Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials Dalam Fokus: Dasar-Dasar Lensa- Part 6

Dasar-Dasar Lensa #5: Perspektif

Perspektif adalah suatu fenomena yang membuat benda di sekitar terlihat lebih besar, dan benda di kejauhan terlihat lebih kecil. Ini adalah salah satu konsep yang bersifat sentral bagi fotografi, dan dengan menguasai serta melebihkannya lebih jauh, bisa memberikan dampak yang lebih hebat pada foto Anda. Dalam artikel ini, kami akan memperkenalkan tiga elemen yang memengaruhi perspektif. (Dilaporkan oleh Tomoko Suzuki)

Gambar atas Dasar-Dasar Lensa

 

3 faktor yang memengaruhi perspektif

Diagram tentang efek perspektif

3 faktor untuk mendapatkan efek perspektif yang lebih muat
1. Gunakan lensa dengan panjang fokus yang lebih pendek
2. Menghampiri subjek lebih dekat
3. Bidik dari sudut diagona yang lebih curam

 

Perspektif mengacu ke fenomena visual di mana benda-benda yang lebih dekat ke kita tampak lebih besar, dan benda yang berada jauh dari kita, tampak lebih kecil. Dalam fotografi, ini dipengaruhi oleh 3 faktor: Panjang fokus, Jarak pemotretan, dan sudut pemotretan.

1. Panjang fokus: Semakin pendek panjang fokus yang Anda gunakan, semakin kuat efek perspektifnya. Sebaliknya, panjang fokus yang lebih panjang, efek perspektifnya menjadi semakin lemah.

2. Jarak dari subjek (jarak pemotretan atau "focusing distance"): Semakin dekat kamera ke subjek, semakin kuat efek perspektifnya. Semakin jauh kamera dari subjek, semakin lemah efek perspektifnya. 

3. Sudut pemotretan: Semakin paralel kamera Anda dengan subjek (semakin dangkal sudut pemotretan), dan efek perspektif semakin lemah. Sebaliknya, jika Anda menyejajarkan kamera pada sudut yang lebih curam dari subjek, Anda akan mendapatkan efek perspektif yang lebih kuat. 

Singkatnya, cara yang termudah untuk mendapatkan efek perspektif yang sekuat-kuatnya adalah menggunakan lensa sudut lebar, hampiri subjek Anda sedekat mungkin, dan bidik dari sudut yang curam secara diagonal. Efek pembesaran perspektif yang berlebihan, yang khas pada lensa sudut lebar bisa membantu menciptakan foto yang serba mengesankan dengan kesan kedalaman, dimensionlitas dan skala yang kuat. Ini adalah efek yang bagus untuk digunakan dengan deep focus.

Mari kita cermati 3 faktor yang memengaruhi perspektif.

 

Panjang fokus

Gambar di bawah ini dibidik dari posisi yang sama, tetapi dengan panjang fokus yang berbeda-beda pada lensa zoom standar yang sama. Pada panjang fokus yang lebih pendek (24mm), efek perspektifnya cukup jelas: Elemen dalam gambar yang lebih dekat ke pemirsa tampak lebih besar, dan yang lebih jauh tampak lebih kecil. Sementara itu, pada panjang fokus yang lebih panjang (misalnya, 70mm), efek perspektif tidak terlalu jelas.

Panjang fokus lebih pendek (24mm)

Perspektif lebih kuat pada 24mm

EOS 5D Mark III/ EF24-70mm f/2.8L II USM/ FL: 24mm/ Aperture-priority AE (f/8, 1/30 det., EV+0,7)/ ISO 1250/ WB: Auto

Panjang fokus lebih panjang (70mm)

Perspektif lebih lemah pada 70mm

EOS 5D Mark III/ EF24-70mm f/2.8L II USM/ FL: 70mm/ Aperture-priority AE (f/8, 1/80 det., EV+0,7)/ ISO 3200/ WB: Auto

 

Jarak dari subjek

Contoh di bawah, dibidik menggunakan panjang fokus yang sama (50mm), tetapi dari jarak jauh yang berbeda-beda dari subjeknya. Dalam contoh di bawah, perhatikan, bagaimana bagian bangunan yang lebih dekat ke kita terlihat lebih besar secara proporsional dibandingkan kalau kita bergerak lebih jauh lagi dari subjek (misalnya, 3m). Hal ini tampak jelas apabila kita melihat pada garis-garis di atasnya, dan di bawah papan nama di masing-masing gambar. Semua ini membentuk segitiga dengan tepi kanan gambar sebagai alasnya. Pada contoh 2m, segitiga ini memiliki alas yang lebih luas, dibandingkan contoh 3m, garis-garis saling menyatu pada sudut yang lebih bertahap dan membentuk segitiga yang lebih runcing dengan alas yang lebih sempit. Hal ini menunjukkan bahwa semakin dekat kamera ke subjek, semakin kuat efek perspektifnya. 

Lebih dekat (2m)

Distorsi perspektif lebih kuat pada jarak pemotretan yang lebih dekat

EOS 5D Mark III/ EF24-70mm f/2.8L II USM/ FL: 50mm/ Aperture-priority AE (f/5.6, 1/200 det., EV+0,3)/ ISO 100/ WB: Manual

Lebih jauh (3m)

Perspektif lebih lemah pada jarak pemotretan yang dekat

EOS 5D Mark III/ EF24-70mm f/2.8L II USM/ FL: 50mm/ Aperture-priority AE (f/5.6, 1/200 det., EV+0,3)/ ISO 100/ WB: Manual

 

Sudut pemotretan

Contoh di bawah, dibidik menggunakan panjang fokus yang sama (50mm), tetapi sudut yang berbeda-beda. Memotret subjek dari sudut diagonal (misalnya, 45°) menciptakan efek perspektif di jendela, mendistorsi bentuk persegi panjang. Sementara itu, memotret dari sudut yang relatif datar (secara frontal, misalnya), tidak menghasilkan efek perspektif—jendela persegi panjang direproduksi seperti aslinya.

Diagonal (45°)

Sudut diagonal, perspektif yang lebih kuat

EOS 5D Mark III/ EF24-70mm f/2.8L II USM/ FL: 50mm/ Aperture-priority AE (f/2.8, 1/320 det., EV+0,7)/ ISO 100/ WB: Auto

Datar (kamera dan bidang gambar sejajar)

Datar, perspektif lebih lemah

EOS 5D Mark III/ EF24-70mm f/2.8L II USM/ FL: 50mm/ Aperture-priority AE (f/2.8, 1/250 det., EV+0,7)/ ISO 100/ WB: Auto

 

Hal penting yang perlu diperhatikan apabila menegaskan perspektif

1. Perhatikan sebaik-baiknya garis-garis apabila Anda menyusun gambar Anda

Garis diagonal dan vertikal

EOS 6D/ EF17-40mm f/4L USM/ FL: 17mm/ Aperture-priority AE (f/8, 1/160 det., EV+1)/ ISO 100/ WB: Daylight
Mengombinasikan garis vertikal dan horizontal

Jalur terdepan untuk kedalaman

EOS 5D Mark III/ EF24-70mm f/2.8L II USM/ FL: 24mm/ Program AE (f/8, 1/250 det.)/ ISO 100/ WB: Daylight
Menggunakan jalur terdepan untuk menciptakan kedalaman

 

Apabila Anda menggunakan lensa sudut lebar untuk menciptakan foto yang memanfaatkan perspektif, perhatikan baik-baik garis dalam gambar Anda. Memotret dari sudut yang gamblang, supaya garis pada bangunan, jalan, jalur, sungai dan elemen lainnya, tampak lebih diagonal, dan ini bisa menambah efek perspektif. Anda juga bisa menggunakannya untuk memberi kedalaman ke gambar, atau menarik perhatian pemirsa ke suatu titik khusus.

 

2. Bereksperimenlah dengan posisi dan sudut kamera Anda

Bidikan posisi rendah

EOS 6D/ EF17-40mm f/4L USM/ FL: 24mm/ Aperture-priority AE (f/8, 1/200 det., EV-0,3)/ ISO 100/ WB: Daylight
Posisi rendah

Bidikan sudut tinggi

EOS 6D/ EF17-40mm f/4L USM/ FL: 25mm/ Aperture-priority AE (f/8, 1/80 det.)/ ISO 100/ WB: Daylight
Sudut tinggi

 

Memang tidak mudah untuk mendapatkan efek perspektif jika Anda membidik pada level mata. Alih-alih, cobalah memotret dari posisi rendah atau sudut tinggi. Bahkan, hanya dengan sedikit memiringkan kamera ke atas atau ke bawah, bisa membuat perbedaan yang besar.

Bacalah:
Dasar-Dasar Kamera #14: Posisi dan Sudut

 

Efek perspektif bisa membantu Anda menghasilkan foto seperti ini!

Foto sudut lebar dengan efek perspektif yang kuat

EOS 6D/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 24mm/ Aperture-priority AE (f/8, 1/30 det., EV+0,3)/ ISO 500/ WB: Daylight
Tempatkan diri Anda dekat ke subjek dan bidik dengan sudut lebar, dari sudut rendah
Kursi warna hijau indah ini berada di ruangan untuk bersantai. Saya menghampirinya dan membidiknya dengan menggunakan sudut rendah dan panjang fokus sudut lebar. Bagian kursi yang lebih dekat ke pemirsa, tampak besar, tetapi bagian yang lebih jauh menyempit dalam gambar. Hal ini menunjukkan kedalaman ruangan.

Untuk saran lainnya mengenai perspektif yang berlebihan, bacalah:
Menjelajahi Lensa Sudut Lebar Bagian 2: Teknik Komposisi untuk Lensa Sudut Lebar

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Tomoko Suzuki

Tomoko Suzuki

Setelah lulus dari Tokyo Polytechnic University Junior College, Suzuki bergabung dengan perusahaan periklanan. Dia juga bekerja sebagai asisten fotografer, termasuk Kirito Yanase, dan mengkhususkan diri dalam bidikan komersial untuk produk perlengkapan busana dan kosmetik. Sekarang, dia bekerja sebagai fotografer studio untuk produsen perlengkapan busana.