisa menugaskan tombol lain untuk melakukan FE lock.

 

Setelah menetapkan fokus pada subjek dan menekan tombol FE lock, preflash ditembakkan dan output lampu kilat disimpan dalam memori.

 

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai Speedlite, Anda dapat membaca artikel berikut ini:
Memilih Lampu Kilat Eksternal (1): Flash Power
Memilih Lampu Kilat Eksternal (2): Apa Lagi yang Bisa Dilakukan Lampu Kilat?
Speedlite Flash Canon Manakah yang Dipilih?

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Yasuhiko Kani

Yasuhiko Kani

Lahir pada tahun 1970 dan lulus dari Nihon University, Kani belajar di bawah bimbingan fotografer Shin Yamagishi sebelum ia menjadi fotografer independen. Pada saat ini ia memfokuskan pada fotografi potret, dan juga terlibat dalam beragam kegiatan untuk majalah, album foto, sampul CD, iklan, dan film.