Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials Dalam Fokus: Teknik Lampu Kilat Built-in- Part 2

Teknik Lampu Kilat Built-in #2: Apabila Lampu Kilat Membuat Subjek Anda Terlalu Cerah

Kalau memotret di dalam ruangan, menggunakan lampu kilat bisa membantu mempercerah subjek Anda. Namun demikian, pengaturan default lampu kilat mungkin terlalu cerah. Dalam artikel ini, kita belajar tentang cara menyesuaikan output cahaya dari lampu kilat built-in untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. (Dilaporkan oleh: Teppei Kohno)

Seorang gadis di kafe

EF50mm f/1.8 STM/ FL: 50mm (setara 80mm)/ Manual exposure (f/2.0, 1/125 det., EV±0)/ ISO 200/ WB: Auto

 

Lampu kilat built-in terlalu cerah. Sekarang bagaimana?

Apabila Anda memotret di dalam ruangan, cahayanya berkurang sehingga membuat subjek Anda tampak gelap kalau Anda memotret tanpa lampu kilat. Tergantung pada lokasi sumber cahayanya, kemungkinan ada bayangan aneh yang diterpakan pada, dan di sekitar wajah subjek Anda.

Dalam artikel terdahulu, kita sudah belajar bahwa lampu kilat built-in bisa membantu mengurangi bayangan pada subjek apabila memotretnya dalam cahaya latar. Hal ini berlaku untuk bidikan di dalam ruangan. Namun demikian, untuk kedua skenario, cahaya dari lampu kilat bisa jadi terlalu cerah, sehingga membuat subjek terlihat datar dan tidak wajar. 

Cermati sejumlah contoh di bawah ini. Apakah terlihat familier?

 

Tanpa lampu kilat: Terlalu gelap

Bidikan portret wajah di dalam ruangan tanpa lampu kilat

FL: 50mm (setara 80mm)/ Manual exposure (f/2.0, 1/100 det., EV±0)/ ISO 200/ WB: Auto

Cahaya sekitar dalam bidikan ini menyiratkan nada warna hangat nan indah, tetapi tidak cukup cerah untuk menyinari sang model, yang wajah dan busananya menerpakan bayangan.

Lampu kilat built-in (pengaturan default): Terlalu cerah

Bidikan di dalam ruangan kafe, terlalu cerah

FL: 50mm (setara 80mm)/ Manual exposure (f/2.8, 1/80 det., EV±0)/ ISO 200/ WB: Auto/ Flash exposure compensation: EV±0

Bidikan ini menggunakan lampu kilat built-in pada pengaturan default. Pencahayaan agak terlalu kuat sehingga membuat sang model tampak datar dan tidak wajar.

 

Solusi: Gunakan flash exposure compensation (kompensasi pencahayaan lampu kilat) untuk menyesuaikan kecerahan lampu kilat

Seorang gadis di kafe dengan kompensasi pencahayaan lampu kilat yang tepat

FL: 50mm (setara 80mm)/ Manual exposure (f/2.8, 1/80 det., EV±0)/ ISO 200/ WB: Auto/ Flash exposure compensation: EV-1 

Flash exposure compensation (Kompensasi pencahayaan lampu kilat) berfungsi seperti exposure compensation (kompensasi pencahayaan): Anda bisa mengurangi atau menambah nilai dalam peningkatan 1/3 stop dan hal ini akan mengubah jumlah cahaya yang dipancarkan oleh lampu kilat sebagaimana mestinya. Untuk bidikan ini, kompensasi pencahayaan lampu kilat ditetapkan ke EV-1, yang mengurangi output lampu kilat sebanyak satu stop. Penerangan lampu kilat berbaur lebih baik dengan cahaya di sekitar, memberikan hasil yang lebih wajar.

 

Cara menetapkan kompensasi pencahayaan lampu kilat

*Menu mungkin berbeda, tergantung pada model kamera

1. Ambil bidikan percobaan

Ambil bidikan percobaan dengan lampu kilat built-in, tanpa flash exposure compensation (kompensasi pencahayaan lampu kilat). Apakah hasil bidikan terlihat terlalu gelap atau terlalu cerah?

 

2. Menampilkan layar Quick Control

Menu Canon Quick Control

Tekan tombol [INFO] dan putarkan ke layar Quick Control. Tekan tombol [Q] untuk mengubah pengaturan, lalu pilih ikon flash exposure compensation (kompensasi pencahayaan lampu kilat), yang disorot warna jingga.

*Kalau flash exposure compensation ditetapkan ke '0', ikonnya tidak akan ditampilkan sampai Anda menekan tombol [Q].

 

3. Tetapkan compensation level

Menu flash exposure compensation Canon

Anda bisa menyesuaikan level dalam peningkatan 1/3 stop. Persis seperti exposure compensation (kompensasi pencahayaan), nilai kompensasi negatif membuat bidikan terlihat lebih gelap, dan nilai positif membuatnya lebih cerah.

Setelah selesai, tekan tombol [SET] untuk mengunci pengaturan.

 

Pahami hal ini: Efek dari level flash compensation yang berbeda-beda

GIF bidikan potret wajah dengan nilai flash exposure compensation (kompensasi pencahayaan lampu kilat)

FL: 50mm (setara 80mm)/ Manual exposure (f/2.0, 1/60 det., EV±0)/ ISO 200/ WB: Auto

Semua bidikan ini menunjukkan hasil akhir dari 5 nilai flash exposure compensation (kompensasi pencahayaan lampu kilat) yang berbeda-beda. Perhatikan, bagaimana penampilan dan kesan bidikan pun berubah.

Sorotan ledakan cahaya dan crushed black di samping, kadang-kadang, memutuskan sebanyak apa kompensasi pencahayaan lampu kilat digunakan, juga merupakan masalah estetika: Apakah Anda ingin penampilan yang lebih cerah, kesan kelegaan atau lebih gelap dan lebih anggun? Tentukan nilai yang sesuai bagi Anda.

 

Perhatian:

- Flash exposure compensation (Kompensasi pencahayaan lampu kilat) tidak diatur ulang bahkan setelah Anda mematikan kamera. Sebaiknya biasakan untuk mengembalikan pengaturan ke ‘0’ setelah memotret.

- Anda tidak akan dapat melakukan pratinjau efeknya, meskipun Anda memotret dalam Live View atau dengan EVF. Tinjau kembali gambarnya setiap kali setelah dibidik untuk melihat, apakah pengaturan flash exposure compensation (kompensasi pencahayaan lampu kilat) perlu disesuaikan lebih jauh.

- Flash exposure compensation (Kompensasi pencahayaan lampu kilat) hanya memengaruhi output dari lampu kilat. Ini tidak memengaruhi pengaturan kompensasi pencahayaan Anda. Anda tetap masih bisa menerapkan kompensasi pencahayaan jika menurut Anda seluruh gambar perlu dibuat lebih cerah atau lebih gelap.

---

Dalam artikel berikutnya, kita akan belajar cara menggunakan flash exposure compensation (kompensasi pencahayaan lampu kilat) "spotlight effect"(efek lampu sorot) pada potret wajah yang diambil di luar ruangan.

 

Untuk saran lainnya mengenai pemotretan wajah, bacalah:
5 Teknik Fotografi Potret Wajah yang Membawa Anda dari Siang ke Malam Hari
Membidik Potret Wajah Malam nan Indah Tanpa Tripod, Tanpa Lampu Kilat
Langkah demi Langkah: Menangkap Potret Dramatis Menggunakan Cahaya Latar dari Cahaya Latar Jendela
Teknik untuk Mengatur Pose dan Mengarahkan Subjek Potret

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Teppei Kohno

Teppei Kohno

Lahir di Tokyo pada tahun 1976, Kohno lulus dengan menyandang gelar Social Work dari Fakultas Sosiologi, Meiji Gakuin University, dan magang dengan fotografer Masato Terauchi. Dia memberikan kontribusi untuk terbitan pertama majalah fotografi PHaT PHOTO, dan menjadi fotografer independen setelah itu, pada tahun 2003. Sebagai pengarang dari banyak buku, Kohno tidak hanya memotret semua jenis foto komersial, tetapi juga banyak menulis untuk majalah kamera dan lainnya.

http://fantastic-teppy.chips.jp