Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials Dalam Fokus: Dasar-Dasar Lensa- Part 7

Dasar-Dasar Lensa #6: Lensa Sudut Lebar

Lensa sudut lebar bisa menangkap cakupan lebar pemandangan yang mencengangkan, serta menciptakan gambar dengan efek perspektif yang kuat. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai karakteristik lensa sudut lebar dan memungut sebagian teknik untuk menguasai penggunaannya. (Dilaporkan oleh Tomoko Suzuki)

Gambar atas Dasar-Dasar Lensa

 

Karakteristik lensa sudut lebar

1. Bisa menangkap sudut pandang lebar yang mencengangkan
2. Bisa digunakan untuk menegaskan perspektif
3. Mendistorsi perifer gambar
4. Mudah mencapai deep focus


Lensa sudut lebar, pada umumnya mengacu ke lensa dengan panjang fokus 35mm yang setara dengan film 35mm, atau di bawahnya. Semakin pendek panjang fokus, semakin lebar sudut pandangnya. Malahan, lensa sudut lebar bisa menangkap lebih banyak pemandangan daripada yang bisa dilihat manusia secara kasat mata.

Karena lensa sudut lebar pun menegaskan perspektif, benda di sekitarnya akan tampak lebih besar, dan benda yang jauh akan tampak lebih kecil dalam hasil gambarnya. Inilah sebagian pesona lensa sudut lebar, namun juga, dapat menyebabkan distorsi yang tidak diinginkan dalam gambar, tergantung keadaan subjeknya. Efek distorsi tampak kuat pada bagian tepi gambar, jadi, sebaiknya Anda menempatkan subjek di tengah bingkai jika tidak ingin subjek tampak terdistorsi.

Lensa sudut lebar juga memiliki depth-of-field besar, yang membuatnya mudah untuk deep focus dan menciptakan gambar di mana seluruh gambar berada dalam fokus dari latar depan hingga ke latar belakang. Sudut lebar ini secara relatif tahan terhadap goyangan kamera, dan karena itu sangat cocok untuk memotret lanskap megah, ruangan sempit, jalanan dan bangunan.

Untuk mengetahui selengkapnya mengenai karakteristik lensa sudut lebar, bacalah:
Karakteristik Lensa wide-angle dan Cara Memanfaatkannya Secara Maksimal
Menjelajahi Lensa Sudut Lebar Bagian 1: Efek Foto Lensa Sudut Lebar

 

Jenis utama lensa sudut lebar

Lensa L untuk kamera full frame

EF16-35mm f/2.8L III USM

 

EF16-35mm f/2.8L III USM
Klik di sini untuk rincian selengkapnya

 

EF35mm f/1.4L II USM

 

EF35mm f/1.4L II USM
Klik di sini untuk rincian selengkapnya

 

Lensa IS untuk kamera full-frame

EF24mm f/2.8 IS USM

 

EF24mm f/2.8 IS USM
Klik di sini untuk rincian selengkapnya

 

EF35mm f/2 IS USM

 

EF35mm f/2 IS USM
Klik di sini untuk rincian selengkapnya

 

Lensa EF-S/EF-M

EF-S10-18mm f/4.5-5.6 IS STM

 

EF-S10-18mm f/4.5-5.6 IS STM
Klik di sini untuk rincian selengkapnya

 

EF-M11-22mm f/4-5.6 IS STM

 

EF-M11-22mm f/4-5.6 IS STM
Klik di sini untuk rincian selengkapnya

 

Lensa sudut lebar dari Canon, bisa dibagi ke dalam tiga kategori besar:

1. Lensa L untuk digunakan dengan kamera full-frame,
2. Lensa IS untuk digunakan dengan kamera full-frame, dan
3. Lensa EF-S/EF-M.

Lensa L adalah lensa premium dan ukurannya cenderung lebih besar, dengan kualitas premiumnya yang tercerminkan dalam harganya.
Lensa dengan IS (stabilisasi gambar built-in) adalah lensa paling prima, dan jauh lebih ringkas dibandingkan lensa L.
Lensa EF-S/EF-M adalah lensa khusus untuk digunakan masing-masing pada kamera DSLR APS-C dan EOS-M, dan banyak dari lensa ini yang bentuknya ringkas dan bobotnya ringan.

 

Panjang fokus sudut lebar

Lensa sudut lebar dengan panjang fokus setara 35mm, dan kurang dari 20mm, dianggap sebagai lensa sudut ultra lebar. Semakin pendek panjang fokusnya, semakin lebar sudut pandangnya, dan efek perspektif pun lebih hebat.

 

Teknik untuk penggunaan lensa sudut lebar secara terampil

1. Pindah lebih dekat ke subjek untuk memaksimalkan efek perspektif
Seperti yang diliput dalam Dasar-Dasar Lensa #5: Perspektif, seberapa kuat atau lemah efek perspektif, bergantung pada jarak pemotretan, yaitu, jarak kamera dari subjek. Contoh di bawah, dibidik menggunakan panjang fokus yang sama (16mm). Namun demikian, dalam gambar yang dibidik dari jarak yang lebih dekat ke subjek (kanan), subjek di latar depan gambar tampak lebih besar, dan memberikan dampak lebih besar ke gambar. Hal ini menguatkan konsep yang menyatakan, bahwa semakin dekat kamera ke subjek, semakin kuat efek perspektifnya.

Efek perspektif menjadi lebih lemah apabila jaraknya semakin jauh dari subjek

Dibidik dengan lensa sudut lebar (efek perspektif lemah)

EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/2.8L II USM/ FL: 16mm/ Aperture-priority AE (f/4.0, 1/200 det., EV-1,0)/ ISO 100/ WB: Manual

Dengan lebih mendekati subjek, akan meningkatkan efek perspektif

Dibidik dengan lensa sudut lebar (efek perspektif kuat)

EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/2.8L II USM/ FL: 16mm/ Aperture-priority AE (f/4.0, 1/200 det., EV-1,0)/ ISO 100/ WB: Manual

 

2. Apabila membidik potret wajah, tempatkan subjek di bagian tengah bingkai
Apabila membidik potret wajah, hati-hati terhadap distorsi yang disebabkan oleh aberasi yang terjadi, khususnya pada lensa sudut lebar. Contoh di bawah, dibidik menggunakan panjang fokus yang sama (17mm). Namun demikian, pada gambar di sebelah kiri, subjek ditempatkan pada sisi bingkai, wajah subjek terdistorsi, karena aberasi yang disebutkan di atas. Semakin dekat ke tepi gambar, distorsi tersebut tampak lebih jelas. Karena itulah, sebaiknya menempatkan subjek manusia di bagian tengah gambar apabila Anda membidik dengan lensa sudut lebar.

Namun, ada satu pengecualian yaitu, jika Anda ingin membuat kaki orang terlihat lebih panjang. Mengenai hal ini dan gagasan lainnya, bacalah:
Menjelajahi Lensa Sudut Lebar Bagian 2: Teknik Komposisi untuk Lensa Sudut Lebar

Distorsi wajah pada bagian tepi gambar

Potret wajah sudut lebar - Distorsi wajah

EOS 6D/ EF17-40mm f/4L USM/ FL: 17mm/ Aperture-priority AE (f/4, 1/500 det., EV+0,7)/ ISO 100/ WB: Daylight

Tidak ada distorsi apabila ditempatkan di bagian tengah gambar

Potret wajah sudut lebar - Tidak ada distorsi wajah

EOS 6D/ EF17-40mm f/4L USM/ FL: 17mm/ Aperture-priority AE (f/4, 1/400 det., EV+0,7)/ ISO 100/ WB: Daylight

 

Gunakan lensa sudut lebar untuk pemandangan semacam ini

Bidikan luas dan lapang dari ruangan yang sempit menggunakan lensa sudut lebar

EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/2.8L II USM/ FL: 16mm/ Aperture-priority AE (f/5.6, 1/40 det., EV-1,3)/ ISO 4000/ WB: Auto

Pada pengaturan dalam ruangan yang sempit di mana Anda ingin menangkap sudut pandang yang lebar
Gunakan lensa sudut lebar untuk menangkap tampilan lebar dari pengaturan di dalam ruangan yang sempit. Untuk lebih jauh menciptakan penggambaran hamparan yang luas, pegang kamera dan miringkan ke atas pada posisi dan sudut rendah.

 

Bidikan bangunan agar tampak lebih tinggi, menggunakan lensa sudut lebar

EOS 6D/ EF17-40mm f/4L USM/ FL: 17mm/ Aperture-priority AE (f/4, 1/100 det., EV+1)/ ISO 100/ WB: Daylight

Untuk membuat bangunan terlihat lebih tinggi
Sudut pandang lebar dari lensa sudut lebar, juga sempurna untuk membuat bangunan terlihat lebih tinggi. Pindah lebih dekat ke dinding bangunan dan arahkan kamera secara langsung ke atas untuk menonjolkan efek perspektif. Untuk lebih meningkatkan efeknya, buatlah komposisi dengan menggunakan orientasi portrait (tegak lurus).

Untuk saran lainnya mengenai memotret bangunan dan interior, bacalah serial kami mengenai saran fotografi arsitektural:
Fotografi Arsitektural #1: 3 Konsep Dasar
Fotografi Arsitektural #2: Menggunakan Panjang Fokus Sudut Lebar/Telefoto
Fotografi Arsitektural #3: Teknik Komposisi Efektif
Fotografi Arsitektural #4: Memotret Bangunan di Malam Hari

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Tomoko Suzuki

Tomoko Suzuki

Setelah lulus dari Tokyo Polytechnic University Junior College, Suzuki bergabung dengan perusahaan periklanan. Dia juga bekerja sebagai asisten fotografer, termasuk Kirito Yanase, dan mengkhususkan diri dalam bidikan komersial untuk produk perlengkapan busana dan kosmetik. Sekarang, dia bekerja sebagai fotografer studio untuk produsen perlengkapan busana.