LOGIN/SIGN UP function is disabled for upgrade and maintenance. It will resume on 22/01/2022 10.30 AM SGT. Sorry for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Burung Terbang: Pengaturan Kamera untuk Meningkatkan Bidikan Anda yang Berhasil

Apabila memotret burung yang sedang terbang, ternyata sulit untuk menetapkan fokusnya. Sistem EOS iTR AF X yang baru pada kamera EOS R5 dan EOS R6 dapat dengan mudah mendeteksi badan, kepala, dan bahkan mata burung, tetapi untuk sebagian pemandangan yang sulit, ada sejumlah fitur dalam menu untuk membantu melakukannya dengan lebih baik. Fotografer profesional Neo Ng, yang sangat mencintai fotografi, telah membawanya berkelana ke berbagai tempat untuk memburu burung pada hari liburnya. Ia juga berbagi sejumlah saran. (Dilaporkan oleh: Neo Ng)

 

Sebelum membidik: Pengaturan dasar untuk tanggapan yang optimal

Genre fotografi yang berbeda-beda memiliki pengaturan optimal yang berlainan. Keuntungan memiliki kamera canggih, seperti EOS R5 dan EOS R6, Anda bisa menyesuaikannya sesuai pemandangan dan preferensi Anda.

Apabila memotret subjek yang bergerak sangat cepat dan tidak terduga, seperti burung yang terbang dan menukik, setiap sepersekian detik sangat berarti. Model kamera seperti EOS R5, EOS R6, dan EOS-1D X Mark III sudah dibuat untuk memiliki kemampuan performa AF yang istimewa, tetapi ada sebagian hal yang bisa juga Anda lakukan untuk mengurangi kemungkinan kamera yang melambat! Inilah sebagian di antaranya:

- Membidik dalam mode Manual atau Shutter-priority AE (Tv) dengan kecepatan ISO yang sudah dipatok

Apabila Anda menggunakan mode auto-exposure, kamera harus selalu mengukur dan menghitung pencahayaan terbaik, yang memperlambat tanggapan kamera selama sekian detik yang berharga. Pada kamera mirrorless, ini juga bisa ikut memperlambat EVF saat kamera memperbarui tampilan dalam waktu nyata. Cara terbaik untuk mengurangi pemrosesan yang diperlukan adalah dengan menggunakan mode full Manual.

Namun demikian, ada sebagian pemandangan yang sebaiknya menggunakan mode Auto Exposure, seperti ketika burung terbang dari tempat yang terang ke tempat yang gelap. Dalam situasi semacam itu, gunakan Tv mode untuk mempertahankan kecepatan rana cepat, tetapi tetapkan kecepatan ISO secara manual, jangan menggunakan ISO Auto. Kamera tetap harus memperbarui tampilan EVF, tetapi setidaknya tidak harus menghitung kembali kecepatan ISO terbaik. 


- Nonaktifkan pengurangan noise kecepatan ISO Tinggi

Anda akan memerlukan kecepatan rana yang sangat cepat, jadi bersiaplah untuk menggunakan high ISO speed juga. Kendati demikian, dengan mengaktifkan pengurangan noise kecepatan ISO Tinggi, bisa memperlambat kecepatan pemotretan beruntun dan menyebabkan sejumlah bidikan terluputkan. Itulah mengapa sebaiknya memiliki kamera dengan kemampuan kecepatan ISO tinggi yang istimewa!


- Nonaktifkan Continuous AF (AF Beruntun)

Dalam Continuous AF (berbeda dari mode Servo AF), kamera melakukan pendeteksian fokus, bahkan sebelum Anda menekan tombol untuk memulai AF. Kurangi pemakaian daya dengan menonaktifkannya di menu AF kamera.


- Pada kamera mirrorless: Nonaktifkan ‘Image Review’; tetapkan performa tampilan EVF ke ‘Smooth’

Hal ini memungkinkan Anda mengimbangi berbagai tindakan dengan lebih baik melalui EVF.

 

Ingat juga untuk memeriksa semua pengaturan ini!

Pengaturan berikutnya adalah dasar-dasar untuk memotret burung dan satwa lainnya di kehidupan alam liar, tetapi sering dilupakan:


- Subjek untuk deteksi: Hewan

Apabila memotret burung/unggas, kucing atau anjing, ingatlah untuk beralih ke setelan ‘Animals’ sehingga pengenalan subjek lebih baik.


- Eye Detection (Deteksi Mata): Aktif

Ini dinonaktifkan secara default, jadi cek apakah fitur ini sudah diaktifkan!


- Operasi AF: AF Servo

Dalam mode ini, kamera akan tetap berfokus pada subjek yang bergerak selama Anda menekan separuh tombol rana atau menahan tombol AF ON. Titik AF akan berwarna biru, bukan hijau.


- Lens IS – Off (untuk bidikan yang lebih tajam ketika menggunakan tripod.)

Sekarang, setelah semuanya siap, pengaturan lainnya akan bergantung pada pemandangannya. Berikut ini, saya akan berbagi pengaturan yang saya rekomendasikan untuk skenario penerbangan tiga burung.

 

Pemandangan 1: Burung air sedang bersiap terbang dari permukaan air

EOS R5 + EF600mm f/4L IS III USM @ f/4, 1/4000 det., ISO 1000
Little Grebe

Jika Anda baru belajar memotret burung terbang, mungkin paling mudah adalah memulainya dengan memotret burung yang sedang berenang. Burung berenang mudah dilihat, dan arah pergerakannya dapat diduga, sehingga lebih mudah mempertahankan fokusnya. Bagian yang sulit adalah pergerakan akselerasi yang tiba-tiba saat burung akan terbang.


Pengaturan AF yang penting:

- Metode AF: Face Detection + Subject Tracking Priority
- Servo AF Characteristic: “Accel./Decel. Tracking” ke +1 atau +2


Teknik

Gunakan initial Servo AF point (titik AF Servo awal) untuk mengambil burung ketika sedang berenang, dan mengikutinya sampai burung itu terbang.


Pengaturan yang berguna 1: Initial Servo AF point (Titik AF Servo awal)

Di bawah pengaturan default (‘Auto’), kamera mencari titik AF terbaik pada seluruh area AF. Dengan menetapkan initial Servo AF point (titik AF Servo awal), ini “memberi tahu” kamera di mana harus mulai mencari, sehingga mempercepat prosesnya.


Langkah 1: Dalam menu AF, cari item ini:


Langkah 2: Pilih item kedua pada menu.

Opsi ini juga memungkinkan Anda mempertahankan titik AF yang sama apabila beralih dari mode Face Detection + Subject Tracking Priority ke mode AF yang lain.


Langkah 3: Tempatkan titik AF pada subjek.

Kotak kecil di tengah adalah initial Servo AF point (titik AF Servo awal). Tempatkan di atas burung, lalu tekan separuh tombol rana/tekan tombol AF ON. Kamera seyogianya dapat dengan mudah menemukan subjeknya, dan setelah dalam fokus, kotak di tampilan akan berwarna biru. Mungkin juga ukurannya berubah, tergantung pada subjeknya. Yang perlu Anda lakukan berikutnya adalah mempertahankan burung dalam bingkai kamera.

 

Saran: Mengatur ulang titik AF ke tengah-tengah

Tergantung pada gambar sebelumnya, initial Servo AF point (titik AF Servo awal) mungkin tidak berada di tengah-tengah ketika Anda melakukan restart shooting. Pada EOS R5 dan EOS R6, secara default, kalau menekan Multi-controller, akan mengatur ulang titik AF ke tengah-tengah. Anda juga bisa menugaskan tombol lain untuk menjadi shortcut (pintasan).


Pengaturan yang berguna 2: Karakteristik Servo AF – ‘Plckn prcept/prlambt’ ke +1 atau +2

Pergerakan tinggal landas secara tiba-tiba memerlukan pelacakan pada akselerasi. Saya menggunakan Servo AF Case 3, tetapi Anda mungkin ingin mengurangi sensitivitas pelacakan default kalau terdapat banyak gangguan di sekitar. Atau, sebagai alternatif, gunakan Case 4.

EOS R5 + EF600mm f/4L IS III USM @ f/4, 1/1000 det., ISO 1000

 

2.  Burung kecil yang sangat cepat bergerak, pas sebelum mendarat

EOS R5 + EF600mm f/4L IS III USM @ f/4, 1/3200 det., ISO 1600, EV -1
Common Kingfisher 

Pergerakan yang sangat cepat dari burung kecil, seperti burung kingfisher atau burung cekakak, sungguh memberikan tantangan untuk mengantisipasi pergerakannya. Tetapi, dengan mengamati burung secara dekat, kelak Anda akan bisa memperkirakan di mana burung akan mendarat. Sesaat sebelum burung mendarat, momen itu pun bisa menghasilkan bidikan yang cukup unik!


Pengaturan AF yang penting:

- Metode AF: Face Detection + Subject Tracking Priority OR Zone AF
- Karakteristik Servo AF: Case 3


Teknik

Gunakan initial Servo AF point (titik AF Servo awal) untuk melakukan pra-fokus pada area yang Anda perkirakan burung akan mendarat.


Pengaturan yang berguna 1: AF Case 3

Pengaturan yang baik untuk memasangkan pre-focusing (pra-fokus) dengan initial Servo AF point (titik AF Servo awal) adalah Servo AF Case 3. Dengan ini, AF akan menemukan dan mengunci pada burung dengan lebih mudah setelah memasuki titik AF.


Pengaturan yang berguna 2: Zone AF/Large Zone AF

Jika ada sesuatu yang mengganggu di latar belakang dan Anda ingin mengurangi kemungkinan perburuan fokus, cobalah beralih ke metode Zone AF yang membatasi area AF. Perhatikan bahwa Animal Eye Detection (Pendeteksian Mata Hewan) tidak tersedia dalam mode ini.

Dalam mode Zone AF, kamera melakukan pendeteksian AF hanya di area bingkai putih. Titik AF aktif tampak seperti kotak biru. Mode Large Zone AF memiliki bingkai AF yang lebih besar.


EOS R5 + EF600mm f/4L IS III USM @ f/4, 1/3200 det., ISO 1600, EV -1

Mengapa tidak menggunakan pengaturan di atas untuk menghasilkan versi Anda sendiri atas mahakarya ini?

 

Pemandangan 3: Apabila ada burung lain pada jalur

EOS R5 + EF300mm f/2.8L IS II USM @ f/3.5, 1/5000 det., ISO 400
Burung Camar Tengkuk Hitam 

Sekawanan burung ketika berburu makanan, jalurnya kerap tidak dapat diprediksi, sehingga besar kemungkinan ada burung lain yang terbang pada jalur, meskipun Anda menginginkan hanya bidikan satu burung.


Pengaturan AF yang penting:

- Face Detection + Subject Tracking Priority AF
- Switching tracked subjects: Enable (slow)


Teknik

Gunakan initial Servo AF point (titik AF Servo awal) untuk memilih burung yang Anda inginkan sebagai subjek, dan mempertahankannya di dalam bingkai.


Pengaturan yang berguna: “Switching tracked subjects” (M'alihkan subjek yg dilacak)

Fitur menu ini memungkinkan Anda menetapkan semudah apa kamera mengalihkan titik AF setelah kamera tidak dapat mendeteksi subjek semula. Saya menetapkannya ke Enable (slow)’, yang tetap masih cukup “lekat” untuk tetap terkunci pada subjek saya, meskipun ada burung lain yang terbang di depannya.


EOS R5 + EF300mm f/2.8L IS II USM @ f/5, 1/4000 det., ISO 640

 

Saran: Mendapatkan pencahayaan dan detail terbaik ketika memotret burung putih

EOS R5 + EF300mm f/2.8L IS II USM @ f/2.8, 1/6400 det., ISO 640

Jika Anda menggunakan evaluative metering (pengukuran evaluatif), detail bulu burung putih bisa berlebihan cahaya, khususnya kalau pemandangannya sangat kontras dan Anda menggunakan mode auto-exposure. Gunakan spot metering and AE lock untuk menghindarinya. Anda mungkin ingin sedikit mengurangi cahaya bidikan agar lebih banyak detail yang bisa dipulihkan dalam pasca-pemrosesan.

 

Pengaturan yang berguna: Highlight tone priority (Prioritas warna sorotan)

Aktifkan 'Highlight tone priority' untuk menangkap berbagai detail yang terang pada bulu putih dengan lebih baik. Biasanya, saya menggunakan pengaturan ‘Enhanced’ (D+2).

 

Perlu lebih banyak hal yang menantang? Coba ini:
Saran Panning untuk Menangkap Gambar Dinamis Burung Liar yang Terbang

Perbaiki dasar-dasar fotografi unggas/burung Anda, baca:
Panduan Fotografi Unggas bagi Pemula
Potret Burung: 4 Saran Sederhana untuk Menemukan Sudut yang Lebih Bagus

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Neo Ng

Neo Ng

Berkedudukan di Hong Kong, mantan pembina bola basket, Neo Ng, adalah seorang fotografer freelance untuk bidang olahraga, hewan piaraan dan satwa di kehidupan alam liar. Fotografer resmi untuk berbagai tim olahraga Hong Kong, ia telah berkolaborasi dengan Nike Hong Kong Sports Marketing. Di waktu senggangnya, biasanya ia ditemukan sedang memberi makan burung, karena ia sangat menghayati fotografi burung/unggas liar. Ia kerap menjadi kontributor DC Fever, portal fotografi terbesar di Hong Kong. Neo juga menyelenggarakan lokakarya fotografi dan tur fotografi burung/unggas.

https://500px.com/neong
https://www.facebook.com/neongphotography/