Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Bentangan Musim Salju nan Ajaib: Ketika Butiran Berlian Menjadi Pilar Surya

Hokkaido dalam kancah pergolakan musim dingin merupakan harta karun subjek fotografi. Bahkan, kalau yang Anda inginkan hanyalah memotret lanskap musim dingin, opsi Anda termasuk sejumlah hal magis tetapi merupakan fenomena menakjubkan yang hanya terjadi dalam cuaca yang dingin membeku. Semua ini mencakup pilar surya. Seorang fotografer lanskap berbagi sebagian saran untuk memotret fenomena tersebut dengan menggunakan bidikan contoh yang diambil di wilayah Bie-Furano, Hokkaido. (Dilaporkan oleh: Toshiki Nakanishi, Digital Camera Magazine)

Pilar Surya di balik pepohonan warna putih

EOS 5D Mark IV/ EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM/ FL: 188mm/ Aperture-priority AE (f/11, 1/125 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Daylight
Dibidik pada 13 Januari, pk. 08:00

Dalam bidikan ini, yang sangat penting adalah memastikan bahwa cahaya matahari menjangkau pepohonan di latar depan supaya embun beku pada pepohonan akan tertangkap sebagai warna putih yang berkilauan.

Kondisi pemotretan

Kamera: DSLR (EOS 5D Mark IV)
Lensa: Lensa telephoto (EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM)
Pengaturan aperture: f/4 atau lebih sempit
Kecepatan rana: Moderat (antara 1/30 hingga 1/250 det.)
Waktu pada hari itu: Pagi
Penerangan: Cahaya latar
Tripod: Ya
Filter lensa: Tidak ada
Perlengkapan lain: Payung untuk memblokir kelebihan cahaya matahari
Kondisi cuaca: Sekitar -20°C atau lebih dingin, tidak ada angin, udara lembap 

---

1. Apakah pilar cahaya itu, dan kapan kemungkinan pilar cahaya ini terjadi?
2. Perlengkapan
3. Posisi dan komposisi pemotretan
4. Pengaturan Pencahayaan dan white balance
--- 

1. Apakah pilar cahaya itu, dan kapan kemungkinan pilar cahaya ini terjadi?

Pilar Surya terjadi saat cahaya matahari memantulkan sejumlah kristal es mungil dari awan (disebut debu berlian) yang padat dan menyatu. Anda biasanya akan menemukannya pada pagi hari yang cerah dan tidak berangin, saat suhu mencapai minimal 20°C di bawah titik beku. Pilar Surya ini menjelma saat matahari terbit, dan cahayanya yang berkilauan di depan mata kita, berubah menjadi pilar besar cahaya dalam sekedipan mata.

Namun demikian, pilar surya ini tidak sering terjadi: Bahkan di daerah Biei dan Furano , Hokkaido yang tersohor akan keindahan pemandangan musim dingin di pedesaan, biasanya jarang Anda bisa melihatnya, karena hanya terjadi beberapa kali dalam sebulan, meskipun pilar surya ini bisa juga muncul setiap saat dari pertengahan Desember hingga awal Maret. 

Tetapi, kalau kebetulan Anda melihatnya, hati Anda akan bergetar dan terasa hangat di dalam sanubari. Anda akan lupa rasa dingin yang menggigit tulang, karena terpukau menyaksikan pilar bersinar secara diam-diam, bagaikan malaikat kecil yang sedang menari di udara.

Semakin tebal pilar surya yang berbentuk tiang dan pilar lainnya yang ditaburi debu berlian warna pelangi, akan semakin langka kejadiannya—beruntunglah Anda kalau kebetulan melihatnya sekali atau dua kali selama musim dingin. Malahan, ada warga setempat yang belum pernah melihatnya!

Lingkaran bokeh warna-warni pada pilar surya

EOS 5D Mark IV/ EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM/ FL: 400mm/ Aperture-priority AE (f/5.6, 1/1,000 det., EV±0)/ ISO 200/ WB: Daylight
Dibidik pada 14 Januari, pk. 08:15

Debu berlian beterbangan ke seluruh ruang di sekeliling Anda. Jika Anda menggunakan aperture yang agak lebar, kristal di dekat lensa Anda akan berubah menjadi lingkaran bokeh yang lebih besar, sehingga membuatnya semakin menonjol. Kalau kondisinya tepat, lingkaran bokeh bahkan muncul dengan warna pelangi.

 

Embun beku pada pepohonan = kemungkinan melihat pilar surya semakin tinggi

Bidikan sudut tinggi pepohonan yang ditaburi embun beku

Untuk membentuk lapisan debu berlian yang lebih pekat, udaranya perlu lembap. Embun es merupakan indikator yang bagus: Lapisan embun es yang putih tebal pada pepohonan di sekitar, mengindikasikan kemungkinan yang tinggi akan munculnya pilar surya.


Carilah lokasi yang sesuai sebelumnya

Wilayah Biei-Furano sangat luas, dan cuaca serta kelembapan udaranya bergantung pada daerahnya. Di sejumlah tempat seperti ini, carilah lokasi bidikan yang memungkinkan (termasuk posisi pemotretan) bilamana Anda bisa, sehingga, apabila semua kondisi cuaca sudah tepat, Anda dapat langsung menuju ke salah satu lokasinya. Setelah itu, segalanya bergantung pada sebaik apa Anda membaca cahaya dan memilih posisi pemotretan yang terbaik!

 

2. Perlengkapan

Seorang fotografer memotret dengan payung

Pilar Surya kemungkinan tinggi akan membentuk tepat setelah pagi merebak pada saat suhu terdingin.  Karena Anda akan memotret ke matahari, sebaiknya Anda memiliki payung untuk memblokir kelebihan cahaya agar bidikan Anda terlihat lebih tajam.

 

3. Posisi dan komposisi pemotretan

Seorang fotografer sedang memotret dengan kamera yang dimiringkan ke bawah

Sudut relatif ke matahari sangat penting kalau Anda ingin agar pilar surya tertangkap secara jelas. Untuk gambar utama, saya miringkan kamera dan lensa agak ke bawah.

Ini juga penting untuk memiliki latar belakang yang gelap supaya pilar surya tampak lebih menonjol. Untuk gambar utama, saya memanfaatkan bayangan yang diterpakan oleh sekian banyak bukit di sekeliling Biei.

Sebagian orang lebih memilih untuk hanya mengabadikan fenomena pilar surya dan debu berlian. Namun demikian, bagi saya, ini juga tentang lanskap alam, dan saya bermaksud mengabadikan maha karya yang memadukan pilar surya dan alam di sekelilingnya.

 

4. Pengaturan pencahayaan dan white balance

Pengaturan aperture mengubah cara penampilan pilar surya

Untuk gambar utama, saya menyempitkan aperture ke f/11 supaya pilar surya akan terlihat seperti tiang cahaya. Tetapi, Anda juga dapat menghasilkan bidikan menarik dengan membidik beberapa stop lebih lebar, yang menciptakan lingkaran bokeh bundar.

Lingkaran bokeh Pilar Surya

EOS 5D Mark IV/ EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM/ FL: 400mm/ Aperture-priority AE(f/5.6, 1/400 det., EV-0,7)/ ISO 800/ WB: Daylight

Dengan menggunakan aperture yang lebih lebar, ini akan mengubah kristal salju menjadi lingkaran bokeh yang tak terhitung jumlahnya, yang memberikan kesan bidikan yang berbeda.

 

Close-up lingkaran bokeh pilar surya besar

EOS 5D Mark IV/ EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM/ FL: 400mm/ Aperture-priority AE (f/5.6, 1/3,200 det., EV±0)/ ISO 200/ WB: Daylight
Dibidik pada 21 Januari, pk. 09:15

Untuk bidikan ini, saya menempatkan titik fokus pada tumbuhan yang ada di sekitar. Kristal salju dekat kamera diubah menjadi lingkaran bokeh raksasa yang menyerupai gelembung buih sabun.


Pastikan latar belakangnya gelap

Latar belakang yang gelap mungkin akan menyebabkan kamera membidik dengan sedikit cahaya berlebih, jadi mungkin Anda ingin menerapkan exposure compensation (kompensasi pencahayaan) negatif.

Pilar surya keemasan

EOS 5D Mark IV/ EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM/ FL: 124mm/ Aperture-priority AE (f/11, 1/100 det., EV-0,7)/ ISO 800/ WB: Daylight
Dibidik pada 17 Januari, pk. 07:45

Pada bidikan ini, yang diambil tepat setelah matahari terbit, pilar surya memancarkan warna cahaya keemasan, tetapi tidak menjangkau latar belakang. Menggunakan kompensasi pencahayaan negatif, bisa membantu kelebihan cahaya.


Gunakan WB “Daylight” untuk membuat bayangan agak kebiru-biruan

Biasanya, saya menetapkan white balance ke “Daylight” kalau saya ingin bayangannya tampak lebih kebiru-biruan. Menggunakan WB “Auto” akan menyebabkan white balance yang lebih mendekati apa yang Anda lihat secara kasat mata.

---

Lokasi pemotretan saya:

Gambar dalam artikel ini dibidik di pebukitan dekat Biei Town dan Kami-furano, yang berjarak 20 menit berkendara dari Bandara Asahikawa. Tetapi, Anda bisa melihatnya di mana pun selama kondisi cuacanya tepat.

Secara konvensional, posisi pemotretan optimal adalah dari dataran tinggi, di mana Anda bisa melihat ke bawah dan mengambil bidikan sudut tinggi. Namun demikian, daerah Biei-Furano memiliki banyak tempat seperti ini. Anda dapat memilih suatu tempat yang memungkinkan Anda menciptakan sesuatu yang berbeda dari biasanya.

---

Belajar tentang pemandangan lain yang dapat Anda bidik di Hokkaido pada musim dingin:
2 Tempat Fotografi Musim Dingin yang Memukau di Hokkaido

Akan mengunjungi Biei Town musim panas ini? Cobalah memotret Blue Pond (Kolam Biru):
Lanskap Musim Panas yang Memukau: Tempat Berpanorama di Jepang & Saran Fotografi Pro (2)

Untuk saran dan gagasan lainnya mengenai fotografi musim dingin, bacalah:
3 Cara Menangkap Gambar Monokrom Pemandangan Musim Salju yang Memikat
Cara Melindungi Kamera Anda Saat Melakukan Pemotretan di Cuaca Dingin
Memotret Gunung Fuji di Musim Dingin: Saran Mengenai Tempat & Komposisi Pemotretan

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Toshiki Nakanishi

Toshiki Nakanishi

Lahir pada tahun 1971 di Osaka. Setelah mempelajari fotografi secara otodidak, Nakanishi memindahkan basis kegiatan fotografinya ke kota Biei yang terletak di Kamikawa-gun, Hokkaido. Selain menangkap lanskap yang fokus pada cahaya, ia juga menghasilkan berbagai karya yang menonjolkan keindahan kiasan alam. Ia juga adalah Pimpinan PHOTO OFFICE atelier nipek.

http://www.nipek.net/