Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Potret Burung 4 Saran Sederhana untuk Menemukan Sudut yang Lebih Bagus

Kalau ingin mengamati burung melalui teropong dan lensa super telephoto. Anda melihat spesies baru yang indah sedang bertengger di atas cabang pohon, dan segera menuju ke sana, …tapi, tunggu dulu! Saking gembiranya, Anda langsung menjepret kamera, tapi ternyata sudut bidikan Anda menghasilkan foto yang kurang bagus. Dalam artikel ini, kami berbagi sejumlah saran agar mendapatkan sudut yang lebih bagus untuk potret burung. (Foto dan saran, diberikan atas kebaikan Adrian Silas Tay)

 

1. Burung yang bertengger: Jarak yang lebih dekat tidak serta-merta berarti lebih baik

Kedua gambar dari burung yang sama, dan dibidik dengan kamera serta lensa yang sama pula. Dapatkah Anda mengetahui perbedaan dalam sudut kamera?


Dari jarak lebih jauh


Burung Pekakak


Tepat dari bawah pohon

Kedua gambar: EOS R6/ EF400mm f/4 DO IS II USM + Extender EF2x III/ FL: 800mm pada f/8 

 

Kemiringan menyebabkan distorsi

Pada gambar pertama, perhatian kita tertuju lebih dulu pada kepala dan mata burung, sedangkan pada gambar kedua, perhatian kita jatuh pada bagian bawah burung. Tubuh burung terlihat lebih besar secara tidak proporsional pada gambar kedua.

Diagram sudut ketinggian

Kalau berada tepat di bawah pohon, akan menghasilkan sudut ketinggian dan bidang fokus yang lebih miring. Hal ini tidak saja menyebabkan distorsi yang terlihat jelas pada bentuk burung, tetapi juga membuatnya lebih sulit untuk menempatkan burung seluruhnya dalam fokus.

Karena itulah, lensa tilt-shift (geser-miring) digunakan untuk memotret berbagai gedung tinggi. Ketahui selengkapnya di sini.

 

2. Untuk burung pantai dan burung yang tinggal di darat, ambil pada sudut rendah

Tidak semua burung berkumpul di pepohonan. Banyak juga burung pantai dan burung darat. Tampaknya memang lebih mudah untuk mendapatkan bidikan yang bagus hanya dengan mengarahkan lensa ke subjeknya dari tempat Anda berdiri, tetapi, justru di sinilah posisi pemotretan Anda bisa membuat suatu perbedaan.

Cermati gambar di bawah. Kalau Anda perhatikan, efek bokeh latar depan dan latar belakang lebih kuat pada bidikan posisi rendah, bukan?


Posisi rendah

Bebek Bersiul Kecil


Dari posisi berdiri tegak ke atas

Kedua gambar: EOS R5/ EF600mm f/4L IS III USM + Extender EF1.4x III/ FL: 840mm pada f/8

 

Level lensa dengan subjek = level mata, bokeh lebih baik

Diagram yang menunjukkan, bagaimana sudut kamera dapat memengaruhi jarak dari latar belakang.

Apabila Anda membidik dari posisi yang lebih rendah sehingga lensa Anda berada pada level mata subjek, biasanya ini memberikan jarak yang lebih besar, sehingga menghasilkan bokeh latar belakang yang lebih kuat. Bidang fokus pun membuat bokeh latar depan terlihat lebih jelas.


Saran: Putar layar sentuh Vari-angle untuk membidik dengan lebih nyaman dari posisi rendah atau sudut rendah.

Vari-angle LCD

 

3. Perhatikan arah penerangan secara cermat

Anda tidak dapat mengendalikan cuaca atau matahari, tetapi Anda bisa mengatur tempat untuk membidik! Berjalanlah ke sekeliling untuk menemukan cahaya terbaik untuk bidikan Anda.

Burung Elang Kukuk Besar
EOS 7D Mark II/ EF500mm f/4L IS USM + Extender EF 1.4x/ FL: 700mm (setara 1120mm)

Penerangan depan dianggap ideal, karena dapat mempertahankan sebagian besar detail dan warna yang jelas.


EOS 7D Mark II/ EF500mm f/4L IS USM + Extender EF 1.4x/ FL: 700mm (setara 1120mm)/ Aperture-priority AE (f/8, 1/50 det.)/ ISO 400/ WB:

Penerangan Tersebar memberikan kesan yang agak lembut.


EOS 7D Mark II/ EF500mm f/4L IS USM + Extender EF 1.4x/ FL: 700mm (setara 1120mm)/ Aperture-priority AE (f/6.3, 1/320 det., EV -0,3)/ ISO 1000

Cahaya latar dan penerangan dari samping bisa menghasilkan dimensi yang indah. Namun demikian, harap berhati-hati ketika membidik ke dalam cahaya latar, karena detailnya bisa hilang dalam bayangan.

 

Backlight

Kepala burung Bangau Tongtong ini terlalu gelap, sehingga detailnya hilang.

Front light

Front light atau cahaya depan menangkap semua detail secara jelas. Warnanya pun tampak lebih tajam.

 

Saran: Animal Detection AF (AF Pendeteksian Hewan) pada model kamera terbaru dari Canon, seperti EOS R5 dan EOS R6 akan mendeteksi dan melacak burung, sehingga Anda dapat berkonsentrasi untuk menemukan sudut terbaik!


Baca juga:
Metode Matrix: Cara yang Sistematis untuk Menambahkan Variasi ke Bidikan Anda

 

4. Cepat, sederhana dan indah: Latar belakang hijau atau biru

Untuk komposisi yang sederhana namun indah, tempatkan burung dalam bingkai dengan latar belakang warna biru atau hijau. Warna-warna ini juga memberikan nuansa alam yang lebih bagus.

Burung Pekakak Leher Putih
EOS R6/ EF300mm f/2.8L IS USM + Extender EF2x III/ FL: 600mm/ Aperture-priority AE (f/8, 1/1600 det., EV +0,3)/ ISO 1600


Burung Dara Laut Kecil
EOS 7D Mark II/ EF300mm f/2.8L IS USM + Extender EF2x III/ FL: 600mm (setara 960mm)/Shutter Priority AE (f/5.6, 1/1600 det., EV+1,7)/ ISO 800
Spesies


Saran: “Hijau” bisa juga berasal dari pantulan air!

Burung Trulek Topeng
EOS R5/ EF600mm f/4L IS III USM + Extender EF1.4x III/ FL: 840mm/ Aperture-priority AE (f/8, 1/500 det.)/ ISO 250

 

Teknik bonus: Manfaatkan mode custom camera (C1, C2, C3) untuk secepatnya beralih pengaturan

Apabila burung yang sedang bertengger akan segera terbang dan Anda memutuskan untuk mengikutinya, berarti latar belakang pun akan berubah. Jika Anda bermaksud menggunakan pengaturan yang spesifik untuk sejumlah pemandangan tertentu, slot C1 hingga C3 custom mode pada sebagian model kamera, memungkinkan Anda melakukan peralihan hanya dengan memutar dial atau menekan tombol (khusus).

Beginilah cara saya menetapkan slot saya. Saat burung akan terbang, saya tinggal mengalihkan ke C1 atau C2.


C1: Untuk bidikan backlight flight (terbang pada cahaya latar)

Bangau Tongtong
Saya menetapkan nilai kompensasi pencahayaan yang lebih tinggi daripada C2 untuk menyempurnakan kekurangan pencahayaan akibat cahaya latar.


C2: Bidikan Normal flight (terbang normal)

Burung Gagak
Pengaturan normal untuk burung yang terbang, biasanya f/6.3 hingga f/8, 1/1600 hingga 1/2000 det., EV0 hingga +0,3, dan ISO Auto.


C3: Mode Aperture-priority AE dalam mode 1.6x crop (kamera EOS seri-R)

Burung Sikatan Biru Langit
Mode ini memungkinkan saya untuk secepatnya mencapai jarak yang lebih dekat ke sekelompok burung yang berada di kejauhan. Gambar di atas dibidik pada EF300mm f/2.8L IS II USM dengan EF2x III extender, dan mode 1.6x crop yang menghasilkan panjang fokus efektif 960mm.


Untuk saran fotografi burung/unggas lainnya, bacalah:
Panduan Fotografi Unggas bagi Pemula
Cara Melakukan Bidikan yang Jitu: Burung Hijau Mungil di Antara Bokeh Merah Muda nan Indah

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Adrian Silas Tay

Adrian Silas Tay

Pada siang hari, Adrian bekerja sebagai pembimbing bagi para penyandang autis, dan kegiatannya di waktu libur adalah sebagai pengamat burung dan fotografer kehidupan satwa di alam liar yang penuh penghayatan. Ia pernah menangani sejumlah proyek pelestarian burung dengan berbagai organisasi. Adrian bermaksud mendokumentasikan semua spesies burung di Singapura, dan foto-fotonya (323 spesies dan masih terus bertambah) dapat ditemukan di situs dan berbagai publikasi seperti Singapore Birds Project dan eBird oleh The Cornell Lab of Ornithology.