Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Yang Tidak Anda Ketahui Tentang Fungsi Geser pada Lensa Tilt-Shift (Geser-Miring)

Pernahkah Anda perhatikan, bahwa pada saat memotret bangunan tinggi dari tingkat yang lebih rendah, dasar bangunan cenderung terlihat tidak proporsional, lebih lebar daripada bagian atasnya. Inilah yang disebut distorsi perspektif, dan ini tidak terhindarkan apabila memotret dengan lensa konvensional. Untuk menangkap seluruh bangunan dengan garis tegak lurus yang sejajar, Anda harus menggunakan lensa tilt-shift. Pelajari selengkapnya, apa kebolehan lensa kategori khusus ini untuk bidikan arsitektural, dan ketahui cara memanfaatkan fungsi Shift (Geser) semaksimal mungkin. (Dilaporkan oleh: Ryosuke Takahashi)

Bidikan bangunan di larut senja dengan lensa tilt-shift

 

Apakah lensa tilt-shift itu?

Apabila Anda memotret bangunan arsitektur, sudut kamera bisa membuat distorsi perspektif terlihat lebih jelas. Contohnya, ujung bangunan mungkin terlihat runcing jika Anda membidiknya dari permukaan tanah.

Lensa tilt-shift (dikenal sebagai lensa TS-E di jajaran Canon) adalah lensa kategori khusus yang memungkinkan fotografer menyingkirkan berbagai elemen optik pada lensa supaya distorsi dikoreksi. Semua lensa ini pada umumnya memiliki dua fungsi:

- Fungsi Shift (Geser): Ini menggunakan mekanisme yang menggelincirkan sebagian elemen lensa di sepanjang poros optik. Ini membantu meniadakan distorsi perspektif; dan bagus untuk memotret produk arsitektur, potret wajah dan pemandangan lain apa pun yang mengutamakan bentuk subjek penting ditangkap secara akurat.

- Fungsi Tilt (Miring): Menggunakan mekanisme yang memiringkan lensa pada suatu sudut. Ini menyesuaikan area dalam fokus sedemikian rupa yang tidak mungkin bisa dilakukan pada lensa konvensional. Efek yang paling terkenal dari hal ini mungkin efek miniatur/diorama, di mana hanya sebagian gambar yang berada dalam fokus. Fungsi tilt (miring) juga mampu melakukan yang sebaliknya:Jika pemandangan memiliki banyak kedalaman, dapat dipastikan bahwa segalanya dari latar depan hingga latar belakang berada dalam fokus.

Dalam artikel ini, kita akan fokus pada fungsi Shift (Geser) dan bagaimana fungsi ini membantu dalam mencegah distorsi dalam fotografi arsitektural.

 

Bagaimana cara kerja lensa tilt-shift?

Pertama-tama, mari kita cermati apa yang terjadi pada gambar jika kita tidak menggunakan fungsi Shift (Geser) pada lensa tilt-shift. Hal ini sama seperti memotret dengan lensa konvensional. Perhatikan, ada efek runcing di puncak bangunan dalam gambar di bawah ini.

 

Tanpa menggunakan fungsi Shift (Geser)

Fotografi arsitektural (tanpa koreksi geser)

EOS 1D X Mark II/ TS-E24mm f/3.5L II/ Aperture-priority AE(f/5.6, 1/1000 det.)/ ISO 100/ WB: Auto/ Shift: 0mm (tanpa menggunakan fungsi shift) 

Pada umumnya, apabila kita memotret bangunan tinggi dengan lensa konvensional, kita harus memiringkan (tilt) kamera ke arah atas, dan ini menyebabkan bagian puncak bangunan tampak tidak proporsional, lebih sempit daripada bagian yang lebih rendah.

 

Poros optik tanpa koreksi geser

Poros optik tanpa koreksi geser

Efek runcing terjadi akibat perubahan dalam pembesaran gambar: Apabila lensa dimiringkan, sebagian titik pada subjek menjauhi kamera sedangkan titik lainnya lebih mendekati kamera. Hal ini disebabkan oleh prinsip perspektif optik, yaitu, “benda di sekitar tampak lebih besar dan benda di kejauhan tampak lebih kecil”.

 

Bangunan dibidik pada lensa TS-E dengan koreksi geser

Bidikan bangunan pada lensa TS-E dengan koreksi geser

EOS 1D X Mark II/ TS-E24mm f/3.5L II/ Aperture-priority AE(f/5.6, 1/1000 det.)/ ISO 100/ WB: Auto/ Shift: 5mm (up)

 

Poros optik dengan koreksi geser ke arah atas

Poros optik dengan koreksi geser

Apabila Anda menggunakan fungsi Shift (Geser) untuk memotret bangunan tinggi, Anda menggeserkan optik ke arah atas. Efek optik yang diciptakan mirip dengan memindahkan kamera ke posisi yang lebih tinggi seraya menjaga sudut level lensa tetap sesuai dengan bangunan. Karena itu, garis vertikal bangunan tampak sejajar.

 

Mengapa tindakan ini sesuai

Lingkaran gambar dan cakupan jenis lensa dan sensor berbeda

Tatkala lingkaran gambar yang dibentuk oleh lensa tilt-shift lebih besar daripada lingkaran gambar lensa konvensional, Anda tinggal menggunakan fungsi Shift (Geser) untuk menggelincirkan lensa keluar dari bagian tengah, dan karenanya mengubah sebagian pemandangan yang tertangkap dalam gambar.

 

Cara mendapatkan hasil terbaik dari fungsi Shift (Geser)

Untuk memanfaatkan sepenuhnya fungsi Shift (Geser), ingatlah kedua prinsip mendasar ini:

1. Pastikan kamera pada level vertikal dan horizontal
Alat bantu seperti tampilan timbangan datar elektronik dalam kamera akan membantu Anda memeriksa dan menyesuaikannya.
(Lihat: Fotografi Arsitektural #1: 3 Konsep Dasar)

2. Susun bidikan Anda dengan memberikan sejumlah kelonggaran
Ingat bahwa, apabila menggunakan fungsi Shift (Geser), bagian pemandangan yang ada dalam bingkai, juga akan bergeser.

Untuk pemfokusan, saya menganjurkan penggunaan fungsi Live View dan pemotretan dalam fokus manual (MF). Anda dapat memperbesar tampilan Live View untuk memeriksa detail gambarnya, apakah pengaturan aperture Anda memberikan hasil yang ideal.

 

Langkah 1: Sesuaikan pengaturan kamera

Sakelar mode Live View

Menu tampilan kisi-kisi

Level horizontal

Sebelum mulai membidik, sesuaikan pengaturan kamera untuk digunakan dengan lensa tilt-shift. Beberapa fungsi yang berguna:

- Fungsi Live View, yang menawarkan cakupan 100%—sempurna untuk memastikan bahwa distorsi sudah dikoreksi.
- Timbangan datar elektronik, tampilan kisi-kisi, dan alat bantu lain apa pun yang bisa membantu Anda memastikan bahwa gambar berada pada level yang sama, paling sesuai digunakan apabila memotret dengan lensa tilt-shift.

Tentu saja, Anda juga bisa membidik melalui viewfinder. Namun demikian, tergantung pada banyaknya pergeseran, cahaya melalui lensa mungkin sebagian terblokir dan menyebabkan pencahayaan naik-turun. Memotret dalam Live View memang ideal, karena menyediakan pratinjau yang bagus mengenai gambar akhir.

 

Langkah 2: Pasangkan kamera pada tripod dan pastikan bahwa gambar tegak lurus secara horizontal dan vertikal

Penyiapan kamera untuk bidikan arsitektural
Gambar yang dihasilkan sebelum penyesuaian pergeseran

1. Pasangkan kamera pada tripod, dan hidupkan kamera. (Gambar 1)
2. Gunakan timbangan datar elektronik untuk memastikan bahwa gambar tegak lurus secara horizontal dan vertikal.
(Catatan: Bahkan, meskipun permukaan tanah tampak rata secara kasat mata, namun bisa saja bahwa permukaan tanah ternyata miring, Selalu gunakan timbangan datar elektronik untuk memastikan.)

Setelah Anda pasti bahwa kamera tegak lurus dan permukaan tanahnya rata, Anda mungkin melihat bagian atas gambar terpotong (gambar 2). Hal ini tidak akan menjadi masalah setelah fungsi shift diterapkan.

Setelah Anda menyiapkan kamera, Anda dapat mengambil beberapa bidikan percobaan, baik dengan maupun tanpa fungsi shift untuk lebih menguasai efek tersebut.

 

Langkah 3: Geserkan lensa untuk mengoreksi distorsi

Kenop Shift (Geser)
Gambar dengan koreksi geser

Setelah Anda memastikan bahwa gambarnya tegak lurus secara sempurna, putar kenop shift lock (kunci geseran) untuk membuka kuncinya. Selanjutnya, putar kenop Shift (Geser) untuk menggeser lensa ke arah atas. Sesuaikan gambar sampai Anda dapat melihat seluruh bangunan di pratinjau Live View. 

Untuk bidikan ini, saya menggeserkan lensa ke arah atas sebanyak 5mm. Besaran geseran yang digunakan bergantung pada jarak fokus dan ketinggian bangunan yang Anda potret.

Gunakan tampilan kisi-kisi untuk membantu Anda “melihat” dan menyesuaikan keseimbangan antara langit dan bumi. Tuntaskan komposisi Anda, dan bidik setelah Anda siap. 

 

Lensa tilt-shift Canon manakah yang dipilih?

Canon menawarkan beragam lensa tilt-shift dengan panjang fokus yang berbeda-beda, dan masing-masing lensa memiliki karakter yang berlainan. 

Fungsi shift (geser) tidak hanya berguna untuk pemotretan dalam bidang arsitektur, tetapi juga untuk potret wajah, fotografi produk, dan pemandangan lain apa pun yang mengharuskan Anda mengeliminasi distorsi perspektif dan menangkap bentuk subjek secara akurat.

Sementara itu, fungsi tilt (miring) untuk menyesuaikan area dalam fokus sangat praktis untuk penggunaan khusus yang tidak dapat dilakukan kalau menggunakan lensa konvensional, misalnya, menangkap pemandangan lanskap atau menciptakan efek miniatur yang mencengangkan, hanya dengan sebagian gambar dalam fokus, atau menghasilkan bidikan sebuah meja penuh hidangan dalam fokus seluruhnya dari latar depan hingga ke latar belakang.

Semua lensa TS-E memiliki fungsi shift (geser) dan tilt (miring) yang sama serta dilengkapi “TS rotating system” (sistem putar TS) yang memungkinkan sudut tilt (miring) dan shift (geser) diputar hingga 90° pada kedua arah.

 

TS-E17mm f/4L

TS-E17mm f/4L

Sudut pandang terlebar dalam seri yang layak dibanggakan. Apabila dipadukan dengan fungsi Shift (Geser), Anda dapat menangkap seluruh subjek, bahkan seandainya Anda membidik di ruang yang sempit.

TS-E24mm f/3.5L II

TS-E24mm f/3.5L II

24mm adalah panjang fokus serbaguna—sudut pandang yang mendekati sudut pandang mata manusia, menghasilkan gambar yang terlihat wajar, sesuai untuk segala jenis pemandangan dari lanskap hingga arsitektur. Lensa serbabisa seperti ini adalah pilihan yang sangat bagus untuk lensa TS-E pertama. 

 

TS-E50mm f/2.8L Macro

TS-E50mm f/2.8L Macro

Sesuai dengan namanya, “Macro” (Makro), menunjukkan bahwa lensa ini mampu melakukan fotografi makro dengan jarak fokus bidikan terdekatnya dan pembesaran hingga 0,5x. Panjang fokus 50mm cocok untuk memotret lanskap, karena terdapat fungsi shift (geser) yang memungkinkan Anda menyusun kembali cakrawala dalam gambar sehingga komposisinya lebih baik. Juga ideal untuk memotret makanan dan subjek diam lainnya. 

TS-E90mm f/2.8L Macro

TS-E90mm f/2.8L Macro

Juga dilengkapi pembesaran 0,5x dan panjang fokus yang sesuai untuk fotografi still (diam). Fungsi tilt (miring) tidak hanya memungkinkan Anda mengontrol depth-of-field secara mudah, tetapi juga memiliki banyak keuntungan lainnya, termasuk kemampuan untuk melakukan deep focus (fokus dalam) tanpa menggunakan aperture sempit.

 

TS-E135mm f/4L Macro

TS-E135mm f/4L Macro

Lensa TS-E telefoto pertama Canon. Memiliki karakteristik dasar yang sama seperti TS-E90mm f/2.8L Macro. Panjang fokus yang lebih panjang membuatnya sebagai pilihan yang sangat bagus, tidak saja untuk menangkap efek yang menggunakan teknik “reverse tilt-shift” (miring-geser terbalik). Juga dapat menangkap potret wajah dengan tampilan yang unik.

Pelajari lebih lanjut mengenai TS-E50mm f/2.8L Macro, TS-E90mm f/2.8L Macro, dan TS-E135mm f/4L Macro, di sini:
Canon Mengumumkan 3 Lensa Geser-Miring TS-E yang Baru

Untuk fotografi arsitektur lainnya, bacalah:
Saran Pro Supaya Bidikan Arsitektur pada level Jalan Menjadi Lebih Baik
6 Cara Menyempurnakan Fotografi Arsitektur Anda dengan Lensa Kit
Fotografi Arsitektur dan Teknik-Teknik Pencahayaan

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Ryosuke Takahashi

Ryosuke Takahashi

Lahir di Aichi tahun 1960, Takahashi memulai karier freelance pada tahun 1987 setelah bekerja pada studio foto iklan dan penerbit. Di samping memotret untuk iklan dan majalah di Jepang dan di luar Jepang, beliau juga adalah pengulas untuk “Digital Camera Magazine” sejak peluncuran publikasi ini serta menerbitkan sejumlah karyanya. Dalam ulasan produk dan lensa, Takahashi secara khusus mendukung berbagai teknik fotografi yang menonjolkan performa lensa melalui sudut pandang dan pengujian uniknya. Takahashi adalah anggota Japan Professional Photographers Society (JPS).