Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Saran Pro Supaya Bidikan Arsitektur pada level Jalan Menjadi Lebih Baik

Kerap kali, kita memotret berbagai bangunan pada level jalan. Pasti akan cukup menantang untuk menyampaikan kemegahan bangunan dari sudut tersebut, khususnya jika strukturnya besar dan agung, seperti gereja dan bangunan bersejarah yang sering Anda lihat di Eropa. Dalam artikel ini, kami akan memberi sebagian saran dan kiat dari fotografer profesional untuk menghasilkan bidikan pada level jalan yang bagus. (Dilaporkan oleh: Ryosuke Takahashi)

Gereja di Eropa

EOS 5D Mark IV/ EF11-24mm f/4L USM/ FL: 11mm/ Aperture-priority AE (f/5.6, 1/640 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Auto

 

1. Gunakan lensa sudut ultra lebar

Di atas, bidikan gereja nan agung di distrik bersejarah di Eropa, diambil dengan lensa sudut ultra lebar, EF11-24mm f/4L USM. Ternyata, bidang pandang yang lebar dari lensa sudut ultra lebar, khususnya sangat praktis untuk memotret bangunan di berbagai tempat yang jalanannya sempit.

Agar bidikan Anda terlihat semakin mengesankan, cobalah menguasai berbagai karakteristik optik yang unik dari lensa sudut ultra lebar dan pelajari cara memanfaatkan lensa ini sepenuhnya. 

Pelajari selengkapnya mengenai karakteristik lensa sudut lebar dan sudut ultra lebar di sini:
Menjelajahi Lensa Sudut Lebar Bagian 1: Efek Foto Lensa Sudut Lebar
Dasar-Dasar Lensa #6: Lensa Sudut Lebar

 

2. Sertakan orang di dalam bingkai untuk menghadirkan kesan skala

Saya memutuskan untuk menggunakan aperture yang tidak terlalu sempit supaya kecepatan rana akan cukup pesat untuk membekukan gerakan orang yang lalu lalang. Kalau ada sejumlah orang dalam bingkai, hal ini akan menghadirkan suatu perbandingan—pemirsa bisa memperkirakan skalanya dan membuat foto bangunan semakin mengesankan.

Ilustrasi posisi pemotretan

 

3.  Jongkok atau berlutut untuk membidik, dan menampilkan kisi-kisi

Akan lebih mudah menyesuaikan seberapa banyak langit yang disertakan dalam bingkai kalau Anda jongkok atau berlutut untuk membidik. Hal itu akan membantu Anda menyusun komposisi yang lebih berimbang. 

Untuk bidikan ini, saya menggunakan ujung 11mm, bertumpu pada satu lutut dan memiringkan kamera ke atas. Sudut ini juga memberikan kesan bahwa bangunan seakan menjulang tinggi di atas segalanya. Dengan menampilkan kisi-kisi, hal ini membantu saya menyesuaikan kadar efek perspektif dan proporsi langit dalam bingkai. Kemudian saya menunggu sampai orang yang lalu lalang bergerak ke bagian strategi pada komposisi saya sebelum saya melepaskan rana.

 

Hal-hal yang lebih halus: Mencegah dan mengoreksi aberasi

Agar bidikan arsitektur Anda terlihat lebih mengesankan, curahkan perhatian ke detailnya. Saya cenderung mencurahkan banyak perhatian untuk meminimalisasikan dan mengoreksi aberasi atau distorsi apa pun yang mungkin terjadi. Walaupun produsen lensa banyak berinvestasi untuk mengurangi aberasi tersebut melalui desain lensa dan polesan atau lapisan khusus, namun tidak ada lensa yang sempurna dan tidak semua aberasi bisa seluruhnya ditanggulangi. Distorsi dan aberasi memang sudah merupakan bagian pengerjaan yang melekat pada seorang fotografer 

Untuk lensa sudut ultra lebar, aberasi paling umum yang Anda dapatkan yaitu vinyeting (penimpaan cahaya perifer), aberasi kromatik dan distorsi. 

Aberasi kromatik (longitudinal) aksial (salah satu penyebab rumbaian warna) dan vinyeting bisa dengan mudah dicegah dengan membidik pada aperture yang lebih kecil.

Aberasi kromatik distorsi dan lateral (penyebab lain rumbaian warna) hanya bisa diatasi melalui pasca-pemrosesan atau perangkat lunak koreksi lensa di kamera, seperti fungsi Lens Aberration Correction.

Memang sebaiknya mencoba memperbaiki aberasi apa pun secepat mungkin. Kalau kamera dilengkapi dengan Lens Aberration Correction (Koreksi Aberasi Lensa), manfaatkan ini! Sebagian model kamera dapat menampilkan pratinjau efek koreksi distorsi dalam waktu nyata, yang membantu Anda membingkai bidikan secara lebih akurat.

 

Koreksi 1: Aberasi kromatik lateral

Gambar di sudut kanan atas yang diperbesar

Bagian kanan atas gambar utama, diperbesar.

Dalam fotografi arsitektural, yang penting yaitu, bagian tepi dan garis lurus digambarkan secara tajam dan terselesaikan dengan baik. Lensa sudut ultra lebar lebih rentan terhadap aberasi kromatik daripada lensa jenis lainnya, yang bisa menyebabkan aberasi kromatik dan rumbaian warna ungu pada garis dan gambar. Hal ini tidak begitu kentara dalam bidikan ini, karena saya sudah menggunakan koreksi dalam kamera. 

 

Koreksi 2: Semburan sorotan yang terjadi dengan kompensasi pencahayaan

Interior gereja menunjukkan semburan sorotan

A: Semburan sorotan

Lensa sudut ultra lebar lebih rentan terhadap vinyeting yang bisa membuat gambar terlihat kekurangan cahaya pada lirikan pertama. Banyak fotografer mencoba mengoreksi itu dengan mengangkat pencahayaan dengan kompensasi pencahayaan, tetapi hal ini bisa menyebabkan semburan sorotan. Lebih baik, aktifkan koreksi iluminasi perifer ('Peripheral illum corr."). 

 

Saran bonus: Gunakan penstabil gambar

Apabila memotret dalam kondisi cahaya redup, kecepatan rana bisa melambat, yang meningkatkan kemungkinan terjadi pemburaman akibat goyangan kamera. Aktifkan optical image stabiliser (fungsi IS) untuk memastikan bidikan gambar yang tajam dan stabil. 

 

Bacalah semua artikel ini untuk mempelajari tentang Koreksi Aberasi Lensa pada EOS 5D Mark IV:
EOS 5D Mark IV: Koreksi Aberasi Lensa—Mencermati Secara Dekat (Bagian 1)
EOS 5D Mark IV: Koreksi Aberasi Lensa—Mencermati Secara Dekat (Bagian 2)

Untuk saran lainnya mengenai cara memotret arsitektur, baca juga artikel berikut:
Fotografi Arsitektural #1: 3 Konsep Dasar
Fotografi Arsitektural #2: Menggunakan Panjang Fokus Sudut Lebar/Telefoto
Fotografi Arsitektural #3: Teknik Komposisi Efektif
Fotografi Arsitektural #4: Memotret Bangunan di Malam Hari

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Ryosuke Takahashi

Ryosuke Takahashi

Lahir di Aichi tahun 1960, Takahashi memulai karier freelance pada tahun 1987 setelah bekerja pada studio foto iklan dan penerbit. Di samping memotret untuk iklan dan majalah di Jepang dan di luar Jepang, beliau juga adalah pengulas untuk “Digital Camera Magazine” sejak peluncuran publikasi ini serta menerbitkan sejumlah karyanya. Dalam ulasan produk dan lensa, Takahashi secara khusus mendukung berbagai teknik fotografi yang menonjolkan performa lensa melalui sudut pandang dan pengujian uniknya. Takahashi adalah anggota Japan Professional Photographers Society (JPS).