Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

2 Teknik One-Light Sederhana untuk Potret Pernikahan di Siang/Malam Hari yang Mengagumkan

Anda mendapatkan pemandangan yang ideal untuk potret pernikahan di luar ruangan, tetapi ada satu kendala yang tidak bisa Anda atasi: Penerangan Anda tidak memiliki perbekalan lampu kilat yang memadai. Berikut ini, dua gambar mengagumkan yang hanya memerlukan satu lampu cahaya dan teknik lampu kilat yang tepat untuk menghasilkannya. Anda dapat menggunakannya juga untuk fotografi potret wajah! (Dilaporkan oleh Takenao Anzawa)

Potret pernikahan di malam hari dengan latar bentangan kota

EOS-1D X/ EF70-200mm f/2.8L USM/ FL: 95mm/ Manual exposure (f/2.8, 1/80 det., EV±0)/ ISO 1600

 

Lamaran agung berlatarkan bentangan malam nan gemerlap Ciptakan siluet yang memikat, menggunakan cahaya dari belakang

 

Tata letak perlengkapan untuk potret pernikahan waktu malam

Diagram pencahayaan

Atur penataan cahaya tunggal tepat di belakang pengantin
Sesuaikan lampu kilat supaya agak menyudut ke arah pengantin pria

 

Penataan saya

Saya menata monolight (cahaya tunggal) tepat di belakang pengantin. Arah lampu kilat agak menyudut ke kiri untuk menciptakan sorotan pada wajah pengantin pria.

 

Menyatukan pemandangan malam nan indah

Untuk bidikan pra-nikah ini, sang pengantin pria telah meminta untuk mereplikasi suasana pelamarannya. Saya memilih tempat dengan pemandangan malam nan gemerlap sebagai lokasi pemotretan untuk menambahkan efek dramatis pada foto.

Untuk membuat suasana terlihat lebih wajar, saya menyesuaikan penerangan agar selaras mungkin dengan efek cahaya lampu di sekelilingnya. Gambar yang dihasilkan dipertegas oleh cahaya yang terpancar indah melalui gaun pengantin.

 

Titik komposisi yang lebih halus

Untuk menyeimbangkan komposisi, saya memastikan bahwa tangan pengantin pria tumpang tindih dengan ruang kosong di antara gedung saat ia mempersembahkan cincin kepada sang pengantin wanita.

Selain itu, ada banyak halangan di sekitar lokasi yang menyulitkan menyusun komposisi pemotretan. Saya menggunakan lensa telefoto untuk membantu mengkrop objek yang tidak diinginkan agar latar belakang terlihat lebih apik.

 

Tepat sebelum matahari terbenam: Menciptakan bayangan dramatis dengan daylight sync

Potret pernikahan di sore hari sebelum matahari terbenam

EOS 5D Mark II/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 24mm/ Manual exposure (f/6.3, 1/60 det., EV±0)/ ISO 200

 

Tata letak perlengkapan untuk potret pernikahan di siang hari

Diagram pencahayaan

Speedlite 600EX II-RT
Output: Manual 1/2 flash power / Diarahkan kepada pengantin wanita dan pengantin pria

 

Penataan saya

Saya menempatkan lampu kilat off-shoe saya di depan subjek, menyerong ke bagian kiri mereka (lihat diagram). Sudut pencahayaan ini membantu menciptakan bayangan yang menambah kesan anggun pada foto pernikahan.

 

Pada pemandangan seperti ini, fill flash mutlak diperlukan

Bidikan ini diambil segera setelah matahari terbenam. Untuk pemandangan seperti itu, jika Anda mengandalkan pada cahaya alami saja, Anda tidak akan dapat menangkap langit biru dan awan di latar belakang—gambar Anda hanya akan menunjukkan siluet pasangan pengantin.

Karena itu, wajib menggunakan lampu kilat. Di sini, saya menggunakan daylight sync, suatu teknik yang mempertimbangkan cahaya alami dan menyeimbangkan kontras kecerahan pada gambar.

Untuk petunjuk mengenai cara melakukan daylight sync, bacalah artikel ini:
[Bagian 1] Menangkap subjek yang berdiri membelakangi matahari dengan daytime sync


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Genkosha Co.

Genkosha Co.

Sebuah penerbit yang mengkhususkan diri dalam buku serta video mengenai video, fotografi dan ilustrasi.

Takenao Anzawa

Takenao Anzawa

Lahir pada tahun 1975, Anzawa tumbuh dewasa sambil mengamati ayahnya yang adalah seorang fotografer, bekerja di studio foto milik keluarganya. Cita-citanya adalah mengikuti jejak sang ayah. Dia memutuskan untuk keluar dari perguruan tinggi dan masuk ke Nippon Photography Institute. Setelah lulus, dia bergabung dengan Hakuhodo Creative, Inc. (Sekarang dikenal sebagai Hakuhodo Products, Inc.) selama beberapa tahun. Berharap untuk melanjutkan keahlian dalam bidang fotografi pernikahan, dia berangkat ke Amerika Serikat pada tahun 2006 dan menjadi mahasiswa seniman visual Shinichi Maruyama. Setelah kembali ke tanah air, dia mendirikan An’z Photography (“Anz Photo” sejak 2009). Pada tahun 2012, dia ikut ambil bagian dalam mendirikan Japan Wedding Photographers’ Association, dan saat ini dia menjabat sebagai President. Saat dia tidak sedang memotret acara pernikahan, Anzawa adalah dosen tetap di Nippon Photography Institute.

http://www.topweddingphotographer.tokyo/