Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials Part 4

Lensa FAQ #4: “Ghosting” dan “flaring” itu apa?

Kita sering diberi tahu untuk berhati-hati apabila memotret pada cahaya latar, supaya tidak timbul ghosting dan flaring, atau dalam kondisi lainnya, dengan sumber cahaya yang benderang dalam bingkainya. Tetapi, apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan ghosting dan flaring itu, dan bagaimana cara kita mencegahnya? Mari kita cari tahu dalam artikel ini. (Dilaporkan oleh Shirou Hagihara, Digital Camera Magazine)

Lens FAQ flaring ghosting hero

 

Apa yang menyebabkan timbulnya “ghosting” dan “flaring”?

Flaring, (efek seperti kabut atau asap) juga dikenal sebagai “veiling flare”, yang bisa terjadi apabila cahaya memantul dari lensa, atau elemen lainnya, seperti laras lensa dan kotak cermin, sehingga membuat sebagian atau seluruh gambar tampak berkabut, atau seakan kurang tajam.

Ghosting (semacam bentuk bayangan yang teramati secara jelas), juga dikenal sebagai "ghosting flare", yang disebabkan oleh sumber cahaya benderang yang dipantulkan berulang-ulang. Ini tampak sebagai artefak bening yang biasanya terletak berlawanan secara simetris dengan sumber cahaya.


Sebagian faktor yang memengaruhi terjadinya ‘flare’ dan ‘ghosting’

- Jumlah elemen lensa: Semakin banyak elemen lensanya, semakin banyak segala sesuatu di dalam lensa yang dapat mencerminkan

- Panjang fokus: Pajang fokus yang lebih pendek membuat sumber cahaya tampak lebih kecil, yang bisa membuat ‘ghosting’ dan ‘flaring’ kurang kentara.

- Lapisan anti-reflektif: Sebagian lensa, seperti lensa dari jajaran seri L Canon, memiliki lapisan anti-reflektif khusus yang membantu mengurangi ‘flaring’ dan ‘ghosting’.

Saran: Pada lensa Canon, cari yang dilengkapi lapisan seperti Air Sphere Coating (ASC) (Versi Inggris) dan Subwavelength Structure Coating (SWC) (Versi Inggris). Perhatikan, bahwa meskipun dengan kedua lapisan ini, tetap sulit untuk sepenuhnya meniadakan ‘ghosting’ dan ‘flaring’.

- Debu dan kotoran: Debu yang menumpuk di dalam lensa, serta kotoran dan noda pada elemen lensa depan, atau UV filter, semua ini bisa menyebabkan refleksi cahaya tambahan, sehingga bisa turut menimbulkan ‘ghosting’ dan ‘flaring’.

 

Contoh ‘ghosting’ dan ‘flaring’

Flaring

Gambar dengan ‘flaring’

Dengan ‘flaring’
Terlihat ada cahaya matahari yang kuat memasuki bingkai sehingga menyebabkan ‘flaring’ dan menghasilkan gambar yang tampak berasap atau berkabut. Hal ini tidak dapat dilenyapkan, bahkan dengan cara menyempitkan aperture lensa.

Gambar tanpa ‘flaring’

Tidak ada ‘flaring’
Saya menghalangi kelebihan cahaya matahari dengan menggunakan tangan untuk menutupi lensa, dan melakukannya secara hati-hati sehingga tangan saya tetap berada di luar bingkai. Tindakan ini mengurangi flaring hingga sebatas efek tersebut hanya terlihat secara samar-samar di bagian tepi atas gambar.


Ghosting

Gambar dengan ‘ghosting’

Dengan ‘ghosting’
Matahari (sumber cahaya) di kanan atas gambar. ‘Ghosting’ tampak di kiri bawah, dan secara simetris berseberangan dengan sumber cahaya. Karakteristik ghosting adalah semacam bentuk bayangan yang teramati secara jelas.

Gambar tanpa ‘ghosting’

Tidak ada ‘ghosting’
Saya melakukan dua hal untuk mencegah timbulnya ‘ghosting’ di sini: 1. Menaungi lensa dengan menggunakan topi, dan 2. Menyesuaikan sedikit posisi pemotretan agar arah cahaya tidak menyebabkan ‘ghosting’ yang kentara.


Pahami hal ini: ‘Ghosting’ dan ‘flaring’ tidak selalu buruk!

Pada umumnya, ‘ghosting’ dan ‘flaring’ dianggap mengurangi kualitas gambar. Namun, gambar Anda tidak selalu harus benar-benar jernih dan bening. Anda juga dapat secara sengaja menggabungkannya ke dalam gambar Anda sebagai efek artistik.

Fotografer, tsukao sangat senang menciptakan pijaran lensa dengan EF50mm f/1.4 USM. Ketahui selengkapnya di sini.

 

Bagaimana saya mencegah ‘ghosting’ dan ‘flaring’?

Menggunakan tudung lensa

Paling tidak, itulah yang sebaiknya dilakukan fotografer untuk mengatasi efek ini. 

Tudung lensa

(dari kiri ke kanan) EW-63C / ET-63

Tiap tudung lensa memiliki bentuk yang berbeda agar sesuai dengan karakteristik lensanya. Jadi, pastikan Anda mendapatkan tudung lensa yang tepat. Contohnya, tudung lensa EW-63C kompatibel dengan lensa zoom standar EF-S18-55mm f/4-5.6 IS STM, sedangkan tudung lensa ET-63 kompatibel dengan EF-S55-250mm f/4-5.6 IS STM

Baca juga: 3 Alasan Anda Harus Mulai Menggunakan Tudung Lensa


Gunakan sesuatu untuk menghalangi cahaya yang berlebihan

Dalam keadaan darurat, Anda juga dapat menghilangkan cahaya pijar dengan menggunakan benda seperti tangan Anda, topi, atau benda berbentuk papan.

 

Kalau semua ini gagal, Anda bisa memperbaikinya pada pasca-proses

Memang sulit untuk menghilangkan ‘ghosting’ dan ‘flaring’ seluruhnya. Kalau Anda telah melakukan segalanya yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya, tetapi tetap saja masih kentara dalam gambar, Anda harus memperbaikinya pada pasca-proses. Peringatan: Prosesnya memang bisa melelahkan dan memakan waktu!

Jika area ‘ghosting’ dan ‘flaring’ tidak terlalu besar, Anda dapat menggunakan cloning, sikat atau alat penghilang noda di perangkat lunak pasca-proses favorit Anda untuk mengoreksi gambarnya.

Jika membidik dalam format DPRAW, Anda dapat menggunakan fitur Ghosting Reduction di DPRAW Optimizer, yang tersedia dalam Digital Photo Professional versi 4.5.0 dan yang lebih tinggi. 

 

Sekarang, setelah Anda tahu cara menangani ‘ghosting’ dan ‘flaring’, coba amati gambar cahaya latar yang serba indah ini, dan belajar cara menghasilkannya.
Cara Melakukan Bidikan yang Jitu: Menambahkan Dampak ke Lanskap Hutan
4 Langkah untuk Menangkap Potret Wajah Berpenampilan Lembut dan Membuai
Membuat Keputusan dalam Fotografi Lanskap: Memutuskan, Apakah Menyertakan atau Tidak Menyertakan Matahari dalam Bingkai

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Shirou Hagihara

Shirou Hagihara

Lahir pada tahun 1959 di Yamanashi. Setelah lulus dari Nihon University, Hagihara ikut dalam peluncuran majalah fotografi, “Fukei Shashin”, tempat ia bekerja sebagai editor dan penerbit. Tak lama kemudian, ia berhenti bekerja dan menjadi fotografer freelance. Pada saat ini, Hagihara aktif dalam fotografi dan karya tulis yang berpusat pada lanskap alam. Ia adalah anggota Society of Scientific Photography (SSP).

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation