Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

#HelloFrom Indonesia: Cahaya Romantis Sawah Terasering di Bali

2022-07-15
1
21

Kepulauan di Indonesia memiliki budaya dan citranya yang unik serta pemandangan yang menakjubkan. Bali, adalah tempat tujuan berwisata paling populer bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Sebagian wisatawan mungkin mengaitkannya dengan pantainya yang murni dan pemandangan pesisir pantainya nan indah. Mungkin, ada baiknya menjelajahi lebih jauh lagi ke daratan pulau ini dan menyaksikan bentangan sawah terasering hijau zamrud yang memukau. Fotografer yang bermukim di Bali, Suta Rahady (@sutarahady) sangat mengenal pemandangan ini—khususnya, ia sangat menyukainya di pagi hari, saat cahaya indah kemilau mengilhami imajinasinya. Ia berbagi beberapa gambar menakjubkan yang dibidiknya, lengkap dengan cahaya alami dan memberi kita sejumlah saran. Gambar oleh: Suta Rahady; Suta Rahady berbagi akun dengan tim SNAPSHOT)

Dalam artikel ini:

 

Sawah terasering di Bali: Pemandangan nan elok yang begitu mendalam.

Apa makna sawah terasering bagi Anda? Sepenting apakah hal ini bagi Bali?

Sawah terasering Bali adalah tempat favorit saya untuk memotret, apa pun yang saya lakukan, entah itu tugas pekerjaan untuk klien atau hanya memotret untuk kesenangan saya sendiri. Semua itu bukan hanya karena pemandangan yang menakjubkan, panorama atau cahaya yang indah dan ketenangan terutama di pagi hari. Sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, tetapi ada sesuatu yang istimewa tentang suasananya.

Mungkin ada hubungannya dengan fakta, bahwa sawah ini selalu penting bagi budaya Bali. Bukan hanya karena produksi beras penting bagi ekonomi dan warisan kita. Semua sawah terasering ini dibangun dengan sistem irigasi subak tradisional (Versi Inggris) , yang sudah berusia lebih dari 1000 tahun, dan berlandaskan pada falsafah yang menekankan kerukunan antara insan, alam dan dunia spiritual. Falsafah yang sama juga memengaruhi banyak kehidupan dan budaya Bali. Jadi, dalam banyak hal, sawah Bali mewakili esensi Bali. Semakin hijau yang kita lihat, semakin jelas pertandanya, bahwa kita tidak hanya melestarikan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya kita.

Ada banyak sawah di Bali, tetapi yang paling mudah diakses mungkin adalah Sawah Terasering Tegalalang, 20 menit berkendara ke utara dari Ubud. Di situlah gambar dalam artikel ini diambil.

 

Matahari, pohon palem, sawah—kombinasi terbaik

EOS 5D Mark IV + EF16-35mm f/2.8L II USM @ FL: 21mm, f/4, 1/250 det., ISO 100

Pemandangan dan suasana hening namun eksotis, menarik banyak orang yang ingin melakukan pemotretan di luar ruangan, terutama untuk foto pasangan atau yang sedang berbulan madu. Saya mendapatkan banyak permintaan pemotretan sawah terasering! Bagi saya, sinar cahaya, pohon palem, dan sawah terasering adalah kombinasi yang tak tertandingi. Semua ini tampak sangat selaras dan membangkitkan ide untuk menampilkan keindahan tropis, jadi saya akan selalu mencoba memasukkan ketiga unsur ini ke dalam gambar saya.

 

Apa yang saya perhatikan dalam bidikan ini

A) Pilih lensa sudut lebar
B) Posisi matahari: tepat di balik pohon kelapa
C) Tempatkan subjek Anda di latar cahaya untuk menangkap pencahayaan tepi nan indah

 

A) Lensa mana yang digunakan? - Sudut lebar

Gambar utama dibidik dari sudut dan posisi yang lebih tinggi pada lensa EF16-35mm f/2.8L milik saya, memungkinkan saya menunjukkan skala lanskap dan menyertakan seluruh pohon palem utama dalam bingkai.

Tentu saja, Tegalalang menghadirkan banyak peluang foto yang berbeda, jadi jangan batasi lensa yang Anda akan bawa! Lensa yang berbeda, memberikan perspektif dan kemungkinan yang berbeda-beda. Lensa zoom standar juga bagus, atau lensa prima yang cepat jika Anda menginginkan bokeh indah untuk portret wajah yang Anda bidik.

Untuk sebagian bidikan, biasanya saya membawa lensa berikut ini:
- EF16-35mm f/2.8L II USM
- EF35mm f/1.4L II USM
- EF50mm f/1.2L USM (Versi Inggris)
- EF85mm f/1.4L IS USM

Untuk fotografi lanskap, Anda mungkin ingin membawa juga lensa zoom telefoto, sehingga Anda dapat menangkap pemandangan di sisi lain lembah.


Apa lagi yang harus saya bawa?
- Sandal pantai: Sawah mungkin berlumpur dan basah terutama jika Anda masuk ke dalamnya.
- Topi
- Air minum
- Pengusir nyamuk

Untuk fotografer:
Kenakan pakaian sederhana, sepatu yang nyaman, dan barang bawaan yang ringan. Sandal pantai dan celana pendek adalah pakaian terbaik untuk bergerak, karena panas dan bisa kena lumpur.

Bagi yang difoto:
Itu tergantung pada apa yang Anda sukai, tetapi pakaian yang bergerai-gerai tampaknya menjadi favorit, mungkin karena busana itu cocok dengan suasana tropis yang eksotis di tempat itu. Hati-hati kalau memakai jeans putih panjang dan pakaian putih lainnya karena bisa kotor. Saya akan memberi tahu klien saya tentang hal ini apabila kami merencanakan busana mereka untuk pemotretan.

 

B) Pencahayaan seperti apa? - Matahari, tepat dari balik pohon kelapa

Matahari berperan sangat penting dalam pemotretan seperti ini. Cek ramalan cuaca sebelum Anda pergi—Anda perlu hari cerah, jernih dan menghadirkan sinar matahari yang indah.

Sang surya mulai menyorotkan sinarnya melalui cabang pohon kelapa sekitar 45 menit setelah matahari terbit, jadi pergi pagi-pagi sekali dan bersiap untuk memotret. Anda dapat melihat di internet, kapan matahari bersinar, yaitu sekitar pukul 7 pagi atau 8 pagi, tetapi pada kenyataannya, sawah terasering dapat dipotret setiap saat, karena terbuka selama 24 jam. Malahan, Tegalalang juga terkenal untuk pemotretan saat matahari terbit. Terdapat beberapa pintu masuk ke tempat ini selain pintu masuk utama, jadi jika pintu pertama ditutup, cari saja pintu yang lain.


Pencahayaan yang berbeda

EOS 5D Mark IV/ EF35mm f/1.4L II USM @ f/1.8, 1/500 det., ISO 100

Bahkan, meskipun waktu cahaya matahari belum tiba, namun masih banyak yang bisa dipotret. Gambar ini, yang dibidik sedikit lebih awal dalam pencahayaan yang lebih merata, memberikan suasana yang sama sekali berbeda. Saya menginginkan sesuatu yang lebih nyata​ daripada gambar utama, jadi saya tidak banyak mengarahkan pose pasangan yang akan dipotret.


Kapan waktu terbaik jika saya menginginkan pemotretan seperti itu?
Matahari terbit sekitar pukul 6.10 pagi di awal tahun, dan semakin awal—di bulan Oktober, sebelum pukul 6 pagi. Suasana mulai ramai sekitar pertengahan pagi hingga menjelang siang hari. Pada tengah hari, matahari dan udara panas bisa sangat terik dan tak tertahankan untuk berjalan-jalan!

Sepanjang tahun, kira-kira pada pukul berapa saya bisa mendapatkan padang nan hijau?
Kapan pun, selama sepanjang tahun, Anda akan selalu menemukan padang hijau dan yang lainnya berada pada tahap siklus panen, yaitu 3 hingga 4 bulan dari saat menanam hingga panen. Tidak ada musim tanam atau panen yang tetap—semua tergantung pada petani.

Kapan musim hujan dan apa yang harus saya waspadai?
Juni sampai Agustus adalah musim kemarau, sedangkan Desember dan Februari adalah musim hujan yang sangat parah. Jika Anda berkunjung setelah hujan, jalan setapak mungkin berlumpur dan licin!

 

C) Di mana seharusnya subjek Anda berdiri? - Pada lampu latar

Apabila memotret di alam, saya biasanya menggunakan cahaya alami saja dan jarang menggunakan lampu kilat. Selama Anda tahu di mana posisi matahari dan bagaimana memposisikan subjek atau kamera, ada banyak potensi yang bisa Anda manfaatkan!

Krop dari gambar utama

Cahaya latar dari matahari yang menembus dari sela-sela daun pohon palem menciptakan pencahayaan tepi, yang membuat subjek pasangan semakin menonjol dari latar belakang. Perhatikan bagaimana hal itu menguraikan rambut dan pakaian mereka, membuat mereka tampak bersinar. Pada saat yang tepat ini, perhatian tertuju ke lengan pria itu saat ia mengulurkan tangan untuk meraih tangan pasangannya, dan ini menambah dampaknya.

Suasana yang ingin saya ciptakan dalam bidikan saya bergantung pada jenis klien yang mempekerjakan saya. Jika subjeknya pasangan, saya suka menangkap kebahagiaan sejati dan momen tulus, sehingga biasanya saya hanya memberikan arahan umum dan membiarkan klien saya melanjutkannya sendiri. Tapi tentu saja, ada sebagian klien yang memang pemalu. Saya bercanda dengan mereka untuk menciptakan suasana yang lebih santai, tetapi saya juga membekali diri dengan sejumlah pose sehingga saya dapat mengarahkan mereka jika perlu. Saya mendapatkan ide pose dari berbagai sumber, seperti Pinterest.

Baca juga:
Pose Pernikahan Umum yang Brilian Untuk Mengarahkan Klien yang Gugup
3 Saran agar Kisah Pernikahan Anda Lebih Agung

 

Catatan mengenai penyuntingan

Apabila mem-posting gambar RAW dari pemotretan, saya fokus pada warna dan nada untuk mendapatkan tampilan sinematis. Saya memiliki beberapa preset khusus untuk pemandangan yang biasa saya potret, termasuk yang didominasi warna hijau seperti yang ada di sini—saya menerapkannya, lalu melakukan penyesuaian halus seperlunya untuk setiap gambar.

Setiap foto berbeda, dan itu juga tergantung pada gaya yang ingin saya tampilkan. Misalnya, jika klien saya menyukai tampilan yang lebih bersih, saya mencerahkan langit, meningkatkan pencahayaan, serta mengangkat bayangan dan warna hitam.

Gambar yang belum diedit dari pemandangan yang sama, diekspos untuk mempertahankan detail dalam sinar cahaya.

Baca juga: 
Pasca-Pemrosesan 3 Menit: Berkas Sinar Surya di Air Terjun

 

Saran lokasi dari Suta

- Bangun pagi-pagi dan tiba di lokasi lebih awal. Anda akan sempat untuk berjalan-jalan dan menemukan sudut berbeda untuk pemotretan Anda. Ada tanda-tanda yang jelas di sekelilingnya, jadi menelusuri tempat pemotretan yang terkenal seharusnya cukup mudah.
- Anda juga dapat menerbangkan drone untuk mendapatkan perspektif udara yang luar biasa, tetapi hati-hati dengan pohon kelapa di sekitar!
- Bersikap hormat terhadap kehidupan warga setempat. Sawah Terasering mungkin menjadi daya tarik wisata, tetapi lahan sawah ini juga merupakan sawah yang digarap petani dan merupakan sumber mata pencaharian petani lokal.

 

Temuan Fakta: Sawah Terasering Tegalalang

Situs Warisan Dunia UNESCO (Versi Inggris), Sawah Terasering Tegalalang menggunakan sistem irigasi subak tradisional, yang sudah dimulai sejak abad ke-8.

- Suhu: Terletak sekitar 600 meter di atas permukaan laut, sedikit lebih sejuk daripada permukaan tanah. Suhu rata-rata siang hari: 26 derajat Celsius
- Menuju ke sana: sekitar 20 menit berkendara ke utara Ubud, dapat ditempuh dengan mengendarai taksi, mobil sewa, atau skuter. Jalannya sebagian besar lurus, tidak banyak belokan.
- Biaya masuk: Sekitar Rp 10.000 pada saat artikel ini diterbitkan.
Ini tidak mencakup akses penuh ke sawah, karena banyak jalan setapak mengarah ke area milik pribadi. Petani setempat mungkin meminta sumbangan kecil sebelum mereka mengizinkan Anda memasuki ladang mereka. Ingatlah untuk membawa uang receh untuk donasi ini.

 

---
Sedang mencari rekomendasi spot pemotretan/photo walk di destinasi liburan Anda? Berikut adalah sebagian tempat untuk dijelajahi, dengan kiat dan saran dari fotografer lain yang akrab dengan tempat itu!
#HelloFrom Singapore: Memotret 3 Era Arsitektur di Tiong Bahru
#Hellofrom Hong Kong: Pemandangan Memukau dari Puncak Tertinggi Hong Kong
2 Tempat Fotografi Musim Dingin yang Memukau di Hokkaido
Tempat Memotret Dedaunan Musim Gugur di Jepang: 2 Tempat di Jalur Terpencil

Mengenai Penulis

Suta Rahady

Seorang fotografer profesional yang lahir, besar, dan tinggal di Bali, Suta senang mengabadikan momen kehidupan di Bali dan daerah lain di Indonesia, baik dalam bentuk potret wajah, acara lamaran, pertunangan, pernikahan, atau suasana bulan madu, lanskap, pemotretan gaya hidup, atau hal lain yang bisa dibayangkan. Apabila memotret sosok manusia, ia berusaha menjalin suatu hubungan yang tulus, karena ia yakin bahwa hal itu menambah sentuhan pribadi pada setiap bidikan.

Situs web: https://www.sutarahady.com/
Instagram: @sutarahady

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami