Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Teknik Lensa Makro: Menangkap Kilauan dalam Tetesan Air Secara Cemerlang

Sungguh mengagumkan, betapa lensa makro memungkinkan Anda menangkap benda sangat kecil seperti semut dan tetesan air secara dekat. Saya memikirkan untuk menciptakan semburat cahaya bintang yang berkilauan untuk memberikan akses pada bidikan makro semut yang sedang minum tetesan air dengan pantulan bunga. Beginilah cara saya melakukannya. (Dilaporkan oleh: Miki Asai)

Semut dengan tetesan air dan semburat cahaya bintang

EOS 6D/ MP-E65mm f/2.8 1-5x Macro Photo/ FL: 65mm/ Aperture-priority AE (f/14, 1/50 det., EV±0)/ ISO 640/ WB: Auto

2 semut sedang minum air yang melekat pada kelopak bunga daisy Afrika. Saya mengarahkan cahaya LED pada tetesan air, menyempitkan aperture, dan menciptakan semburat cahaya bintang untuk membuat kesan yang menyilaukan.

 

Persiapan untuk bidikan

Memilih lensa
Dengan mempertimbangkan ukuran semut dan tetesan air, saya tahu bahwa saya harus mengkrop gambarnya jika saya mengambil bidikan seukuran aslinya (perbesaran 1,0x). Oleh karena itu, saya memilih MP-E65mm f/2.8 1-5x Macro Photo, yang memungkinkan pemotretan hingga perbesaran 5x.

Perlengkapan lain yang digunakan
Lampu LED (untuk menyinari keadaan di sekitarnya)
Tripod
Pipet/alat suntik

 

Prosedur pemotretan

(Gulir ke bawah untuk ilustrasi penyiapannya)

1. Taruh vas yang berisi bunga daisy Afrika di kebun, kemudian meneteskan air pada kelopaknya dengan pipet jenis alat suntik.

2. Arahkan lampu LED ke tetesan air.

3. Pasang kamera pada tripod.

4. Sesuaikan posisi lensa dan kamera sampai Anda mendapatkan komposisi yang ideal. (Untuk bidikan ini, ujung lensa saya berjarak sekitar 10-15cm dari subjek.)

5. Gunakan fungsi perbesaran di Live View untuk memfokuskan pada tetesan air.

6. Sempitkan aperture ke f/14. Aperture sempit ini akan menciptakan efek semburat cahaya bintang dari cahaya yang terpantulkan dari tetesan air. Anda mungkin harus memindahkan cahaya LED.

7. Tunggu sampai semut menghampiri. 

8. Lepaskan rana pada saat yang tepat.

Saran: Untuk menghindari goyangan kamera, gunakan pelepas rana jarak jauh (remote). Pelepas jarak jauh ini bisa dari smartphone Anda jika kamera Anda mendukung Wi-Fi/Bluetooth hemat energi.
Berikut ini 6 Saran Berguna untuk Pemotretan Jarak Jauh melalui Wi-Fi dengan Aplikasi Camera Connect

Kuncinya adalah Kesabaran
Saya selalu berpendapat bahwa, apabila menyangkut soal memotret benda hidup, kesabaran adalah satu-satunya cara untuk menghasilkan bidikan yang Anda bayangkan di benak Anda. Untuk bidikan ini, saya tidak mengendalikan gerakan semut. Saya menunggu dengan sabar selama 6 jam sampai semut menghampiri tetesan air.

Peringatan: Berjongkok terlalu lama bisa menyebabkan punggung Anda sakit! Sebaiknya Anda duduk di bangku atau kursi.

 

Kunci untuk membidik secara jitu: Arahkan sinar cahaya LED pada suatu sudut dari belakang

Seperti yang Anda lihat pada ilustrasi di bawah ini, saya menempatkan cahaya LED di balik pot tanaman di sisi kanan untuk menyinari tetesan air. 

Hal yang perlu diperhatikan di sini yaitu, sudut cahaya LED. Memang sulit menemukan sudut tempat ledakan bintang akan muncul. Setelah menetapkan aperture ke f/14, saya pindahkan posisi cahaya LED untuk mencari titik tersebut.

Ilustrasi penyiapan

 

Pahami hal ini (1): Dengan lensa makro, Anda bisa mendapatkan bokeh, bahkan dengan aperture yang sempit

Banyak orang yang mengira bahwa mereka harus membidik pada aperture yang terlebar untuk menciptakan bokeh. Namun demikian, dengan lensa makro, itu tidak sepenuhnya benar. Apabila Anda memotret secara close-up, depth-of-field akan dangkal. Menyempitkan aperture tidak akan berpengaruh banyak. Jadi, silakan saja persempit aperture untuk menciptakan efek semburat cahaya bintang—bokeh di latar belakang tidak akan menghilang!

Saran: Semakin tinggi perbesarannya, semakin dangkal depth-of-field-nya. Hal ini bisa menyulitkan pemfokusan otomatis, khususnya pada kamera yang memiliki segelintir titik AF. Artikel ini berisi teknik untuk pemfokusan manual dalam fotografi makro. 

 

Pahami hal ini (2): f-number memengaruhi penampilan efek ledakan bintang

Tetesan air di ujung jari dengan semburat cahaya bintang

f/14
Untuk bidikan dalam artikel ini, saya mendapatkan semburat cahaya bintang yang bening saat menggunakan aperture tersempit, f/14. Pada lensa makro, memang sulit menciptakan semburat cahaya bintang kalau Anda menyempitkan aperture hanya sedikit. Cobalah lakukan stop down sampai ke pengaturan aperture terkecil.

 

Tetesan air di ujung jari dibidik pada f/2.8

f/2.8
f/2.8 menghasilkan bokeh indah nan membuai, tapi Anda pasti tidak akan mendapatkan semburat cahaya bintang. Malahan, pada bidikan ini, secercah cahaya samar-samar baru akan muncul pada sekitar f/13.


Beginilah cara saya menangani cara untuk menciptakan efek dengan EOS M5:
Teknik Pemotretan EOS M5: Fotografi Makro
 

Saran tentang fotografi makro lainnya di: 
Macro yang menggiurkan: Seni Fotografi Makanan Secara Close-up
Memotret Bunga: Cara Menciptakan Lampu Sorot Lingkaran Bokeh yang Cemerlang dengan Lensa Makro
Fotografi Makro dalam kondisi Rendah Cahaya: Mencegah Goyangan Kamera
Cara Memotret Tetesan Air yang Berkilauan!

Lihat juga:
Wawancara dengan Miki Asai mengenai 500px (Versi Inggris)

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Miki Asai

Miki Asai

Lahir di Obihiro, Hokkaido. Ia bekerja sebagai karyawan perusahaan, dan setelah selesai bekerja dan pada hari libur, ia akan mengambil kamera untuk membidik benda-benda kecil. Pada tahun 2013, ia membeli DSLR yang telah lama didambakannya, dan mulai memotret. Suatu hari, ia tergugah oleh embun pagi yang dilihatnya pada sehelai daun melalui lensa makro. Pemandangan itu "jauh lebih indah dari permata apa pun". Hal itu meyadarkannya, bahwa ia ingin melakukan memotret dunia kecil dan indah, yang ada di mana saja, namun mudah terluputkan, dan sulit dilihat secara kasat mata. Semenjak itu, ia terus melanjutkan gaya fotografinya dalam mengejar tujuannya.