Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Produk >> All Products In Focus: EOS R- Part 5

4 Hal yang Tidak Anda Ketahui Mengenai Video 4K pada EOS R

2018-12-06

Mengatakan bahwa EOS R “bisa merekam video 4K” sesungguhnya agak meremehkan kemampuan yang sebenarnya - berapa banyak di antara kalian yang tahu, bahwa kamera ini juga bisa digunakan untuk pembuatan film yang serius? Dalam artikel ini, kami mengamati 4 spesifikasi perekaman film utama EOS R, dan maknanya bagi pembuat film EOS R yang bercita-cita tinggi.

Gambar sang pahlawan, video 4K EOS R

 

1. EOS R membuat film 4K dalam format Super 35mm - standar industri pembuatan film

Sama seperti still photography yang memiliki format (fotografi gambar diam) yang berbeda-beda (format APS-C, 35mm full-frame, sedang, dll.), dalam pembuatan film pun digunakan sejumlah format yang berlainan. Salah satu format standar industri pembuatan film adalah format Super 35mm.

Format Super 35mm memiliki asal yang sama dalam stok film 35mm, sebagai format 35mm still photography. Namun demikian, demi alasan historis, format ini dikembangkan dari stok film 35mm seperti yang digunakan pada orientasi vertikal (bukan orientasi horizontal seperti dalam foto still), karenanya, ukurannya pun berbeda. Hal ini tidak mengubah fakta bahwa ini adalah standar industri sinematografi: Banyak film yang sudah direkam dalam format ini, dan kamera sinema digital termutakhir, juga dilengkapi dengan sensor format-Super 35mm.

Standar industri inilah yang menjadi pendekatan “cropped 4K shooting” pada EOS R. Perekaman dot-by-dot (“native”) kamera, tidak perlu mengubah ukuran tiap bingkai, karena itu, hal ini mengurangi beban prosesor gambar selama proses perekaman. Hal ini membantu mencegah kamera kepanasan setelah berjam-jam merekam, yang pada gilirannya, akan meningkatkan noise digital yang cenderung terjadi. Selain itu semua, format Super 35mm juga mendukung perekaman high bitrate yang menghasilkan gambar berkualitas lebih tinggi.

Dari semua fakta ini, terbukti bahwa spesifikasi perekaman video EOS dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan industri produksi video di dunia nyata.

 

2. Gunakan adaptor drop-in-filter dengan filter ND variabel, dan EOS R mengubahnya menjadi kamera movie yang istimewa

Dalam perekaman gambar still, pencahayaan ditentukan oleh tiga elemen dasar: aperture, shutter speed dan ISO speed. Namun demikian, kasusnya agak berbeda apabila menyangkut perekaman video.

Dalam video, Anda dapat menggunakan “shutter speed” (kecepatan rana) pada frame rate (laju bingkai). Pada 25p/30p (25 frames per second/ 30 frames per second), kecepatan rana yang direkomendasikan untuk memastikan agar pergerakan terlihat wajar, yaitu sekitar dua kali lipat frame rate (Seper-50 atau Seper-60 detik masing-masing). Sisanya yaitu, aperture dan ISO speed untuk memanipulasi secara bebas kontrol pencahayaan.

Pada pemandangan di dalam ruangan yang normal, biasanya hal ini memadai. Namun demikian, seandainya Anda merekam di lokasi yang terang dan menginginkan depth-of-field yang dangkal, misalnya, Anda mungkin tidak bisa mendapatkan hasil yang ideal. Dalam hal ini, Anda akan memerlukan filter neutral density (ND) untuk mencegah cahaya yang berlebihan. Malahan, filter ND wajib dimiliki untuk pembuatan film profesional. Pada faktanya, banyak kamera video canggih, termasuk dalam jajaran Cinema EOS yang dilengkapi filter ND built-in, menunjukkan betapa sangat penting filter ini.

Untuk EOS R, terdapat Drop-in Filter Mount Adapter EF-EOS R, yang tidak saja bisa digunakan dengan lensa EF apa pun, tetapi juga dilengkapi dengan filter ND variabel yang memungkinkan Anda menyesuaikan pencahayaan di mana saja, dari kecepatan rana 1 hingga 6 stop. Ini merupakan solusi cemerlang terhadap kebutuhan para pengguna yang senang menggunakan Canon still camera (kamera foto diam) untuk videografi.

Drop-in Filter Mount Adapter EF-EOS R dengan Drop-in Variable ND Filter A

Drop-in Filter Mount Adapter EF-EOS R dengan Drop-in Variable ND Filter A

EOS R dengan Drop-in Filter Mount Adapter dan Lensa EF

EOS R dengan Drop-in Filter Mount Adapter dan Lensa EF

 

3. Canon Log: Pantulan EOS R sebagai perangkat videografi unggulan

EOS R memuat sejumlah fitur yang bermanfaat pada pasca-produksi video.

Pertama, ini adalah kamera still EOS untuk dipasang terlebih dulu dengan Canon Log. Merekam video dengan Canon Log membantu memperluas kisaran dinamis (perbedaan antara nada paling terang dan paling gelap pada gambar). Hal ini memungkinkan untuk mereproduksi kisaran intensitas cahaya yang lebih luas.

Misalnya, Rec.709, gamma video standar untuk KDTV, mampu mereproduksi kisaran dinamis hingga sekitar 8 stop, dan blowout cenderung terjadi pada sejumlah pemandangan dengan rasio kontras yang lebih tinggi. Secara kontras, Canon Log menawarkan kisaran dinamis 12 stop, yang memungkinkan lebih banyak detail dari pemandangan yang sama untuk dipertahankan secara jelas dari bayangan terhadap sorotan cahaya, sehingga lebih fleksibel dalam gradasi warna. 

Perbedaan dalam kisaran dinamis antara Rec. 709 dan Canon Log

Perbandingan Grafis Kisaran Dinamis: (A) Rec.709 vs. (B) Canon Log

 

Untuk lebih meningkatkan kemampuan EOS R lebih jauh lagi, gunakan perekam eksternal. Kamera mendukung perekaman eksternal 4K 10-bit YCbCr:4:2:2 via HDMI. Ini menghasilkan output kualitas sangat tinggi yang memberikan segudang informasi, sempurna untuk pasca-produksi.

EOS R juga dilengkapi dengan opsi standar penyiaran untuk pengaturan jarak warna, yang diperlukan untuk memastikan bahwa warna disampaikan seperti yang dimaksudkan di seluruh monitor dan TV: 
- BT.709, yang didesain untuk standar HDTV dan standar yang digunakan pada sebagian besar komputer konvensional serta monitor HD video; dan
- BT.2020, yang merupakan standar untuk TV (UHDTV) ultra high-definition dan dianggap sebagai ruang warna masa depan.

Semua ini juga mengindikasikan, bahwa EOS R tidak hanya merekam video, tetapi juga mempertimbangkan alur kerja pasca-produksi yang profesional. 

 

4. Dual Pixel CMOS AF - sistem AF yang dahsyat untuk perekaman film 4K

i) Pemfokusan otomatis yang tepat, meniadakan focus breathing (istilah untuk perubahan kecil dalam panjang fokus lensa yang terjadi saat fokus disesuaikan dari infinity menjadi MFD, atau sebaliknya.)

Dibandingkan dengan video HD dan FHD, video 4K dicirikan oleh resolusinya yang lebih tinggi dan reproduksi detail yang lebih tajam. Namun demikian, hal ini juga berarti, jika gambar agak sedikit di luar fokus, ini akan terlihat lebih nyata. Penyesuaian fokus manual, juga memiliki keterbatasannya.

Oleh karena itu, di sini diperlukan sistem Dual Pixel CMOS AF.

Sebagian besar still camera menggunakan kombinasi pendeteksian kontras dan pendeteksian fase untuk mencapai AF ketika merekam video. Sewaktu pendeteksian kontras, kamera cenderung membuat sedikit penyesuaian pada panjang fokus ketika mencoba menetapkan fokus, sehingga menghasilkan apa yang dikenal sebagai focus breathing. Hal ini menjadi lebih jelas dalam footage 4K resolusi tinggi. Sebagai perbandingan, sistem Dual Pixel CMOS AF pada EOS R melakukan AF dengan menggunakan pendeteksian fase saja. Dengan ini, fokus berhenti secara tepat di tempat yang dikehendaki, bahkan apabila Anda menarik fokus (mengubah fokus sewaktu membidik).

ii) Ini sudah tercakup pada Cinema EOS

Meskipun sistem Dual Pixel CMOS AF sudah merupakan fitur pada still camera EOS Canon selama ini, Anda pasti tidak menduga bahwa semua model Cinema EOS juga diperlengkapi dengan ini. Dengan kata lain, Dual Pixel CMOS AF untuk 4K video pada EOS R bukan hal baru. Malahan, ini merupakan teknologi AF perintis untuk perekaman video, dan sudah mencapai tingkat kematangan dan keandalan di bidangnya.

iii) Focus Guide (Panduan Fokus) untuk membantu pemfokusan manual

Teknologi Dual Pixel CMOS AF juga digunakan dalam fitur Focus Guide, yang membekali pengguna dengan indikator visual mengenai lokasi fokus. Hal ini sungguh membantu dalam menetapkan fokus yang tepat, sehingga pemfokusan manual menjadi jauh lebih mudah bagi semua pengguna.

Dual Pixel CMOS AF

Dual Pixel CMOS AF
1. Fotodiode A
2. Fotodiode B
3. Tiap piksel gambar melakukan pendeteksian perbedaan fase dan penggambaran.

Focus Guide (Panduan Fokus)

Focus Guide (Panduan Fokus)

 

Kesimpulan

Dari empat aspek fitur perekaman film di atas, jelaslah bahwa EOS R menawarkan sejumlah spesifikasi perekaman video yang sama seperti kamera sinema. Selain itu, juga jelas bahwa Dual Pixel CMOS AF, yang dianggap sebagai sistem AF generasi berikutnya, adalah teknologi yang sudah terbukti dan andal untuk video sebagai tambahan fitur still (gambar/foto diam). Jadi, jangan membatasi diri untuk membidik still (gambar diam) pada EOS R - manfaatkan juga kemampuan video yang dimiliki kamera ini!

 

Anda baru dalam pembuatan film? Baca serial tutorial berikut ini, dari:
Pendahuluan tentang Membuat Film pada Canon EOS (1): Yang Harus Diketahui oleh Setiap Pemula

Klik di sini untuk mengetahui selengkapnya tentang EOS R

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!