Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Produk >> All Products

Uji Coba Lensa EF70-200mm f/4L IS II USM dalam Fotografi Lanskap

Dirilis 12 tahun setelah kehadiran perdana lensa pendahulunya, lensa EF70-200mm f/4L IS II USM Canon yang baru ini memang layak membanggakan keunggulan performanya yaitu, stabilisasi gambar 5-stop dan cahaya latar yang istimewa. Bagaimana daya tahannya? Lihat saja sendiri dalam serangkaian foto lanskap yang dibidik dengan lensa zoom telefoto ini. (Dilaporkan oleh: GOTO AKI)

 

Yang perlu Anda ketahui tentang lensa ini

1. Ini adalah lensa Canon pertama yang menawarkan stabilisasi gambar 5-stop

Bidikan air terjun dengan stabilisasi gambar

Gambar tampak semakin stabil apabila dibidik pada 1/100 det., dengan tangan, menggunakan ujung telefoto
EOS 5D Mark IV/ EF70-200mm f/4L IS II USM/ FL: 200mm/ Shutter priority AE (f/5.6, 1/100 det., EV-0,7)/ ISO 400/ WB: Manual

EF70-200mm f/4L IS II USM tidak saja membanggakan fungsi in-lens image stabilisation (IS) pada lensa Canon. Lensa ini juga dilengkapi dengan 3 mode IS berbeda untuk memenuhi kebutuhan bidikan panning dan fotografi olahraga. Gambar di atas dibidik dengan tangan, menggunakan ujung telefoto 200mm. Dengan ketajaman yang sedemikian rupa, siapa pun pasti terdorong untuk semakin banyak mengambil bidikan tetesan air yang berjatuhan sambil menggenggam kamera.

 

2. Circular aperture (aperture lingkaran) yang dimiliki lensa ini menghasilkan bokeh nan indah, bahkan pada pengaturan aperture yang lebih sempit

Dedaunan dengan lingkaran bokeh

Lingkaran bokeh nan indah, bahkan pada f/8
EOS 5D Mark IV/ EF70-200mm f/4L IS II USM/ FL: 200mm/ Aperture-priority AE (f/8, 1/640 det., EV-2,0)/ ISO 1600/ WB: Manual

Bidikan ini diambil dalam cahaya latar saat cahaya matahari menelisik di antara dedaunan pepohonan di hutan. Nyaris tidak ada ghosting (semacam bentuk bayangan yang teramati secara jelas) atau flare (efek seperti kabut atau asap). Karena tepi bilah aperture tidak kentara, lingkaran bokeh terlihat bundar dan indah meskipun saya menggunakan aperture yang lebih sempit beberapa stop dari aperture maksimum (f/8 pada gambar di atas).

 

3. Bagaimana jika ini dibandingkan dengan 2 lensa EF70-200mm f/4L Canon lainnya

Canon memiliki 2 lensa EF70-200mm f/4L yang lain:

- EF70-200mm f/4L IS USM (lensa pendahulu)
- EF70-200mm f/4L USM (versi non-IS) 

Berikut ini tabel perbandingan dari ketiga lensa tersebut. Anda bisa melihat bahwa EF70-200mm f/4L USM memiliki keunggulan dari segi bilah aperture dan efek stabilisasi gambar.

Tabel perbandingan lensa

 

Pelajari tentang sejarah perkembangan lensa zoom f/4L classic dari Canon dalam artikel berikut ini:
Sebaik Apakah Anda Mengenal Lensa Zoom f/4L?
Sejarah Lensa Zoom F/2.8L dan f/4L Canon yang Tidak Banyak Diketahui

 

Uji coba lensa di lapangan

Lokasi: Fuji Five Lakes
Cuaca: Berawan dan sesekali muncul cahaya matahari
Kondisi penerangan: Secara relatif, tidak bagus

 

Daya stabilisasi gambar 5-stop yang sesungguhnya

EF70-200mm f/4L IS II USM adalah versi EF70-200mm f/4L IS USM yang sudah lebih baik, dirilis 12 tahun yang lalu dan secara luas dipuji karena performa penggambarannya. Sebagai fotografer lanskap yang sering melakukan bidikan genggam, saya menyambut baik kesempatan untuk mencoba stabilisasi gambar 5-stop pada lensa.

Gambar di bawah dibidik dengan tangan di hutan yang redup di hari mendung. Pada ISO 1600, kecepatan rana sekitar 1/50 detik, yang sedikit lebih lambat daripada yang mungkin Anda perkirakan dari lensa zoom telefoto. 

Pepohonan muda di hutan

EOS 5D Mark IV/ EF70-200mm f/4L IS II USM/ FL: 70mm/ Aperture-priority AE (f/5.6, 1/50 det., EV±0)/ ISO 1600/ WB: Daylight

Dengan menggunakan IS Mode 1 sambil membidik melalui viewfinder, mencegah goyangan kamera, menghasilkan bidikan yang sangat tajam dengan semua gerakan pepohonan dibekukan. Dengan mempertahankan cabang pohon di latar belakang dalam fokus, saya berharap menghasilkan efek visual, tatapan yang menembus melalui barisan pepohonan.

Dengan jaminan dapat menghasilkan gambar pemandangan yang setajam silet, sampai detailnya tanpa menimbulkan keburaman pada subjeknya, sungguh merupakan keunggulan besar. Daripada harus berulang kali memutar kembali deretan gambar untuk mengecek apakah ada goyangan kamera, saya merasa bahwa sekarang saya bisa memfokuskan perhatian pada pelepasan rana tepat waktu untuk mengabadikan kondisi penerangan yang senantiasa berubah.

Seandainya pun kondisi pemotretan tidak memerlukan kecepatan rana yang tinggi, lensa ini tetap menawarkan beragam luas ekspresi kreatif: Menggunakan lensa ini, memudahkan pengambilan gambar high-key yang sebagian besar berwarna putih atau nada warna yang terang.

Memadukan lensa ini dengan kamera yang memiliki performa rendah cahaya yang kuat, seperti EOS 5D Mark IV atau EOS 6D Mark II, akan menjamin bidikan yang serba mulus, bahkan apabila memotret pada dini hari, malam hari atau saat penerangannya remang-remang.

Matahari larut senja

EOS 5D Mark IV/ EF70-200mm f/4L IS II USM/ FL: 94mm/ Aperture-priority AE (f/11, 1/1.000 det., EV−1,0)/ ISO 400/ WB: Daylight

Matahari larut senja di atas Danau Yamanaka, terlihat begitu intens, tetapi Super Spectra Coating (SSC) yang sudah diperbarui, mencegah terjadinya flare (efek seperti kabut atau asap) dan ghosting (semacam bentuk bayangan yang teramati secara jelas). Berkat lensa ini, saya dapat fokus pada pengamatan penerangan dan pergerakan awan untuk mengambil bidikan sempurna.

 

Keserbagunaannya begitu banyak, nyaris sulit dipercaya bahwa saya hanya menggunakan satu lensa

Jarak fokus terdekat yang lebih pendek (atau jarak pemotretan minimum; 1m dibandingkan 1,2m pada EF70-200mm f/4L IS USM) memberikan keunggulan yang luar biasa: Sekarang, saya bisa dengan mudah memotret tumbuhan dan bebungaan yang ada di kaki saya, pada posisi berdiri yang nyaman.

Sungguh bahagia rasanya dapat membidik dengan lensa ini, tidak saja dengan mode telephoto macro, yang memberikan pembesaran hingga 0,27 kali, tetapi juga menghasilkan efek bokeh nan indah. Khususnya, saya menyukai keserbagunaannya—kadang terasa seolah-olah saya menggunakan beberapa lensa alih-alih satu lensa.

Bunga putih kecil

EOS 5D Mark IV/ EF70-200mm f/4L IS II USM/ FL: 70mm/ Aperture-priority AE (f/11, 1/1.600det., EV−0,7)/ ISO 400/ WB: Daylight

Bebungaan ini berayun-ayun dihembus angin. Saya bergerak mendekati bebungaan dan membidiknya dari jarak fokus terdekat. Detailnya tertangkap sangat baik pada f/11 dan kecepatan rana yang pesat. Saya putar kompensasi pencahayaan ke EV-0,7 untuk memperdalam area yang gelap dan menonjolkan bebungaan putih.

Namun, perbaikan besar lainnya pada lensa pendahulunya yaitu peningkatan ke 9 bilah aperture. Memotret pada 2 hingga 3 stop yang lebih sempit daripada aperture maksimum, lingkaran bokeh yang saya hasilkan (lihat gambar ke-3 dari atas) terlihat tetap bundar dan bagian tepinya tidak kentara, sehingga penampilan cahayanya lembut. 

Bunga poppy kuning dengan bokeh

EOS 5D Mark IV/ EF70-200mm f/4L IS II USM/ FL: 200mm/ Aperture-priority AE (f/8, 1/2.500 det., EV−0,7)/ ISO 400/ WB: Daylight

Bidikan makro telefoto ini pada kelopak bunga poppy diambil dari jarak 1m (jarak fokus terdekat). Walaupun pengaturan aperture saya agak sempit, yaitu f/8, namun depth-of-field yang dangkal pada 200mm dan aperture lingkaran, bekerja sama untuk menciptakan bokeh indah nan membuai dari warna-warni di latar belakang.

 

Lensa ini mewarisi kemampuan lensa pendahulunya yang telah menuai pujian dan lebih baik lagi

Saya menghabiskan waktu seharian, memotret berbagai subjek di area Gunung Fuji dengan menggenggam kamera dan lensa EF70-200mm f/4L IS II USM.

Setelah memotret seharian, saya merasa bahwa EF70-200mm f/4L IS II USM memang mewarisi resolving power (daya pisah:resolusi) yang sarat pujian dan kemampuannya yang kuat untuk mereproduksi area yang sangat kontras.

Perbaikan pada lensa ini telah membuatnya mampu menghasilkan penggambaran yang lebih jernih, berpenerangan lebih baik daripada apa pun yang pernah saya alami.

Gunung Fuji dengan tumbuhan yang penuh bokeh di latar depan

EOS 5D Mark IV/ EF70-200mm f/4L IS II USM/ FL: 70mm/ Aperture-priority AE (f/4, 1/3.200det., EV+0,3)/ ISO 400/ WB: Daylight

Gambar terselesaikan dengan baik seluruhnya dari aperture maksimum f/4 dengan detail garis-garisnya yang tergambarkan secara mulus. Menempatkan Gunung Fuji dalam fokus dan mendefokus tumbuhan di latar belakang, membuat gambar terasa seakan nyata.

*Ulasan ini dilakukan dengan model uji coba, yang mungkin berbeda dari mode ritel dari segi penampilan eksternal dan kualitas gambar.

 

SPESIFIKASI

Konstruksi lensa: 20 elemen dalam 15 grup
Aperture minimum: f/32
Jumlah bilah aperture: 9 (aperture lingkaran)
Jarak pemfokusan terdekat: 1m
Pembesaran maksimum: 0,27x
Diameter filter: φ72m
Ukuran: φ80 × 176mm
Berat: kira-kira 780g

 

Diagram konstruksi lensa

Diagram konstruksi lensa untuk EF70-200mm f4L IS II USM

A: Lensa fluorit
B: Lensa UD

 

EF70-200mm f4L IS II USM pada EOS 5D Mark IV

Dipasang pada EOS 5D Mark IV

 

Lens Hood ET-78B

Lens Hood ET-78B (bundled)

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

GOTO AKI

GOTO AKI

Lahir pada tahun 1972 di Prefektur Kanagawa dan lulus dari Sophia University serta Tokyo College of Photography. Goto menerbitkan koleksi karya foto yang berjudul "LAND ESCAPES" dan juga terlibat secara aktif dalam pembuatan karya seperti “water silence” suatu instalasi yang menggabungkan foto dengan video.

http://gotoaki.com/

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation