Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Menjelajahi Lensa Sudut Lebar Bagian 1: Efek Foto Lensa Sudut Lebar

Lensa sudut ultra lebar sungguh indah untuk menangkap lanskap nan megah, interior dan bidikan lain apa pun di mana Anda memerlukan sudut pandang yang luas. Namun demikian, semua ini juga cenderung menambah jarak, yang berarti, bahwa berbagai hal dan bagian dari sejumlah benda mungkin terlihat lebih jauh daripada yang sesungguhnya. Kemampuan untuk membesar-besarkan perspektif ini bisa menjadi alat kreatif yang cukup berguna, tetapi juga menghadirkan tantangan untuk bisa menguasainya. Ketahui lebih lanjut tentang hal ini dalam seri artikel yang terdiri atas 2 bagian ini. (Diedit oleh studio9)

Semburat bintang di hamparan bunga

EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/2.8L USM/ f/13/ 1/80 det./ ISO 640

 

Rekap: Apakah lensa sudut lebar itu?

Lensa sudut lebar pada umumnya memiliki panjang fokus setara(film 35mm) full-frame, kurang-lebih 35mm. (24mm atau kurang pada kamera yang dilengkapi sensor APS-C)

Lensa sudut ultra lebar pada umumnya mengacu ke lensa sudut lebar dengan panjang fokus setara full-frame 24mm atau kurang (16 mm atau kurang pada kamera yang dilengkapi sensor APS-C)

Keuntungan lensa sudut lebar yang akan kita telusuri di sini sudah jelas, yaitu panjang fokus yang lebih pendek, dan karena itulah fokus ini berfungsi paling baik pada lensa sudut ultra lebar. Namun demikian, Anda juga dapat mengalaminya dengan menggunakan ujung sudut lebar dari lensa zoom standar (biasanya setara 24mm atau 28mm).

 

Karakteristik utama 1: Sudut pandang luas

Karena sudut pandangnya luas, lensa sudut lebar ini menangkap sebagian besar pemandangan, dan karena itulah para fotografer lanskap sangat menyukainya. (Lihat: Lensa Terbaik Canon untuk Fotografi Lanskap)

Namun demikian, karakteristik ini juga berarti, bahwa berbagai benda yang tidak ingin Anda tangkap, mungkin juga disertakan dalam bingkai, sehingga semakin sulit untuk mengontrol apa yang disertakan dalam komposisi Anda.


Karakteristik utama 2: Berperang dalam membesar-besarkan perspektif

Pada bidikan gambar dengan lensa sudut lebar, perspektif tampaknya terlalu dibesar-besarkan: Berbagai benda di sekitar dapat terlihat jauh lebih besar (dan karenanya lebih dekat) daripada yang sesungguhnya, dan benda yang jauh terlihat semakin kecil dan lebih jauh lagi.

Efek ini juga menambah jarak di antara berbagai benda, misalnya, segala sesuatu terlihat saling lebih berjauhan. Semakin pendek panjang fokus, semakin besar efek melebih-lebihkan perspektif.

Efek melebih-lebihkan perspektif itulah yang menyebabkan, mengapa lensa sudut lebar tidak ideal untuk foto wajah, atau subjek lain apa pun, yang mengutamakan bentuk subjek sesuai aslinya yang diabadikan. Tetapi, efek ini juga memiliki kegunaannya, dan kami berharap bahwa artikel ini membantu Anda memanfaatkannya dengan lebih baik.

 

*Bacaan lebih lanjut: Panjang fokus, kompresi lensa dan distorsi perspektif
Dalam beberapa tahun baru-baru ini, telah banyak diadakan berbagai diskusi tentang apakah lensa memang menyebabkan distorsi perspektif, atau apakah ini merupakan ilusi yang disebabkan oleh jarak pemotretan.
Baca selengkapnya di sini: Bagaimana Cara Kerja Kompresi dan Perspektif Lensa (Versi Inggris)

 

Konsep #1: Perspektif membuat garis-garis saling bertemu

Aturan perspektif menentukan hal berikut ini:
Semakin jauh letak benda, semakin kecil benda itu terlihat. 
Semakin dekat letak benda, semakin besar benda itu terlihat.

Pernahkah Anda memikirkan, apa yang dilakukannya pada garis-garis?

Coba perhatikan bidikan berikut aula yang sederhana ini, yang ditangkap dengan lensa sudut ultra lebar pada 16mm. Apa yang Anda perhatikan mengenai garis-garis yang dibentuk oleh lantai?

Bidikan koridor sudut lebar

EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/2.8L USM/ f/4,5/ 1/20 det./ ISO 1600

Dalam kehidupan nyata, garis-garis pada kedua sisi lorong tampak paralel. Tetapi, dalam bidikan ini, garis-garis saling menuju dan bertemu dalam cara yang membuat ujung lorong menghilang ke dalam satu pusat. Titik di mana garis-garis itu pada akhirnya bertemu dan “menghilang” disebut “vanishing point” (titik lenyap).

“Efek pertemuan” ini bukan merupakan hal yang unik untuk lensa sudut lebar. Anda juga mungkin melihatnya dalam bidikan yang diambil dengan jenis lensa yang lain. Namun demikian, semakin pendek panjang fokusnya, semakin kuat efeknya, dan semakin dekat titik lenyap akan tampak.

 

Pertemuan garis-garis yang mengarah ke atas

Garis-garis pertemuan vertikal

Apabila subjek tampak paling dekat ke kita di bagian bawah gambar.

 

Menara yang menunjukkan garis-garis yang menyatu

EOS 5D Mark II/ EF24-105mm f/4L IS USM/ f/8/ 1/800 det./ ISO 200

Garis-garis menara lebih runcing ke arah atas, karena bagian bawah menara lebih dekat ke kamera (tampak lebih besar), sedangkan bagian atas berada lebih jauh (tampak lebih kecil). Ini sesuatu yang banyak orang tidak memikirkannya, apabila mereka melihat melalui viewfinder, tetapi itu adalah perspektif yang terjadi!

 

Garis-garis menyatu dari sisi/sudut

Garis-garis menyatu dari sisi

Apabila subjek tampak paling dekat ke kita pada sisi kiri gambar.

 

Garis-garis menyatu dari sudut gambar

Apabila subjek tampak paling dekat ke kita di bagian bawah gambar.

 

Foto kereta api, menunjukkan garis-garis yang menyatu dari sudut

EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/2.8L USM/ f/5,6/ 1/320 det./ ISO 3200

A: Sudut atas dan bawah gambar (hampir di ujung)

Kereta api dalam foto di atas lebih dekat ke kami pada sisi kiri gambar, jadi garis-garis bertemu mengarah ke kanan.

 

Cara menerapkan ini
Kebanyakan tentang jarak yang ditafsirkan: Sedekat atau sejauh apa subjek tersebut (atau bagian tertentu) tampak oleh Anda dibandingkan dengan bagian lainnya pada gambar itu. Miringkan kamera Anda, ubah sudut kamera Anda, atau posisikan subjek secara berbeda. Perhatikan bagaimana hal ini mengubah gradien garis-garis, posisi titik lenyap dan dampak pada gambar akhir Anda.

 

Konsep #2: Efek perspektif tidak terlalu kentara pada benda di bagian tengah bingkai

Berikut ini, satu fakta yang jarang terperhatikan: Apabila menggunakan lensa sudut lebar, benda pada tepi gambar tampak lebih besar akibat perspektif yang berlebihan, sedangkan benda di bagian tengah tidak terlalu terpengaruh.
Benda pada tepi gambar lebih menyatu, sedangkan objek di bagian tengah tampak kurang menyatu.

 

Benda di bagian pinggir lebih menyatu

Benda di bagian pinggir lebih menyatu.

 

Benda di bagian tengah kurang menyatu

Benda di bagian tengah kurang menyatu.

 

Berikut ini ada dua contoh untuk menggambarkannya.

Contoh 1:

Tampilan jalan di Manhattan (bawah-atas)

EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/2.8L USM/ f/16/ 1/125 det./ ISO 500

Saya mengambil bidikan ini sambil berdiri di tengah bangunan tinggi di Manhattan. Saat saya tengah berdiri cukup dekat ke subjek dan melihat ke atas kepada mereka. Ada efek perspektif kuat yang seakan berteriak “sudut lebar!”: Semua bangunan tampak condong ke arah tengah atas. Tapi, bahkan saat itu, bangunan di bagian tengah tampak secara relatif kurang runcing.

 

Contoh 2:

Cakrawala Manhattan

EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/2.8L USM/ f/5,6/ 1/500 det./ ISO 250

Ini juga Manhattan, dan diambil dengan lensa yang sama, tapi kali ini dari jarak di seberang hamparan air.
Karena deretan bangunan ditempatkan dekat bagian tengah gambar, efek yang melebih-lebihkan perspektif pada bangunan ini tidak sekuat seperti pada gambar sebelumnya. Namun demikian, perhatikan bagaimana bangunan di kedua sisi tampak agak condong ke tengah, sedangkan yang di bagian tengah terlihat lebih tegak. Juga terdapat efek perspektif yang kuat di laut dan langit, yang keduanya membentang sampai ke bagian pinggir bingkai.

Cara menerapkan ini
Untuk mencegah berbagai benda terlihat terdistorsi akibat perspektif yang berlebihan, tempatkan berbagai benda tersebut di tengah bingkai. 
Untuk menegaskan efek yang melebih-lebihkan perspektif, tempatkan subjek dekat bagian pinggir.

Untuk memotret bangunan tinggi tanpa distorsi perspektif, Anda harus menggunakan lensa tilt-shift. Cari tahu cara kerjanya di sini.
Yang Tidak Anda Ketahui Tentang Fungsi Geser pada Lensa Tilt-Shift (Geser-Miring)


Klik di sini untuk masuk keMenjelajahi Lensa Sudut Lebar Bagian 2: Teknik Komposisi untuk Lensa Sudut Lebar

 

Lensa yang Direkomendasikan
Lensa yang biasanya saya gunakan yaitu EF16-35mm f/2.8L II USM. Saya sungguh menyukai lensa ini karena efek semburat bintang yang bisa saya ciptakan dengan cahaya matahari atau lampu jalanan apabila saya menyempitkan aperture. Aperture besar berarti ini juga dapat digunakan untuk mengambil bidikan bintang-gemintang.

Jika Anda menggunakan kamera APS-C, saya merekomendasikan EF-S10-18mm f/4.5-5.6 IS STM, yang saat ini adalah lensa EF-S dengan sudut pandang terlebar. Faktor krop 1,6x APS-C berarti bahwa pada ujung sudut lebar 10mm, Anda juga mendapatkan sudut pandang setara film 35mm, yaitu 16mm.

 

EF16-35mm f/2.8L IS II USM sudah diperbarui! Ketahui selengkapnya mengenai EF16-35mm f/2.8L III USM dan apa yang dapat dilakukan lensa ini, bacalah artikel sejumlah artikel ini:

Mengumumkan Lensa Zoom Sudut Ultra Lebar EF16-35mm f/2.8L III USM: Dilapisi dengan SWC & ASC
EF16-35mm f/2.8L III USM: Resolusi Gambar Perifer yang Sudah Sangat Lebih Baik
Cara Melakukan Bidikan yang Jitu: Menambahkan Dampak ke Lanskap Hutan

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

studio9

studio9

Situs web fotografi yang didirikan di Jepang pada tahun 2011. Dengan slogan "Menghadirkan fotografi lebih dekat ke Anda", situs ini menyediakan konten yang bermanfaat bagi setiap orang yang menyukai fotografi. Di samping konten web, studio9 juga mengadakan berbagai seminar dan lokakarya.

http://photo-studio9.com/